BAB IV SIAPAKAH ISRAEL YANG DIJANJIKAN ITU?
<< Go Back


Bab IV

 

SIAPAKAH ISRAEL YANG

DIJANJIKAN ITU?

 

 

“Pengalaman ini dari orang-orang Israel (dalam meninggalkan Mesir) telah ditulis sebagai petunjuk bagi orang-orang yang akan hidup di akhir zaman. Sebelum meluapnya bencana yang akan datang menimpa penduduk bumi, maka Tuhan mengundang semua orang yang benar-benar Israel untuk mempersiapkan diri menghadapi peristiwa itu.” Testimonies, jilid 6, halaman 195. Dua belas suku bangsa Israel badani itu hanya merupakan sebuah contoh dari Israel yang dijanjikan (mereka yang 144.000 itu). Sebagaimana telah terdapat orang-orang yang bukan keturunan Israel di antara orang-orang Israel (contoh), maka akan terdapat pula orang-orang bukan Israel di dalam Israel yang sebenarnya itu.

Sidang Kristen yang mula-mula (di masa rasul-rasul) tidak mungkin dapat disebut Israel, sebab sejarah sidang pada waktu itu telah dilambangkan oleh Ishak, sesuai dengan tulisan Galati 4 : 22 – 31, dan seperti yang telah dijelaskan pada BAB III sampai judul paragraf “Lambang dari Buluh”. Ishak tidak disebut Israel karena ia adalah ayah dari Jakub, dan adalah Jakub saja yang telah dipanggil Israel. Oleh sebab itu, bagian sidang manapun juga yang dilambangkan oleh Israel, ia itu harus datang terkemudian dalam sejarah sidang. Jakub adalah ayah dari dua belas suku bangsa Israel, dan jika Israel badani merupakan contoh dari Israel yang dijanjikan (yang benar), maka hendaknya kita mempelajari permulaan dari Israel badani itu jika kita harus menentukan tempatnya atau mengetahui Israel yang dijanjikan itu, yaitu mereka yang 144.000 itu.

Perjalanan Israel turun masuk ke Mesir tidak mungkin hanya suatu peristiwa kebetulan. Apapun alasannya untuk itu, Allah memang berada di dalamnya. Yusup mengatakan kepada saudara-saudaranya (Kejadian 45 : 5): “Oleh sebab itu sekarang janganlah bersedih hati, ataupun marah di antara sesamamu sebab sudah kamu menjual aku ke mari; karena telah disuruhkan Allah akan daku terdahulu daripada kamu untuk memeliharakan nyawa orang.” Yusup menyatakan, bahwa Allah adalah penyebabnya yang membuat dia turun masuk ke Mesir. Allah juga telah mengatakan kepada Ibrahim, bahwa ia dan benihnya akan merantau dan menderita susah di suatu negeri asing 430 tahun lamanya. Tetapi mengapakah Allah mengirim mereka itu ke Mesir? Mengapakah Yusup telah dijual pada usia 17 tahun, hanya seorang pemuda, ke dalam tangan orang-orang keturunan Ismael yang bengis itu, lalu dibawa ke suatu negeri asing untuk dijual kembali sebagai seorang budak? Kita tentunya tidak akan mau membuat kekeliruan oleh berpikir bahwa Yusup telah menjadi penakut selama dalam perjalanan. Tak dapat tiada pasti harus ada sesuatu alasan bagi semua perlakuan yang jelek ini.

Di Mesir, Yusup telah dijual untuk bekerja sebagai budak, dan kemudian ia telah dibuang ke dalam penjara bawah tanah untuk beberapa tahun lamanya. Mengapakah Allah membawa Israel ke dalam negeri yang asing itu di mana penyembahan berhala merajalela di mana-mana? Allah tentunya tahu, bahwa di negeri itu mereka akan menjadi budak untuk sementara waktu. Mengapakah sorga membiarkan umat Allah menjadi hamba-hamba bagi suatu bangsa yang bertuhan kepada dewa-dewa? Mengapakah Allah membiarkan cambuk-cambuk dari majikan-majikan Mesir itu dipukulkan ke punggung umat-Nya? Mengapakah kasih Ilahi rela membiarkan anak-anak Ibrahim (kawan Allah) selagi masih kecil untuk ditenggelamkan di sungai Nil? Siapakah yang dapat mengatakan Allah yang besar kita itu tidak tahu menahu akan segala perkara ini yang telah terjadi, atau bahwa ia telah membuat kekeliruan? Satu-satunya jawaban yang dapat dikemukakan ialah, bahwa itu sekaliannya adalah rencana sorga. Tetapi dari hal apakah semuanya itu? Allah tak dapat tiada harus sudah mempunyai beberapa alasan khusus dan maksud tertentu bagi suatu objek pelajaran untuk diajarkan pada sesuatu masa tertentu. Orang boleh saja mengatakan, bahwa Allah berbuat semuanya itu untuk menunjukkan kuasa-Nya, tetapi, maukah Allah yang maha bijaksana dan besar itu, yang penuh cinta dan kemurahan, membinasakan anak-anak-Nya hanya untuk memamerkan kuasa-Nya? Bahkan seorang ayah manusia di bumi yang bersifat mati pun tidak akan berani membinasakan anak-anaknya untuk memamerkan kuasanya. Siapakah yang akan berani mengatakan manusia memiliki kasih yang lebih besar atau penilaian yang lebih baik daripada Allah yang besar, yang kemurahan-Nya adalah tak terukur, yang kasih-Nya memenuhi seluruh alam semesta, yang pengetahuan-Nya adalah tak terduga dalamnya, yang penilaian-Nya adil?

Bukan saja umat pilihan-Nya menderita perhambaan dan kekejaman, tetapi orang-orang Mesir itu pun demikian. Pada waktu pergerakan Exodus, pada waktu keberangkatan Israel, maka bela-bela celaka telah datang menimpa seluruh Mesir, sehingga bangsa itu hampir binasa. Pada malam paskah, terjadi kematian di dalam setiap tempat tinggal di mana tidak terdapat darah pada ambang pintunya, dan di dalam setiap kandang binatang.

“Maka semua anak sulung di negeri Mesir akan mati, mulai dari anak sulungnya Phiraun yang akan menduduki tahtanya, sampai dengan anak sulung para hamba sahaya perempuan yang bekerja di penggilingan, dan semua anak sulung dari binatang.” Keluaran 11 : 5.

Israel telah keluar menuju ke Laut Merah, dan Musa telah merentangkan tangannya kepada laut itu, sehingga segala airnya telah terbelah dua. Israel pergi turun ke laut, dan berjalan melintasi tanah yang kering. Orang-orang Mesir itu mengejar mereka dari belakang sampai ke tengah-tengah dari laut itu, maka Musa merentangkan tangannya ke atas laut itu, segala airnya kembali seperti semula, lalu menutupi kereta-kereta, para pasukan kuda, dan segala bala tentara Phiraun yang telah turun ke laut mengejar mereka itu : “tidak ada satupun yang tertinggal dari antara mereka itu.”

Israel telah masuk ke padang belantara di mana mereka telah mengembara kira-kira 40 tahun lamanya. Beribu-ribu dari mereka telah binasa karena ketidak-percayaan mereka. Pada akhir dari pengembaraan di padang belantara itu, maka mereka menyeberangi sungai Yarden. Selama masa itu Israel adalah jauh terpisah dari Kanaan, tanah itu padat didiami oleh bangsa-bangsa kapir. Israel terpaksa membinasakan mereka dengan pedang untuk menguasai tanah itu. Memikirkan akan kehilangan, kesedihan, penderitaan; semuanya itu karena Allah telah membawa Israel masuk ke Mesir, lalu membawa mereka kembali. Allah tentunya tidak akan mau membinasakan mahluk-Nya itu “hanya untuk menunjukkan kuasa-Nya”.

Di dalam 1 Korinthi 10 : 11, 12, berbicara tentang pengalaman bani Israel, kita baca sebagai berikut : “Semua perkara ini telah menimpa mereka sebagai contoh; dan semua itu telah ditulis untuk menjadi nasehat bagi kita, terhadap siapa akhir dunia akan datang. Oleh sebab itu siapa yang menyangka dirinya berdiri teguh hendaklah ia memperhatikan supaya jangan ia jatuh.” Jika kita adalah umat terhadap siapa akhir dunia sedang akan datang, maka contoh-contoh mereka itu telah ditulis sebagai nasehat bagi kita. Inilah alasannya mengapa Allah telah membawa bani Israel ke dalam Mesir dan kemudian kembali. Pikirkan betapa besar harganya menyusun gambaran itu. Pelajaran-pelajaran yang akan diambil dari contoh-contoh besar ini adalah jauh lebih besar daripada yang kita pernah saksikan. Beribu-ribu orang telah kehilangan nyawanya untuk membuat gambaran itu, dengan maksud agar lebih banyak lagi ribuan orang dapat diselamatkan dari mereka itu yang telah binasa. Oleh sebab itu marilah kita dengan saksama mempelajari secara mendalam pelajaran-pelajaran itu yang telah disediakan sebagai petunjuk bagi penyelidikan kita.

“Phiraun bermimpi: bahwasanya adalah ia berdiri di tepi sungai. Maka tengoklah, telah naik dari dalam sungai itu tujuh ekor lembu yang elok rupanya serta dengan tambunnya; dan mereka mencari makan dalam rerumputan. Tengoklah, maka kemudian daripada itu adalah tujuh ekor lembu yang lain pula naik dari dalam sungai, jelek rupanya, lagi pula kurus tubuhnya, lalu berdirilah ia dekat dengan lembu yang lainnya itu di tepi sungai. Maka oleh lembu yang jelek rupanya dan kurus tubuhnya itu habislah dimakannya akan ketujuh ekor lembu yang elok rupanya dan tambun itu. Dengan begitu bangunlah Phiraun ……… Maka jadilah pada pagi-pagi hari berdebarlah hati baginda, lalu disuruhkannya memanggil segala dukun di negeri Mesir dan segala orang pandai yang ada di sana. Maka oleh Phiraun diceriterakannya kepada mereka itu mimpinya, tetapi tak seorangpun yang dapat menafsirkan mimpinya itu. ……… Maka oleh Phiraun disuruh memanggilkan Yusup, maka dengan segera dikeluarkan orang akan dia dari dalam penjara ……..Maka titah Phiraun kepada Yusup, bahwa aku telah bermimpi, dan tak seorangpun dapat menafsirkannya, tetapi telah kudengar berita akan halmu, bahwa kamu dapat mengerti sesuatu mimpi dan dapat menafsirkannya. …… Maka Phiraun menceriterakan mimpi itu kepada Yusup. “Dan sembah Yusup kepada Phiraun …….. Allah telah menunjukkan kepada Phiraun apa yang sedang akan diperbuat-Nya. Adapun tujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun; ……. Dan tujuh ekor lembu yang jelek yang telah naik kemudian dari mereka itu adalah tujuh tahun …..Bahwasanya akan datang tujuh tahun berkelimpahan besar di seluruh tanah Mesir. Tetapi kemudian daripada itu akan datang tujuh tahun bela kelaparan, sehingga semua kelimpahan itu akan dilupakan di tanah Mesir …….. Maka kelimpahan itu tiada akan diingat lagi dalam negeri oleh sebab bela kelaparan yang datang kemudian, karena bela kelaparan itu akan terlalu besar adanya. ………. Maka dalam tujuh tahun kelimpahan itu keluarlah hasil dari tanah itu sepenuh-penuh tangan banyaknya. Maka dikumpulkan oleh Yusup daripada segala makanan yang di tanah Mesir dalam tujuh tahun kelimpahan itu, lalu ditaruhnya makanan itu di dalam segala negeri. Makanan yang berasal dari ladang sekeliling setiap negeri, dikumpulkannya sama banyaknya. Maka demikianlah dikumpulkan Yusup akan gandum yang seperti pasir di laut banyaknya, sehingga berhentilah orang daripada menghitungnya, karena tak terhitung jumlahnya.” Kejadian 41 : 1 – 49.

Kami akan berusaha menyajikan cukup bukti dalam penyelidikan ini untuk menunjukkan, bahwa pengalaman Israel di Mesir itu adalah sebuah gambaran dari Israel yang sebenarnya (mereka yang 144.000 itu) di dalam sidang Masehi Advent Hari Ketujuh. “Sementara pergerakan Exodus itu telah merupakan suatu pergerakan besar, pergerakan Advent yang kedua akan jauh lebih besar lagi. Allah akan mengambil keluar suatu umat, bukan hanya dari satu bangsa saja, melainkan dari setiap bangsa yang ada di bawah langit, dan Ia akan menghantarkan mereka itu ke dalam Kanaan samawi. Pergerakan Advent yang telah dilambangkan oleh pergerakan Exodus itu, kami yakin telah dinubuatkan di dalam nubuatan dengan bahasa yang menggemparkan sebagai berikut : Akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan mengangkat tangan-Nya lagi pada kedua kalinya untuk menyambut kembali umat-Nya, yang tertinggal. “Akan ada kelak sebuah jalan raya bagi umat-Nya yang sisa; ……. sama seperti halnya kepada Israel pada hari mereka itu keluar dari tanah Mesir.” Review and Herald, October 10, 1929, halaman 4, 5. “Pergerakan Exodus itu adalah dalam cara sebuah contoh (gambaran) tentang pekerjaan Allah yang penghabisan di bawah Pergerakan Advent.” “Setiap pergerakan timbul sebagai kegenapan terhadap masa nubuatan.” Beberapa hal yang pasti dari pergerakan Advent, oleh W. A. Spicer. Kenyataan bahwa Israel badani itu adalah contoh (gambaran), pengalaman mereka tak dapat tiada harus akan terulang kembali oleh Israel yang sesungguhnya itu, sebab jika tidak itu bukan contohnya.

TAHUN-TAHUN KELIMPAHAN, DAN KELAPARAN

Allah telah mengijinkan adanya kelimpahan itu, demikian pula dengan kelaparan itu. Masing-masingnya memakai angka bilangan “tujuh”, yang berarti “sempurna”, atau “lengkap”. Dua bagian waktu ini hanya dapat mengartikan satu perkara, yaitu tak lain dunia kita ini dalam sejarah, dalam dua pembagian terbesar; yaitu sebelum Tarikh Masehi dan sesudah Tarikh Masehi, dengan salib sebagai garis pemisahnya. Tujuh tahun kelimpahan itu melambangkan periode sejarah Wasiat Lama di mana Allah telah mengaruniakan dengan limpah, karena oleh perantaraan nabi-nabi-Nya yang suci Ia telah menyimpannya di dalam rumah perbendaharaan yang besar apa yang kita kenal di waktu ini dengan Alkitab itu. Di dalam Matius 11 : 73, kita baca : “Karena semua nabi dan hukum Torat telah dinubuatkan sampai kepada Yahya.” Adalah karena alasan ini, maka Yesus telah mengeluarkan pernyataan di atas, karena kita tidak memiliki lagi yang lain sejauh itu.

Dalam tujuh tahun kelimpahan itu (sebelum Tarikh Masehi) Allah telah menyimpan firman-Nya di dalam Alkitab untuk memberi makan kepada dunia (Mesir) dalam tujuh tahun kelaparan yang berikutnya (Tarikh Masehi). “Setelah sudah Allah berfirman pada zaman dahulu kala kepada segala nenek moyang dengan perantaraan para nabi beberapa kali dan dengan berbagai cara, maka berfirmanlah Ia juga di hari-hari terakhir ini kepada kita oleh Anak-Nya, yang telah ditunjuk-Nya menjadi waris dari segala perkara, oleh-Nya juga Ia telah menjadikan segala dunia.” Iberani 1 : 1, 2. Wasiat Baru adalah kegenapan dari Wasiat Lama.

YUSUF CONTOH DARI KRISTUS

Yusup adalah contoh dari Kristus. Lihat buku Patriarchs and Prophets, halaman 239, 240. Allah kita dalam sejarah Wasiat Lama (tujuh tahun berkelimpahan) berbicara kepada umat-Nya dengan berbagai cara oleh perantaraan para nabi-Nya, dan Ia memerintahkan segala perkara ini untuk ditulis dengan maksud untuk berbicara kepada umat-Nya di akhir zaman ini (sejarah Wasiat Baru, atau tujuh tahun kelaparan itu) kepada masing-masing kita secara pribadi oleh perantaraan suara Firman-Nya seperti dijumpai (disimpan) di dalam Alkitab.

“Tak dapat tiada engkau kujadikan penghulu di dalam istanaku, maka semua rakyatku akan tunduk kepada kata-katamu; hanya di dalam tahta ini saja akulah yang lebih besar daripadamu. Dan lagi kata Phiraun kepada Yusup, bahwasanya aku mengangkat akan dikau menjadi penghulu dalam seluruh tanah Mesir. Maka Phiraun mencabut cincin daripada tangannya lalu dikenakannya pada tangan Yusup, lalu disuruhkannya dia berpakaikan kain khasah yang halus, serta dihiasinya lehernya dengan suatu rantai emas; lalu dinaikkannya ke atas kereta pangkat kedua miliknya; maka berseru-serulah orang banyak di hadapannya, sembah sujud; demikianlah diangkat Phiraun akan dia menjadi penghulu atas seluruh tanah Mesir. Maka kata Phiraun kepada Yusup, akulah Phiraun, tetapi tanpa engkau tidak seorangpun boleh mengangkat tangannya atau kakinya di dalam seluruh tanah Mesir.” Kejadian 41 : 40 – 44. Tidak ada lagi perkenan dan hormat yang lebih besar daripada yang telah diperlihatkannya kepada Yusup; maka semua orang Mesir menyembah sujud kepadanya. Sementara kita terus masuk dalam penyelidikan ini kita akan membuktikan tanpa ragu-ragu bahwa Yusup benar-benar adalah suatu contoh yang sempurna dari Kristus.

PHIRAUN CONTOH DARI – –

Jika Yusup melambangkan Kristus, dan Phiraun menghormati Yusup melebihi setiap orang yang pernah dihormati oleh setiap raja, lalu Yusup — dan Phiraun bekerja bersama-sama, maka Phiraun tak dapat tiada harus melambangkan sesuatu bentuk atau contoh. Tidak akan sukar untuk menentukan apa yang dilambangkan oleh Phiraun. Apa yang telah menghargai Kristus melebihi segala perkara yang dapat dihargai di atas bumi, itulah yang dilambangkan oleh Phiraun.

Sidang dari rasul-rasul telah menghormati Kristus melebihi segala perkara yang dapat dihormati, sedemikian itulah sehingga semua mereka telah mengorbankan hidupnya. Tidak ada penghormatan yang lebih besar yang diperoleh Kristus di bumi daripada yang diperolehnya dari mereka itu dalam sejarah sidang-Nya. Oleh inilah kita mengerti, bahwa Phiraun melambangkan sidang rasul-rasul, atau organisasi. Aplikasi yang dibuat di sini akan membuktikan kebenarannya sementara kita terus maju dalam penyelidikan ini. (Penjelasan selanjutnya terhadap masalah ini akan diberikan pada halaman terakhir dari Bab ini).

PERMULAAN DARI KELAPARAN

Garis pemisah di antara tujuh tahun kelimpahan itu dan tujuh tahun kelaparan ialah kayu salib. “Karena semua nabi dan hukum telah bernubuat sampai pada zaman Yahya.” Matius 11 : 13. Di mana tujuh tahun kelimpahan itu berakhir, di situlah tujuh tahun kelaparan dimulai. Tahun pertama kelaparan ialah permulaan dari sidang Kristus pada zaman rasul-rasul. Orang mungkin bertanya : Mengapa adanya kelaparan dalam permulaan sidang Kristen? Tidakkah mereka itu memperoleh cukup gandum (kebenaran)? Benar, tetapi mereka memperolehnya dari perbendaharaan yang besar (Alkitab) dalam cara yang sama seperti halnya orang-orang Mesir memperoleh gandum mereka selama tahun-tahun kelaparan itu, — yaitu dari gudang besar yang berada di tangan Yusup. Lihat BAB I judul paragraf “Arti dari Tujuh Tahun Berkelimpahan dan Tujuh Tahun Kelaparan …”.

ORANG-ORANG MESIR, LAMBANG DARI ORANG-ORANG KAPIR

Tujuh tahun kelaparan itu dimulai pada waktu orang-orang Mesir datang kepada Phiraun meminta roti, lalu Phiraun mengatakan kepada semua orang Mesir itu : Pergilah kepada Yusup; apa yang dikatakannya kepadamu, laksanakanlah …….. maka Yusup membuka semua gudang, lalu menjualkan kepada orang-orang Mesir itu.” Kejadian 41 : 55, 56. “Maka Yusup menghimpun semua uang yang terdapat di tanah Mesir, maupun yang di tanah Kanaan, karena banyaknya gandum yang dibeli mereka; lalu dibawa Yusup uang-uang itu ke dalam istana Phiraun. Dan setelah habis semua uang di negeri Mesir dan negeri Kanaan, maka datanglah segala orang Mesir menghadap Yusup, lalu sembahnya : Berilah kiranya kepada kami roti; karena mengapakah kami harus mati di hadapan Tuanku, karena semua uang sudah habis ……… Maka dibawa oleh mereka itu segala ternaknya kepada Yusup; lalu Yusup memberikan kepada mereka itu roti sebagai pengganti kuda, dan pengganti kambing domba, dan pengganti lembu dan keledai; maka diberinya makan mereka itu dengan roti untuk semua binatangnya untuk selama tahun itu. Maka setelah berakhir tahun itu, mereka datang kembali kepadanya pada tahun yang kedua, lalu sembahnya : Kami tidak akan menyembunyikannya daripada Tuanku bagaimana uang kami itu telah dibelanjakan; Tuanku juga yang telah memiliki segala binatang kami, bahwa satupun tiada lagi yang tinggal di hadapan Tuanku, terkecuali tubuh kami dan tanah kami sekalian. Mengapakah kami sekalian harus mati di hadapan mata Tuanku, baik kami berikut  tanah-tanah kami? Belilah kiranya akan diri kami dan tanah-tanah kami dengan roti, maka kami berikut tanah-tanah kami akan menjadi hamba bagi Phiraun; ……. Demikianlah dibeli Yusup segala tanah Mesir itu bagi Phiraun, karena orang-orang Mesir itu masing-masingnya menjual ladangnya …….. Maka sembah mereka itu : Tuanku sudah menyelamatkan hidup kami; kiranya kami memperoleh kasihan di pemandangan mata tuanku, maka kami semua mau menjadi hamba-hamba milik Phiraun.” Kejadian 47 : 14 – 25.

Pada permulaan kelaparan itu, orang-orang Mesir pergi kepada Phiraun untuk mendapatkan gandum, dan bukan kepada Yusup. Mereka cukup kenal akan Yusup karena ia telah menjadi salah seorang gubernur Mesir selama delapan tahun atau lebih. Yusup telah berkereta mengelilingi semua tanah Mesir, dan setiap orang Mesir telah menyembah sujud kepadanya. Selama tahun-tahun kelimpahan itu Yusuplah yang telah membeli gandum dari orang-orang Mesir, maka tampaknya aneh bahwa mereka itu harus pergi kepada Phiraun. Ia itu tak dapat tiada harus sudah ditakdirkan sedemikian itu bahwa mereka itu datang kepadanya.

Telah dijelaskan bahwa Phiraun melambangkan organisasi sidang, atau kepemimpinan. Orang-orang Mesir itu tak mungkin melambangkan yang lain selain daripada orang-orang Kapir di zaman rasul-rasul. Orang-orang Kapir itu datang kepada sidang (Phiraun) di mana mereka diberitahukan untuk pergi kepada Yusup (Kristus). “Apa yang dikatakannya kepadamu, laksanakanlah.” Artinya, sidang sewaktu dalam kemurniannya, tanpa sesuatu perkara yang asing terdapat di tengah-tengah mereka, mengarahkan orang-orang Kapir kepada Kristus sebagai pemberi hidup mereka, sama seperti halnya Phiraun mengarahkan orang-orang Mesir itu kepada Yusup.

ORANG-ORANG MESIR MENJUAL DIRI MEREKA

KEPADA PHIRAUN

“Maka Yusup membeli semua tanah Mesir itu bagi Phiraun, karena orang-orang Mesir itu masing-masingnya menjual ladangnya oleh sebab bela kelaparan itu sangatlah besarnya atas mereka itu; maka demikianlah tanah itu pun menjadi milik Phiraun.Kejadian 47 : 20. Dalam ayat-ayat yang terdahulu dari pasal 47 kita baca, orang-orang Mesir itu telah membelanjakan semua uang mereka untuk membeli gandum; dan setelah uang mereka itu habis, maka mereka menyerahkan binatang-binatang mereka sebagai pengganti; dan setelah binatang-binatang mereka pun habis, maka mereka menyerahkan tanahnya; dan setelah tanah mereka pun habis, mereka kemudian menjual dirinya sendiri dan menjadi hamba-hamba bagi Phiraun. Ini adalah contoh, namun kegenapan dari contoh ini akan kita baca di dalam ayat yang berikut : “Adapun orang banyak yang sudah percaya itu hidup sehati dan sejiwa, dan tiada seorang pun mengatakan barang sesuatu yang dipunyainya itu miliknya sendiri, melainkan semuanya dipunyai bersama-sama. Dan dengan kuasa besar para rasul itu memberikan kesaksian dari hal kebangkitan Tuhan Yesus; dan besarlah anugerah atas mereka itu sekalian. Maka seorang pun tiada yang berkekurangan di antara mereka itu, karena seberapa banyak orang yang mempunyai tanah atau rumah, sudah mereka jual semuanya itu, lalu membawa uang hasil penjualannya itu, serta mempersembahkannya pada kaki para rasul………… Adapun Joses yang digelar oleh rasul-rasul itu Barnabas, ……. seorang Lewi, ……. Ia pun mempunyai sebidang tanah, maka dijualkannya tanahnya itu, lalu dibawanya uangnya, dipersembahkannya di kaki rasul-rasul.” Kisah Rasul-Rasul 4 : 32 – 37. Demikianlah orang-orang Yahudi maupun orang-orang yang bukan Yahudi telah menjual semua rumah dan tanah mereka dan menghantarkan uang hasil penjualannya dan diletakkan di kaki rasul-rasul, lalu menjadi hamba-hamba bagi sidang (Phiraun).

Kembali kita baca Kisah Rasul-Rasul 5 : 1 – 10 sebagai berikut: “Tetapi adalah seorang laki-laki yang bernama Ananias bersama isterinya Sapphira telah menjualkan sesuatu harta miliknya; maka ditahankannya sebagian daripada harganya dengan sepengetahuan isterinya itu, lalu dibawanya yang sebagiannya itu, dipersembahkannya di kaki segala rasul. Tetapi kata Petrus : ‘Hai Ananias, mengapakah Setan telah memenuhi hatimu untuk berdusta kepada Rohulkudus, sehingga kamu mengesampingkan sebagian dari harga tanahmu itu? ……… Apabila Ananias mendengar perkataan ini, maka rebahlah ia lalu putuslah nyawanya.” Demikianlah siapa saja yang berpura-pura menjual, tetapi mengesampingkan sebagian dari harga yang diperolehnya, pada zaman rasul-rasul itu, matilah mereka seperti halnya orang-orang yang tidak mau menjualkan semua harta miliknya kepada Phiraun di Mesir. Yesus mengatakan, “Jualkanlah semua hartamu dan ikutlah Aku.” Demikian inilah contoh menemui contoh saingannya.

YUSUP MEMINDAHKAN ORANG BANYAK DI SELURUH MESIR

“Maka Yusup membeli semua tanah di Mesir itu bagi Phiraun;……. Setelah itu dipindahkannyalah orang banyak itu ke negeri-negeri daripada hujung perbatasan Mesir yang satu sampai kepada hujung perbatasan yang lainnya.” Kejadian 47, sebagian dari ayat 20, 21. Inilah contohnya; menyusul adalah kegenapan dari contoh itu sebagai berikut : Kisah Rasul-Rasul 8 : 1: “Maka Saul pun berkenanlah akan kematian Stephanus. Maka pada waktu itu telah datang suatu aniaya besar ke atas sidang Jemaat yang di Yerusalem; maka tercerai-berailah mereka itu sekalian ke segenap tanah Yudea dan Samaria, terkecuali rasul-rasul itu saja.”

Dapat dicatat bahwa rasul-rasul itu berada di rumah (Yerusalem), dan tidak ada satupun catatan di mana rasul-rasul itu telah menjual tanah mereka. Kini kita kutip contoh dari yang terkemudian ini sebagai berikut : Kejadian 47 : 22, “Hanya tanah dari para imam yang tidak dibelinya, karena imam-imam memperoleh bagiannya yang telah ditentukan oleh Phiraun, dan mereka makan daripada bagiannya yang diberikan kepada mereka oleh Phiraun, sebab itulah mereka tidak menjual tanah-tanahnya.” Nyata sekali untuk dicatat betapa cocoknya kejadian ini sampai kepada peristiwa-peristiwa yang terkecilpun.

70 JIWA, CONTOH DARI ORGANISASI

Israel tiba di Mesir dalam tahun kedua dari kelaparan itu. Kejadian 45 : 10, 11 berbunyi : “Maka kamu harus tinggal di tanah Goshen, dan kamu harus dekat dengan aku, yaitu kamu dan anak-anakmu, dan cucu-cucumu, dan segala lembumu, dan segala kawanan kambingmu, dan segala sesuatu yang ada padamu; maka di sanalah aku akan memberi makan kamu, karena masih ada lagi lima tahun kelaparan; supaya jangan kamu dan seisi rumahmu, dan semua yang engkau miliki sampai menjadi melarat.” Kedatangan Israel di Mesir melambangkan sesuatu di mana tak dapat tiada harus merupakan suatu pelajaran. Perlu diperhatikan bahwa pelajaran ini tidak mungkin berlaku bagi sidang Kristen yang mula-mula, sebab Israel datang dalam tahun kedua dari bela kelaparan itu. Jadi, pelajaran yang dimaksudkan di sini ialah bagi periode yang terkemudian dalam sejarah sidang. Jika kita hendak mengetahui kebenaran tentang peristiwa itu, serta pelajaran yang dimaksudkan yang berasal daripadanya, maka di sini petunjuk harus dibuat mengenai jumlah jiwa yang telah memasuki Mesir. “Maka anak-anak lelaki Yusup yang telah diperanakkan baginya di Mesir adalah dua orang; maka sekalian orang isi rumah Yakub yang telah datang ke Mesir adalah tujuh puluh orang banyaknya.” Kejadian 46 :  27.

Alkitab mengatakan semua jiwa yang telah datang memasuki Mesir adalah tujuh puluh orang jumlahnya. Jika kita dapat dengan sesuatu cara menemukan arti dari jumlah angka itu, maka kita akan mengerti pelajaran itu. Pada waktu Musa bersama-sama bani Israel datang ke Sinai, ia telah mengorganisir sidang di sana, dan untuk membangun sidang itu telah dipilihnya tujuh puluh tua-tua. Organisasi yang sama ini pun bertahun-tahun kemudian telah menyeberangi sungai Yarden dan masuk ke tanah perjanjian itu. Di sana mereka telah memiliki Sanhedrin yang terdiri dari tujuh puluh orang. Dengan demikian jumlah angka “tujuh puluh” adalah sebuah lambang dari organisasi sidang. Jadi, artinya ialah bahwa akan ada sebuah organisasi sidang pada sesuatu masa dalam sejarah sesudah Tarikh Masehi. Jika ini benar, maka sidang yang diorganisir oleh Kristus dan rasul-rasul itu harus bubar, lalu kemudian karena diperlukan diorganisir kembali. Ini memang benar, karena sidang Kristen telah dibubarkan dalam zaman kegelapan selama sejarah permulaan dari pemerintahan kepausan yang lalu. Apabila kembali diorganisir, maka itu akan sebagian menggenapi tulisan Yoel 2 : 32 yang berbunyi : “Maka di dalam mereka yang lagi tinggal itu yang akan dipanggil oleh Tuhan.” Masa 2300 hari, atau tahun, dari nubuatan Daniel yang terdapat dalam pasal 8 memberikan kepada kita keseluruhan kebenaran tentang sejarah sidang sampai tahun 1844, sampai tahun inipun belum ada sesuatu panggilan untuk sidang diorganisir kembali. Jika memang pernah ada, atau jika panggilan untuk mengorganisir kembali sidang ini pernah menemui kegenapannya sebelum tahun 1844, maka nubuatan Daniel tentunya sudah akan menyebutkannya. Oleh karena nubuatan diam, dan tidak ada satu pun nabi Allah yang bangkit semenjak sidang jatuh ke bawah kekuasaan kepausan dalam kira-kira tahun 538 sampai tahun 1844, maka kebenaran dari lambang itu masih akan digenapi di masa depan.

Sebagaimana periode nubuatan itu berakhir dalam tahun 1844, maka tempat yang “MAHA SUCI” di dalam kaabah sorga pun telah terbuka, ke dalamnya Kristus masuk. Jika peristiwa ini menandai permulaan dari upacara penebusan itu, maka sudah tidak akan ada lagi yang lebih baik, ataupun kesempatan yang lebih baik bagi suatu panggilan dari sorga daripada di akhir periode nubuatan yang besar itu; hari penebusan merupakan masa yang terpenting bagi sidang. Orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh telah dipanggil keluar oleh seorang nabi, maka praktis mereka adalah satu-satunya umat yang percaya akan masa 2300 hari itu. Kita adalah satu-satunya umat yang telah memberitakan kebenaran 2300 hari itu semenjak tahun 1844 yang lalu, dan kita kini berada dalam masa upacara penebusan itu, atau masa pehukuman itu. Ayat untuk ini kami kutip sebagai berikut: “Maka aku tampak seorang malaikat lain beterbangan di tengah langit, yang memiliki Injil yang kekal untuk diberitakan kepada mereka yang diam di bumi, dan kepada setiap bangsa, dan suku bangsa, dan bahasa, dan umat. Sambil berseru dengan suara besar: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena jam pehukuman-Nya telah sampai; dan sembahlah Dia yang telah menciptakan langit dan bumi dan laut dan segala mata air.” Wahyu 14 : 6, 7. Orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh saja yang dapat menggenapi contoh itu, karena justru pada waktu inilah mereka telah dipanggil oleh seorang nabi Allah untuk mengorganisir diri sebagai sebuah gereja, dan untuk memberitakan kabar-kabar gembira : “Injil ini di seluruh dunia di dalam generasi ini.” Demikianlah simbol “tujuh puluh” itu menemui kegenapannya pada waktu itu.

Masih sebuah pemikiran lain lagi mengenai pengalaman Israel sebagai berikut : Pada waktu saudara-saudaranya Yusup tiba di Mesir, mereka pergi langsung kepada Yusup untuk mendapatkan gandum. “Maka segala saudara Yusup pun datanglah, lalu mereka itu sujud di hadapannya dengan mukanya sampai ke bumi.” Kejadian 42 : 6. Putera-putera Yakub itu adalah orang-orang asing di negeri itu dan mereka tidak mengetahui akan saudaranya yang telah menjadi gubernur di negeri itu. Secara ditakdirkan mereka tidak datang kepada Phiraun seperti yang dilakukan oleh orang-orang Mesir untuk mendapatkan gandum, melainkan langsung kepada orang yang bersangkutan dengan gandum itu, yaitu Yusup. Berlainan dengan ini, orang-orang Mesir yang seyogyanya lebih tahu, yang sudah biasa dengan peraturan-peraturan di negerinya, mereka itu pergi kepada Phiraun untuk mendapatkan gandum, namun raja mereka menganjurkan kepada mereka untuk “pergi kepada Yusup. Apa yang dikatakannya kepadamu, laksanakanlah.” Orang-orang Mesir itu sudah seharusnya mengenal Yusup, yang telah menjadi gubernur mereka lebih dari delapan tahun lamanya pada waktu itu. Selama tujuh tahun kelimpahan adalah Yusup, kepada siapa mereka telah menjual makanan yang telah disimpannya bagi masa kelaparan itu. Yusup telah mengendarai kereta kepunyaan Phiraun mengelilingi seluruh tanah Mesir, dan semua orang Mesir telah menyembah sujud kepadanya, sehingga tidak akan mungkin mereka tidak mengenalnya. Ini merupakan sebuah lambang, dan ini hanya dapat menemukan kegenapannya di dalam ceritera yang berikut ini :

Orang-orang Mesir (orang-orang Kapir) pergi kepada Phiraun (kepemimpinan dari sidang rasul-rasul) untuk mendapatkan gandum. Rasul-rasul mengantarkan orang-orang Kapir itu (mereka yang bertobat) kepada Kristus sama seperti halnya Phiraun mengantarkan orang-orang Mesir itu kepada Yusup dengan mengatakan, “Pergilah kepada Yusup. Apa yang dikatakannya kepadamu, laksanakanlah.” Jika memang inilah artinya yang kita peroleh dari perginya orang-orang Mesir itu kepada Phiraun, maka pengertian dari putera-putera Yakub itu pergi langsung kepada Yusup tak dapat tiada dimaksudkan bahwa apabila sidang itu telah direorganisir, maka orang-orang akan harus pergi langsung kepada Kristus (Yusup). Yang dimaksudkan dengan pelajaran ini ialah, bahwa pada permulaan sidang di tahun 1845, di mana belum ada kepemimpinan yang benar (Phiraun) untuk pergi kepadanya, mereka karena terdesak pergi langsung kepada Kristus (seperti halnya putera-putera Yakub pergi kepada Yusup).

YAKUB CONTOH DARI JAMES

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang muncul berdiri dalam tahun 1845 telah menjadi Israel (pergerakan dari mana Israel yang benar, mereka yang 144.000 itu dibentuk). Dapat dicatat, bahwa nama-nama dari para bapa menurut keturunan jasmani, dan nama-nama para bapa oleh perjanjian adalah bertepatan. Nama bapa Israel menurut keturunan jasmani adalah ”Yakub”. Demikian pula nama bapa Israel perjanjian (pergerakan Masehi Advent Hari Ketujuh). Namun orang boleh saja mengatakan, bahwa adalah Yakub yang mula-mula, dan James White yang terkemudian. Benar saja, tetapi nama “Yakub” dan “James” sesungguhnya adalah sama saja. Lagi pula khayal yang pertama sekali Nyonya White peroleh adalah mengenai mereka yang 144.000 itu, dan tujuan daripada gereja ini semula ialah untuk membentuk jumlah angka itu.

TANAH GOSHEN

Permulaan dari Gereja ini telah dilambangkan oleh masuknya Israel ke Mesir seperti yang dijelaskan terdahulu. Kita akan melihat sekarang kebenaran tentang tanah Goshen itu. Yusup telah membawa Israel ke Mesir dan telah memberikan kepada mereka bagian dari tanah itu untuk tinggal, yaitu bagian tanah yang terbaik di negeri Mesir, dan di sanalah Yusup memberi makan kepada mereka, berikut kawanan lembunya, kawanan kambingnya dan semua binatangnya, serta semua yang mereka miliki. Lihat Kejadian 45 : 10.

Tanah Goshen adalah melambangkan Amerika Serikat di mana sidang telah muncul berdiri. Sementara negeri ini begitu subur seperti halnya tanah Goshen, yang terkaya di dunia, dan suatu bangsa yang beragama Protestan, ia adalah yang terbaik bagi pekerjaan Injil, karena memang Amerika dibentuk dari segala bangsa, maka karena itulah seperti halnya tanah Goshen yang tersubur di Mesir (dunia).

YUSUP MEMBERI MAKAN ISRAEL

Pada permulaan dari tujuh tahun kelaparan itu orang-orang Mesir telah menjualkan segala-galanya dan menjadi hamba-hamba bagi Phiraun, yang menunjuk kepada sidang rasul-rasul, dan mengenai orang-orang Kapir pada waktu itu yang telah menjual rumah-rumah mereka, dan tanah-tanah mereka, dan telah memiliki segala perkara yang sama, seperti yang dijelaskan terdahulu. Tetapi Israel tidak menjual satu pun harta bendanya, mereka juga tidak membayar apapun untuk makanan yang diberikan Yusup kepada mereka. Jadi, Israel adalah melambangkan sidang di waktu ini. Pada permulaan sidang dalam tahun 1845 yang lalu, Kristus (Yusup) telah membuka perbendaharaan dan memberikan kepada kita semua kebenaran (gandum) yang mungkin dapat kita pahami. Bukankah suatu kenyataan, bahwa tidak ada satu pun umat yang lain dalam sejarah gereja manapun yang pernah menerima sama banyaknya kebenaran seperti yang sudah Allah karuniakan kepada kita dalam sejarah kita? Baris demi baris, perintah demi perintah, petunjuk demi petunjuk, telah dikaruniakan kepada kita, supaya kita sebagai suatu umat dapat mengetahui dan mengerti jalan-jalan Allah, mematuhi suara-Nya, memeliharakan perintah-Nya, hukum-hukum-Nya, syariat-syariat-Nya, dan Undang-Undang-Nya; lalu dengan demikian menjadi “anak-anak Ibrahim, dan ahli waris sesuai perjanjian”. Apabila ini menjadi kenyataan di dalam hati orang-orang, maka mereka akan memenuhi perintah yang diberikan kepada Petrus. Petrus mengatakan, “Engkau juga mengetahui bahwa aku mencintai-Mu Tuhan.” Yesus mengatakan kepadanya, Berilah makan semua domba-Ku.”

GEMBALA – GEMBALA

“Maka kata Phiraun kepada saudara-saudara Yusup itu, ‘Apakah pekerjaan kamu? ‘Maka jawab mereka kepada Phiraun, ‘Hamba-hambamu ini adalah gembala-gembala, baik kami maupun juga para nenek moyang kami.'” Kejadian 47 : 3. Israel adalah gembala-gembala yang melambangkan missionari-missionari yang sedemikian ini untuk memberi makan domba-domba Allah. Pada bagian permulaan dari sidang telah menjadi buah bibir orang ialah, “Setiap orang Masehi Advent Hari Ketujuh adalah missionari, dan setiap missionari adalah pembicara.” Hal itu harus berlaku juga sekarang. “Perjuangan berat yang telah berlangsung bukanlah di antara agama dan agama; ia itu adalah di antara agama kepunyaan Allah dan agama kepunyaan manusia. Review and Herald, January 23, 1930.

SEORANG PHIRAUN YANG LAIN BANGKIT MEMERINTAH

“Kemudian telah bangkit memerintah seorang raja yang baru atas Mesir yang tidak mengenal Yusup.” Keluaran 1 : 8. Jika Phiraun yang pertama yang telah meninggikan Yusup (Kristus), telah melambangkan kepemimpinan di zaman rasul-rasul, maka Phiraun yang baru ini tak dapat tiada harus melambangkan kepemimpinan dari pergerakan ini pada masa permasalahan ini terbuka diketahui umum. Perhatikan, bahwa Phiraun yang baru ini tidak mengenal Yusup (Kristus). Pengertiannya ialah, bahwa kepemimpinan dari organisasi ini telah berbalik dari mengikuti Tuhan mereka, yaitu “Kristus.” Buku Testimonies, jilid 5, halaman 217 berbunyi : “Dosa-dosa yang sangat menyedihkan dan dosa-dosa kesombongan telah berada di antara kita. Tetapi pendapat umum mengira, bahwa sidang sedang berkembang maju, dan bahwa damai dan kesejahteraan rohani berada pada seluruh perbatasannya. Sidang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpinnya, dan sedang terus menerus mundur arah ke Mesir. Namun ada segolongan kecil yang waspada atau tercengang karena kebutuhan mereka akan kuasa rohani. Keragu-raguan dan bahkan ketidak-percayaan terhadap tulisan-tulisan kesaksian dari Roh Allah sedang meracuni gereja-gereja kita dimana-mana. Setan menghendakinya demikian. Pendeta-pendeta yang menghotbahkan diri sendiri sebagai pengganti Kristus menghendakinya demikian. Tulisan-tulisan kesaksian adalah tidak dibaca dan tidak disukai.” Penjelasan selanjutnya tentang Phiraun-Phiraun yang merupakan contoh-contoh akan diberikan pada halaman terakhir dari Bab ini.

PARA PENGAWAS RODI

“Kemudian telah bangkit memerintah seorang raja yang baru atas Mesir yang tidak mengenal Yusup. Maka titahnya kepada rakyatnya, Tengoklah, bangsa bani Israel itu adalah lebih banyak dan lebih kuat daripada kita ……… Oleh karena itu telah ditaruh atas mereka itu pengawas-pengawas rodi untuk menindas mereka dengan tugas-tugas berat. Maka dibangunkan oleh mereka itu bagi Phiraun dua buah kota perbekalan, yaitu Pitom dan Ramsis. Tetapi semakin orang-orang Mesir menganiaya mereka itu, makin bertambah-tambah jumlah mereka dan makin bertumbuh ……… Maka dengan bengisnya disuruh orang Mesir akan bani Israel itu bekerja keras, dan dipersukar kehidupan mereka itu dengan pekerjaan yang berat dengan membuat gala dan batu bata, dan dalam berbagai macam pekerjaan di padang.” Keluaran 1 : 8 – 13.

Phiraun mengatakan, “Bani Israel adalah terlalu kuat dan hebat daripada kita. Marilah kita bertindak dengan bijaksana dan mengurangi kekuatan mereka.” Dengan begitu mereka (orang-orang Israel) itu diwajibkan meninggalkan pekerjaan mereka sebagai gembala-gembala untuk mulai bekerja pada pabrik-pabrik pembuatan batu bata, dan pekerjaan di lapangan, tetapi inipun tidak dapat mengurangi kekuatan mereka. Kata Phiraun : “Marilah kita menempatkan orang-orang pengawas rodi atas mereka itu untuk menghabiskan tenaga mereka.” Perhatikanlah pengaplikasiannya. Phiraun adalah raja, yaitu seseorang yang memerintah. Para pengawas rodi itu dalam hal ini tidak mungkin lain daripada kelas pendeta-pendeta yang ditunjukkan di dalam tulisan buku Testimonies, jilid 5, halaman 217 yang berbunyi : “Keragu-raguan dan bahkan ketidak-percayaan terhadap tulisan-tulisan kesaksian dari Roh Allah sedang meracuni gereja-gereja kita di mana-mana. Setan menghendakinya demikian. Pendeta-pendeta yang menghotbahkan dirinya sendiri sebagai pengganti Kristus menghendakinya demikian. Tulisan-tulisan kesaksian adalah tidak dibaca dan tidak disukai.”

Tidak lagi terdengar buah bibir orang mengenai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh yang berbunyi, “Setiap or­ang Masehi Advent Hari Ketujuh adalah missionari; setiap missionari adalah pembicara”, seperti biasanya. Tetapi sebaliknya, berapa banyak uang per jiwa? Atau, sudahkah anda membuat rencana perbelanjaanmu? Sebagai pengganti, Adakah anda membawa jiwa-jiwa kepada Kristus? Adakah anggota-anggota gerejamu makin dekat kepada-Nya? Bukannya dimaksudkan di sini, bahwa orang-orang Kristen tidak boleh memberi untuk membantu pekerjaan Tuhan. Kita harus memberi, dan memberi dengan lebih sukarela daripada yang sudah kita berikan di masa lalu, tetapi pemberian-pemberian kita itu harus datang dari hati yang rela, dan bukan sebagai akibat dari kena cambuk. Umat harus diberi makan dengan makanan rohani supaya mereka dapat merasa perlunya memberi tanpa dibebani dengan persoalan itu.

Pada waktu Musa sedang akan membangun kaabah di padang belantara, maka Allah memerintahkan kepadanya dengan mengatakan: “Bicarakanlah kepada bani Israel, agar mereka membawa kepada-Ku suatu persembahan; dari setiap orang yang memberi dengan rela hatinya hendak kamu ambil persembahan itu bagi-Ku.” Musa telah diperintahkan untuk mengambil persembahan-persembahan hanya dari mereka yang memberi dengan rela hatinya. Kepada kita diceriterakan oleh Roh Nubuatan, bahwa para pendeta hendaknya tidak melakukan semua usahanya dan menghabiskan waktunya bagi sidang. Para anggota supaya tidak mengharapkan hotbah pada setiap Sabat. Para pendeta sebaliknya harus melibatkan dirinya bekerja bagi orang-orang luar. Bacalah buku Testimonies, jilid 9, halaman 140. Sudahkah kita menaruh perhatian kepada petunjuk ini? Andaikata kita memiliki sejumlah pendeta di Los Angeles dan sekitarnya yang terdekat, tetapi berapa banyakkah usaha-usaha masyarakat yang kita punyai? Baru saja diberitahukan beberapa waktu lalu, bahwa hanya ada dua. Demikianlah telah berlaku beberapa tahun lamanya. Apakah yang dilakukan pendeta-pendeta ini dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu? Tampaknya mereka tidak berbuat apa-apa terkecuali mempersiapkan sebuah hotbah selama enam hari lamanya di dalam satu minggu untuk dihotbahkan pada hari Sabat, lalu kemudian mungkin menjual sesuatu atau merencanakan sesuatu anggaran belanja untuk ditarik dari anggota.

Berapa banyakkah pidato yang dihotbahkan yang dapat kita baca di dalam Alkitab yang menganjurkan kepada umat untuk memberikan uang, atau untuk membeli sesuatu untuk menunjang pekerjaan Tuhan? Tidak ada satu pun. Kita telah mencemarkan rumah Allah dengan barang dagangan bahkan pada hari Sabat pagi, yaitu jam yang disediakan sebagai suatu hari perhentian untuk menyembah Allah. Buku Testimonies, jilid 1, halaman 471, 472 berbunyi : “Suatu kekeliruan besar telah dibuat oleh beberapa orang yang mengakui kebenaran sekarang, dengan cara menawarkan barang dagangan sementara berlangsungnya beberapa pertemuan, dan oleh usaha dagang mereka itu mereka telah mengalihkan pikiran orang banyak daripada tujuan pertemuan-pertemuan itu. Kalau saja Kristus berada sekarang di bumi ini, Ia akan menghalau keluar para penjaja barang dagangan dan pedagang-pedagang ini, apakah mereka pendeta ataupun anggota biasa, dengan sebuah cemeti dari tali-tali halus, sama seperti pada waktu Ia memasuki kaabah di masa lalu …… Para pendeta berdiri di mimbar dan menghotbahkan suatu pidato yang sangat penting, lalu kemudian oleh menawarkan barang-barang dagangan, dan bertindak sebagian sebagai seorang salesman, bahkan justru di dalam rumah Allah, mereka telah mengalihkan pikiran para pendengarnya daripada kesan-kesan yang sudah mereka itu peroleh dari hotbahnya, lalu kemudian mereka merusak buah-buah dari hasil usahanya sendiri…… Waktu dan tenaga mereka harus dicadangkan, supaya semua usaha mereka dapat dilakukan menyeluruh selama berjalannya pertemuan-pertemuan itu. Waktu dan tenaga mereka tidak boleh ditarik untuk menjual buku-buku kita bilamana semua itu dapat ditawarkan dengan pantas kepada umum oleh orang-orang yang tidak memiliki tanggung jawab untuk menghotbahkan firman (para penjual buku).

“‘Ada tertulis, bahwa rumah-Ku akan disebut rumah sembahyang, tetapi kamu telah menjadikannya sebuah sarang maling-maling.’ Para pedagang ini dapat saja merasa tidak bersalah karena barang-barang yang mereka tawarkan itu adalah untuk persembahan-persembahan korban. Tetapi tujuan mereka ialah untuk memperoleh laba, untuk mendapatkan uang, untuk menumpuk kekayaan.”Testimonies, jilid 1, halaman 472.

Badan pimpinan kita bukannya tidak tahu terhadap petunjuk yang diberikan di sini, dan juga kejahatan yang dipraktikkan di dalam gereja-gereja. Pada pertemuan dewan Pimpinan musim gugur yang diselenggarakan di kota Milwaukee, Wisconsin, dalam tahun 1923, persoalan penjualan buku-buku pada hari Sabat telah dikemukakan dalam hubungannya dengan beberapa masalah lain, maka keputusan berikut ini telah diambil dan telah dipublikasikan sebagai berikut: “Bahwa semua kampanye untuk promosi majalah-majalah atau untuk penjualan buku-buku pada hari Sabat dihapuskan, dan bahwa mereka yang bertanggung jawab untuk mempromosikan semua kampanye ini supaya diberikan pengarahan kepada metoda penawaran dari rumah ke rumah dengan cara mengunjungi komite-komite dalam hubungannya dengan kampanye-kampanye bagi penjualan-penjualan literatur :

“Supaya kita mengundang balai-balai percetakan kita untuk bertindak berhati-hati dalam mengirimkan edaran-edarannya kepada anggota-anggota kita atas nama proyek-proyek balai percetakan, dan supaya mencegah pengiriman bahan-bahan kepada pegawai-pegawai sidang untuk ditawarkan pada hari Sabat, dengan pengaturan-pengaturan terlebih dahulu dengan kantor Daerah, Unie, maupun dengan General Conference.”  — Milwaukee Autumn Council, October 9 – 17, 1923. Re­view and Herald of Nov. 22, 1923. Bacalah buku Testimonies, jilid 9, halaman 260.

Kita baca di dalam buku Testimonies to Ministers, halaman 477 sebagai berikut : “Sesuatu perkara yang asing telah masuk ke dalam gereja-gereja kita. Orang-orang yang telah menduduki jabatan-jabatan bertanggung jawab agar mereka boleh menjadi pembantu-pembantu yang bijaksana bagi kawan-kawan sekerjanya, mereka telah menyangka bahwa mereka telah ditempatkan sebagai raja-raja dan penghulu-penghulu di dalam gereja-gereja, untuk mengatakan kepada saudara yang satu, Laksanakanlah ini; kepada saudara yang lainnya, Laksanakanlah itu; dan kepada yang lainnya, Perhatikan supaya bekerja dengan cara demikian dan demikian.” Demikianlah Phiraun telah mewajibkan orang banyak bani Israel itu berpindah dari pekerjaan mengembalakan domba kepada kerja paksa di pabrik-pabrik batu bata, atau di padang. Para pengawas rodi telah diperintahkan untuk mengawasi pekerjaan, mendesak batu-batu bata itu (menyusun anggaran belanja), dan menghabiskan tenaga orang banyak itu. Dosa-dosa ini yang ada di dalam sidang telah dilalaikan dan tak sorang pun memperhatikannya. Orang-orang yang menegor kesalahan-kesalahan menimbulkan kemarahan mereka. Di dalam buku Testimonies, jilid 3, halaman 266, berbicara mengenai keadaan di dalam sidang pada masa pemeteraian (pembubuhan tanda) mereka yang 144.000 itu, dan pembantaian di dalam sidang, kita baca sebagai berikut: “Orang-orang yang telah memaafkan semua kesalahan ini telah dikira oleh orang banyak sebagai amat ramah tamah dan menarik dalam pembawaannya, hanya karena mereka mengelak untuk membukakan kewajiban Injil yang jelas. Tugas itu tidak berkenan pada perasaan mereka; oleh sebab itu mereka menghindarinya.”

JANGAN LAGI MENYEDIAKAN JERAMI

“Maka pada hari itu juga bertitah Phiraun kepada para pengawas rodi dari orang banyak itu, dan mandor-mandor mereka, dengan mengatakan, Jangan lagi kamu memberikan kepada orang banyak itu jerami untuk membuat batu bata mulai dari sekarang dan seterusnya. Biarlah mereka sendiri pergi mencarikan jerami bagi dirinya. Maka keluarlah segala pengawas rodi dari orang banyak itu, dan mandor-mandor mereka, lalu berbicaralah mereka kepada orang banyak itu, katanya, Demikianlah titah Phiraun, tiada lagi aku memberi jerami kepadamu. Pergilah kamu sendiri mencari jerami barang di mana pun kamu boleh mendapatkannya, tetapi pekerjaanmu itu tidak boleh berkurang.” Keluaran 5 : 6, 7, 10, 11.

Phiraun tidak mau menyediakan jerami. Artinya, ia tidak mau memberikan bantuan apapun juga, namun orang banyak itu harus menghasilkan jumlah produksi batu bata yang sama banyaknya. Pada permulaan dari Organisasi ini (Masehi Advent Hari Ketujuh), lembaga-lembaga organisasi gereja, sanitarium-sanitarium, dan rumah-rumah sakit telah dibangun untuk maksud memberikan pelayanan kepada umat kita sendiri (anggota-anggota gereja). Sesudah penyakit pasien selesai didiagnosa, penyebabnya diberitahu, dengan petunjuk, maka beberapa bantuan pertolongan akan diberikan. Bantuan ini akan diberikan tanpa memperhatikan apakah mereka itu mampu membayar banyak, sedikit, ataupun tidak membayar sama sekali. Demikian inilah perbuatan dari orang Samaria yang baik hati itu.

“Di dalam nomor-nomor jilid yang terdahulu dari buku Testimonies for the Church, saya telah berbicara mengenai pentingnya Masehi Advent Hari Ketujuh mendirikan sebuah lembaga untuk manfaat bagi orang sakit, khususnya bagi mereka yang menderita dan sakit di antara kita. Saya telah berbicara mengenai kemampuan dari umat kita sendiri, dalam masalah keuangan, untuk melaksanakan ini; dan saya telah menganjurkan hal itu, mengingat pentingnya cabang dari pekerjaan persiapan yang besar ini untuk bertemu dengan Tuhan……….

“Pada waktu saya melihat orang-orang yang memimpin dan mengendalikan, sementara mereka masuk ke dalam bahaya-bahaya ditunjukkan kepada saya, untuk mana saya telah mengamarkan mereka di depan umum, dan juga dalam pembicaraan langsung maupun dalam surat menyurat, suatu beban tanggung jawab besar telah datang ke atas saya. Apa yang telah diperlihatkan kepada saya sebagai suatu tempat di mana orang-orang sakit yang menderita di antara kita dapat dibantu, adalah suatu tempat di mana pengorbanan, ramah-tamah, iman, dan kesetiaan harus menjadi prinsip-prinsip yang menguasai. Tetapi apabila panggilan-panggilan yang tidak pantas dibuat untuk meminta jumlah uang yang besar, dengan pernyataan bahwa pengambilan stock akan membayar persentase besar; apabila saudara-saudara yang menduduki jabatan-jabatan di dalam lembaga terlihat lebih rela untuk mengambil gaji yang besar-besar daripada mereka yang telah puas dengan yang mengisi jabatan-jabatan lainnya yang sama pentingnya di dalam pekerjaan kebenaran dan reformasi yang luas; setelah saya mengetahui, dengan susah payah, bahwa untuk membuat lembaga itu menjadi populer dengan orang-orang itu yang tidak seiman dengan kita, dan untuk mendapatkan sokongan mereka, maka suatu roh kompromi dengan cepat berakar di Lembaga itu, dimanifestasikan dalam penggunaan sebutan Tuan; Nona, dan Nyonya, sebagai pengganti Saudara dan Sister, dan di dalam hiburan-hiburan umum, di mana semua dapat mengikuti dalam suatu jenis gembira ria yang cukup sopan; — maka setelah saya menyaksikan semua perkara ini, saya mengatakan, Ini bukan yang telah diperlihatkan kepada saya sebagai suatu lembaga bagi orang yang sakit, yang akan membagikan pertanda berkat dari Allah. Ini adalah sesuatu yang lain. Dan walaupun demikian, kalkulasi-kalkulasi untuk membangun gedung-gedung yang lebih luas telah dibuat, dan bahkan panggilan-panggilan untuk mendapatkan jumlah-jumlah uang besar telah dianjurkan. Sebagaimana diatur pada waktu itu, maka saya dapat menilai lembaga itu pada keseluruhannya sebagai suatu kutuk …….

“Banyak yang telah datang ke Battle Creek sebagai orang-orang Kristen yang rendah hati, penuh penyerahan, dapat dipercaya, tetapi mereka telah keluar hampir sebagai orang-orang Kapir. Pengaruh umum dari segala perkara ini terus menciptakan keragu-raguan terhadap reformasi kesehatan dalam banyak dari mereka yang sangat rendah hati, mereka yang penuh berserah diri, maupun yang terbaik sekalipun dari saudara-saudara kita, dan terus merusak kepercayaan kepada tulisan-tulisan Testimonies dan kepada kebenaran sekarang…………………….

“Saudara-saudara yang berdiri pada pucuk pimpinan pekerjaan ini telah menghimbau kepada umat kita untuk mendapatkan uang, karena alasan bahwa reformasi kesehatan adalah suatu bagian dari tugas besar yang berhubungan dengan pekabaran malaikat yang ketiga. Dalam hal ini mereka memang benar. Itu memang suatu cabang dari pekerjaan Allah yang besar dalam amal, liberal, pengorbanan, dan kebajikan. Jadi mengapakah saudara-saudara ini harus mengatakan, ‘Stock di Lembaga Kesehatan akan membayar suatu persentase besar,’ ‘itu suatu investasi yang baik’, ‘sesuatu yang menghasilkan uang?’ Mengapa tidak juga berbicara mengenai stock atau saham di Persekutuan Penerbitan membayar suatu persentase besar? Jika keduanya ini adalah dua cabang dari pekerjaan besar penghabisan yang sama untuk persiapan bagi kedatangan Anak Manusia, maka mengapakah tidak? Atau mengapa tidak membuat saja keduanya menjadi masalah-masalah amal? Pena dan suara yang menghimbau kepada teman-teman karena pekerjaan itu demi untuk dana penerbitan, tidak menahan bujukan-bujukan yang sedemikian.” Testimonies, jilid 1, halaman 633 – 636.

Bagaimanakah lembaga-lembaga kita sekarang diukur menurut kesaksian yang tegas ini? Dapatkah kita katakan mereka itu lembaga-lembaga amal, yang rela hati, penuh pengorbanan, berkebajikan? Dengarlah betapa besarnya keuntungan-keuntungan yang mereka buat. Penyajian yang dibuat di sini berasal dari laporan tahunan dari Sanitarium St. Helena sesuai yang terlihat pada Pacific Union Recorder tertanggal 25 April, 1929. “Catatan-Catatan pembiayaan pada akhir tahun 1925 berjumlah 60.044 dollar (sen tidak diberikan di sini). Dalam tahun 1926, semua itu telah dikurangi sampai 49.031 dollar; dalam tahun 1927, sampai mencapai 36.321 dollar; dan pada penutupan tahun 1928, semua itu telah turun sampai 26.415 dollar. Dalam jangka waktu 3 tahun pembiayaan-pembiayaan itu telah dikurangi dari 60.000 dollar sampai menjadi 33.629 dollar. Sumber-sumber penghasilan, modal tetap dan modal lancar, pada akhir tahun 1928 berjumlah 371.105 dollar. Jumlah semua kewajiban pada bagian kredit 45.809 dollar. Terdapat suatu penurunan pada kewajiban-kewajiban sejumlah hampir 5.000 dollar. Uang kas yang terdapat pada akhir tahun 1928 berjumlah 10.749 dollar. Nilai kekayaan 325.296 dollar ………… Pendapatan kotor berjumlah 456.258 dollar. Pendapatan bersih 437.284 dollar. Rata-rata setiap hari pasien yang datang lebih dari 85 orang, dan pendapatan yang diterima dari para pasien langsung 261.363 dollar. Keuntungan bersih 10.439.39 dollar.”

Bagaimanakah mungkin bagi sesuatu lembaga untuk melakukan sesuatu pekerjaan amal, namun memperoleh penerimaan 111.988 dollar di atas nilai kekayaannya dalam hanya satu tahun? Perhatikan : Nilai kekayaan berjumlah 325.296 dollar. Pendapatan bersih 437.284 dollar dalam tahun 1928. Tetapi inipun belum yang terburuk. Saudara-saudara kita itu sudah menjadi buta sehingga mereka berpikir, bahwa keuntungan-keuntungan yang besar ini memberikan kepada mereka suatu kebanggaan karena managemen mereka yang bijaksana, dan mereka merasa sombong karenanya, lalu mengatakan, bahwa sanitarium itu sedang menghadapi masa-masa yang cerah. Sesungguhnya Allah kita tahu apa yang sedang dikatakan-Nya apabila Ia mengatakan orang-orang Laodikea itu buta, tidak terkasihan, sengsara, dan miskin, dan telanjang, walaupun mereka itu menyangka diri mereka kaya dan telah bertambah-tambah dengan kekayaan, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi. Lihatlah betapa bedanya antara kebanggaan orang-orang Laodikea, dan lembaga-lembaga lain yang sering kali disangka oleh beberapa orang sebagai lembaga-lembaga yang dipimpin oleh Iblis. Berikut ini adalah laporan tahunan dari sebuah missi di Los Angeles untuk tahun yang bersangkutan, tahun 1928 : Semua data ini diberikan dengan percuma kepada orang-orang yang memerlukannya. “Laporan tahunan untuk tahun yang berakhir pada Desember 31, 1928, menunjukkan 527.481 kali makan diberikan; 137.287 tempat penampungan disediakan; melayani cucian 53.334 potong pakaian; melayani potong rambut 20.394 kepala; permandian 12.339 orang; pakaian yang dibagi-bagikan 32.541 potong; 1.791 potong sepatu yang diperbaiki; mendapatkan pekerjaan bagi 9.204 orang; bantuan pengobatan diberikan kepada 3.117 orang; sementara laporan sidang menunjukkan, bahwa selama tahun itu 15.340 orang mengakui diselamatkan di dalam perkumpulan-perkumpulan harian yang terus berlangsung dari jam 11.00 pagi sampai jam 23.00 malam, dan dipimpin oleh kelompok-kelompok dari sidang-sidang dari semua organisasi gereja.” (Dikutip dari sebuah surat kabar Los Angeles).

Adakah Iblis itu akan lebih beramal daripada Kristus? Mengapa kita telah tertidur? Adakah dollar dan sen yang Tuhan butuhkan? Bukankah semua perkara inilah yang sedang menghancurkan kepercayaan orang pada umumnya terhadap umat Allah? Adakah semua perkara ini sedang menambah hasil pekerjaan kita ataukah sedang mengurangi hasil usaha kita? Adakah kita sedang mewakili Allah dan sedang membawakan pekabaran malaikat yang ketiga itu kepada sebuah dunia yang sedang akan mati? Adakah Kristus masih tetap teladan dan contoh bagi kita? Mengapakah kita membiarkan Iblis menipu kita? Bukankah ini suatu panggilan untuk membangun umat Allah kepada suatu pelayanan yang seperti Kristus? Berapa lamakah kita akan terus tidur? Adalah cukup jelek bagi umat Allah jika menolak seseorang yang tidak seiman untuk memperoleh berbagai manfaat dari Allah oleh pertolongan tangan dari umat-Nya, tetapi adalah seribu kali lebih buruk jika menolak salah seorang dari Israel, yaitu dia yang mau berkorban dan mengadu nasibnya bersama-sama dengan umat Allah, setia membayar perpuluhan dan persembahan-persembahan tatangan sebagaimana Tuhan telah membahagiakan. Jika Allah harus mengijinkan kemelaratan menguasai seseorang yang sedemikian itu dengan penyakit atau umur tua, maka apakah yang akan kita perbuat bagi mereka? Pantaskah kita menyuruh mereka pergi sambil mengatakan kepadanya, Kiranya Allah memberkati kamu? Apakah rumah sakit umum itu memang bagi umat Allah, lalu rumah-rumah sakit milik Allah itu untuk menjadi alat pencari uang? Apakah pertanian pedesaan itu bagi umat Allah, untuk di sana bersama-sama dengan orang-orang yang tidak beragama, dan bersama-sama dengan berbagai makanan haram di atas meja mereka seperti yang kita yakini dan segi pandangan agama, di tengah-tengah kecemaran daging babi, dan tembakau? Apakah ini macamnya tempat bagi anak Allah, dan kaabah dari Rohulkudus sesuai iman kita? Jawaban yang bagaimanakah hendak kita berikan kepada-Nya apabila Ia datang? Maukah kita dengar akan kata-kata yang berbunyi : “Berbahagialah, hai hamba yang baik dan setia”, seperti yang kita baca di dalam Matius 25 : 35, 36? “Karena sewaktu Aku lapar, maka kamu telah memberi makan kepada-Ku; sewaktu Aku haus, maka kamu telah memberi minum kepada-Ku; sewaktu Aku adalah seorang asing, maka kamu telah menampung-Ku; sewaktu Aku telanjang, maka kamu telah memberikan pakaian kepada-Ku: sewaktu Aku sakit, maka kamu telah menengok Aku; sewaktu Aku berada di dalam penjara. maka kamu telah datang kepada-Ku.” Maukah kata-kata ini menjadi milik kita, atau maukah kita mendapatkan diri kita kelak pada sebelah kiri bersama-sama dengan kutukan yang hebat seperti yang terdapat di dalam ayat-ayat 41 – 43, 46 yang berbunyi: “Pergilah kamu daripada-Ku, hai kamu yang terkutuk, masuklah kamu ke dalam api yang kekal yang telah disediakan bagi Iblis dan malaikat-malaikatnya; karena sewaktu Aku lapar, maka kamu tidak memberikan kepada-Ku makan; sewaktu Aku haus, maka kamu tidak memberikan kepada-Ku minum; sewaktu Aku seorang asing, maka tidak kamu membantu menampung-Ku; sewaktu Aku bertelanjang, maka tidak kamu memberikan pakaian kepada-Ku; sewaktu Aku sakit dan di dalam penjara maka tiada kamu menjenguk Aku. Maka semua mereka ini akan pergi masuk ke dalam pehukuman yang kekal, terkecuali orang-orang benar yang akan masuk ke dalam hidup yang kekal.”

Mengutip Testimonies, jilid 1, halaman 639 sebagai berikut; “Pada permulaan tahun 1850 saudara ini telah menjadi seorang pemelihara Sabat dan mulai dari hari itu ia telah menyumbang dengan sukarela kepada banyak badan-badan usaha yang telah diusahakan untuk memajukan pekerjaan Tuhan, sampai kemudian ia telah merosot harta miliknya. Walaupun demikian sewaktu datang permintaan yang mendesak yang sungguh-sungguh memohon bantuan keuangan bagi Lembaga itu, maka ia telah mengambil saham sampai sebesar seratus dollar. Pada pertemuan di —- ia telah memberitahukan persoalan isterinya, yang sangat lemah dan memang dapat ditolong, tetapi harus ditolong segera, jika sekiranya boleh. Ia juga mengemukakan berbagai keadaannya, dan mengatakan bahwa jika saja ia dapat memiliki seratus dollar itu yang pada waktu itu sudah berada pada Lembaga, maka ia akan dapat membawa isterinya ke sana untuk memperoleh pelayanan, tetapi ternyata ia tidak dapat. Kami menjawab agar ia hendaknya jangan sekali menginvestasikan satu dollarpun pada Lembaga itu, apabila terdapat sesuatu kekeliruan dalam masalah itu yang mana kami tak dapat membantu; dan di sana persoalan itu ditolak. Saya tidak ragu-ragu mengatakan bahwa Saudara ini harus diberi pelayanan, sedikit-dikitnya beberapa minggu saja, pada Lembaga itu dengan cuma-cuma. Suaminya hanya mampu membayar sekedar ongkos pulang pergi isterinya ke Battle Creek.” Pernahkah kita menyaksikan kasus-kasus yang seperti ini pada waktu ini? Adakah kita mengurusi orang-orang ini sama seperti petani melayani kudanya? Petani memelihara kudanya dengan baik sewaktu kuda itu masih muda dan melaksanakan tugasnya, tetapi apabila binatang itu sudah tua umurnya dan tidak berkekuatan lagi, maka diusirlah kuda itu ke padang terbuka di bawah udara musim dingin, di mana justru pada waktu itulah kuda yang malang itu memerlukan pemeliharaannya yang terbaik. Bukankah kita sama seperti petani yang keras hati ini yang membiarkan kudanya mati kelaparan di bawah udara musim dingin, dengan salju yang membeku pada tubuh binatang yang telah habis kekuatannya itu, hanya untuk menghemat beberapa ikat jerami makanannya? Sungguh kejam, bukan? Terserah bagi pembaca untuk menjawab pertanyaan ini.

PARA DUKUN BERANAK

“Tetapi semakin orang Mesir menganiaya mereka itu, makin lebih bertambah-tambah banyaknya dan besarnya, sehingga geramlah hati orang Mesir akan bani Israel. Maka bertitahlah raja Mesir kepada para dukun beranak orang Iberani ……. Maka titahnya, Apabila kamu membidani perempuan Iberani untuk beranak, apabila kamu lihat ketika hendak beranak, jikalau laki-laki anaknya, maka hendaklah kamu bunuh akan dia, tetapi jikalau perempuan, biarlah ia hidup. ” Keluaran 1 : 12, 15, 16. “Para dukun beranak” itu melambangkan guru-guru sekolah gereja yang membina anak-anak dalam sistem pendidikan. Anda mungkin akan bertanya, apakah mungkin bahwa Iblis akan mencoba menyesatkan para guru, lalu meracuni pikiran dari anak-anak? Iblis tidak akan membiarkan satu pun kesempatan yang lolos. Petunjuk di sini dibuat kepada Majalah Pendidikan Kristen bagi Rumah Tangga dan Sekolah, terbitan Desember 1929, yang dikeluarkan oleh General Conference dari Masehi Advent Hari Ketujuh, Washington D.C., dan setiap guru dalam Organisasi Gereja diperkirakan menjadi pelanggan dari majalah ini. Persoalan yang disebutkan di atas adalah penuh dengan ceritera-ceritera Natal, pemeliharaan Natal, dan acara-acara Natal dan hadiah-hadiah, yang mana para guru itu diharapkan meneruskannya kepada anak-anak. Karena ini akan sangat panjang untuk dikutip semuanya di sini, maka hanyalah kalimat terakhir, dan kata-kata penutup di bawah paragrap “Apa yang dapat selalu diartikan oleh Natal” yang dikutip di sini sebagai berikut : “Dan, pada umumnya, suatu kenyataan baptisan, kesederhanaan, dan kejujuran dalam memperingati hari ulang tahun tertinggi milik dunia” Bayangkanlah akan kata-kata ini, Saudara pembaca yang kekasih! Sebuah koran milik Masehi Advent Hari Ketujuh, yang diterbitkan oleh General Conference, memuja hari penyembahan berhala tertinggi dunia sebagai hari kelahiran Kristus, lalu meneruskannya kepada para guru dari organisasi gereja kita.

Tetapi takutlah para dukun beranak itu akan Allah, tiada dibuatnya seperti titah raja Mesir itu kepada mereka, melainkan dihidupinya segala anak laki-laki.” Keluaran 1 : 17. Di sini kita mendapatkan sebuah lambang yang baik. maka marilah kita mengatakan, Amin bagi para guru. “Mereka takut akan Allah.” Kami anjurkan anda supaya masukkanlah anak-anak anda ke sekolah gereja, karena itulah tempat yang terbaik bagi mereka. “Nama yang satunya ialah Sifera, dan nama yang lainnya Puah.”Ayat 15. Arti dari nama-nama ini adalah : “Cantik” dan “Gagah”. Dan memang begitu. Adalah tidak mungkin bagi hanya dua orang dukun beranak bertugas menunggui wanita-wanita yang sekian besar jumlahnya itu, namun kenyataannya adalah, bahwa hanya ada dua orang pada waktu itu. Alasan untuk ini ialah untuk membuat lambang ini menjadi sempurna, yang berarti hanya ada dua kelas guru-guru, yaitu pria dan wanita, yang “cantik” dan yang “gagah”.

ANAK-ANAK LELAKI DI SUNGAI NIL

“Maka sebab itu Allah berbuat baik kepada dukun-dukun beranak itu, maka bertambah-tambahlah bangsa itu dan menjadi amat kuat mereka. Maka titah Phiraun kepada segala rakyatnya, katanya, setiap anak laki-laki yang akan lahir kelak hendaklah kamu buang ke sungai, tetapi hidupilah akan segala anak perempuan.” Keluaran 1: 20, 22. Tujuan utama dari rencana Phiraun itu bukanlah untuk mengurangi jumlah dari orang banyak itu. Kalau memang ini tujuannya, maka ia sudah akan membunuh semua wanita, karena di zaman itu mereka mempraktekkan poligami atau beristeri lebih dari satu. Kalau ia telah mengeluarkan perintah untuk membuang semua anak wanita ke dalam sungai, dan menyelamatkan semua anak laki-laki, maka ia mungkin sudah dapat menyelesaikan maksudnya, dan juga ia sudah akan dapat memperbesar jumlah budak pekerjanya karena justru orang-orang itulah yang memproduksi batu-batu bata. Kita baca di dalam buku Patriarchs and Prophets, halaman 242 sebagai berikut : “Setan adalah penggerak dalam masalah ini. Ia tahu bahwa seseorang penyelamat akan keluar dari antara orang-orang Israel itu; maka dengan mengendalikan raja itu untuk membunuh anak-anak mereka ia berharap ia dapat menggagalkan rencana Ilahi.” Inilah tujuan dari seluruh peristiwa itu. Karena ini adalah sebuah lambang, maka aplikasinya sekarang akan dibuat.

Buku Testimonies to Ministers, halaman 475, di bawah pasal yang berjudul “Biarkan Sorga Memimpin”, kita baca sebagai berikut: Nubuatan harus digenapi. Tuhan mengatakan : ‘Tengoklah. Aku akan mengutus kepadamu Eliyah nabi itu mendahului datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.’ Seseorang akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah, maka apabila ia muncul, orang-orang akan mengatakan : “Anda terlalu bersungguh-sungguh, anda tidak menginterpretasikan Injil itu dengan sepatutnya. Marilah ku ceriterakan kepadamu bagaimana cara mengajarkan pekabaranmu itu, Tidak ada lagi ucapan yang lebih jelas yang dapat dibuat daripada ini, bahwa kita harus menantikan seorang nabi, atau sebuah pekabaran dalam waktu dekat yang akan datang ini. Jika ini memang suatu ucapan yang diilhami, maka tampaknya inilah kewajiban dari para pengawal yang berdiri pada tembok-tembok Sion untuk mengajarkan dan memberi petunjuk kepada umat, bahwa akan ada seorang nabi atau sebuah pekabaran yang harus ditunggu. Tetapi apakah yang kita peroleh? Justru sebaliknya, pendapat umum dari seluruh organisasi gereja mengatakan, bahwa “tidak ada lagi nabi yang akan datang, juga tidak ada lagi pekabaran apapun juga yang perlu ditunggu. Kita telah memiliki semua kebenaran, dan kita tidak memerlukan apa-apa lagi”, demikianlah seruan dari dalam perkemahan Israel. Jadi kita saksikan bagaimana musuh yang tua itu telah mengulangi penipuannya yang diam-diam dahulu itu terhadap sidang di waktu ini. Sebagaimana Phiraun tidak menyadari akan maksud utama dari perintahnya itu, maka demikian itu pula oleh tidak sadarnya para pemimpin gereja kita, penipu yang licik itu telah mencoba menenggelamkan nabi itu, atau menyembunyikan pekabaran reformasi itu yang diperuntukkan bagi zaman ini. Demikianlah dibuktikan melalui setiap contoh, bahwa pengalaman Israel di Mesir adalah merupakan sebuah gambaran dari Israel yang benar yang akan datang itu. Jika seorang nabi, atau bahkan sebuah pekabaran harus datang, maka sidang pun tidak siap untuk menyambutnya. Akibatnya mungkin akan sama saja dengan pengalaman bangsa Yahudi pada kedatangan Kristus yang lalu. Bayangkan bagaimana ngerinya. “Sementara hal itu tampaknya bagi orang-orang Mesir adalah demi memenuhi keinginan raja untuk tetap menahan orang banyak ini dalam perhambaan, maka maksud yang sesungguhnya di balik semua itu ialah tekad dari Setan, kuasa dari naga itu (Yesaya 51 : 9), untuk menahan umat Israel tetap dalam perhambaan dosa, dan untuk menghalangi pekerjaan reformasi untuk mana Allah telah meletakkan tangan-Nya sementara tiba masanya nubuatan itu,” Review and Herald, January 23, 1930.

ANAK-ANAK LELAKI DARI SIDANG;

BAGAIMANA MEREKA TENGGELAM

Sudahkah Iblis menenggelamkan seseorang dari anak-anak lelaki itu di sungai Nil pada waktu ini? Di manakah orang-orang itu di dalam sidang ini? Mereka harus berada di dalam sungai Nil, karena itu melambangkan dosa-dosa di dunia, dan itu adalah dimana pada umumnya kita menemui orang-orang laki-laki; dan orang-orang wanita di dalam sidang. Orang mungkin akan bertanya, apakah yang telah menampi orang laki-laki itu keluar? Roh Nubuatan mengajarkan, bahwa kita harus memperhatikannya, bahwa pekerjaan disediakan kepada orang-orang baru dalam kebenaran, untuk memungkinkan bagi mereka memelihara Sabat. Juga untuk melayani orang-orang miskin dan orang-orang sakit yang ada di antara kita. Petunjuk ini sama sekali telah dilalaikan dengan akibat bahwa orang-orang laki-laki telah tertampi keluar dari sidang. Orang-orang lelaki mencintai kebenaran sama seperti juga orang-orang wanita, tetapi segera setelah mereka mendengar kebenaran, maka mereka mulai mencari tahu tentang banyak perkara. Segera pula timbul kesulitan, lalu pertanyaan dikemukakan, ‘Bagaimanakah saya dapat memelihara Sabat, tetapi juga memegang kedudukan saya? Jika saya harus membiarkan kedudukan saya lepas, dapatkah saya memperoleh lagi yang lain? Maukah gereja menolong saya mendapatkan sesuatu untuk saya lakukan? Maukah gereja memberikan sesuatu bantuan dalam hal mendesak sekali, seperti misalnya karena kekurangan pangan, pakaian, atau dalam hal menderita penyakit? Semua pertanyaan ini akan segera dijawab dengan, TIDAK. Akibatnya ialah, keputusan diambil dan kebenaran ditolak.

Kalau saja sidang telah menyediakan beberapa dorongan yang membesarkan hati bersama-sama dengan semua usaha ini, maka pendirian di atas tidak mungkin akan diambil oleh pihak-pihak yang baru tertarik itu, dan sebagai hasilnya mungkin sekali pria-pria itu maupun kaum wanitanya sudah akan berada di dalam sidang. Kaum pria adalah pencari nafkah, maka kenaikan dari uang-uang perpuluhan dan uang-uang persembahan tatangan tidak akan dapat diperkirakan, sehingga sedikit pengeluaran untuk bantuan-bantuan itu akan hanya merupakan sebagian kecil yang tak akan berarti. Usaha penampungan lapangan kerja mungkin akan merupakan bantuan besar bagi gereja. Bukan saja lapangan kerja yang mungkin dapat dicari orang-orang di luar organisasi, tetapi pekerjaan di antara orang-orang Advent sendiri pun dapat diperoleh dari orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh. Dengan demikian kaum pria “dilemparkan” ke dalam dunia (“sungai Nil”), tetapi kaum wanita tertinggal (“hidup”) di dalam sidang.

MUSA DITEMUKAN OLEH PUTERI PHIRAUN

Mengutip Keluaran 2 : 2, 3 sebagai berikut : “Maka hamillah perempuan itu, lalu beranaklah seorang anak laki-laki. Maka apabila dilihatnya akan dia elok rupanya, disembunyikannyalah anak itu tiga bulan lamanya. Tetapi setelah ia tidak dapat lagi menyembunyikan dia, maka diambillah olehnya akan dia sebuah peti daripada buluh rantik, dan dilaburnya peti itu dengan minyak keruwing dan gala-gala, lalu dibaringkannya anak itu di dalamnya, diletakkannya dia di tengah-tengah tanaman teberau di tepi sungai.” Takdir telah membawa puteri mahkota Mesir ke sungai itu untuk mencuci dirinya dan setelah ia melihat peti itu, maka disuruhkannya hamba pelayannya untuk mengambilnya. Ia melihat bayi itu menangis, lalu ibalah hatinya terhadapnya. Kakak perempuan dari bayi itu kemudian melangkah mendekati puteri Phiraun, lalu katanya, ‘Maukah saya pergi memanggil bagi Anda seorang pengasuh dari antara wanita Iberani, agar ia dapat mengasuh anak itu bagi Anda?’ Pada waktu ibunya tiba, maka kata puteri Phiraun kepadanya, ‘Bawalah pergi anak ini dan asuhlah dia bagi saya.’ Maka anak itu terus bertumbuh, lalu dibawalah akan dia oleh ibunya kepada puteri Phiraun sewaktu berumur 12 tahun, lalu dinamailah oleh puteri mahkota akan dia ‘Musa’. Pelajaran ini bersama-sama dengan semua rencana Setan, ia itu tidak akan mungkin mematahkan maksud Ilahi.

PILIHAN MUSA

Sebagaimana Musa (contoh) telah memperoleh pendidikan yang tertinggi yang dapat dihasilkan oleh istana-istana Phiraun, maka setelah mencapai usia dewasa ia dipaksa untuk memilih salah satu dari antara dua perkara, apakah memilih tahta Mesir, atau memilih menderita kesusahan bersama-sama dengan bani Israel. Demikian pula halnya, Musa modern (contoh saingan) akan menerima pendidikan tertinggi yang dapat dihasilkan oleh organisasi gereja: (apabila telah dewasa usianya) telah menyelesaikan pendidikan menjadi “professor”.

Musa modern pun akan dipaksa untuk memilih salah satu dari dua perkara; apakah memilih professor di dunia ini (Mesir) dengan penghasilan besar, nama yang terkenal, dan kesenangan-kesenangan dosa untuk sementara waktu lamanya, atau memilih untuk bekerja bagi gereja dengan penghasilan yang kecil, dan menderita kesusahan bersama-sama dengan sidang (bani Israel). Karena Musa (contoh) telah memilih yang kedua, maka demikian pula Musa contoh saingan akan memilih untuk tetap tinggal bersama-sama dengan gereja, yaitu “Menjunjung tinggi penghinaan terhadap Kristus sebagai kekayaan besar daripada semua perbendaharaan kekayaan Mesir.” Statistik-statistik pergerakan yang sedemikian ini diberitahukan kepada kita menunjukkan bahwa 90 persen dari anak-anak yang bersekolah di sekolah-sekolah gereja tetap setia kepada pekabaran ini. Ini membuktikan, bahwa pelajaran yang diajarkan di sini adalah benar.

KEKELIRUAN RENCANA MUSA

“Telah terjadi di zaman itu setelah Musa dewasa, maka keluarlah ia pergi mendapatkan saudara-saudaranya, ……. maka dilihatnya seorang Mesir sedang memukul seorang Iberani ……. lalu dipukulnya orang Mesir itu sampai mati, dan disembunyikannya bangkainya di dalam pasir. Maka setelah keluar lagi ia pada keesokan harinya, bahwasanya, ada dua orang Iberani sedang berkelahi. Maka katanya kepada salah satunya, ‘Mengapakah kau pukul akan kawanmu itu ? Maka jawab orang itu kepadanya, ‘Siapakah yang telah menjadikan dikau penghulu dan hakim atas kami? Hendakkah engkau membunuh aku juga, seperti yang sudah kau bunuh akan orang Mesir itu ? Maka takutlah Musa ……. Tetapi larilah Musa dari hadapan Phiraun, lalu tinggallah ia di tanah Midian.” Keluaran 2 : 11 –  15.

Musa mengira bahwa ia adalah seorang penyelamat bani Israel oleh kekuatan tangannya, oleh sebab itu ia telah menggulung lengan bajunya ke atas, lalu hendak melaksanakan tugasnya. Kekeliruan rencana Musa mengenai metoda yang akan digunakan dalam menyelamatkan Israel bukanlah satu-satunya perkara kekeliruannya. Jika itu adalah caranya yang ia fahami bagaimana Israel memperoleh kebebasan mereka, maka ia telah gagal melaksanakan rencananya. Kesulitannya adalah bukan karena kurangnya pendidikan atau latihan sebagai seorang penghulu dari angkatan perang, sehingga ia telah gagal untuk melaksanakan proyeknya melainkan karena ia adalah sangat pengecut dan takut kepada Phiraun. Jika ini bukan merupakan sebab dari kegagalannya, maka mengapakah ia membunuh hanya seorang Mesir saja, lalu menguburkannya di dalam pasir, lalu kemudian setelah hal itu diketahui umum, ia melarikan diri meninggalkan Israel binasa dalam perhambaan? Jika memang maksudnya atau pengertiannya adalah untuk memimpin Israel melawan bala tentara Mesir, maka ia tidak akan menyembunyikan bangkai orang Mesir itu di dalam pasir, melainkan ia akan membiarkan mayat orang itu di atas tanah sebagai contoh, lalu kemudian pergi membunuh yang lain-lainnya. Karena gagal melaksanakan rencananya yang telah dipikirkannya, maka Musa telah membuat dua kali kekeliruan.

Musa kuno ini adalah lambang dari Musa modern (kepemimpinan yang ada sekarang). Sebagaimana kegagalan Musa bukanlah disebabkan karena kegagalan latihan, melainkan karena sesuatu pendapat yang keliru mengenai metoda yang akan digunakan, maka demikian pula di waktu ini dengan kepemimpinan yang ada. Sebagaimana Musa telah gagal melaksanakan rencananya yang keliru itu (apa yang disangkanya merupakan keputusan yang bijaksana), demikian itu pula kepemimpinan pada waktu ini telah gagal dengan rencananya. Tujuannya ialah menyelesaikan pekerjaan Injil dalam generasi ini yang mana praktis sudah lewat dan dengan kecepatan kerja yang sedang berlangsung sekarang, ia itu tak akan mungkin selesai dalam jangka waktu 100 tahun lagi. “Kita sedang berada dalam bahaya karena bergantung kepada berbagai macam metoda, organisasi, dan pelayanan cepat, yang mana jika hanya  ini ditempuh, akan pada akhirnya berhasil hanya dengan kekacauan, ketidak-puasan, dan kegagalan.” Review and Herald, February 20, 1930.

APLIKASI DARI CONTOH

Jika Phiraun adalah raja, yaitu dia (kepemimpinan) yang memerintah atas semua umat, maka sidang adalah “ratu”. Jika sidang adalah ratu, maka “puteri mahkota” ialah sekolah gereja. Mesir adalah melambangkan dunia, dan sungai Nil adalah melambangkan dosa-dosa dunia ini. Oleh pertolongan ibu yang takut akan Allah itu, maka Musa (contoh) tidak jadi dibuang ke dalam sungai Nil. Demikian pula halnya dengan Musa modern, yang karena bantuan ibu Kristennya ia telah berhasil diselamatkan dari sungai Nil (dosa di dalam dunia), tetapi setelah ibunya tidak lagi dapat memelihara dia, sehingga harus mengirimnya ke sekolah-sekolah di negeri itu di mana dosa-dosa berkuasa, maka sekolah gereja (“puteri mahkota”) akan menemukan dia. Seperti halnya Musa (contoh) telah memperoleh pendidikannya dengan bantuan puteri Phiraun, maka demikian pula Musa modern menerima pendidikannya oleh bantuan sekolah gereja.

Kita, seperti halnya Musa telah mengira bahwa kita akan melepaskan Israel oleh kekuatan tangan (bantuan orang-orang). Seperti halnya Musa kita adalah sangat penakut untuk menyelesaikan apa saja. Telah dikatakan oleh seseorang pendeta Allah yang baik hati, “Ini adalah keliru di dalam sidang dan itu pun adalah tidak benar, sehingga harus dibetulkan, tetapi kita tidak dapat melakukannya.” Mengapa? Sebab Ia takut akan kehilangan jabatannya. Tetapi apakah yang harus kita perbuat? Bekerja bagi Allah dan menaruh harap kepada-Nya, ataukah bekerja bagi Phiraun dan menaruh harap pada jabatan?

Mengutip buku Testimonies, jilid 5, halaman 80 – 82 sebagai berikut: “Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sedang mendekat dengan segeranya. Allah hendak memiliki suatu umat yang bersih dan benar. Di dalam penyaringan yang hebat itu yang segera akan jadi, kita akan lebih lagi mampu untuk mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda mengungkapkan bahwa masa itu sudah dekat apabila Tuhan akan menyatakan bahwa kipas-Nya ada di dalam tangan-Nya, dan Ia akan menyapu bersih seluruh lantai-Nya ……… Orang-orang yang menaruh harap pada kemampuan berpikir, bakat-bakat istimewa, ataupun talenta, mereka tidak akan mampu berdiri pada waktu itu pada barisan terdepan. Mereka tidak mengatur langkahnya sejalan dengan terang itu. Orang-orang yang telah membuktikan diri mereka tidak setia tidak akan pada waktu itu dipercayakan untuk menggembalakan kawanan domba. Dalam pekerjaan besar yang terakhir hanya sedikit orang-orang besar akan ikut serta. Mereka adalah orang-orang yang merasa cukup sendiri, lepas dari Allah, maka Ia tidak dapat menggunakan mereka. Tuhan memiliki hamba-hamba yang setia, yang dalam masa kegoncangan dan ujian akan muncul ke depan. Masih ada orang-orang yang bernilai mahal yang kini masih tersembunyi yang belum pernah menyembah sujud kepada Dewa-Dewa. Mereka itu belum memiliki terang yang telah bercahaya dengan sinarnya yang terkonsentrasi seperti yang bersinar atasmu. Tetapi, mungkin sekali dari bawah sesuatu bentuk lahiriah yang kasar dan yang tidak menarik akan keluar tabiat Kristen murni yang bersih cerah ……. Di waktu inilah, emas itu akan dipisahkan dari sanga yang ada di dalam sidang……… Banyak orang yang telah merupakan bintang yang telah kita kagumi karena kehebatan kepintarannya, mereka pada waktu itu kelak akan keluar ke dalam kegelapan………Mereka yang terlemah dan yang takut-takut di dalam sidang akan kelak jadi seperti Daud — rela untuk melakukan dan berani …….. Kemudian sidang Kristus akan kelak muncul ‘indah seperti bulan, cerah seperti matahari dan hebat seperti sebuah bala tentara dengan panji-panjinya’ …….. Allah hendak mengerjakan suatu pekerjaan di zaman kita ini di mana hanya sedikit orang yang akan mengharapkan-nya. Ia akan membangkitkan dan meninggikan di antara kita orang-orang yang diajar oleh dorongan Roh-Nya dan bukan orang-orang yang memperoleh latihan lahiriah pada lembaga-lembaga pendidikan ilmiah. Semua fasilitas ini bukannya harus diremehkan atau dipersalahkan; mereka memang diurapi oleh Allah, tetapi mereka hanya dapat mengerjakan hal-hal yang pantas secara lahiriah saja. Allah akan menyatakan, bahwa Ia tidak akan berharap pada orang-orang fana terpelajar yang mementingkan diri sendiri.”

MUSA DI PADANG BELANTARA

“Tetapi larilah Musa dari hadapan Phiraun, lalu tinggallah ia di tanah Midian …….. Maka imam Midian itu memberikan kepada Musa anaknya yang bernama Zippora untuk menjadi isterinya ……. Kini Musa mengembalakan kawanan domba Jitero, mertuanya, imam di negeri Midian itu, dan dibawanya kawanan domba itu jauh ke padang belantara, sehingga sampailah ia ke gunung Allah (Horeb), …… maka, heran, belukar duri itu bernyala-nyala dengan api tetapi tiada juga belukar itu terbakar olehnya. Maka kata Musa, baiklah aku pergi ke sana dan melihat keajaiban yang besar ini mengapa belukar ini tidak hangus ………. maka berserulah Allah akan dia dari tengah-tengah belukar duri itu, firman-Nya ; Hai Musa, Musa. Maka jawabnya : Saya Tuhan ……… Maka firman Tuhan kepadanya : Bahwa sesungguhnya Aku telah melihat segala aniaya yang berlaku atas umat-Ku yang di Mesir itu ……… Maka Aku kini turun untuk melepaskan mereka itu keluar dari tangan orang-orang Mesir, ……. Oleh sebab itu marilah, maka Aku akan mengutus kamu kepada Phiraun supaya kamu membawa umat-Ku, yaitu bani Israel keluar dari negeri Mesir. Maka sembah Musa kepada Allah : Siapakah gerangan hamba ini, sehingga hamba akan menghadap Phiraun dan membawa bani Israel keluar dari Mesir?…….. Maka sembah Musa kepada Tuhan : Ya Tuhan, hamba ini bukannya orang yang pandai berkata-kata, baik dahulu maupun sekarang, semenjak Tuhan berfirman kepada hamba-Mu, melainkan hamba ini adalah orang yang berat mulut dan berat lidah. ‘Aku adalah berasal dan lidah-lidah yang tak bersunat, maka bagaimanakah Phiraun akan mau mendengar kepadaku?’ Maka firman Tuhan kepadanya: Siapakah yang telah menjadikan mulut manusia, ataukah siapakah yang telah menjadikan orang bisu, atau tuli, atau orang yang celek atau orang buta? Bukankah Aku Tuhan yang telah membuat semuanya itu ? Maka sebab itu sekarang pergilah kamu, dan Aku akan menyertai mulutmu, dan Aku akan mengajar engkau barang yang patut kau katakan …… Maka firman Tuhan kepadanya: Apakah itu di dalam tanganmu ? Maka sahutnya : Tongkat. Maka firman Tuhan : Campakkanlah dia ke tanah. Maka dicampakkannya ke tanah lalu ia itu menjadi seekor ular, maka larilah Musa daripadanya. Maka firman Tuhan kepada Musa : Ulurkanlah tanganmu, dan ambillah ular itu pada ekornya. Maka diulurkannya tangannya, diambilnya, lalu ia itu menjadi tongkat kembali di dalam tangannya……… Maka katanya, Ya Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kau utus. Maka bangkitlah murka Tuhan akan Musa.” Bacalah Keluaran 2 : 15 sampai dengan pasal 4 : 13.

APLIKASI DARI PELAJARAN INI

Musa yang terakhir ini ialah Musa yang tidak terpelajar. Perhatikan, ia tidak pandai berbicara, memiliki mulut yang berat, dan lidah yang berat, dan lidah-lidah yang tidak disunat (tidak terlatih). Ia tidak tahu bagaimana untuk datang menghadap Phiraun. Ia segan untuk berdiri di hadapan raja yang besar itu, seperti juga air raksa menyusut dari kolom udara sebelah atas barometer. Tetapi walaupun Musa ini terhalang, ia memiliki keberanian; ia bukanlah seorang penakut. Ia berani mengambil resiko hidupnya, karena ia diminta hanya satu kali untuk mengambil ular dongengan itu pada ekornya, dan ia melakukannya. Musa ini bukanlah seorang putera mahkota, melainkan hanya seorang gembala biasa. Musa pengembala ini adalah melambangkan orang-orang yang akan memulaikan reformasi dan akan dipekerjakan dalam masa “Seruan Keras”, yang dikemukakan dalam kutipan-kutipan berikut ini. Kita kutip buku Life Sketches, halaman 245 sebagai berikut :Allah sedang akan melimpahkan beban-beban ke atas lebih banyak pundak orang-orang yang tidak berpengalaman. Ia sedang mempersiapkan mereka untuk menjabat tugas pekerjaan, untuk berjuang, untuk juga mengambil resiko.” Buku Testimonies, jilid 5, halaman 82 mengatakan :“Ia akan membangkitkan dan meninggikan dari antara kita orang-orang yang diajarkan oleh dorongan Roh-Nya dan bukan orang-orang yang memperoleh latihan lahiriah pada lembaga-lembaga pendidikan ilmiah.”

Buku Testimonies to Ministers, halaman 300 mengatakan : Jika orang-orang yang dapat membantu ditidak bangkit menyadari akan tugasnya, maka mereka tidak akan kenal akan pekerjaan Allah apabila kelak seruan keras dari malaikat yang ketiga itu terdengar. Apabila keluar terang menerangi bumi, gantinya datang dari Tuhan untuk memberikan bantuan, maka mereka akan bermaksud melaksanakan pekerjaan-Nya untuk sesuai dengan pendapat-pendapat mereka yang picik. Marilah kuceritakan kepadamu, bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sangat berbeda daripada biasanya, dan dalam suatu cara yang akan bertentangan dengan setiap rencana manusia. Akan ada orang-orang di antara kita yang selalu mau mengontrol pekerjaan Allah, untuk juga mendiktekan pergerakan-pergerakan apa yang harus dibuat sementara pekerjaan terus maju di bawah petunjuk malaikat yang menggabungkan dirinya dengan pekabaran malaikat yang ketiga untuk disampaikan kepada dunia. Allah akan menggunakan berbagai cara dan peralatan dengan mana ia itu akan terlihat, bahwa ia sedang memegang pemerintahan langsung dalam tangan-Nya. Pengerja-pengerja akan dibuat kagum terheran-heran oleh peralatan-peralatan yang sederhana yang akan digunakan-Nya untuk memulaikan dan menyempurnakan pekerjaan pembenaran-Nya. Orang-orang yang dianggap pengerja-pengerja yang baik akan perlu datang bersama-sama menghampiri Allah, mereka akan perlu memperoleh sentuhan Ilahi.” Juga bacalah Yesaya pasal 3. Bukanlah orang-orang yang bertalenta besar dan orang-orang yang bertitel yang sangat diperlukan seperti halnya orang-orang yang besar dalam iman, kesucian, penyerahan diri, dan kasih. Orang-orang yang besar bagi Allah dan besar dalam kesederhanaan, kejujuran, dan penyangkalan diri, — atas mereka yang sedemikian inilah terpancar pekabaran Allah, kehidupan, dan berkat-berkat  bagi  kemanusiaan, dan bagi memajukan kerajaan-Nya di seluruh bumi. “ Review and Herald, February 20, 1930.

TONGKAT GEMBALA

Roh Nubuatan mengatakan di dalam buku Patriarchs and Prophets, halaman 251, bahwa tongkat Musa itu melambangkan kuasa Allah. Tongkat gembala ialah : Kuasa Allah; domba ialah : umat Allah; tongkat gembala ialah sesuatu alat yang digunakan untuk menangkap domba. Tongkat dalam contoh ini ialah sesuatu alat yang digunakan untuk menangkap orang-orang. Apakah yang dapat diartikan daripadanya? Ia itu tidak mungkin sesuatu yang lain, selain daripada kebenaran Alkitab yang tegas yang indah dan jelas yang tidak dapat dibantah. Apabila ia itu diungkapkan, maka ia akan menghasilkan ular-ular (orang-orang), atau orang-orang yang bertobat, oleh karena reformasi. Tetapi orang-orang Mesir itu berbuat juga yang sama, karena mereka membuang ke tanah tongkatnya masing-masing, maka semua itu pun menjadi ular-ular, dan barangkali bahkan lebih banyak jumlahnya, karena setiap orang membuang tongkatnya ke tanah; tetapi semua itu adalah tiruan. Lambang-lambang dari kemunafikan (orang-orang Kristen yang tidak benar); tetapi tongkat Musa telah menelan tongkat-tongkat dari orang-orang Mesir itu. Lambang kemenangan bagi Israel yang benar. Hasilnya ialah pertentangan, tetapi Israel yang benar pada akhirnya akan menang.

Di dalam buku Testimonies, jilid 5, halaman 696 kita baca sebagai berikut: “Mereka itu sesungguhnya tidak membuat tongkat-tongkat mereka menjadi ular, melainkan oleh kekuatan magis, yang dibantu oleh penipu besar itu, yang telah membuatnya terlihat seperti ular-ular, untuk meniru pekerjaan Allah.” Lambang dari suatu Kekristenan dalam rupa saja dari orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh. Tetapi orang dapat saja mengatakan, Apa? Umat Allah dilambangkan oleh seekor ular? Mengapa tidak oleh seekor domba? Kalau saja Kristus yang rendah hati dan sederhana itu telah dilambangkan oleh ular tembaga di padang belantara yang telah ditegakkan oleh Musa bagi bani Israel supaya memandang kepadanya, lalu dapat disembuhkan dari gigitan-gigitan ular-ular ganas, maka umat Allah pun dapat saja dilambangkan juga dengan ular. Kalau saja tongkat itu telah berubah menjadi seekor domba, maka ia itu sudah akan mengacaukan lambangnya, karena mereka yang 144.000 itu tidak akan menjadi domba-domba di dalam kandang dan dipelihara oleh seseorang gembala bumi ini, melainkan sebaliknya. Karena alasan inilah ular telah digunakan sebagai lambang, yang berarti bijaksana; tidak dapat ditakut-takuti (tidak akan melarikan diri daripada apa saja : kebalikan dari domba). Mereka akan dipenuhi dengan Roh Suci, memberitakan pekabaran dan berhasil dengan kemenangan. “Maka orang-orang yang lagi tinggal dari Yakub akan berada di tengah-tengah banyak bangsa seperti setetes embun dari Tuhan, seperti siraman air hujan atas rerumputan, yang tiada menantikan orang atau harap akan anak-anak manusia. Maka orang-orang yang lagi tinggal dari Yakub akan berada di antara bangsa-bangsa Kapir di tengah-tengah banyak bangsa seperti seekor singa di antara segala binatang di hutan, seperti seekor singa muda di antara kawanan domba; yang jika ia berjalan lalu, maka ia akan menginjak-injak dan mencabik-cabik berkeping-keping, dan tak seorang pun yang akan luput daripadanya.” Mikha 5 : 7, 8.

KEMATIAN DARI ANAK SULUNG

“Dan lagi kata Musa; Demikianlah firman Tuhan, kira-kira pada tengah malam ini Aku akan keluar berjalan keliling di dalam negeri Mesir. Maka semua anak sulung di dalam negeri Mesir akan mati, dimulai dari anak sulungnya Phiraun yang akan duduk di atas tahta kerajaannya sampai kepada anak sulung hamba sahaya perempuan yang berada di balik penggilingan itu dan anak-anak sulung segala binatang pun.”  Keluaran 11 : 4, 5. “Maka jadilah pada tengah malam, bahwa dibunuh Tuhan akan segala anak sulung di dalam negeri Mesir, mulai dari anak sulungnya Phiraun yang akan menggantikan dia dalam kerajaannya sampai kepada anak sulung orang yang terbelenggu yang berada di dalam penjara dan segala anak sulung dari binatang pun ……. maka terjadilah suatu tangis yang besar di Mesir, karena tak ada satu rumah pun yang tiada terdapat orang mati di dalamnya.” Keluaran 12 : 29, 30.

Anak sulung, suatu lambang dari kelas imam-imam, yaitu yang dikemukakan di dalam Yeheskiel 9 : 6, bagian akhir yang berbunyi : “Orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah.” “Mulai dari anak sulung yang duduk di atas tahta kerajaan sampai kepada anak sulung yang di dalam penjara”, lambang dari Yeheskiel 9 : 6 berbunyi: ‘Bunuhlah semuanya baik tua maupun muda, baik hamba-hamba sahaya, maupun anak-anak kecil, dan kaum wanita : …….  Maka mulailah mereka itu terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah.” “Anak-anak sulung dari binatang-binatang” lambang dari Yesaya 63 : 18 dan 64 : 1; Bilangan 26 : 10.

“Dalam kasus dan dosanya Akhan, Allah mengatakan kepada Yusak, ‘Aku pun tidak akan lagi berada bersama-sama dengan kamu, terkecuali kamu membinasakan terkutuk itu dari antaramu.” Bagaimanakah contoh peristiwa ini diperbandingkan dengan cara yang dianut oleh orang-orang yang tidak mau mengangkat suaranya melawan dosa dan kesalahan, melainkan justru simpati mereka adalah selalu ditemukan bersama-sama dengan orang-orang itu yang mengacaukan perkemahan Israel dengan dosa-dosa mereka? Firman Allah kepada Yusak adalah, ‘Kamu tidak akan dapat tahan berdiri menghadapi musuh-musuhmu, sebelum kamu menyingkirkan perkara yang terkutuk itu dari antaramu.” Ia mengucapkan hukuman yang akan menyusul pelanggaran terhadap perjanjian-Nya ……… Maka Yusak, dan segenap Israel bersama-sama dengannya, pergi menangkap Akhan bin Zerah, dan perak, dan baju, dan peniti emas, dan anak-anaknya laki-laki, dan anak-anaknya perempuan, dan semua lembunya, dan keledainya, dan domba-domba, dan kemahnya, dan segala harta miliknya: maka dibawalah mereka itu sekaliannya ke dalam lembah Akhor. Maka kata Yusak : Mengapakah kamu mengacaukan kita? Tuhan akan mengacaukan dikau pada hari ini. Maka segenap Israel melempari dia dengan batu, lalu membakar mereka dengan api setelah sudah mereka melempari mereka itu dengan batu.” Testimonies, jilid 3, halaman 267 – 268.

“Maka firman Tuhan kepada Musa, bunyinya, Sucikanlah bagi-Ku segala anak sulung, apapun juga yang pertama keluar dari rahim di antara bani Israel, baik dari manusia maupun dari binatang; Akulah yang empunya dia,” Keluaran 13 : 1, 2. Suatu lambang dari sebuah keimammatan yang baru, dan anak sulung dari binatang melambangkan suatu jaringan bantuan, atau pemeliharaan. “Sekiranya suatu kasus seperti kasusnya Akhan terdapat di antara kita, maka banyak orang akan menuduh mempersalahkan orang-orang yang mungkin akan bertindak sebagai Yusak dalam menyelidiki kesalahan, karena alasan memiliki roh jahat yang suka mencari-cari salah. Allah tidak boleh dikacaukan, dan amaran-amaran-Nya yang dilalaikan oleh suatu bangsa yang mendurhaka tidak akan dimaafkan.” Testimonies, jllid 3, halaman 270.

PASKAH ANAK DOMBA 

“Bicarakanlah kepada seluruh perhimpunan Israel demikian : Pada hari yang kesepuluh dari bulan ini hendaklah masing-masing mereka mengambil baginya seekor anak domba menurut kaum keluarga, yaitu seekor anak domba bagi sebuah rumah tangga ……… Maka hendaklah kamu memeliharakan dia sampai kepada hari yang keempat belas dari bulan yang sama, lalu hendaklah segenap perhimpunan Israel menyembelihnya pada sore hari. Maka hendaklah mereka mengambil darahnya, dan mengebaskannya pada dua jenang dan pada ambang di atas pintu rumah, tempat di mana mereka akan memakannya …… Maka demikianlah caranya hendak kamu makan dia; dengan berikat pinggangmu, dan berkasut pada kakimu, dan tongkat pada tanganmu; maka hendaklah kamu makan dia dengan terburu-buru. Itulah paskah Tuhan ….. Maka darah itu hendaklah bagimu menjadi suatu pertanda pada rumah-rumah di mana kamu berada; maka apabila Aku melihat darah itu, Aku akan berjalan lalu daripadamu, sehingga celaka tidak akan menimpa kamu untuk membinasakan kamu, apabila Aku memalu negeri Mesir itu.” Keluaran 12 : 3 – 13.

“Semua upacara dan perayaan itu merupakan contoh-contoh dari pekerjaan Kristus. Kelepasan Israel dari Mesir merupakan sebuah objek pelajaran mengenai penebusan, yang telah dimaksudkan oleh Paskah itu untuk tetap diingat dalam ingatan, Anak domba yang disembelih, roti yang tidak beragi, berkas ikatan buah-buah pertama, melambangkan Juruselamat.” Desire of Ages, halaman 77.

 

Anak domba melambangkan Kristus  Yesaya 53 : 7.

Anak domba yang dipanggang di atas api, ialah Roh Allah. Kejadian 15 : 17; Kisah Rasul-Rasul 2 : 3; Immamat 9 : 24.

Memakan daging : Kristus adalah kehidupan kita, karena “di dalam Dia kita hidup, dan bergerak, dan memiliki keadaan kita.” Yahya 6 : 53,

Pinggang terikat : Kebenaran Allah, Firman. Epesus 6 : 14.

Kasut pada kaki : Persiapan Injil. Epesus 6 : 15.

Tongkat di dalam tangan : Pedang dari Roh. Epesus 6 : 17.

Kamu harus memakannya dengan terburu-buru : Jangan ragu-ragu, bersiaplah; pengiriman cepat. Keluaran 12 : 11.

Keluaran 12 : 34, “Maka orang banyak itu mengangkat adonan mereka sebelum ia itu beragi, dengan tempat adonan mereka terbungkus di dalam kainnya di atas bahu mereka.”

Tempat adonan ialah Alkitab. Epesus 6 : 13.

Adonan ialah Firman Allah yang terkandung di dalamnya. Yeheskiel 44 : 30 (contoh).

Tidak beragi: Firman Allah yang belum dicemarkan, dan ia itu harus dipegang dengan sedemikian ini. Wahyu 22 : 18.           

Tempat adonan di atas bahu mereka : Berbagai peralatan yang meyakinkan kamu memiliki seluruh Firman Allah senantiasa bersama denganmu. Dengan demikianlah kamu akan menjauhi diri dari Mesir. Epesus 6 : 13. “Perhambaan di Mesir melambangkan perhambaan dosa. Janji-janji kelepasan adalah janji-janji dari Injil. Kekuasaan yang diungkapkan dalam keputusan-keputusan terhadap dewa-dewa Mesir itu menunjukkan ukuran kekuatan yang disediakan bagi kelepasan dari pelayanan yang berat kepada ‘dewa dari dunia ini’. Review and Herald, January 23, 1930.

Darah pada ambang pintu adalah lambang dari “meterai”, Wahyu pasal 7; – “tanda”, Yeheskiel pasal 9 (Wahyu pasal 7 dan Yeheskiel pasal 9 ialah tanda atau meterai yang sama). Lihat buku Testimonies to Ministers, halaman 445.

Darah yang dipakai pada ambang pintu menunjukkan, bahwa meterai, atau tanda itu dengan mana mereka yang 144.000 itu dimeteraikan, akan kelak dapat dilihat.

“Ambang pintu” dan “dahi” keduanya mempunyai arti yang sama. Kami tidak bermaksud untuk mengatakan, bahwa itu adalah suatu cap merek tertentu yang dapat dilihat, atau tanda pada dahi-dahi mereka, melainkan sebuah “meterai” tabiat, peserta, atau peraturan; standard ukurannya ialah Firman Allah yang murni. Demikianlah mereka menggunakan darah pada ambang pintu, sehingga saudara-saudaranya di dalam sidang dapat menyadari akan adanya sesuatu perubahan.

Orang-orang yang boleh memperoleh meterai itu ialah mereka yang berkeluh kesah dan menangis karena segala kekejian (dosa-dosa) yang dilakukan di dalam sidang. Tetapi jika seseorang ikut mengambil bagian serta mencoba untuk menutup-nutupi kejahatan yang ada di dalam sidang, maka mereka akan dibiarkan tanpa meterai. Bacalah buku Testimonies, jilid 5, halaman 207 – 212; Testimonies, jilid 3, halaman 266.

  LAUT MERAH

Laut Merah melambangkan Yesaya pasal 63. Edom berarti “merah”. “Edom” ialah Esau, saudara kembar dari Yakub. Namanya dirubah menjadi Edom karena ia telah menjual hak kesulungannya untuk mendapatkan semangkok “kacang merah“, dan Esau sendiri pun adalah merah, maka sebab itu kita mempunyai Laut Merah, manusia merah, kacang rebusan merah. Bacalah ESAU dan YAKUB, Bab 3.

“Laut”, ialah sebuah lambang dari “orang banyak”. Wahyu 17 : 15.

Phiraun dan bala tentaranya : Para penghasut utama melawan reformasi. “Mesir telah mengembangkan sebuah organisasi agama yang rumit. Ia bangga karena lembaga-lembaga agamanya; ia meremehkan umat Israel ini yang tidak berbakti sesuai dengan agama yang sudah dikenal, dan yang kini, di bawah pekabaran reformasi yang dihotbahkan oleh Musa, mereka sedang mengambil pendirian yang lebih lengkap lagi untuk mewakili kebenaran dan hukum Yehovah.” Review and Herald, January 23, 1930.

Bozrah : Kandang domba (sidang). Mikha 2 : 12; Yesaya 34 : 6.

Orang-orang Edom : Orang-orang yang menjual hak kesulungan mereka untuk memuaskan napsu selera lidahnya. Mereka menjadikan perut mereka sebagai dewanya; pelanggar-pelanggar reformasi kesehatan. Untuk penjelasan selanjutnya lihat Bab V di bawah judul “Menderita demi karena umat-Nya“.Perhambaan di Mesir melambangkan perhambaan dosa. Janji-janji kelepasan adalah janji-janji dari Injil. Kekuasaan yang diungkapkan dalam keputusan-keputusan terhadap dewa-dewa Mesir itu menunjukkan ukuran kekuasaan yang disediakan bagi kelepasan dari pekerjaan berat kepada “dewa dunia ini.” Kemenangan yang gemilang di Laut Merah itu membayangkan kemenangan yang dijaminkan kepada anak Allah yang berharap.” Review and Herald, January 23, 1930.

GUNUNG SINAI

“Dalam bulan ketiga setelah bani Israel keluar dari Mesir, pada hari yang sama itu pun sampailah mereka ke dalam padang belantara Sinai.” ….. “Maka Allah mengucapkan segala firman ini, bunyinya: Akulah Tuhan Allahmu, yang telah menghantarkan kamu keluar dari negeri Mesir, dari dalam rumah perhambaan itu. Janganlah ada padamu dewa-dewa yang lain di hadapan-Ku.” Keluaran 19 : 1; 20 : 1 – 3. Di sinilah di mana jangka waktu 430 tahun itu berakhir, dimulai dengan Ibrahim keluar dari Ur. Patriarchs and Prophets, halaman 760. Di sinilah di mana Musa telah mengorganisir sebuah sidang, pada waktu ia mengangkat tujuh puluh tua-tua, dan di mana Allah telah berbicara sendiri kepada orang banyak itu. Pengalaman di Sinai itu adalah melambangkan reorganisasi sidang, — yaitu Allah sendiri yang akan mengawasi kawanan domba itu. Kita baca di dalam buku Testimonies, jilid 5, halaman 80 sebagai berikut : ”Kita telah cenderung untuk berpikir, bahwa di mana tidak terdapat pendeta-pendeta yang setia, maka tidak mungkin akan terdapat orang-orang Kristen yang sejati; tetapi ini bukanlah persoalannya. Allah telah berjanji, bahwa di mana gembala-gembala didapati tidak benar, maka Ia akan mengawasi sendiri kawanan domba itu. Allah tidak pernah membiarkan kawanan domba sepenuhnya bergantung kepada alat-alat manusia. Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sedang datang dengan segeranya. Allah hendak memiliki suatu umat yang suci dan benar. Dalam penyaringan besar yang tak lama lagi akan datang itu, kita kelak akan lebih mampu untuk mengukur kekuatan Israel.”

NAMA BARU DIBERIKAN KEPADA SIDANG

“Dan kepada malaikat sidangnya orang-orang Laodikea tuliskanlah; ………. Aku tahu segala perbuatanmu, bahwa engkau dingin tidak panaspun tidak, Aku mengingini engkau dingin atau panas. Maka sebab itu oleh karena engkau adalah suam, dan dingin tidak panas pun tidak, maka Aku hendak meludahkan kamu keluar dari dalam mulut-Ku.” Wahyu 3 : 14 – 16. Perhatikanlah, bahwa adanya nama yang sekarang — “Masehi Advent Hari Ketujuh” ialah dengan bersyarat, atau sebaliknya nama itu akan diludahkan keluar dari dalam mulut-Nya. “Maka segala orang Kapir akan menyaksikan kebenaranmu, dan segala raja akan kemuliaanmu, maka kamu akan dipanggil dengan suatu nama yang baru yang akan disebut oleh mulut Tuhan.” Yesaya 62 : 2. “Maka kamu akan meninggalkan namamu sebagai suatu kutuk bagi umat pilihan-Ku (mereka yang 144.000 itu); karena Tuhan Allah akan memalu kamu, dan Ia akan memanggil hamba-hamba-Nya dengan suatu nama yang lain.” Yesaya 65 : 15 Bacalah buku Testimonies to Ministers, halaman 300.

Di sinilah di mana nubuatan Yesaya yang terdapat di dalam pasal 52 : 1, akan kelak digenapi : “Bangunlah, bangunlah, kenakanlah kuatmu, hai Sion; kenakanlah pakaian-pakaian perhiasanmu, hai Yerusalem, kota suci. Karena mulai dari sekarang tiada lagi akan masuk ke dalammu barang seorang kuluppun atau yang najis.” Juga bacalah Yesaya pasal 4. Zepanya 3 : 13 berbunyi : “Yang lagi tinggal dari Israel itu tidak akan lagi berbuat kejahatan, ataupun berbicara bohong; suatu lidah penipu pun tidak akan lagi ditemukan di dalam mulut mereka; karena mereka akan makan dan berbaring dengan sentausa, dan tidak seorang pun yang akan membuat mereka takut.”

“Yang lagi tinggal dari Israel itu tidak akan lagi berbuat kejahatan.” Nubuatan ini belum pernah menemui kegenapannya sepanjang sejarah gereja, karena selalu ada terdapat kekejian di tengah-tengah sidang; namun kita hendaknya bersyukur kepada Allah untuk janji-Nya yang penuh murah hati ini bagi kita. Gulungan surat sedang terus terbuka. Maukah kita berdoa kepada Allah agar kita tidak jatuh dalam perjalanan yang berkelok-kelokan? “Dengan bersenjatakan kelengkapan kebenaran Kristus, maka sidang akan memasuki perjuangannya yang terakhir. ‘Indah bagaikan bulan, cerah bagaikan matahari, dan hebat bagaikan sebuah bala tentara dengan panji-panjinya’, sidang akan maju terus ke seluruh dunia dengan kemenangan dan untuk memenangkan.” Prophets and Kings, halaman 725.

  APAKAH ANGKA BILANGAN DARI ISRAEL?

Telah dijelaskan bahwa Israel jasmani adalah merupakan sebuah gambar photo dari Israel yang dijanjikan itu. Dalam pergerakan exodus itu semua suku bangsa itu telah keluar meninggalkan Mesir. Jika ini merupakan sebuah gambar photo dari Israel yang dijanjikan itu, maka seluruh dua belas suku bangsa harus juga keluar sekarang. Dua belas suku bangsa harus melepaskan diri dari kehancuran yang diramalkan dalam Yeheskiel pasal 9 (kematian dari anak-anak sulung), dan Yesaya pasal 63 (Laut Merah).  Angka bilangan mereka itu telah dikatakan berjumlah 12.000 orang dari setiap suku bangsa, menjadi sejumlah 144.000 orang. Untuk alasan bahwa mereka telah berjalan melewati pengalaman yang sama seperti yang dialami Israel kuno yang lalu, maka mereka (144.000 itu) menyanyikan sebuah nyanyian Musa dan Anak Domba yang baru. Lalu teringatlah ia kepada zaman dahulu. Musa dan semua pengikutnya, sambil mengatakan ‘Dimanakah Dia yang telah menghantarkan mereka itu naik dari laut bersama-sama dengan pengembala kawanan domba-Nya? Dimanakah Dia yang telah menaruh Roh Suci-Nya di dalam hatinya, yang telah menghantarkan mereka itu oleh tangan kanan Musa dan lengan-Nya yang mulia, yang telah memecahkan air di hadapan mereka itu, untuk membuat diri-Nya sendiri suatu nama yang kekal, yang menghantarkan mereka itu melintasi samudera yang dalam, seperti halnya seekor kuda di padang belantara, sehingga mereka itu tidak terantuk kakinya? Sebagai seekor binatang turun ke dalam lembah. Roh Tuhan membuatnya istirahat; demikianlah Engkau telah menghantarkan umat-Mu untuk membuat bagi diri-Mu sendiri suatu nama yang mulia.” Yesaya 63 : 11 – 14. Kata-kata Firman ini tidak mungkin menunjuk kepada rombongan yang lain selain daripada rombongan yang sedang kita bicarakan di sini.

TERDIRI DARI SIAPAKAH MEREKA YANG SISA ITU?

Definisi dari “mereka yang sisa” adalah : Yang tertinggal setelah pemisahan, pemindahan, atau kerusakan daripada suatu bagian. (Standard Dictionary). Permulaan dari sidang Kristus di zaman rasul-rasul bukanlah berupa sebuah “gulungan kain” yang besar yang baru saja dibuka, kemudian gulungannya menjadi makin kecil dan kecil sepanjang zaman, lalu kini, pada akhir dari sejarah sidang tinggal hanya bagian yang terkecil, atau yang masih tersisa. Tetapi sebaliknya sidang sejak mulanya justru berupa kain yang baru mulai digulung ke kayunya, sehingga sejak mulanya masih kecil sekali gulungannya. Ia itu terus digulung dan digulung, dan terus ditambah sepanjang zaman, lalu pada sejarah sidang yang terakhir sekali ia itu merupakan suatu yang tersisa. “Yang sisa” menunjukkan suatu bagian yang sangat kecil, suatu pecahan, atau sesuatu yang kecil. Tuhan mengatakan penuaian itu adalah pada akhir dunia: malaikat-malaikat adalah para pemetik. Pemetikan akan dilaksanakan. “Penuaian” berarti suatu pemungutan hasil; mengumpulkan, menyimpan, atau memasukkan ke dalam lumbung. Sesuai dengan ini penuaian tak dapat tiada adalah sesuatu yang tersisa, namun agak berlawanan, karena pada penuaian kita mengumpulkan yang terbanyak.

Israel yang sisa itu harus berupa sesuatu yang lain daripada apa yang umumnya kita sangka, karena “yang sisa” ialah sebagian yang kecil, atau bagian yang tertinggal setelah suatu kehancuran. Kehancuran ialah kegoncangan yang kuat, atau masa penyaringan, yaitu pemisahan dalam dua kelas di dalam sidang (pemeteraian mereka yang 144.000 itu) sebagaimana dinubuatkan di dalam Yeheskiel pasal 9 dan Yesaya pasal 63. Orang-orang yang luput itulah “mereka yang sisa” itu. Alkitab tidak ada memberikan definisi lain untuk kata-kata “yang sisa”, selain apa yang diberikan di sini. Lihat Immamat 5 : 13; 2 Raja-Raja 19 : 4; Yesaya 37 : 4; Ezra 9 : 8; Yesaya 1 : 9; 11 : 11; 16 : 14; Yeremiah 44 : 28; Yeheskiel 6 : 8; Yoel 2 : 32; Rum 11 : 5; Wahyu 11 : 13.

Di dalam Yesaya pasal 11 ada tercatat peristiwa yang sama yang akan kami coba menjelaskannya di sini. Dalam ayat sebelas kita baca mengenai yang sisa itu yang sedang kita bicarakan. Bunyinya sebagai berikut : “Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan mengangkat tangan-Nya kembali pada kedua kalinya untuk menerima kembali umat-Nya yang sisa, yang akan didapati tertinggal. Yesaya 11 : 11. Buku Early Writings, halaman 270 berbunyi: “Saya menanyakan arti dari pada kegoncangan itu yang telah saya saksikan, maka telah ditunjukkan kepada saya bahwa itu akan ditimbulkan oleh kesaksian yang tegas yang disampaikan oleh nasehat dari Saksi Yang Benar itu kepada orang-orang Laodikea. Ini akan membawa pengaruh pada hati pendengarnya, dan akan memimpin orang itu untuk meninggikan standard ukuran dan menyampaikan kebenaran yang tegas. Sebagian orang tidak mau menerima kesaksian yang tegas ini. Mereka akan bangkit melawannya, dan inilah yang menimbulkan suatu kegoncangan di antara umat Allah.”

Yesaya 11 : 12 bagian pertama berbunyi : “Maka ia akan menegakkan suatu tanda bagi segala bangsa.” Kembali kita baca di dalam Yesaya 66 : 19 sebagai berikut: “Maka Aku akan menetapkan suatu tanda di antara mereka itu, dan Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari mereka itu kepada segala bangsa.” Pasal 63 memiliki petunjuk yang sama dengan Yesaya pasal 59, sebagian dari ayat 19 dikutip di sini sebagai berikut: “Demikianlah mereka akan takut akan nama Tuhan dari sebelah barat, dan kemuliaannya dari sebelah timur.” “Tanda” itu adalah luas dari timur sampai ke barat, dan mempunyai arti bagi seluruh dunia. “Kebinasaan” adalah “tanda” dan contoh bagi segala bangsa, dan “yang sisa” ialah mereka yang tertinggal (144.000 itu). Sesudah ini kita mendapatkan “Seruan Keras” (penuaian) sebagai berikut : “Mereka yang sampai pada setiap titik, dan tahan menghadapi setiap ujian, dan menang, dengan berapapun juga harganya, mereka telah mematuhi nasehat dari Saksi Yang Benar itu, maka mereka akan memperoleh hujan akhir, lalu dengan demikianlah mereka disiapkan bagi pengobahan.” Testimonies, jilid 1, halaman 187. “Tetapi katanya, Jangan; supaya jangan sementara kamu mengumpulkan lalang-lalang itu, kamu mencabuti juga gandum sertanya. Biarkanlah keduanya bertumbuh bersama-sama sampai kepada penuaian; maka pada masa penuaian Aku akan mengatakan kepada para pemetik itu, Kumpulkanlah dahulu lalang-lalang itu, dan ikatkanlah semuanya berberkas-berkas untuk dibakar; tetapi kumpulkan gandum itu ke dalam lumbungku.” Matius 13 : 29, 30.

Pengertian yang sama ini pun ditunjang di dalam tulisan buku Patriarchs and Prophets, halaman 541 sebagai berikut : ”Pesta perayaan Tabernakel bukan hanya bersifat peringatan, tetapi juga merupakan lambang. Ia itu tidak saja menunjuk ke belakang kepada pengembaraan di padang belantara, melainkan juga sebagai pesta penuaian ia merayakan pengumpulan hasil-hasil bumi, dan ia menunjuk ke depan kepada hari besar pengumpulan yang terakhir, apabila tuaian-Nya sudah masak, Ia akan mengutus para pemetiknya untuk mengumpulkan lalang-lalang secara berberkas-berkas untuk dibakar, dan untuk mengumpulkan gandum ke dalam lumbungnya. Pada waktu itulah orang-orang jahat semuanya akan dibinasakan.” (Mereka yang di luar sidang).

Perhatikanlah bahwa pemisahan itu terjadi tepat pada permulaan dari penuaian; juga bahwa lalang-lalang itu adalah pertama sekali dikumpulkan. Pemisahan itu menandai permulaan dari penuaian. Penuaian ialah seruan keras dari pekabaran malaikat yang ketiga. (Wahyu 18 : 1). Dalam masa penuaian ini rombongan besar orang banyak itu (Wahyu 7 : 9) dengan pelepah kurma di dalam tangan mereka akan dikumpulkan. Sementara rombongan besar orang banyak ini dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam lumbung-Nya, maka para penuai mengikat orang-orang jahat berberkas-berkas (dipisahkan, atau tersendiri terpisah dari sidang) bagi murka Allah. Lihatlah Wahyu 14 : 19.

AWAN PADA SIANG HARI —

API PADA MALAM HARI

“Maka Tuhan berjalan di depan mereka itu pada siang hari di dalam sebuah tiang awan untuk menghantarkan mereka itu di jalan; dan pada malam hari di dalam sebuah tiang api, untuk menerangi mereka; supaya dapat mereka itu berjalan baik siang baik malam. Tiada dilalukan-Nya tiang awan itu pada siang hari atau tiang api itu pada malam hari, dari hadapan mereka itu.” (Bukanlah Musa yang telah memimpin Israel keluar dari Mesir melainkan tiang awan yang telah berjalan di depan orang banyak itu) “Maka Tuhan telah berjalan di depan mereka itu …….. untuk menghantarkan mereka di jalan ….. supaya mereka berjalan baik siang baik malam. Tiada dilalukan-Nya tiang itu ……. dari hadapan mereka itu.” Keluaran 13 : 21, 22. Menurut tulisan 1 Korinthi 10 : 4, di dalam tiang awan ini pada siang hari dan tiang api pada malam hari terdapat Kristus sendiri : “Dan sekaliannya telah minum minuman rohani yang serupa; karena mereka itu telah minum dari pada Batu rohani itu yang telah mengiringi mereka: maka Batu itulah Kristus.” Jadi, kita lihat bahwa Tuhan sendiri yang membawa Israel keluar, dan bukan Musa. Baik orang banyak itu maupun Musa telah mengikuti awan itu. Semua yang Musa lakukan ialah menyampaikan kepada orang banyak itu kata-kata firman dan petunjuk-petunjuk yang diperolehnya dari Tuhan.

Ini adalah pengalaman dari Israel badani, yang kita sebut sebagai sebuah gambaran photo dari Israel yang dijanjikan itu. Jika ini benar, maka mereka yang 144.000 itu harus juga menjalani pengalaman yang sama dengan cara keluar meninggalkan keduniawian (Mesir). Testimonies, jilid 5, halaman 80 berbunyi : “Allah telah berjanji, bahwa dimana para gembala didapati tidak benar, maka Ia akan mengawasi kawanan domba itu sendiri.” Buku Patriarchs and Prophets, halaman 283 berbunyi : “Di dalam salah sebuah bagian yang terindah dan yang menghiburkan hati dari nubuatan Yesaya, telah ditunjukkan kepada tiang awan dan tiang api yang melambangkan pengawasan Allah terhadap umat-Nya dalam perjuangan mereka yang terakhir melawan kuasa-kuasa kejahatan : ‘Tuhan akan menciptakan di atas setiap tempat tinggal di Gunung Sion, dan di atas segala perhimpunannya, sebuah awan dan asap pada siang hari, dan cahaya dari sebuah api yang bernyala-nyala pada malam hari; karena di atas semua kemuliaan akan menjadi suatu tudungan. Dan akan ada sebuah tabernakel untuk menjadi tempat berteduh dari panas matahari pada siang hari, dan bagi sebuah tempat berlindung, dan bagi sebuah tempat persembunyian dari angin ribut dan dari hujan.” Demikianlah gambaran tentang Israel yang merupakan sebuah gambaran photo yang ditunjang baik oleh Alkitab maupun oleh Roh Nubuatan.

YUSUF, LAMBANG DARI KRISTUS

Yusuf berdiri sebagai suatu lambang yang sempurna dari Kristus. Pertama sekali, nama “Yusuf” adalah berarti “ia akan menambahkan”. Demikianlah Kristus telah menambahkan keluarga manusia kepada keluarga samawi. Kalau saja ada tercatat sesuatu dosa melawan Yusuf, maka ia itu sudah akan mengacaukan contoh, sebab Kristus bukanlah seorang berdosa. Yusuf telah dicintai oleh ayahnya melebihi semua saudaranya. Tentang Kristus kita baca di dalam Iberani 1 : 9 “Engkau telah mencintai kebenaran, dan membenci kejahatan; mengurapi kamu dengan minyak kesukaan di atas segala temanmu.”

Yusuf telah diutus turun ke Mesir untuk memeliharakan kehidupan saudara-saudaranya selama tujuh tahun bela kelaparan. Demikian pula halnya Kristus telah turun untuk memeliharakan kehidupan saudara-saudara-Nya di dalam dunia berdosa ini, dalam Tarikh Masehi.

Yusuf telah dijual kepada orang-orang Ishmael, yaitu keturunan-keturunan dari Ishmael, benih Ibrahim yang lahir menurut keinginan daging. Demikian pula Kristus telah dijual kepada para imam, yaitu keturunan-keturunan dari Ibrahim, (Israel badani).

Yusuf telah menjadi gubernur, dan tak ada seorang pun yang dapat mengangkat tangan atau kaki di dalam seluruh negeri Mesir tanpa sepengetahuan Yusuf. Demikian pula halnya Kristus adalah gubernur atas seluruh dunia (Mesir), maka tak seorang pun dapat mengangkat tangan atau kaki tanpa sepengetahuan Kristus.

Karena hanya ada seorang yang melebihi Yusuf, yaitu Phiraun, maka demikian pula hanya ada seorang di atas Kristus, yaitu Allah, Bapa.

Yusuf adalah berumur 30 tahun sewaktu ia menjadi gubernur; Kristus berumur 30 tahun sewaktu Ia diurapi.

Sebagaimana Yusuf telah mengawini puteri dari seorang imam penyembah berhala, maka demikian pula Kristus mengawini sidang-Nya yang telah dibentuk terdiri dari bangsa-bangsa penyembah berhala.

Sebagaimana Yusuf telah mengumpulkan gandum selama tujuh tahun berkelimpahan ke dalam rumah-rumah perbendaharaan untuk memberi makan kepada dunia dalam tujuh tahun masa kelaparan, demikian itu pula Kristus telah mengumpulkan Firman Allah selama masa Wasiat Lama ke dalam rumah perbendaharaan besar (Alkitab) untuk memberi makan kepada dunia dalam masa Wasiat Baru. Orang mungkin saja mengatakan, bahwa Wasiat Baru itu datang dalam masa Tarikh Masehi. Benar, tetapi Wasiat Baru itu adalah hanya kegenapan dari yang Lama.

Kalau saja Yusuf tidak jadi gubernur Mesir sebelum permulaan dari tujuh tahun masa kelimpahan itu, maka itu sudah akan mengacaukan pengertiannya, dan contoh ini kelak tidak akan mungkin dapat menunjukkan, bahwa Kristus telah memerintah jauh sebelum sejarah dunia dimulai. Jadi demikianlah kita saksikan Yusuf sebagai suatu lambang yang sempurna dari Kristus.

PHIRAUN, LAMBANG DARI PARA PEMIMPIN

Phiraun yang telah menaruh hormat kepada Yusuf adalah suatu lambang yang sempurna dari kepemimpinan sidang dari rasul-rasul di bumi. Kalau saja Phiraun bukan seorang Mesir, maka itu sudah akan mengacaukan lambang ini. Mesir, sebagai suatu lambang dari dunia, menunjukkan suatu kepemimpinan di bumi yang diambil dari dunia. Kalau saja Phiraun tidak menaruh hormat kepada Yusuf melebihi setiap orang yang ada di Mesir, atau kalau saja ia tidak memerintahkan orang-orang Mesir itu untuk pergi kepada Yusuf untuk memperoleh gandum, maka ini sudah akan mengacaukan lambang dari kepemimpinan sidang di zaman rasul-rasul, karena mereka itu meninggikan dan menghormati Kristus melebihi setiap orang di seluruh dunia, juga mereka menganjurkan kepada semua orang Kapir untuk pergi kepada Kristus sebagai pemberi hidup mereka.

Jika Phiraun yang pertama merupakan lambang yang sempurna dari kepemimpinan sidang di zaman rasul-rasul, maka kita harus menerima Phiraun yang terakhir yang tidak mengenal Yusuf itu sebagai suatu lambang yang sempurna dari kepemimpinan sidang yang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpin mereka. Testimonies, jilid 5, halaman 217 berbunyi: “Sidang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpinnya, dan sedang terus menerus mundur menuju Mesir.” Demikianlah Israel yang benar itu (mereka 144.000 itu) telah menjadi budak-budak di bawah perhambaan Mesir (dosa-dosa di dunia). “Perhambaan di Mesir melambangkan perhambaan dosa.” Review and Herald, January 23, 1930. “Maka bunyi kecapi, dan dandi, dan rebana, dan bangsi, dan air anggur terdengar di dalam segala perjamuan mereka itu : tetapi tiada diindahkannya perbuatan Tuhan, dan tiada dipandangnya akan perbuatan tangan-Nya. Maka sebab itu umat-Ku akan masuk dalam tawanan, sebab mereka tidak memiliki pengetahuan; dan segala orang mulia mereka itu akan kelaparan, dan orang banyak mereka itu akan kekeringan karena kehausan.” Yesaya 5 : 12, 13.

Israel sebagai contoh dari pergerakan Advent ini bukanlah suatu pendapat baru yang baru saja dipikirkan di dalam pelajaran ini. Seluruh gereja memang percaya demikian, karena kita baca di dalam Review and Herald terbitan 10 Oktober 1929 pernyataan-pernyataan berikut ini adalah : “Sementara pergerakan exodus yang dahulu itu merupakan suatu pergerakan besar, maka pergerakan advent yang kedua akan kelak jauh lebih besar lagi. Allah akan membawa keluar suatu umat, bukan hanya dari satu bangsa saja melainkan dari setiap bangsa yang ada di bawah langit, dan Ia akan menghantarkan mereka itu masuk ke dalam Kanaan Samawi. Pergerakan advent ini, yang mana telah dilambangkan oleh pergerakan exodus yang dahulu itu, kita percaya telah diramalkan dalam nubuatan dalam bahasa yang menggemparkan sebagai berikut: “Akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan kembali mengangkat tangan-Nya pada kedua kalinya untuk menyambut umat-Nya yang sisa, yang akan didapati tertinggal, ‘Akan ada suatu jalan raya bagi umat-Nya yang sisa; …….. sama seperti bagi Israel di masa lalu, pada hari ia keluar dari negeri Mesir.’ Yesaya 11 : 16.”

Kata “contoh” atau “lambang” sama maksudnya dengan kata “gambaran photo”. Photo yang pertama sekali diciptakan adalah disebut “contoh timah”. Demikianlah kita memperoleh pengesahan dari gereja, bahwa “Israel badani” ialah sebuah gambaran photo dari Israel yang dijanjikan (mereka 144.000 itu). Sebagaimana Allah memanggil Israel keluar dari Mesir di masa lalu, maka demikian pula di waktu ini, Allah sedang memanggil umat-Nya keluar dari perkara-perkara dunia yang tidak penting dan keduniawian, untuk menjadi suatu umat yang tersendiri yang istimewa bagi hormat dan kemuliaan-Nya. Ini bukanlah berarti suatu pergerakan yang lain, melainkan berarti bahwa Allah akan berurusan dengan seluruh badan, maka barangsiapa yang luput ialah Israel, yaitu mereka yang 144.000 itu.

Mengutip Review and Herald, May 1, 1930 sebagai berikut : “Setiap perkara yang jahat harus digoncangkan dari pergerakan ini. Demikianlah halnya dalam pergerakan exodus yang lalu. Bilamana terdapat dosa di antara orang banyak itu, maka Tuhan tidak melepaskan pergerakan itu yang telah dipimpin-Nya keluar dari Mesir lalu memulai lagi sesuatu pergerakan yang lain. Ia tidak memanggil orang-orang percaya itu keluar, melainkan Ia menggoncangkan mereka yang tidak percaya keluar dari pergerakan (oleh kebinasaan yang menyebabkan kematian mereka). Ia menyucikannya dengan cara menyingkirkan daripadanya setiap unsur yang tidak berhubungan dengan pergerakan yang sedang dipimpin-Nya sesuai dengan janji-Nya. Dengan satu dan lain alasan, ketidakpercayaan dan kekacauan keluar, sebaliknya pergerakan itu sendiri terus maju.”

Jika pergerakan exodus itu memang merupakan gambaran photo yang benar, maka periode 430 tahun yang berkaitan dengan Israel yang dahulu tak dapat tiada harus seimbang dengan suatu periode sedemikian itu di waktu ini.

 430 TAHUN PERANTAUAN DAN PENDERITAAN

Periode 430 tahun perantauan dan penderitaan oleh Ibrahim, Ishak, dan Israel, yang terhitung semenjak Ibrahim keluar dari Ur, jatuh bertepatan dengan sejarah kita semenjak dari Reformasi oleh Luther sampai kepada pemeteraian Israel yang dijanjikan itu (mereka yang 144.000). Mengutip buku Patriarchs and Prophets, halaman 760 sebagai berikut : “Jangka waktu yang sesungguhnya yang dihabiskan di Mesir mungkin hanya kira-kira 215 tahun. Alkitab mengatakan bahwa ’perantauan bani Israel adalah 430 tahun. Ibrahim, Ishak, dan Yakub, para leluhur dari Israel, adalah perantau-perantau di Kanaan. Periode 430 tahun itu terhitung semenjak janji diberikan kepada Ibrahim pada walau Ia diperintahkan untuk meninggalkan Ur di Kasdim. Jangka waktu 400 tahun dari Kejadian 15 : 13 itu terhitung sejak suatu periode terkemudian. Perhatikan bahwa periode 400 tahun itu bukan hanya suatu masa perantauan, melainkan juga penderitaan. Hal ini, sesuai dengan Injil, harus dihitung sejak dari tiga puluh tahun kemudian yaitu kira-kira pada waktu Ishmael, yaitu dia yang telah dilahirkan menurut kehendak daging itu, menganiaya Ishak yang telah lahir oleh kehendak Roh.’ Galati 4 : 29.”

Paulus, di dalam Galati 3 : 15 – 17 mengatakan, bahwa semenjak dari perjanjian dibuat dengan Ibrahim sampai kepada turunnya hukum di Sinai ada 430 tahun. Jadi dari kata-kata Injil ini kita tidak akan mengerti bahwa orang-orang Israel itu berada di Mesir 400 tahun lamanya. Lihat Keluaran 12 : 40. Sesuai dengan ini 430 tahun itu dimulai dengan Ibrahim keluar dari Ur, dan berakhir dengan Gunung Sinai. Akibatnya kita harus memikirkan seluruh periode itu, dimulai dengan Ibrahim yang memiliki suatu masa yang tetap dari kondisi-kondisi tertentu yang ada. Pada permulaan dari 430 tahun itu penyembahan berhala merajalela di mana-mana, maka Ibrahim sendiri yang telah dipanggil keluar. Demikianlah kondisi kerohanian yang menandai permulaan dari periode nubuatan itu dalam contohnya. Jadi demikian itu pula permulaan daripada masa contoh saingannya harus ditandai dengan suatu masa dari kondisi kerohanian yang rendah. Di masa Martin Luther kita mendapatkan terulangnya kembali pengalaman Ibrahim itu secara tepat, karena di masa Luther kegelapan rohani dan penyembahan berhala merajalela di mana-mana. Ibrahim adalah suatu lambang yang cocok untuk Luther.

Ibrahim telah dipanggil Allah melalui ucapan kata-kata, Luther dipanggil secara tertulis. Ibrahim adalah bapa daripada iman; demikian pula Luther. Doktrin yang diajarkan oleh Luther ialah “orang benar akan hidup oleh iman“. Jika ini benar, maka 430 tahun itu dalam sejarah kita dimulai dengan Luther. Kira-kira dalam tahun 1500 Tarikh Masehi, Luther telah menemukan di dalam perpustakaan Universitas Urfurt sebuah Alkitab berbahasa Latin, dan ia sangat bergembira karena buku itu berisikan jauh lebih banyak daripada hanya kutipan-kutipan yang biasa dipakai. Demikianlah Allah, oleh perantaraan firman-Nya telah memanggil Luther keluar dari Romawi Kepausan.

Kita pertama-tama memperoleh suatu jangka waktu 400 tahun, lalu kemudian ia itu diperluas sampai 430 tahun. Oleh sebab itu kita mempunyai 30 tahun untuk pertama sekali dibicarakan. Telah ditegaskan bahwa jangka waktu tiga puluh tahun itu berakhir pada waktu kira-kira Ishmael menganiaya Ishak. Sesuai dengan ini, maka kira-kira pada tahun 1530 TM sesuatu harus dapat disampaikan. Apakah yang telah jadi dalam tahun 1530 yang lalu? Pernyataan Augsburg : yaitu sebuah dokumen yang disusun oleh Luther yang telah disampaikan oleh orang-orang Protestan di Dewan Perwakilan Augsburg kepada Kaisar Charles V dan Dewan, dan karena ditanda-tangani oleh negara-negara bagian protestan ia itu telah diterima sebagai peraturan kepercayaan mereka, dan mereka telah memprotes melawan Paus. Ini jadi bertepatan dengan Sarah memprotes melawan Hagar dan Ishmael sewaktu mereka meninggalkan rumah Ibrahim, dan jaminan terhadap ucapan janji yang telah dibuat kepada Ishak. Sebagaimana Sarah memprotes melawan Hagar dan Ishmael, maka demikian pula orang-orang Protestan telah memprotes melawan pemerintahan kepausan. Ini adalah sama tepatnya dengan apa yang harus akan jadi dalam tahun 1530 TM yang lalu untuk mencocokkan peristiwa nubuatan yang berlaku.

Pada waktu Ishak dianiaya oleh Ishmael, ia (Ishak) berumur lima tahun, dan pada waktu Yakub lahir Ishak berumur 60 tahun. Oleh sebab itu kita menambahkan 55 tahun kepada tahun 1530 akan membawa kita ke tahun 1585 TM. Penjelasan mengenai jangka waktu periode ini akan diberikan kemudian. Semenjak dari kelahiran Yakub sampai kepada waktu Israel pergi masuk ke Mesir ada 130 tahun. Dengan menambahkan angka ini kepada 1585 kita akan memperoleh tahun 1715 TM. Penjelasan mengenai jangka waktu periode ini pun akan diberikan kemudian. Semenjak dari Israel pergi memasuki Mesir sampai kepada kelahiran Musa ada 135 tahun. Dengan menambahkan ini kepada tahun 1715 akan membawa kita ke tahun 1850 TM. Periode ini ditandai oleh kelahiran Musa, yang telah merupakan suatu harapan, seorang pelepas, bagi Israel.

Apakah yang terjadi dalam tahun 1850? Kesaksian yang pertama telah ditulis bagi sidang dan telah dialamatkan “Kepada Mereka yang akan Memperoleh Meterai dari Allah Yang Hidup”. Tertanda, E. G. White. Jadi kelahiran Musa, harapan dari Israel badani itu, jatuh bertepatan waktu dengan kelahiran dari tulisan kesaksian yang pertama bagi sidang, yaitu harapan dari Israel yang dijanjikan itu, mereka yang 144.000 itu. Demikianlah kita saksikan suatu kesamaan yang sempurna antara contoh dengan contoh saingannya. Bacalah Buku Origin and Progress of Seventh-day Adventists, halaman 749.

Musa pada umur 40 tahun telah mencoba untuk melepaskan Israel, dan ia telah gagal. Dengan menambahkan 40 tahun kepada 1850, maka kita akan mendapatkan 1890 TM. Apakah yang telah jadi pada tahun ini? Pernyataan berikut ini telah diucapkan oleh Nyonya White dalam tahun 1892 sebagai berikut: Kalau saja umat Allah telah pergi bekerja sebagaimana mereka seharusnya sudah pergi bekerja segera setelah pertemuan Minneapolis pada tahun 1888 itu, maka dunia sudah akan selesai diberi amaran dalam dua tahun dan Tuhan sudah akan datang.” General Conference Bulletin, 1892. (Petunjuk ini telah diberikan kepada kami oleh seorang pendeta Masehi Advent Hari Ketujuh di Los Angeles, California). Kira-kira pada waktu yang sama (1890), National Religious Liberty (Kebebasan Agama Nasional) telah dibentuk oleh gereja. Demikianlah usaha percobaan dan kegagalan dari pengalaman Musa untuk memerdekakan Israel dari perhambaan Mesir telah jatuh bertepatan waktu dengan pembentukan badan kebebasan Agama, dan umat Allah telah gagal untuk melaksanakan tugasnya. “Assosiasi Kebebasan Agama Nasional telah dibentuk pada 21 Juli 1889.” Origin and Progress of SDA, halaman 752.

Empat puluh tahun kemudian Musa telah dipanggil dan diutus kembali ke Mesir dan memerdekakan Israel dari perhambaan Mesir. Dengan menambahkan 40 kepada 1890, maka kita akan mendapatkan 1930. Periode ini akan ditandai oleh suatu reformasi dan pembersihan sidang, menggenapi Maleakhi pasal 3, dan Yeheskiel pasal 9. “Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan mengangkat tangan-Nya kembali pada kedua kalinya untuk menyambut umat-Nya yang sisa, yang akan didapati tertinggal. Yesaya 11 : 11.

Kedua periode itu, 1585 dan 1715 akan dijelaskan sekarang. Angka 1585 berhubungan dengan kelahiran Yakub, dan 1715 berhubungan dengan Israel pergi memasuki Mesir. Memasuki Mesir bersama-sama dengan tujuh puluh jiwa melambangkan kelahiran Masehi Advent Hari Ketujuh seperti yang dijelaskan pada judul paragraf “70 Jiwa, Contoh dari Organisasi”, tetapi faham Masehi Advent Hari Ketujuh belum lahir sebelum tahun 1845. Untuk memperoleh kebenaran dari dua periode ini kita harus menghitung ke belakang sampai ke kelahiran Yakub, karena itulah kelahiran yang sedang kita bicarakan. Kita mempunyai 130 tahun sejak dari memasuki Mesir sampai kepada kelahiran Yakub, dan 85 tahun sejak dari kelahiran Yakub sampai kepada keberangkatan Ibrahim keluar dari Ur. Oleh sebab itu kita harus pergi kebelakang dan mengurangi periode 85 tahun pertama (mulai dari keluar meninggalkan Ur sampai kepada kelahiran Yakub) dari 1930, maka kita akan mendapatkan 1845. Demikianlah kita menemukan tahun kelahiran dari Masehi Advent Hari Ketujuh. Nona Ellen Harmon pada waktu itu telah memperoleh khayalnya yang pertama dan itu adalah dari hal mereka yang 144.000 itu (Israel yang dijanjikan), dan selebaran yang pertama yang diterbitkan pada waktu itu mengenai kebenaran Sabat disebut “Harapan bagi Israel”. Lihat buku Origin and Progress of Seventh-day Adventists, halaman 749.

Sekarang kurangilah periode 130 tahun (sejak dari kelahiran Yakub sampai kepada memasuki Mesir) dari 1845 dan kita memperoleh tahun 1715 TM yaitu tahun yang ditandai oleh Israel memasuki Mesir. Demikianlah, 1715 akan menjadi garis pemisah di antara Kanaan dan Mesir, sama seperti Kristus telah menjadi garis pemisah di antara sebelum Tarikh Masehi dan Tarikh Masehi. Perhatikanlah bagaimana ia itu jatuh bertepatan waktunya pada bagan yang berikut. Jika sekiranya peristiwa-penstiwa yang jatuh bertepatan waktu ini memang adalah rencana Ilahi, maka permulaan dan akhir daripada nubuatan seperti yang terlihat pada bagan berikut, akan pasti benar.

 

BAGAN DARI PERISTIWA-PERISTIWA YANG BERTEPATAN 

 

 

Inilah alasannya mengapa kita memegang tahun 1500 Tarikh Masehi sebagai titik permulaan daripada nubuatan ini; dan jika sekiranya waktu-waktu yang bertepatan ini memang rencana Ilahi, maka permulaan dan akhir dari nubuatan seperti yang tertera pada gambar bagan ini, akan pasti benar. Lihatlah bagan mengenai nubuatan Yeheskiel pada akhir dari Bab V.

 

***

 

 

 121 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart