Masuknya Israel ke Mesir
<< Go Back


MASUKNYA ISRAEL KE MESIR

 

Bahwa Alkitab mengungkapkan kebenaran-kebenarannya yang hebat itu dalam berbagai cara — dalam urutan angka-angka, dalam lambang-lambang, dalam perumpamaan-perumpamaan dan kiasan-kiasan, dalam mimpi-mimpi dan khayal-khayal, dalam contoh-contoh dan kejadian-kejadian — bahkan juga sepenuhnya dikenal dalam pengalaman aneh Israel kuno pergi memasuki Mesir. Di dalamnya setiap siswa Alkitab yang tahu akan melihat, bukan secara kebetulan saja, melainkan sudah secara terencana dibuat oleh tangan DIA yang maha kuasa. Sesungguhnya Yusup sendiri, sebagai peran yang utama dalam drama yang besar itu, sedemikian itu mengakuinya: “Allah telah mengutus aku mendahului kamu,” demikian pernyataannya,” untuk memeliharakan nyawa orang.” Kejadian 45 : 5.

Dalam pengakuan akan hal ini Paulus oleh kuasa Ilham lebih dulu mengamarkan bahwa “segala perkara ini sudah berlaku atas mereka untuk menjadi teladan,” 1 Korinthi 10 : 11. Jadi, betapa besar pentingnya, agar supaya kita menyelidiki, memahami, dan menghargai dengan saksama semua teladan yang mentaajubkan ini yang telah dibuat Allah bagi kebahagiaan kita.

Memulai dengan pengalaman Yakub, kita saksikan hal-hal yang telah ditakdirkan yang membentuk kehidupannya selama itu, bahkan sampai membuat dia mencintai Yusup melebihi putera-puteranya yang lain (Kejadian 37 : 2 – 11) — penyebab yang cepat menimbulkan iri hati mereka dan mendorong mereka membuang anak itu (Yusuf). Dengan demikian, bertahun-tahun lamanya sebelum kepindahan mereka dari Kanaan ke Mesir, Allah dalam takdir-Nya telah mengutus Yusuf, sebagaimana yang disadarinya sendiri kemudian, untuk mempersiapkan jalan bagi mereka. Kemudian oleh mendatangkan tujuh tahun yang berkelimpahan, yang disusul dengan tujuh tahun kelaparan di seluruh tanah itu, maka Yang Maha Kuasa berikutnya telah membentuk keadaan-keadaan yang sedemikian rupa untuk menghantarkan seluruh isi rumah Israel turun ke Mesir. Dan di sanalah mereka kemudian telah dibiarkan menjadi budak, yang telah membuat mereka sengsara tak tergambarkan sampai dengan kematian sejumlah besar anak-anaknya laki-laki.

Semenjak dari penjualan Yusup ke dalam perbudakan sampai kepada pembantaian anak-anak sulung di Mesir — betapa sedihnya rangkaian perubahan-perubahan nasib mereka itu! Mengapa sehingga isi rumah Israel perlu berjalan melewati pengalaman-pengalaman pembersihan yang sedemikian ini? Mengapa? — Ilham kembali mengingatkan, karena “segala perkara ini telah berlaku atas mereka itu untuk menjadi teladan-teladan; maka sekaliannya itu tertulis untuk menjadi nasehat bagi kita orang-orang yang menghadapi kedatangan akhir dunia ini.” 1 Korinthi 10 : 11.

Dalam hikmat-Nya yang tak dapat dimengerti, Allah telah membiarkan putera-putera Yakub itu menjalani hidup yang sengsara supaya mereka dapat menjadi suatu contoh, suatu teladan, suatu objek pelajaran, yang menyelamatkan pada hari apabila Ia merentangkan “tangan-Nya sekali lagi pada kedua kalinya untuk mengumpukan kembali umat-Nya yang sisa, yang akan tertinggal, dari Assiria, dan dari Mesir, dan dari Pathros, dan dari Cush, dan dari Elam, dan dari Shinar, dan dari Hamath, dan dari pulau-pulau di lautan.” Yesaya 11 : 11.

Jadi pada kitalah berpindah tanggung jawab itu untuk berlaku sederhana, bijaksana, dan setiap membuat kekalahan-kekalahan mereka itu menjadi batu-batu loncatan kita untuk mencapai kemenangan. Memang benar-benar mentaajubkan untuk mengetaui bahwa perjalanan kita telah digariskan jauh berabad-abad sebelumnya!

Sebagai suatu bagian yang sempurna dari “teladan-teladan” yang pokok ini, maka Perencana teladan-teladan itu telah mempromosikan Yusup ke atas tahta Mesir oleh membuat dia mampu meramalkan tujuh tahun berkelimpahan dan tujuh tahun kelaparan itu, oleh mana —

 100 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart