Ketidak konsisten yang menyolok
<< Go Back


Ketidak – konsisten Yang Menyolok

 

“Sekarang saya banyak memikirkan dari hal Nyonya White dan tulisan-tulisannya,” demikian kata seseorang pendeta MAHK membuka bicara di dalam salah sebuah pertemuan kita di California, dalam usaha mengalihkan keyakinan salah seorang saudara dari tullsan-tulisan Sister White. la selanjutnya mengatakan: “Sekalian itu saya baca bagi diri saya sendiri, tetapi dari apa yang telah kutunjukkan kepada anda, tidak seorang pun baik dari orang-orang General Conference, maupun nyonya White sendiri, ataupun siapa saja yang lainnya memikirkan dia dengan serius; mereka hanya mengambil apa yang sesuai dengan keperluannya lalu membiarkan saja yang lainnya.”

Sementara pejabat-pejabat MAHK memecat orang-orang yang menerima buku Tongkat Gembala dari keanggotaan gereja mereka karena anggapan bahwa ia itu berlawanan dengan tulisan-tulisan Sister White, maka mereka mengabaikan saja pernyataan sembunyi-sembunyi seperti salah satu yang disebut di atas, lalu membiarkan orangnya sambil menerima gajinya, terus melanjutkan pekerjaannya yang tidak suci itu. Kalau saja mereka itu jujur dalam tindakan mereka memecat para penganut buku-buku Tongkat Gembala, maka mereka tidak akan pernah mempertahankan dan menunjang para pendeta yang secara terang-terangan telah mengajar dan menulis menentang tulisan-tulisan Sister White. Mereka tentunya sudah akan memecat mereka itu pertama sekali.

Apalagi, jika pendeta yang disebutkan di atas itu benar tulisannya mengenai orang-orang General Conference, maka bagi mereka untuk memecat seseorang karena menyelidiki buku-buku Tongkat Gembala atas alasan palsu bahwa ia itu bertentangan dengan tulisan-tulisan dari Sister White, lalu bersamaan dengan itu tetap mempertahankan dirinya (dalam ketidakpercayaan terhadap tulisan-tulisannya) dalam jabatan, sedikit-dikitnya menunjukkan ketidak-konsisten yang sangat menyolok. Atau kalaupun ia sedang menuduh mereka itu (orang-orang General Conference itu) secara palsu, maka bagi mereka untuk mempertahankannya dalam kedudukannya itu pun adalah merupakan suatu ketidak-konsisten yang lebih aneh lagi.

Tindakan-tindakan dari rombongan yang terbesar itu sepenuhnya membuktikan pengakuan yang tegas yang dikemukakan di sini, dan secara tak mungkin dielakkan telah menuduh para pemimpin sebagai tidak sepenuhnya mengakui tulisan-tulisan Sister White sebagai diilhami, melainkan sebaliknya hanya menggunakannya bagi kesenangan, dan sebagai pelindung apabila perlu, dengan mana untuk membodohi para anggota, lalu dengan begitu menutup terang dari mereka.

Dengan memakaikan kepada dirinya sendiri kekuasaan istimewa ciptaan sendiri ini, maka mereka membuang keluar sebagai orang jahat, yaitu orang-orang yang tidak mau menerima keputusan-keputusan mereka. Sebaliknya mereka tetap pertahankan dalam kedudukan nama baik orang banyak itu, yaitu orang-orang yang walaupun tidak percaya dan meragukan Roh Nubuat, mereka itu sepenuhnya berharap kepada mereka dan tunduk kepada keinginan-keinginannya. Dalam hal melakukan pemecatan terhadap mereka itu karena tidak sepaham dengan diri mereka, dan dalam hal mempertahankan orang banyak itu karena menjunjung tinggi mereka, walaupun orang-orang yang sedemikian itu tidak mempercayai Roh Nubuat atau melanggar hukum-hukum Allah, mereka ini pada kenyataannya telah menempatkan diri mereka di atas Allah. Bukankah sebaiknya terang yang menerangi keadaan ini membangkitkan sidang supaya melihat dan mematuhi nasehat yang berikut ini?

“Tetapi berhati-hatilah supaya jangan menolak apa yang disebut kebenaran itu. Bahaya besar berada dengan umat kita ialah karena menaruh harap pada manusia, dan menjadikan daging sebagai pegangan mereka. Orang-orang yang tidak biasa menyelidiki Alkitab sendiri bagi dirinya, atau menimbang-nimbang kenyataan, mereka menaruh harap pada para pemimpin, lalu menerima saja semua keputusan yang dibuat mereka; maka dengan demikian banyak orang akan menolak pekabaran-pekabaran penting yang dikirim Allah kepada umat-Nya, jika sekiranya para pemimpin ini tidak mau menerimanya.” — Testimonies to Ministers, p. 106.

Roh Nubuat selanjutnya mengatakan: “Engkau tidak berhak untuk memimpin, jika tidak engkau memimpin sesuatu perintah Allah. Adakah engkau berada di bawah pengawasan Allah? Adakah engkau melihat tanggung jawabmu kepadaNya ….. Sebagaimana pernah kita percaya General Conference, bahwa mereka inilah yang harus berdiri pada tempat yang suci untuk menjadi suara Allah bagi seluruh umat, — semua itu sudah berlalu. Apa yang kita kehendaki sekarang adalah reorganisasi” (General Conference Bulletin, 34th session, Vol. 4, Extra No. 1, April 3, 1901, p, 25, CoIs. 1, 2) bukan pemborosan waktu dengan mengemukakan pertanyaan:

 

 102 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart