Periode sejarah wasiat lama
<< Go Back


Periode Sejarah Wasiat Lama

 

Beberapa tahun setelah suku-suku bangsa itu melintasi Sungai Yarden dan menetap di “tanah perjanjian,” maka kerajaan mereka mulai merosot dari kondisi kerohaniannya yang tinggi. Pada akhirnya, dalam masa pemerintahan Solaiman Tuhan berfirman kepada Yeroboam: “Aku akan memecahkan kerajaan itu dari tangan Solaiman, dan akan Kukaruniakan sepuluh suku bagimu: …………..karena sebab mereka telah meninggalkan Daku.” 1 Raja-Raja 11 : 31, 33.

Keputusan ini baru dilaksanakan setelah kematian Solaiman, sewaktu sepuluh suku itu, karena memberontak melawan Rehoboam, mereka telah memanggil Yeroboam dan “………….mengangkatnya menjadi raja atas semua Israel ………….” 1 Raja- Raja 12 : 20. Tetapi “……………. seluruh isi rumah Yehuda, bersama-sama dengan suku Benyamin …………” (ayat 21), tetap setia kepada Rehoboam, putera Solaiman. Demikianlah halnya kerajaan itu dibagi, sepuluh suku itu, yaitu kerajaan Israel, mengambil bagian utara dari “tanah perjanjian itu”, dan kedua suku itu, yaitu kerajaan Yehuda, mempertahankan bagian sebelah selatannya.

Tetapi keputusan itu yang berbunyi : “……………….Aku akan memecahkan busur panah Israel (para penghulu dari kerajaan sepuluh suku itu) di lembah Jizriel” (Hosea 1 : 5), belum digenapi sampai kemudian setelah Yehu “membantai semua orang yang tertinggal dari isi rumah Ahab di (lembah) Jizriel, dan segala orang-orang besarnya, dan sahabat-sahabatnya, dan imam-imamnya, sampai tidak seorangpun yang tertinggal baginya.” 2 Raja-Raja 10 : 11.

Demikianlah halnya Yehu membinasakan Baal dari antara Israel, ………..tetapi …………..tiada Yehu memperhatikan untuk berjalan dalam hukum Tuhan Allah Israel dengan segenap hatinya : ………….. pada zaman itu Tuhan mulai mengurangi Israel: maka dipalu Hazael akan mereka itu pada seluruh pesisir pantai Israel; ………….. Sampai kemudian Tuhan menyingkirkan Israel sama sekali dari pemandangan-Nya, sesuai yang telah difirmankan-Nya oleh perantaraan semua hamba-Nya nabi-nabi. Demikianlah halnya Israel dibawa pergi ………. ke Assyria ………. dan di dalam kota-kota orang Medi.” 2 Raja-Raja 10 : 28, 31, 32; 17 : 23; 18 : 11. Dengan inilah berlaku amaran sebelumnya yang berbunyi : “Aku ……… akan mengakhiri kerajaan dari isi rumah Israel itu.” Hosea 1 : 4.

Belum sampai beberapa tahun setelah tercerai-berainya sepuluh suku bangsa itu,”…………. telah datang Sanherib, raja Assyria menyerbu semua kota benteng orang-orang Yehuda, lalu mengalahkan mereka ……. Maka raja Assyria itu mengutus Tartan dan Rabsaris, dan Rabsakih …………. dengan sebuah bala tentara besar menyerang Yerusalem ………. ” 2 Raja-Raja 18 : 13, 17.

“Maka terjadilah, setelah raja Hizkiah mendengar akan hal itu, maka dikoyak-koyakkanlah pakaiannya, lalu dipakaikan oleh baginda akan dirinya dengan kain karung, lalu masuklah ia ke dalam rumah Tuhan …….. dan ………. berdoalah ia ke hadapan Tuhan, dengan mengatakan : Ya Tuhan Allah Israel, yang tinggal di antara kerubium, Engkaulah Allah, dan hanya Engkau atas segala kerajaan di bumi. Engkau telah menjadikan langit dan bumi ………. Sebab itu kini, Ya Tuhan Allah kami, aku memohon kepada-Mu, selamatkanlah oleh-Mu akan kami dari pada tangannya, supaya semua kerajaan di bumi dapat mengetahui, bahwa Engkaulah Tuhan Allah, yaitu Engkau saja.

“Kemudian dari pada itu telah diutus oleh Yesaya bin Amoz kepada baginda raja Hizkiah, yang mengatakan: Demikianlah firman Tuhan Allah Israel, bahwa apa yang sudah kau mohonkan kepada-Ku itu terhadap Sanherib Raja Assyria sudah Ku-dengar …………..

“Maka jadilah pada malam hari itu juga, bahwa malaikat Tuhan telah keluar, dan membunuh di dalam perkemahan orang-orang Assyria itu seratus delapan puluh lima ribu orang; maka setelah mereka itu bangun pagi-pagi sekali, bahwasanya, sekalian mereka itu sudah menjadi mayat.” 2 Raja-Raja 19 : 1, 15, 19, 20, 35.

Oleh campur tangan ilahi ini, maka Tuhan menggenapi janji-Nya yang berbunyi: “Tetapi Aku akan mengasihani isi rumah Yehuda, dan Aku akan menyelamatkan mereka itu oleh Tuhan Allah mereka, dan Aku akan menyelamatkan bukan dengan busur panah, ataupun oleh pedang, ataupun oleh peperangan, oleh kuda, ataupun oleh orang-orang penunggang kuda.” Hosea 1 : 7.

Walaupun dengan adanya kemurahan yang besar ini, Yehuda ternyata tetap saja berdosa dengan sangat hebatnya melawan Dia : “Maka Tuhan Allah nenek moyang mereka itu telah mengutus kepada mereka oleh perantaraan para utusan-Nya, yang bangun pagi-pagi, lalu pergi; karena sayanglah Ia akan umat-Nya, dan akan tempat kediaman-Nya; tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, dan meremehkan segala firman-Nya, dan ditertawakannya segala nabi-Nya, sampai kehangatan murka-Nya naik melawan umat-Nya, sehingga ia itu tidak terpadamkan lagi. Sebab itu Ia telah mendatangkan atas mereka itu raja orang Kasdim, yang telah membunuh segala orang muda mereka dengan pedang di dalam rumah tempat kesucian mereka, dan tiada Ia menaruh sayang terhadap orang muda ataupun kaum wanita, orang tua, ataupun orang yang sudah terbungkuk-bungkuk karena tuanya; Ia menyerahkan sekalian mereka itu ke dalam tangannya.

“Maka semua bejana rumah Allah, baik besar maupun kecil, dan perbendaharaan-perbendaharaan rumah Tuhan, dan perbendaharaan-perbendaharaan raja dan para penghulunya; sekaliannya ini dibawanya ke Babilon. Lalu dibakar habis oleh mereka akan rumah Allah itu, dan dirubuhkannya pagar tembok Yerusalem, dan membakar semua istananya dengan api, dan dibinasakannya semua bejana-bejananya yang bagus-bagus.

“Maka mereka yang telah luput dari pedang dibawanya pergi ke Babilon ; maka di sana mereka itu menjadi hamba baginya dan bagi anak-anaknya sampai kepada pemerintahan raja Persia.” 2 Tawarikh 36 : 15 – 20.

Sesudah masa perhambaan yang ditentukan itu, maka terkenang kembali Allah akan janji kemurahan-Nya kepada mereka, maka “………. digerakkan Tuhan akan roh Kores raja Persia itu, sehingga dibuat olehnya sebuah pemberitahuan ke seluruh kerajaannya, dan juga diberikannya secara tertulis, yang mengatakan: Demikianlah titah Kores raja Persia, bahwa Tuhan Allah di Sorga telah mengaruniakan kepadaku segala kerajaan di bumi; maka telah disuruhNya aku membangunkan bagi-Nya sebuah rumah di Yerusalem, yang di tanah Yehuda.” “Dan rumah ini selesai pada hari yang ketiga dari bulan Adar, yaitu dalam tahun ke enam dari pemerintahan raja Darius.” 2 Tawarikh 36 : 22, 23 ; Ezra 6 : 15.

Dalam berbuat sedemikian itu Allah kembali menepati janji-Nya kepada Yehuda. Tetapi ke sepuluh suku bangsa itu, yaitu Israel, tidak dilepaskan-Nya, sehingga dengan demikian genaplah firman-Nya yang berbunyi: “Aku tidak akan lagi menaruh kasihan atas isi rumah Israel.” Hosea 1 : 6.

“Kini setelah dilepaskannya Lo-ruhamah dari susu, maka mengandunglah ia lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Kemudian firman Allah kepadanya: Namailah akan dia Lo-ammi, karena kamu bukanlah umat-Ku, dan Aku tidak mau menjadi Allahmu.” Hosea 1 : 8, 9.

Sungguhpun demikian, walaupun kemurahan besar Tuhan yang berulang-ulang dan kelepasan-kelepasan yang indah baginya itu, dosa-dosa Yehuda yang terus menerus itu pada akhirnya telah menghantarkannya selengkapnya kepada penyangkalan Dia oleh karena menyangkal satu-satunya putera-Nya yang tunggal itu, sebagai berikut: “Maka berteriaklah mereka itu sekalian secara serempak, katanya : “Lenyapkanlah orang ini, dan lepaskanlah bagi kami Barabas.” Lukas 23 : 18. Demikianlah yang diperbuat oleh kemurtadan Yehuda yang pada akhirnya mendatangkan atasnya kutukan yang berbunyi : “………… kamu bukanlah umat-Ku, dan Aku tidak mau menjadi Allahmu.” Hosea 1 : 9.

Sedemikian jauh dalam kiasan ini dapat kita saksikan sejarah sidang sampai kepada penyaliban Kristus. Sekarang adalah perlu untuk menentukan apakah kiasan itu juga berisikan sejarah dari

 

 118 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart