Ibu-ibu dari para keturunan Yakub
<< Go Back


IBU-IBU DARI PARA
KETURUNAN YAKUB

 

Sepanjang urut-urutan kronologis dari contoh yang bertahap banyak ini, kita kini dalam ingatan mengikuti Yakub terus ke Padan-Aram. Disana ia telah mengawini empat orang isteri — yaitu Leah dan Rachel, anak-anak perempuan dari Laban; kemudian Zilpah dan Bilhah, masing-masing pelayan wanita mereka. Keempat mereka ini adalah ibu-ibu dari dua belas putera Yakub, yang pada giliran berikutnya telah menjadi bapa-bapa dari dua belas suku bangsa Israel.

Dalam contoh perkembangan dari Israel rohani ini, hanya seorang dari keempat orang itu, yaitu Leah yang merupakan isteri Yakub yang resmi sah. Oleh sebab itu, maka hanya dia yang dapat menjadi contoh dari sidang yang resmi dan benar — yaitu sidang yang telah diorganisir di Yerusalem oleh kerajaan dua belas suku itu, dan yang pada akhirnya telah berkembang ke dalam Gereja Kristen.

Rachel tak dapat tiada harus melambangkan suatu sidang yang lebih muda — yaitu sidang yang diorganisir di Samaria oleh kerajaan sepuluh suku itu lalu tercerai-berai bersama-sama dengannya di antara bangsa-bangsa Kapir.

Zilpah dan Bilhah, karena adalah “orang-orang asing” dan pelayan-pelayan yang melayani Leah dan Rachel, maka mereka tak dapat tiada melambangkan sidang-sidang berikutnya yang asal-usulnya berasal dari orang Kapir (Gentile).

Dari keempat garis keturunan ini keluar bani Israel contoh saingan itu. Maka apa yang benar dalam silsilah keturunan secara phisik tak dapat tiada harus juga benar dalam silsilah keturunan secara rohaniah. Sebab itu, walaupun contoh sainganitu, seperti hal contohnya, dua belas suku bangsa itu datang melalui baik ibu-ibu Israel maupun ibu-ibu Kapir, namun mereka dilahirkan dari seorang ayah yang sama — seorang Israel.

Setelah dicerai-beraikan Allah keseluruh bangsa-bangsa Kapir, maka baik Yehuda (kerajaan dua suku bangsa itu) maupun Israel (kerajaan sepuluh suku bangsa itu) telah ditelan oleh mereka. Kemudian juga Gereja Kristen sendiri yang merupakan satu-satunya tunas yang keluar dari Gereja Yahudi (ingat, murid-murid Kristus dan para rasul, demikian juga orang-orang yang bertobat dari sidang yang mula-mula, sekaliannya itu adalah murni orang-orang Yahudi), telah menanggalkan gelar Wasiat Lamanya “Yahudi” karena ia telah mengambil gelar Wasiat Barunya “Kristen.” Kemudian secara berangsur-angsur ia telah kehilangan daun-daunan Yahudinya ditengah-tengah daun-daunan dari cabang-cabang Kapir yang dicangkokkan.

Sekarang sementara kita meninggalkan tahap contoh di atas ini, maka kita memasuki tahap contoh dari —

 117 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart