Tidak Satupun Yang Dapat Menghalangi Tuhan
<< Go Back


Tidak Satupun Yang Dapat
Menghalangi Tuhan.

 

Dengan melihat pada gambar objek di halaman depan pembaca dapat mencatat bahwa “dua sayap dari masing-masing” mahluk-mahluk hidup itu “adalah bergabung satu dengan yang lainnya”. Yeheskiel 1 : 11. Oleh sebab itu, maka keduanya, mereka dan roda-roda itu, masing-masing membentuk suatu persegi empat : satu roda dengan satu cherub, dan roda lainnya dengan cherub yang lainnya”. Yeheskiel 10 : 9.

Karena Yeheskiel memandang mahluk-mahluk itu datang dari depan, maka ia melihat bahwa mereka itu memiliki “rupa dari seseorang” di depan, “rupa dari burung garuda” di belakang, “rupa dari pada singa pada sisi sebelah kanan”, dan “rupa dari pada lembu pada sisi sebelah kiri” (Yeheskiel 1 : 10), kare¬na mereka berempat memiliki “empat sisi” (ayat 8); juga bahwa mereka memiliki sayap-sayap, “dua ……. pada sisi sini, dan ……. dua ……. pada sisi sebelah sana” (ayat 23). Lagi pula, ia melihat roda-roda yang hidup itu sedemikian teratur sehingga “mereka itu berjalan pada keempat sisi-sisinya”. Yeheskiel 1 : 17. (Lihat halaman depan).

Khayal segi-empat dari pada mahluk-mahluk hidup itu, bersama-sama dengan gerakan segi-empat dari pada roda-roda itu, memungkinkan gerakan empat-arah, yaitu ke depan atau ke belakang, ke kanan atau ke kiri ; mahluk-mahluk hidup itu tidak memutar dirinya sementara mereka berjalan”. Yeheskiel 10 : 11.

“Dan kaki-kaki mereka” karena berupa ‘kaki-kaki yang lurus’ (Yeheskiel 1 : 7), ini memungkinkan mereka bergerak dengan bebas pada setiap arah tanpa memutar, sehingga mereka “lari dan kembali seperti rupa suatu sambaran kilat” (Ayat 14). “Dan kemuliaan Allah orang Israel terdapat di atas mereka itu” (Yeheskiel 10 : 19), “dan yang menyerupai tangan-tangan manusia itu terdapat di bawah sayap-sayap mereka”. Ayat 21.

Karena roda-roda ini, yang membentuk suatu formasi segi empat, “lari dan kembali”. dan karena “di atas mereka itu” Allah duduk bersemayam pada tahta-Nya, maka jelaslah bahwa mekanisme hidup yang mentaajubkan ini adalah kendaraan milik Allah — yaitu kereta-Nya yang di dalamnya Ia telah datang membawakan pekabaran itu untuk memisahkan “orang-orang jahat dari antara orang-orang benar”. Demikianlah kesungguhan itu ditegaskan bahwa karena “peperangan itu adalah peperangan Tuhan”, maka sesungguhnya “la akan mengawasi sendiri kawanan domba itu”.

“Karena segala keruwetan yang berbentuk roda itu berada di bawah pengendalian tangan yang terdapat di bawah sayap-sayap cherubim, maka demikian itulah permainan yang ruwet dari pada peristiwa-peristiwa manusia berada di bawah pengawasan ilahi. Di tengah-tengah pertikaian dan kekacauan bangsa-bangsa, maka Dia yang duduk di atas cherubim itu masih tetap mengendalikan semua persoalan dunia ini.

“Sejarah bangsa-bangsa akan berbicara kepada kita di waktu ini. Kepada setiap bangsa dan kepada setiap pribadi Allah telah memberikan suatu tempat dalam rencana-Nya yang besar. Pada waktu itu orang-orang dan bangsa-bangsa sedang diuji dengan bandulan pengukur di dalam tangan Dia yang tidak pernah berbuat keliru itu. Semua orang oleh pilihannya sendiri sedang menentukan nasib mereka, dan Allah sedang mengesampingkan semua bagi penyelesaian maksud-maksud-Nya”. — Prophets and Kings, p. 536.

“Dalam khayal Yeheskiel, Allah menaruh tangan-Nya di bawah sayap-sayap cherubim itu. Ini adalah untuk mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya bahwa adalah kuasa ilahi yang mem¬berikan keberhasilan kepada mereka. la mau bekerja sama dengan mereka jika mereka mau membuang kejahatan, dan menjadi bersih di dalam hati dan kehidupan.

“Terang yang gemerlapan yang berjalan di antara mahluk-mahluk hidup itu dengan kecepatan kilat melambangkan kecepatan dengan mana pekerjaan ini pada akhirnya akan maju terus sampai kepada kelengkapannya” demi kepentingan umat-Nya selama jam Pehukuman itu (Testimonies, vol. 5, p. 754) : karena rupa dari pada mahluk-mahluk hidup itu adalah

 

Lambang Dari Pada Orang-Orang
Suci Dalam Masa Pehukuman.

 

Karena rupa dari pada cherubim itu adalah sama seperti halnya rupa binatang-binatang dari buku Wahyu, maka mereka keduanya perlu memiliki arti yang saling melengkapi, dan untuk kuncinya Yahya melengkapinya sebagai berikut : “Maka mereka menyanyikan suatu nyanyian baru, bunyinya, Layaklah Engkau mengambil kitab itu, dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau sudah tersembelih, dan sudah menebus  k a m i bagi Allah oleh darah-Mu dari pada setiap suku bangsa, dan bahasa, dan umat, dan bangsa”. Wahyu 5 : 9.

Kenyataan yang kuat bahwa binatang-binatang ini telah ditebus oleh darah Kristus dan akan memerintah di atas bumi, menunjukkan bahwa mereka adalah melambangkan orang-orang suci, juga seperti halnya binatang-binatang dari Daniel yang melambangkan bangsa-bangsa. Jadi, adalah perlu, rupa cherubim itu, seperti halnya dengan rupa binatang-binatang yang berdiri di hadapan tahta Pehukuman itu, melambangkan orang-orang suci dalam masa Pehukuman.

Adanya Tuhan berada “di atas mereka itu (cherubim)”, menunjukkan, bahwa ini adalah kereta yang hidup di dalam mana Ia sebagai Juruselamat mereka akan kemudian mengobahkan orang-orang suci.

Dan “pada setiap sisi dari pada kereta awan itu”, demikian kata Roh Nubuatan, “terdapat sayap-sayap, dan di bawahnya terdapat roda-roda yang hidup; dan sementara kereta itu berguling ke atas, maka roda-roda itu berseru, ‘S u c i’, dan sayap-sayap itu, sementara mereka itu bergerak, berserulah mereka, ‘S u c i’, maka iring-iringan malaikat-malaikat suci yang mengelilingi awan itu berseru, ‘S u c i, suci, suci, Tuhan Allah Maha Kuasa!’ dan orang-orang suci di dalam awan-awan itu berseru ‘Glory, Haleluya!’ ” — Early writings, p. 287.

Bahwa jam kebahagiaan sempurna itu sedang mendekat apabila kita kelak akan menaiki kereta yang sangat mulia ini, sehingga akan menggerakkan hati kita untuk membuat kita meneriakkan secara jujur pertanyaan-pertanyaan yang berbunyi :

 

Kapankah Kelak Kereta Ini Datang?
Berapa Lamakah Ia Itu Akan Tinggal?

 

Apabila dipikirkan dalam terang dari keempat kenyataan utama itu yang sedemikian jauh telah ditegakkan, maka pertanyaan-pertanyaan ini sudah hampir terjawab dengan sendirinya : (1) Tuhan datang ke bumi di dalam kereta ini ; (2) dari padanyalah Ia memerintahkan kepada Yeheskiel untuk pergi berbicara kepada umat-Nya; (3) Yeheskiel tidak membawa pekabaran itu kepada umat di zamannya ; (4) ia akan menghantarkannya kepada umat pada permulaan dari “Seruan Keras” itu.

Demikianlah hal itu terlihat, bahwa apabila masa itu datang setelah sidang mencapai kondisi keadaannya yang dilukiskan oleh Tuhan (Yeheskiel 3 – 9), maka rahasia dari pada khayal itu akan diungkapkan, dan pekabaran itu akan dibawakan kepa¬da sidang. Dan bahwa sidang telah mencapai masa dan kondisi ini adalah terbukti secara meyakinkan oleh kenyataan tiga rangkap, bahwa bagian pertama dari “wahyu yang sangat mengejutkan ini” (diperluas di sini), telah diterbitkan dalam bulan Desember 1930, di dalam sebuah buku ber 255 halaman yang berjudul Tongkat Gembala, Jilid 1 ; bahwa bagian kedua telah diterbitkan dalam bulan September 1932 di dalam sebuah buku ber 304 halaman yang berjudul Tongkat Gembala, Jilid 2, dan bahwa bagian ketiga —— yaitu beberapa seri traktat-traktat (dan buku kecil ini adalah yang pertama) yang semenjak tahun 1933 sampai sekarang berjumlah 898 halaman —— yang merupakan Tongkat Gembala, Jilid 3.

Oleh sebab itu, maka kenyataan bahwa dari kereta itu Tuhan memerintahkan kepada nabi itu untuk pergi berbicara, menghantarkan pekabaran, kepada umat-Nya, dan bahwa pekabaran itu berjumlah seluruhnya lebih dari 1250 halaman buku-buku yang telah diterbitkan semenjak tahun 1930, yang mengungkapkan kebenarannya dari berbagai segi, mengungkapkan de¬ngan sungguh-sungguh bahwa kereta itu walaupun tidak terlihat oleh manusia (seperti akan halnya “orang muda itu” yang tidak dapat melihat kereta-kereta itu yang menutupi gunung-gunung — 2 Raja-Raja 6 : 17), ia itu sudah datang. Dan karena kereta itu sekarang sudah ada di sini, maka ia itu tentunya harus menjadi alat ilahi yang melaluinya, sebagai sesuatu markas pusat pergerakan, Tuhan sedang memerintahkan dan mengarahkan pekerjaan-Nya, dan melaluinya juga Ia akan berbuat begitu sampai “injil kerajaan ini ……. kelak diberitakan di seluruh dunia menjadi suatu kesaksian kepada segala bangsa; lalu …….datang kesudahan”. Matius 24 : 14. “Kesudahan itu” —— tak masuk akal! Bagi mereka yang mengatakan : “Dimanakah janji kedatangan-Nya itu? Karena semenjak dari segala nenek moyang jatuh tertidur, segala perkara berlanjut seperti biasa semenjak dari permulaan kejadian dunia” (2 Petrus 3 : 4); tetapi orang-orang yang sudah lama menunggu itu, yaitu kepada mereka yang akan mengatakan: “Nah, inilah Allah kita; sudah lama kita menantikan Dia, maka Ia akan menyelamatkan kita” (Yesaya 25 : 9), —— Kesudahan yang mengerikan, menakutkan! Hal itu harus menggerakkan semua orang untuk mengetahui dengan pasti
 

 

 15 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart