Sifera dan Puah
<< Go Back


SIFERA DAN PUAH

 

“Maka bertitahlah raja Mesir kepada bidan-bidan orang Iberani itu, yang mana seorang di antaranya bernama Sifera dan yang lainnya bernama Puah; titahnya: Apabila kamu menolong wanita-wanita Iberani pada waktu bersalin, maka perhatikanlah sewaktu anak itu lahir, jika ia itu laki-laki, maka bunuhlah akan dia; tetapi jika ia itu perempuan, maka biarkanlah dia hidup. Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah, sehingga tidak diperbuatnya sesuai yang diperintahkan raja Mesir itu kepada mereka, melainkan diselamatkannya anak-anak laki-laki itu.

“Maka dipanggil raja Mesir akan bidan-bidan itu, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu berbuat demikian, dan telah menyelamatkan anak-anak laki-laki itu? Maka jawab bidan-bidan itu kepada Firaun: Sebab wanita-wanita Iberani tidak sama dengan wanita-wanita Mesir; karena mereka itu kuat, mereka telah melahirkan sebelum bidan datang.

“Oleh sebab itu Allah telah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; dan orang banyak itu meningkat berlipat-ganda, dan menjadi sangat kuat. Maka terjadilah kemudian, karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka dibangun-Nya bagi mereka rumah-rumah.

“Maka titah Firaun kepada semua rakyatnya, katanya: Setiap anak laki-laki yang lahir oleh orang Iberani itu hendaklah dilemparkan ke dalam sungai, dan setiap perempuan supaya dibiarkan hidup.” Keluaran 1 : 15 – 22.

Siapakah yang mungkin dilambangkan oleh bidan-bidan itu? — Biarlah akal sehat memberi jawabannya sebagai berikut: Anak-anak yang dilahirkan oleh wanita-wanita Iberani di tanah Mesir itu, yang jauh dari tanah air mereka, tak dapat tiada hanya melambangkan anak-anak yang dilahirkan oleh sidang sewaktu ia merantau di antara bangsa-bangsa Kapir.

Tugas dari seorang bidan ialah menyambut dengan kasih sayang, membasuh dengan sebersih-bersihnya, dan memakaikan baju dengan serapih-rapihnya, juga merawat dengan sesehat-sehatnya akan bayi yang baru lahir. Dengan demikian bidan-bidan kuno itu tak dapat tiada melambangkan orang-orang yang tanggung jawab kerohaniannya di waktu ini adalah membersihkan siswa-siswa orang muda dari dosa-dosa yang menjadi sifat mereka, memakaikan kepada mereka jubah-jubah kebenaran Kristus, dan memeliharakan mereka dengan makanan rohani — mengajarkan ajaran-ajaran di dalam terang Kebenaran Sekarang. Satu-satunya lembaga yang sedemikian ini bagi orang-orang muda, tentunya, adalah sekolah gereja.

Oleh sebab itu, penolakan bidan-bidan itu untuk membunuh anak-anak Iberani tak lain mendemonstrasikan kenyataan, bahwa guru-guru di sekolah-sekolah Madzab Gereja di waktu ini sedang berusaha untuk melakukan hal yang benar, walaupun mereka seolah-olah harus melanggar perintah Firaun yang jahat itu.

Dan interprestasi ini terhadap contoh itu dikuatkan di dalam sebuah kutipan yang diambil dari The Home and School Journal of Christian Education, sebuah majalah General Conference, yang setiap guru di dalam Madzab Gereja diperkirakan melangganinya.

Majalah ini, terbitan bulan Desember 1929, yang penuh dengan perayaan Natal dan rencana-rencana Natal dan hadiah-hadiahnya, adalah suatu contoh yang terbuka dari hal kecenderungan General Conference pada saat Tongkat Gembala mulai mengungkapkannya. Karena terlalu panjang untuk menyalinnya kembali selengkapnya, maka kami hanya akan mengutip kalimat yang terakhir, yaitu kata-kata penutup di bawah paragrap, “What Christmas May Always Mean” (artinya: “Yang Selalu Bermanfaat dari Natal”):

“Maka pada umumnya, suatu baptisan dalam kenyataan, dalam kesederhanaan, dan dalam kejujuran dalam merayakan hari lahir terbesar dunia itu.”

Bagi suatu penerbitan General Conference untuk memerintahkan guru-gurunya memuliakan hari penyembahan berhala dunia yang besar itu sebagai hari lahir Kristus di depan mata anak-anak, adalah tidak masuk akal. Namun sebagaimana semua dapat saksikan, maka itu adalah sama nyatanya dengan perintah dari Firaun kepada bidan-bidan itu.

Tuntutannya agar anak-anak laki-laki dibuang ke dalam sungai, pada kenyataannya sama sekali tidak menghalangi kemajuan pertumbuhan yang cepat bangsa Iberani itu, namun itu adalah suatu usaha yang kejam untuk membinasakan utusan penyelamat yang dijanjikan. Maka kekalahan maksud jahat Firaun pada hari itu telah membayangkan kekalahan usaha licik dari Firaun modern untuk melenyapkan nabi masa kini, yaitu dia yang akan melepaskan Israel modern apabila sudah genap masa orang-orang Kapir.

Untuk membuktikan bahwa Firaun masa kini pada kenyataannya sedang melakukan apa saja untuk menyesatkan umat Allah dari pada seorang utusan penyelamat di waktu ini, kami mengemukakan kenyataan itu sebagai berikut: sementara catatan Ilham milik Gereja secara jelas meramalkan kedatangan seorang nabi (Testimonies to Ministers, p. 475), suatu pekabaran, yaitu kebenaran tambahan (Early Writings, p. 277), maka para anggota sidang bukan saja dibiarkan bodoh terhadap hal itu, melainkan bahkan juga diperingatkan untuk menentangnya, — diajarkan bahwa mereka tidak memerlukan apa-apa lagi, bahwa mereka telah memiliki semua kebenaran untuk menghantarkan mereka dengan jelas sampai kepada Kerajaan itu.

Untuk mengungkapkan, dalam kata-kata Ilham, pernyataan sombong dan menyesatkan dari Firaun modern mengenai kepalsuan yang sedemikian ini, maka kami mengutip sebagai berikut:

“Nubuatan harus digenapi. Tuhan berfirman: ‘Tengoklah, Aku akan mengutus kepadamu Eliyah nabi itu dahulu dari pada datang hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.’ Seseorang akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah, maka apabila ia muncul, orang-orang akan mengatakan: ‘Anda terlalu bersungguh-sungguh, Anda tidak menginterpretasikan Alkitab itu dengan cara yang sepatutnya. Marilah ku ceriterakan kepadamu bagaimana untuk mengajarkan pekabaranmu itu.’” — Testimonies to Ministers, pp. 475, 476.

“Sikap dari sidang yang ada sekarang adalah tidak berkenan kepada Allah. Telah masuk ke dalamnya suatu kepercayaan diri sendiri yang telah mengendalikannya untuk tidak lagi merasa perlu akan kebenaran tambahan atau terang yang lebih besar. Kita sedang hidup pada suatu masa dimana Setan sedang bekerja di kiri kanan kita, di depan dan dibelakang kita; namun sebagai umat kita sedang tidur. Allah menghendaki supaya suatu suara kelak akan terdengar membangunkan umat-Nya untuk bertindak.” — Testimonies, vol. 5, p. 709. (Lihat juga buku Gospel Workers, 300).

Bahwa Firaun masa kini akan pada akhirnya menemui kekalahannya, adalah diungkapkan dengan jelas dalam beberapa kenyataan bahwa bukan saja nyawa Musa telah diselamatkan oleh puteri Firaun yang kuno, tetapi juga ia telah dibesarkan dengan pembiayaan raja itu. Oleh sebab itu, maka contoh itu mengungkapkan kekalahan yang mengerikan yang akan diderita oleh musuh-musuh yang menentang pekerjaan utusan penyelamat contoh saingan itu; usaha mereka yang tak disadarinya untuk mengalahkan Allah dalam rencana-Nya bagi umat-Nya, atas biaya mereka sendiri pasti akan berbalik menjadi suatu kemenangan yang gilang-gemilang bagi Tuhan.

Setelah melihat sekarang bahwa masuknya Israel ke Mesir itu adalah merupakan contoh, maka secara logis sedemikian itu pula tak dapat tiada akan jadi dengan —

 118 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart