Lembah Akhor contoh saingan itu
<< Go Back


Lembah Akhor Contoh Saingan Itu

 

Kalau saja tulisan pehukuman yang penting ini bukan dimaksudkan bagi “sesuatu teladan” maka Allah tidak akan menunjukkan tempat yang tepat dari pehukuman atas Akhan itu. Sebab itu pelaksanaan hukumannya di lembah Akhor itu tak dapat tiada menunjuk ke depan kepada masa pelaksanaan hukuman contoh saingan di dalam sidang Kristen. Karena itu lembah Akhor contoh saingan ini, yaitu pintu pengharapannya, tak lain hanya menunjuk kepada kebinasaan orang-orang berdosa, yaitu lalang-lalang yang ada di tengah-tengahnya, yaitu anak-anaknya yang tidak sah itu. (baca buku Testimonies, vol. 5, p. 80).

Jelaslah, contoh itu menunjukkan bahwa selama pembersihan ini Allah akan membinasakan bukan saja setiap orang berdosa yang ada di antara umat-Nya, melainkan juga keluarga-keluarga mereka berikut semua harta milik mereka sertanya. “Saringan itu sedang bergerak,” demikian kata Roh Kebenaran. “Janganlah kita mengatakan : ‘Tahan dahulu tangan-Mu, ya Allah.’ Sidang harus dibersihkan, dan ia itu akan dibersihkan.” “Dan aku tampak bahwa Tuhan sedang mengasah pedang-Nya di dalam Sorga untuk menumpas mereka itu. Oh kiranya setiap anggota yang suam itu dapat menyadari akan pekerjaan pembersihan yang Allah sedang akan laksanakan di antara para anggota umat-Nya.” —– Testimonies, Vol. 1, pp. 100, 190.

Contoh itu juga menunjukkan bahwa Allah akan menjalankan “pekerjaan pembersihan ini ……… di antara umat-Nya,” tepat sebelum Ia mempercayakan kepada mereka pekabaran-Nya yang paling terakhir untuk disampaikan kepada dunia —— yaitu pekabaran tentang “hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu” (Maleakhi 4 : 5). Kuasa dari hari yang mengerikan ini akan menerangi bumi dengan kemuliaannya (Wahyu 18 : 1), dan akan memungkinkan umat-Nya untuk kembali menguasai tanah perjanjian contoh saingan itu —– yaitu bumi. Dengan demikian setelah benda yang tak berharga dihabiskan, maka sidang “yang berpakaikan kelengkapan senjata terang dan kebenaran, ……… akan masuk menghadapi perjuangannya yang terakhir dan pengaruh itu akan membuktikan kepada dunia sifatnya yang menyucikan dan memuliakan ……..” — Testimonies to Ministers, pp. 17, 18.

Demikianlah “injil kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia bagi suatu kesaksian kepada segala bangsa; lalu kemudian akan datang kesudahan.” Matius 24 : 14.

Sekaliannya ini —– yaitu pembersihan sidang yang sebentar lagi akan datang, keluarnya Seruan Keras dari Pekabaran Malaikat Yang Ketiga, dan pengembalian kerajaan itu di tanah nenek moyang kita, bersama-sama dengan kemenangan yang menyusul atas segala bangsa, —– contoh itu menghendaki sekaliannya ini; menghendaki sekaliannya itu karena Akhan dihukum mati dan perkemahan itu dibebaskan dari orang-orang berdosa sebelum Israel kuno dapat mengalahkan “tanah perjanjian” itu.

Sesuai dengan itu, maka setelah pembersihannya, sesudah ia mematuhi seruan Yesaya 52 : 1, kemudian “dipakaikannya senjata kebenaran Kristus, maka sidang akan masuk menghadapi perjuangannya yang terakhir.” Indah bagaikan bulan, cerah bagaikan matahari, dan hebat bagaikan sebuah bala tentara dengan panji-panjinya,” ia akan maju terus ke seluruh dunia dengan kemenangan dan untuk memenangkan.” —— Prophets and Kings, p. 725.

Nabi Yeheskiel juga telah diberikan sebuah khayal dari hal pembersihan sidang yang terakhir ini. Nubuatannya mengungkapkan bahwa setiap orang yang gagal memperoleh tanda, atau meterai, akan dibantai oleh “lima orang itu”, dan bahwa semua orang, “tua maupun muda, baik wanita-wanita muda, maupun anak-anak kecil, dan wanita-wanita” “sekaliannya akan binasa bersama-sama” (Testimonies, vol. 5, p. 211; Yeheskiel 9 : 6), sama seperti yang dicontohi oleh kebinasaan Akhan —– “teladannya” itu.

Susulan fakta-fakta yang tak dapat dibantah ini hanya akan mengukuhkan pendirian Roh Nubuatan, bahwa “pemeteraian hamba-hamba Allah ini adalah sama dengan apa yang diperlihatkan kepada Yeheskiel dalam khayal”; bahwa “umat Allah yang sejati …………….. akan selalu berdiri pada pihak yang jujur dan penanganan yang jelas terhadap dosa-dosa yang mudah sekali menguasai umat Allah. Terutama sekali dalam pekerjaan penghabisan bagi sidang, dalam masa pemeteraian mereka yang seratus empat puluh empat ribu itu ……….” — Testimonies to Minsters, p. 445; Testimonies, vol. 3, p. 266.

Perhatikanlah betapa tegasnya kesaksian yang disebut di atas menempatkan pembersihan sidang itu sebelum pekerjaan injil berakhir, dan segera sebelum Seruan Keras dari pekabaran Malaikat Yang Ketiga itu dibunyikan. Ia itu secara jelas menegaskan bahwa “pekerjaan penghabisan bagi sidang” ialah “masa pemeteraian mereka yang seratus empat puluh empat ribu itu.” Dan dari kenyataan bahwa mereka ini adalah “buah-buah pertama,” membuktikan bahwa pekerjaan ini bagi sidang adalah permulaan dari pada “penuaian itu” dan bahwa sesudah mereka itu dimeteraikan dan sidang dibersihkan, maka suatu rombongan buah-buah kedua akan dihimpunkan, karena dimana tidak terdapat pengumpulan yang kedua, maka pengumpulan “yang pertama” pun tidak mungkin ada.

Penuaian rangkap ini akan dikemukakan juga di dalam Wahyu pasal 7. Setelah memandang akan pengumpulan itu, yaitu pemeteraian seratus empat puluh empat ribu buah-buah pertama itu, maka Yahya melihat pengumpulan berikutnya terhadap “rombongan besar orang banyak itu” keluar dari segala bangsa (ayat 9) —– yaitu buah-buah kedua itu.

Karena masih terus berkembang masalah pembersihan ini, maka Roh Nubuatan mengungkapkan bahwa “orang-orang yang telah membuktikan dirinya tidak setia kelak tidak akan dipercayakan mengawasi kawanan domba itu.” Tetapi “Tuhan memiliki hamba-hamba yang setia, yaitu mereka yang dalam masa kegoncangan dan ujian akan muncul ke depan.” Dengan perkataan lain, sesudah hamba-hamba penempatan pertama yang gagal menyesuaikan dirinya bagi tugas pelayanan itu disingkirkan, sehingga oleh karenanya sidang dibersihkan, maka Allah kelak akan “memunculkan keluar” hamba-hamba-Nya yang setia dan benar, yaitu mereka yang dapat Ia percayakan sebagai pembantu-pembantu gembala atas kawanan domba-Nya.

Dalam hubungan yang sama ini pun Roh Nubuatan juga mengamarkan, bahwa “hari-hari pembersihan sidang itu sedang datang dengan segeranya. Allah hendak memiliki suatu umat yang bersih dan benar. Dalam penyaringan yang kuat yang segera akan jadi itu, kita hendaklah lebih baik mampu mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda mengungkapkan bahwa masa itu sudah dekat apabila Tuhan akan menyatakan bahwa kipas-Nya sudah ada di tangan-Nya, dan ia hendak membersihkan seluruh lantai-Nya ………… Orang-orang yang menaruh harap pada kemampuan berpikir, pada pemikiran-pemikiran istimewa, atau pada bakat, kelak tidak akan berdiri pada waktu itu pada kepemimpinan orang banyak. Mereka tidak mengatur langkahnya sesuai terang itu. Orang-orang yang telah membuktikan dirinya tidak setia kelak tidak akan dipercayakan mengawasi kawanan domba. Dalam pekerjaan besar yang terakhir itu hanya sedikit orang-orang besar akan terlibat di dalamnya. Mereka adalah orang-orang yang merasa cukup sendiri, terlepas dari Allah, maka Ia tak dapat memakai mereka. Tuhan memiliki hamba-hamba yang setia, yaitu mereka yang dalam masa kegoncangan dan ujian akan muncul keluar.” ———— Testimonies, Vol. 5, p. 80.

Kata-kata, “membersihkan seluruh lantai-Nya” menunjukkan suatu pembersihan yang mutlak yang akan meninggalkan tanpa cacat, tanpa kerut, ataupun sesuatu yang sedemikian lainnya. Sesudah “pekerjaan pembersihan” ini diselesaikan baru dapat Allah mengatakan secara masuk akal kepada orang-orang yang berada di Babil : “Keluarlah dari padanya, hai umat-Ku, supaya jangan kamu terbabit dengan segala dosanya, dan supaya tidak kamu menerima segala celakanya.” Wahyu 18 : 4. Memang, sekiranya Ia tidak akan berbuat yang lebih baik dari pada hanya menghantarkan mereka itu ke dalam suatu tempat yang lain dimana dosa masih juga tetap melimpah, Ia akan jauh lebih baik meninggalkan saja mereka di tempatnya semula. Pekerjaan terakhir bagi sidang ini, karena adalah demikian besar pentingnya, maka selanjutnya dijelaskan di dalam nubuatan Maleakhi pasal 3.

Dari hal pembersihan yang akan datang ini, yang mengilhami harapan dan menggembirakan hati bagi orang-orang benar, tetapi penuh menyusahkan secara mengerikan bagi orang-orang jahat, nabi itu menyatakan sebagai berikut : “Ia akan secara tiba-tiba datang ke kaabah-Nya (sidang itu atau “lantai”), ……… tetapi siapakah yang dapat tahan pada hari kedatangan-Nya itu? Dan siapakah yang kelak dapat berdiri apabila kelihatanlah Ia? Karena Ia adalah bagaikan suatu api pembersih, dan bagaikan sabun binara; maka Ia akan duduk bagaikan seorang pembersih dan pemurni perak; dan Ia akan menyucikan bani Lewi, dan membersihkan mereka itu seperti emas dan perak, supaya mereka dapat mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran.” Maleakhi 3 : 1 – 3.

Dalam menjelaskan kata-kata injil ini, maka penerbitan Gereja (yang diterbitkan dan dimiliki oleh Organisasi yang juga disahkan dan digunakan oleh Departemen Sekolah Sabat di seluruh dunia dalam tahun 1929), yaitu Isaiah, the Gospel Prophet, Vol. 3, p. 49, mengatakan: “Ayat 20. (Yesaya 59). ‘Juruselamat akan datang ke Sion.’ Ini bukanlah kedatangan yang di dalam awan-awan itu, melainkan kedatangan ke sidang.  Dan apabila Ia datang, maka Ia akan melaksanakan pekerjaan yang disebut di dalam Maleakhi 3 : 1 – 3.”

Pengungkapan resmi ini terhadap ayat itu menunjukkan, bahwa dalam tahun 1929 Organisasi telah mengajarkan, bahwa nubuatan Maleakhi pasal 3 yang menjanjikan suatu pekerjaan pembersihan yang menyeluruh itu, adalah suatu pekabaran bagi sidang.

Sambil meneruskan bertolak dari pengungkapan Maleakhi tentang pembersihan bani Lewi itu, maka pelajaran itu akan membawa kita kepada hukum mengenai

 

 106 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart