Senang mati, tetapi tidak mungkin
<< Go Back


S e n a n g  M a t i,  T e t a p i  T i d a k  M u n g k i n

 

Wahyu 9 : 6: “Maka pada masa itu orang-orang akan kelak mencari mati, tetapi tidak menemukannya; dan mereka lebih menyukai mati, tetapi kematian akan Iari dari mereka.”

Pengalaman dari murid-murid Kristus yang pertama akan menjelaskan mengapa setelah “lima bulan” itu lewat orang-orang akan menyukai mati, tetapi tidak mungkin. Walaupun aniaya besar menentang orang-orang setia dari gereja Kristen yang sederhana itu, namun pandangan mereka akan kebutuhan dunia yang besar terus mendorong mereka untuk memberitakan lnjll Kristus walaupun dengan resiko nyawanya. Dan walaupun kematian yang terkejam sekalipun menunggui mereka, mereka dalam iman dan keberanian dalam Allah tetap menjunjung terang Injil itu ke hadapan orang banyak bagaikan matahari yang tetap mempertahankan sinar-sinarnya meliputi bumi.

Rasul yang menuju kematian itu memberikan kesaksiannya sebagai berikut: “Aku datang ke Asia setelah bagaimana aku telah berada bersama kamu pada  s e g a I a  masa, sambil berbakti kepada Tuhan dengan segala kerendahan hati dan dengan banyak air mata, dan dengan banyak cobaan, yang menimpa aku oleh orang-orang Yahudi yang merencana jahat kepadaku …….

“Maka sekarang, tengoklah, aku tahu bahwa kamu sekalian yang sudah aku lawati dengan memberitakan kerajaan Allah, kamu tidak akan melihat lagi wajahku. Oleh sebab itu pada hari ini aku menyatakan kepadamu, bahwa aku adalah bersih dari pada darah sekalian orang. Karena tiada kusembunyikan apa-apa, melainkan kuberitakan kepadamu semua kehendak Allah …..

“Maka setelah kami mendengar segala perkara ini, maka baik kami maupun mereka dari tempat itu, memohon dia jangan naik ke Yerusalem. Lalu jawab Paulus: Apakah gunanya kamu menangis dan menghancurkan hatiku? Karena aku ini rela bukan hanya untuk diikat, melainkan juga untuk mati di Yerusalem demi nama Tuhan Yesus.” (Kisah Rasul-Rasul 20 : 18, 19, 25 – 27; 21 : 12, 13).

Oleh berhotbah dalam nama Kristus, maka orang-orang Kristen di zaman Paulus benar-benar telah berusaha mencari kematian. Karena menganggapnya sebagai kesempatan istimewa yang terbesar dan kehormatan untuk mati bagiNya, maka mereka ingin berbuat begitu jika sekiranya oleh kematian mereka orang lain dapat memperoleh hidup yang kekal.

Walaupun umat Allah zaman ini akan maju melewati suatu “masa kesusahan besar yang sedemikian itu belum pernah ada” (Daniel 12 : 1), apabila pengadilan-pengadilan di bumi akan kelak memerintahkan “bahwa seberapa banyak orang yang tidak mau menyembah patung binatang itu akan dibunuh” (Wahyu 13 : 15), namun Firman menyatakan: ” ….. pada masa itu umatmu akan dilepaskan, yaitu setiap orang yang  kelak didapati tertulis di dalam kitab,” (Daniel 12 : 1).

Oh, betapa indahnya janji dan jaminan itu! Siapakah yang dapat mengerti kuasa Allah yang hebat, dan kemuliaan kelepasan yang telah lama dinanti-nantikan ini? Mereka yang sepenuhnya berbuat, dan yang sepenuhnya menaruh harap kepada Tuhan, maka demi kebaikan umatNya mereka akan “maju terus kepadaNya di luar tempat perkemahan, sambil menanggung kecelaan.” (Ibrani 13 : 13).

Dalam menempuh jalan yang sedemikian ini melawan semua penghargaan bumi (oleh memberitakan pekabaran dari hal “jam” itu), mereka akan maju “terus bagaikan domba-domba di antara serigala-serigala” (Matius 10 : 16) — “sambil mencari kematian.” Dan walaupun bergembira untuk “mati” demi Kristus, atau, sebagaimana yang diucapkan oleh Pewahyu, walaupun mereka “kelak akan lebih menyukai mati,” janji itu adalah bahwa “kematian akan lari dari mereka,” sehingga mereka tidak mungkin mati. Bahkan pedang orang-orang jahat sekalipun yang hendak membunuh mereka, ia itu akan patah dan jatuh “tak berdaya bagaikan jerami” (Early Writings p. 34), sehingga membuat mereka itu tak terkalahkan.

“Pada hari itu,” demikian firman Tuhan, “barangsiapa yang kelak berusaha menyelamatkan nyawanya akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa yang hendak kehilangan nyawanya akan mempertahankannya.” (Lukas 17 : 31, 33). Tegasnya, hanya mereka yang “merindukan mati” demi Kristus akan memperoleh hidup yang kekal.

“Satu celaka (trompet yang kelima) sudah berlalu; maka tengoklah, datang lagi kemudian dua celaka” (Wahyu 9 : 12), yang selanjutnya terdapat di dalam

 

 99 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart