PADA SAAT MASA KASIHAN BERAKHIR, KUBUR-KUBUR BERHENTI
<< Go Back


PADA SAAT MASA KASIHAN BERAKHIR,

KUBUR-KUBUR BERHENTI

Wahyu 14 dan 15

 

 

Wahyu  14 : 1 : “Maka tiba-tiba aku tampak Anak Domba itu berdiri di atas gunung Sion, dan bersama-sama dengan Dia ada seratus empat puluh empat ribu orang yang memiliki nama Bapa-Nya tertulis pada dahi mereka.” “Anak Domba” itu ialah Kristus, menunjukkan jabatan yang diduduki-Nya sebelum masa kasihan berakhir, selagi Ia masih bertindak sebagai perantara bagi umat-Nya; oleh sebab itu, sejumlah tertentu orang-orang suci berdiri bersama dengan Dia di bumi selagi Ia masih berada di dalam tempat Yang Maha Suci. Gunung Sion yang terdapat di Yerusalem tua ialah tempat lama dari kota itu, dan tempat dari istana Daud berikut para penerusnya. Oleh sebab itu, dari titik pandangan itulah kita harus menyajikan arti dari “Anak Domba” itu yang berdiri di atas gunung Sion. Oleh kata-kata Firman berikut ini kepada kita diberitahukan Tuhan telah membuat sebuah janji bahwa isi rumah Daud (Gunung Sion) telah merupakan sebuah terang baginya dan bagi semua anaknya sampai selama-lamanya. “Tetapi Tuhan tidak mau menumpas seisi rumah Daud, karena sebab perjanjian yang telah dibuat-Nya dengan Daud dan karena ia menjanjikan untuk mengaruniakan sebuah terang kepadanya dan kepada semua puteranya sampai selama-Iamanya.” (2 Tawarikh 21 : 7). Janji itu bukan kepada gunung Sion (isi rumah Daud) di Yerusalem tua, karena eksistensi bangsa Yahudi adalah dengan bersyarat.

 

“Kini kepada Ibrahim dan benihnya janji-janji itu telah dibuat. Ia bukan mengatakan: Dan kepada benih-benih, seolah-olah kepada orang banyak, melainkan kepada seorang, Dan kepada benihmu, yaitu Kristus” – “anak Daud.” (Galati 3 : 16). Oleh sebab itu, maka gunung Sion, seperti halnya di dalam Wahyu 14 : 1 ialah lokasi kerajaan yang terkenal di dalam Yerusalem samawi, seperti yang dikatakan oleh Daud sendiri: “Karena disanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, yaitu kursi-kursi dari rumah Daud.” (Mazmur 122 : 5). Daud telah memandang ke depan kepada masa apabila pehukuman di dalam sorga akan diselenggarakan: “Pada hari itu suatu pancaran air akan terbuka bagi isi rumah Daud dan bagi semua penghuni Yerusalem untuk membasuh semua dosa dan untuk semua kecemaran.” (Zakharia 13 : 1).

 

Oleh sebab itu, maka khayal Yahya mengenai mereka yang 144.000 itu sebagaimana mereka itu berdiri di atas Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba, ialah suatu peristiwa sesudah rombongan istimewa orang-orang suci ini dimeteraikan, dan beberapa waktu sebelum rnasa kasihan berakhir. Pemeteraian mereka yang 144.000 itu adalah pada saat penutupan pehukuman terhadap orang-orang mati, dan pada permulaan pehukuman terhadap orang-orang hidup. Oleh sebab itu, maka mereka mempunyai suatu tugas besar untuk dilaksanakan di bumi dalam kaitannya dengan pehukuman itu. Pekerjaan mereka telah dicontohi oleh Israel kuno sewaktu mereka itu diwajibkan untuk menguasai Tanah Perjanjian. Nabi Zakharia telah melukiskan dengan baik masa itu sebagai berikut: “Pada hari itu Tuhan akan melindungi semua penduduk Yerusalem; maka yang lemah di antara mereka itu pada hari itu akan kelak menjadi seperti Daud; maka isi rumah Daud akan jadi seperti Allah, seperti malaikat Tuhan dihadapan mereka itu. Dan akan jadi kelak pada hari itu, bahwa aku akan mencari membinasakan segala bangsa yang datang melawan Yerusalem. Dan aku akan menuangkan atas isi rumah Daud dan ke atas semua penduduk Yerusalem roh rahmat dan permintaan doa; maka mereka akan memandang kepada-Ku, yang telah ditikamnya, (karena ia telah mati bagi dosa-dosa mereka) dan mereka akan meratapi Dia seperti orang meratapi satu-satunya puteranya, dan mereka akan menangisi Dia tersedu-sedu, seperti orang menangisi akan anak sulungnya.” (Zakharia 12 : 8 – 11). Betapa indahnya pengalaman itu kelak nanti apabila kita sepenuhnya memahami akan kasih Allah dan harga yang telah dibayar bagi penebusan itu.

 

Nabi Mikha menamakan mereka yang 144.000 itu, “mereka yang tersisa dari Yakub.” (Lihat buku Tongkat Gembala, Jilid 1, diatas judul paragraf Terdiri Dari Siapakah Mereka Yang Sisa Itu?) “Maka mereka akan menghabiskan tanah Assiria dengan pedang, dan tanah Nimrod pada segala pintu masuknya; demikianlah kelak ia akan melepaskan kita dari orang Assiria, apabila ia datang ke dalam negeri kita, dan apabila ia berpijak di dalam daerah-daerah perbatasan kita. Maka mereka yang tersisa dari Yakub akan berada ditengah-tengah banyak bangsa bagaikan sebutir embun dari Tuhan, bagaikan curah hujan di atas rerumputan, yang tiada menantikan orang, ataupun harap kepada anak-anak manusia. Maka mereka yang tersisa dari Yakub itu akan terdapat diantara bangsa-bangsa Kapir di tengah-tengah banyak bangsa bagaikan seekor singa diantara segala binatang di hutan, bagaikan seekor singa muda diantara kawanan-kawanan domba; yang jika ia berjalan lalu, maka dipijaknya mangsanya dengan kaki maupun di cabik-cabiknya sampai hancur, dan tak satupun yang lolos. Bahwa tanganmu akan ditinggikan atas segala pembencimu, dan segala musuhmu akan ditumpas. …… Maka aku akan membalas dengan kehangatan murkaku terhadap orang Kapir, sedemikian seperti yang tiada mereka itu mau dengar.” (Mikha 5 : 6 – 9, 15).

 

“Bagian Yakub itu bukanlah seperti mereka; karena ia adalah yang terdahulu dari pada segala perkara; dan Israel adalah tongkat pusakanya, Tuhan serwa sekalian alam ialah namanya. Bahwa engkaulah bagiku akan cokmar, dan akan senjata-senjata perang (144.000 orang itu), karena dengan dikau akan kuhancurkan segala bangsa, dan dengan dikau akan kubinasakan kerajaan-kerajaan. Maka dengan dikau aku akan menghancur-luluhkan kuda dan pengendaranya; dan dengan dikau aku akan menghancur-luluhkan kereta dan penumpangnya; dengan dikau juga aku akan menghancur-luluhkan laki-laki dan perempuan; dan dengan dikau aku akan menghancurkan orang tua dan orang muda; dan dengan dikau aku akan menghancurkan pemuda dan pemudi; dan aku juga akan menghancurkan bersama dikau gembala berikut kawanan dombanya; dan dengan dikau aku akan menghancurkan pengusaha kebun anggur berikut lembu pembajaknya; dan dengan dikau aku akan menghancurkan para penguasa perang berikut para pemimpin pemerintahan.” (Yeremiah 51 : 19 – 23). Oleh karena itu, maka pada kegenapan khayal dari Yahya itu, mereka yang 144.000 itu “Berdiri di atas Gunung Sion,” bukanlah secara jasmani, melainkan dalam arti jabatan yang mereka duduki. Sama seperti halnya lima anak dara yang telah masuk bersama-sama dengan Dia ke perkawinan itu. (Lihat buku The Great Controversy, halaman 427). Sebagaimana halnya Israel kuno dahulu telah merupakan pengacau teror terhadap orang-orang kapir yang tinggal di tanah perjanjian, maka demikianitu pula Israel Allah pada waktu ini akan menjadi suatu pengacau teror terhadap orang-orang berdosa di dunia. Dan sebagaimanahalnya Israel kuno sudah harus berperang dengan pedang untuk menguasai tanah itu, maka demikian itu pula Israel pada waktu ini harus berperang dengan “pedang dari Roh” untuk menguasai dunia (tanah perjanjian).

 

“Maka kudengar suatu suara dari langit seperti bunyi banyak air yang menderu dan seperti bunyi suatu guruh yang besar; dan aku dengar bunyi suara orang pemetik kecapi memainkan kecapinya; maka mereka itu menyanyikan suatu nyanyian yang tampak baru di hadapan tahta, dan dihadapan empat binatang dan para tua-tua itu; maka tak seorang pun dapat mempelajari nyanyian itu terkecuali mereka yang 144.000 itu, yang telah ditebus dari bumi.” Wahyu 14 : 2, 3).

 

Nyanyian itu dinyanyikan di dalam sorga oleh mahluk-mahluk sorga di hadapan tahta, dan di hadapan binatang-binatang itu, dan para tua-tua itu. Oleh sebab itu jelaslah, bahwa persidangan hukum itu masih berlangsung. (Penjelasan selanjutnya akan menyusul). Perhatikanlah bahwa mereka yang 144.000 itu tidak menyanyi, namun mereka hanya dapat mempelajari “nyanyian” itu seperti yang dinyanyikan di dalam sorga. Artinya, mereka saja yang mengerti kebenaran samawi itu dalam masa yang istimewa itu dan kedudukan mereka dalam kaitannya dengan pekabaran yang harus mereka bawa.

 

“Maka aku dengar suatu suara dari langit yang mengatakan padaku, Suratkanlah! Berbahagialah semua orang yang sudah mati, yaitu yang mati dalam Tuhan semenjak dari sekarang ini. Bahkan kata Roh, bahwa mereka boleh berhenti dari pada segala pekerjaannya, dan segala perbuatannya mengikuti mereka itu.” (Wahyu 14 : 13). “Yang mati semenjak dari sekarang ini,” artinya, semenjak dari permulaan seruan kerasitu. Dengan demikian firman itu menyatakan bahwa sebagian dari orang-orang suci akan meninggal, yaitu selama masa penuaian itu (seruan keras). Kami mengutip dari buku Counsels on Health, halaman 375 sebagai berikut: “Banyak orang akan ditidurkan (mati) sebelum siksaan masa kesusahan besar yang bernyala-nyala itu kelak datang menimpa dunia.”
 

Sementara sebagian orang-orang suci kelak ditidurkan dalam masa seruan kerasitu, maka diperjelas oleh Wahyu 15 : 1, 2, bahwa semua orang yang hidup setelah masa kasihan berakhir dan sebelum permulaan dari curahan celaka- celaka itu, akan diobahkan tanpa merasakan kematian. “Maka aku tampak pula suatu alamat yang lain di langit, yang besar dan mentakjubkan, yaitu tujuh malaikat yang membawa tujuh celaka yang terakhir itu; karena di dalam sekaliannya itu ada terisi murka Allah. Maka aku tampak seolah-olah suatu laut kaca yang bercampur dengan api; maka mereka yang telah memperoleh kemenangan atas binatang itu, dan atas patungnya, dan atas tandanya, dan atas angka bilangan dari namanya, mereka berdiri diatas laut kaca,sambil memegang kecapi-kecapi Allah.” Laut kacaitu melambangkan kehidupan yang kekal. (Dijelaskan di dalam Bab lain). Karena sebanyak sekalian mereka yang telah memperoleh kemenangan berdiri di atas laut itu, maka ini menunjukkan bahwa mereka telah melewati kematian dan sampai kepada kehidupan, dan tujuan akhir mereka sekarang adalah Allah, Yerusalem baru.”

 

Ayat 5 – 8 : “Maka sesudah itu aku tampak, dan tengoklah, kaabah dari kemah kesaksian di dalam sorga itu terbuka; lalu keluarlah dari dalam kaabah itu tujuh malaikat yang memegang tujuh celaka, mereka berpakaian kain khasah asli dan putih, dan dada mereka dilapisi dengan cindai emas. Maka salah satu dari pada empat binatang itu memberikan kepada tujuh malaikat itu tujuh bokor emas yang penuh dengan murka dari Allah yang hidup selama-lamanya. Maka kaabah itu dipenuhi dengan asap daripada kemuliaan Allah, dan dari pada kuasa-Nya; dan tak seorangpun dapat masuk kedalam kaabah itu, sampai tujuh celaka dari tujuh malaikat itu digenapi.” Sesudah pemeriksaan hukum selesai dan setiap perkara diputuskan, maka kaabah kesaksian itu akan terbuka sama seperti pada waktu kaabah kesaksian contoh terbuka pada saat berakhirnya upacara korban; maka tirai yang memisahkan dua ruangan itu “tersobek menjadi dua dari atas sampai ke bawah.” (Lihat Matius 27 : 51).

 

Pintu yang dibukakan sesudah masa kasihan berakhir ialah pintu masuk ke tempat suci yang tadinya tertutup dalam tahun 1844. Sesudah masa kasihan berakhir kaabah akan dipenuhi dengan kuasa dan kemuliaan Allah sehingga tidak seorangpun kelak dapat masuk sampai tujuh celaka itu digenapi. Menunjukkan bahwa semua umat Allah berdiri diatas laut kaca (hidup kekal) dan kemudian pintu kasihan ditutup. Jadi sesudah Yesus meninggalkan tempat yang maha suci, hamba-hamba Allah tidak akan lagi mengucapkan khotbah-khotbah penguburan orang mati dan tidak ada lagi penginjilan bagi orang-orang berdosa.

 

 

 

 98 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart