BAB VII APAKAH YANG DIMAKSUDKAN DARI MIKHA PASAL EMPAT?
<< Go Back


BAB VII

 

APAKAH YANG

DIMAKSUDKAN DARI

MIKHA PASAL EMPAT?

 

 

“Tetapi di akhir zaman akan jadi kelak, bahwa gunung rumah Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan ia itu akan ditinggikan di atas segala bukit; maka banyak orang akan mengalir masuk ke dalamnya.” Mikha 4 : 1. Firman ini adalah cukup jelas; bahwa ia itu direncanakan bagi akhir zaman, karena yang terbaca adalah : “Tetapi di akhir zaman akan jadi kelak”. Juga adalah pasti bahwa firman ini akan digenapi, karena dikatakan : “ia itu akan jadi kelak”.

Adalah suatu kenyataan yang dapat diterima, bahwa hampir semua siswa Alkitab setuju bahwa “gunung” yang dibicarakan di dalam pasal ini melambangkan sidang Allah (organisasi gereja), yaitu yang dilambangkan oleh kaabah yang dibangun di atas Gunung Moriah. Nabi ini menyatakan bahwa sidang Allah akan didirikan di atas puncak segala gunung (organisasi gereja-gereja), dan ia itu akan ditinggikan di atas segala bukit (sekte-sekte atau organisasi-organisasi). Ditinggikan, bukan oleh dunia, melainkan oleh Roh Allah dalam kuasa, kebenaran, dan keadilan, dan banyak orang akan mengalir masuk ke dalamnya. Allah telah membicarakannya melalui perantaraan nabi-Nya yang suci, oleh sebab itu adalah bodoh, dan sesat jika seseorang mempermasalahkannya, atau mencoba untuk menjelaskan menyimpang daripada artinya menurut firman yang suci.

Nubuatan yang sama inipun digambarkan di dalam pasal dua dari buku Yesaya dari mana kami kutip berikut ini. “Segala mata orang yang tinggi itu akan direndahkan dan segala sombong orang laki-laki akan ditundukkan, maka pada hari itu hanya Tuhan jua yang tertinggi. Yesaya 2 : 11. Jika setiap perkara yang bersifat kemanusiaan akan direndahkan dan ditundukkan, dan hanya Tuhan yang ditinggikan pada hari itu, maka orang akan dapat jelas melihat bahwa nubuatan ini akan kelak menemui kegenapannya, sebab Tuhan ditinggikan di bumi oleh sidang-Nya sebagaimana digambarkan oleh nabi Yesaya. “Engkau akan juga menjadi sebuah mahkota kemuliaan di dalam tangan Tuhan, dan sebuah tengkuluk kerajaan di dalam tangan Allahmu. Engkau tidak akan lagi disebut, “Yang ditinggalkan”, dan negerimu tidak akan lagi disebut “Yang sunyi”, melainkan engkau akan dipanggil Hebhzibah, dan tanahmu Beulah; karena Tuhan telah berkenan akan kamu.” Yesaya 62 : 3, 4. Apabila gunung Tuhan sedemikian ini “diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan ditinggikan di atas segala bukit”, maka tak dapat diragukan lagi bahwa “banyak orang akan datang mengalir masuk ke dalamnya”.

Masa yang gilang-gemilang ini yang dibicarakan oleh nabi itu, yaitu Mikha, tak lain adalah seruan keras dari pekabaran malaikat yang ketiga. Yesaya pasal 60 adalah sebuah nubuatan mengenai sidang dalam masa “hujan akhir”, dari mana kita kutip sebagai berikut : “Bangunlah engkau, nyatakanlah cahayamu, karena terangmu ada datang, dan kemuliaan Tuhan sudah terbit atas kamu. Karena tengoklah kegelapan akan menudungi bumi, dan kelam kabut akan menudungi segala bangsa; tetapi Tuhan akan bangkit atasmu, dan kemuliaan-Nya akan terlihat di atasmu. Maka segala orang Kapir akan datang kepada terangmu, dan segala raja kepada cahaya yang sudah terbit dari kemunculanmu. Angkatlah matamu berkeliling, dan lihatlah; semua mereka itu berhimpun bersama-sama, mereka itu datang kepadamu; segala anakmu laki-laki akan datang dari jauh-jauh, dan segala anakmu perempuan akan berjalan pada sisimu.” Yesaya 60 : 1 – 4.

“Maka setelah segala perkara ini Aku tampak seorang malaikat lain turun dari langit dengan kuasa besar, maka bumi diterangi dengan kemuliaannya.” Wahyu 18 : 1. “Yang lagi tinggal daripada Israel tidak akan melakukan kejahatan, ataupun berbicara bohong; juga tidak akan terdapat lidah yang menipu di dalam mulut mereka. Karena mereka akan makan dan berbaring, dan tak seorangpun akan menakut-nakuti mereka.” Zepanya 3 : 13. “Karena tengoklah, kegelapan akan menudungi bumi, dan kelam kabut menudungi segala bangsa; tetapi Tuhan akan bangkit atasmu, dan kemuliaan-Nya akan terlihat di atasmu.” Yesaya 60 : 2. Suatu masa yang gilang-gemilang sedemikian ini berada di depan dari sidang Allah.

Ayat 2 bagian pertama berbunyi : “Maka banyak bangsa akan datang dan mengatakan, ‘Datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan, dan ke rumah Allah Yakub itu; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan di dalam segala lorong-Nya.” Kata-kata firman yang baru dikutip ini akan diucapkan oleh segala bangsa. Bilamana sidang Allah dibersihkan dan dipenuhi dengan Roh Suci, yaitu “berpakaikan senjata kebenaran Kristus, maka sidang akan memasuki peperangannya yang terakhir. ‘Indah bagaikan bulan, cerah bagaikan matahari, dan hebat bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panjinya,’ ia akan maju ke seluruh dunia dengan kemenangan dan untuk memenangkan lagi.” Prophets and Kings, halaman 725.

Memang benar, banyak orang akan bertanya-tanya dan saling mengundang antara sesamanya dengan mengatakan, “Datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan dan ke rumah Allah Yakub itu.”  “Oleh sebab itu, segala pintu gerbangmu akan terbuka selalu; semua itu tidak akan tertutup baik siang ataupun malam; supaya dibawa masuk orang kepadamu bala tentara (secara terbatas; kekayaan) dari segala bangsa Kapir, dan supaya raja-raja merekapun dapat dibawa ……. dan Aku akan menjadikan tempat berpijak-Ku itu mulia. Pada masa itu akan datang kepadamu sambil menunduk-nunduk dirinya segala anak orang yang sudah menganiayakan dikau, dan segala orang yang sudah meremehkan dikau akan bersujud pada kakimu; dan mereka akan memanggilmu, Negeri Tuhan, Sion dari Yang Maha Suci orang Israel.” Yesaya 60 : 11, 13, 14. Sesungguhnya ini adalah masa penuaian itu yang dibicarakan oleh nabi-nabi, dan pengumpulan besar itu yang datang dari segala bangsa. “Rumah Allah Yakub” berarti sidang di mana mereka yang 144.000 itu akan dimeteraikan, – yaitu Israel yang benar.

Ayat 2 bagian terakhir berbunyi : “Karena dari Sion akan terbit hukum, dan firman Tuhan dari Yerusalem.” Bilamana hukum Tuhan diberitakan oleh sidangNya, maka anda akan dapat melihat dengan jelas apa yang dimaksudkan dengan sebuah sidang yang benar : Yaitu umat yang benar yang akan mematuhi suara Tuhan. Zepanya, sambil memandang jauh ke depan sepanjang beradab-abad lamanya melalui mata nubuatannya meramalkan tentang sidang yang mulia ini. “Yang lagi tinggal dari Israel tidak akan lagi melakukan kejahatan, ataupun berbicara bohong; juga tidak akan lagi terdapat suatu lidah yang menipu di dalam mulut mereka; karena mereka akan makan dan berbaring, dan tidak seorangpun yang akan menakut-nakuti mereka.” Zepanya 3 : 13. Tidak seorangpun perlu keliru terhadap kata-kata firman ini. Ini akan kelak digenapi sebagaimana yang tertulis. Walaupun mungkin ada orang berfikir nubuatan ini adalah pembicaraan kosong, sebab orang-orang itu mengatakan, “datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan.”

Kita baca di dalam buku Counsels to Teachers sebagai berikut: “Ini akan menjadi perjanjian yang akan Kubuat dengan isi rumah Israel; sesudah hari-hari itu, demikianlah firman Tuhan, maka Aku akan memasukkan hukum-Ku ke dalam bathin mereka, dan menuliskannya dalam hati mereka; dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tiada lagi mereka itu akan mengajarkan seorang akan seorang dan saudara akan saudaranya dengan mengatakan. Hendaklah kamu mengenal akan Tuhan; karena mereka semuanya akan mengenal Aku, dan yang terkecilnya sampai kepada yang terbesarnya, demikianlah firman Tuhan; karena Aku akan mengampuni semua kejahatan mereka dan dosa mereka tidak akan Ku ingat lagi.” Yeremiah 31 : 33, 34.

“‘Dan banyak bangsa akan datang lalu mengatakan, Datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan, dan ke rumah Allah Yakub itu; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan di dalam semua lorong-Nya; karena dari Sion akan terbit hukum, dan firman Tuhan dari Jerusalem.’ Mikha 4 : 2.” Counsels to Teachers, halaman 454, 455. Perhatikan, bahwa Roh Nubuatan menggunakan Mikha 4 : 2 sebagai suatu nubuatan yang pasti yang kelak akan jadi dan akan menemui kegenapannya dengan umat Allah, dengan cara menggabungkan ayat ini dengan Yesaya 54 : 11 – 14; Yeremiah 31 : 33, 34; yang mana firman-firman ini akan menemukan kegenapannya dalam masa “Seruan Keras dari Pekabaran Malaikat yang Ketiga.”

Ayat 3 berbunyi : ”Maka Ia akan mengadili di antara banyak bangsa, dan menghukum bangsa-bangsa yang kuat yang jauh tempatnya; maka mereka itu akan menempa semua pedangnya menjadi penggali, dan semua tombaknya menjadi sabit; bahwa bangsa tidak akan menghunus pedang untuk melawan bangsa, tidak akan lagi mereka itu belajar berperang.” “Maka Ia akan mengadili di antara banyak bangsa, dan menghukum bangsa-bangsa yang kuat yang jauh tempatnya.” Di dalam Yesaya 60 : 10, 12 kita mendapatkan penjelasan dari ayat itu. “Maka orang-orang asing akan membangun pagar tembokmu, dan raja-raja mereka akan melayani engkau; …….. Karena bangsa dan kerajaan yang tidak mau takluk kepadamu itu akan binasa; bahkan bangsa-bangsa itu akan dihapuskan sama sekali.”

“Maka mereka akan menempa semua pedangnya menjadi penggali, dan semua tombaknya menjadi sabit; bahwa bangsa tidak akan menghunus pedang untuk melawan bangsa, tidak akan lagi mereka itu belajar berperang.” Ayat ini bunyinya bertentangan dengan Yoel 3 : 10, “Tempalah olehmu segala cangkulmu menjadi pedang dan semua sabitmu menjadi tombak. Hendaklah orang yang lemah mengakui dirinya kuat.”

Firman ini mengungkapkan dua kelas orang-orang. Kelas yang satu akan datang mengalir masuk ke dalam sidang berkelompok-kelompok besar; yaitu Raja-Raja, para panglima tentara yang telah membangun senjata-senjata yang membinasakan itu dan yang telah mempersiapkan perang. Kini Injil telah menang atas mereka. Sementara mereka menggabungkan diri dengan sidang mereka mengumpulkan semua peralatan perang mereka, lalu menempanya menjadi penggali dan sabit-sabit. “Kekejaman tidak akan lagi terdengar di dalam negerimu, ataupun kehancuran dan kebinasaan di dalam lingkungan perbatasan-perbatasanmu; melainkan kamu akan memanggilkan semua tembokmu Keselamatan, dan semua pintu gerbangmu Pujian.” Yesaya 60 : 18. Kelas orang-orang yang lainnya, di luar sidang, mereka mempersiapkan diri untuk perang, sambil menempa semua cangkulnya menjadi pedang dan semua sabitnya menjadi tombak. Umat yang satu mempersiapkan diri untuk diobahkan, sebaliknya umat yang lainnya mempersiapkan diri untuk memenangkan peperangan. Oleh sebab itu kedua firman itu berjalan sejajar dan akan digenapi pada waktu yang sama. Demikianlah dunia akan terbagi ke dalam dua kelas besar yang terpisah dan mencolok; yang memisahkan gandum daripada lalang, kambing daripada domba.

Ayat 4 berbunyi : “Melainkan mereka itu akan duduk masing-masingnya di bawah pokok anggurnya dan di bawah pokok aranya, dan seorang pun tiada yang akan mengejutkan mereka itu; karena inilah firman yang terbit dari mulut Tuhan semesta sekalian alam.” Arti dari ayat ini ialah bahwa sidang Allah akan berada dalam kesentausaan yang mutlak, dan tidak seorangpun perlu takut. Ingatlah bahwa mereka yang 144.000 itu dimeteraikan sebelum waktu yang di atas ini, dan kehidupan mereka adalah pasti; tak seorangpun dapat menyakiti mereka atau menyentuh kehidupan mereka yang sekarang, maupun kehidupan mereka yang akan datang, karena mereka adalah orang-orang suci yang hidup, yang akan diobahkan. Karena memperoleh jaminan ini, maka tak seorang pun dapat membuat mereka itu takut, dan mereka akan berhasil dengan kemenangan. Mengutip Yesaya 60 : 17 bagian terakhir, dan ayat 18 yang mengatakan : “Aku juga akan menjadikan segala penghulumu damai dan segala pemerintahmu benar. Kekerasan tidak akan terdengar lagi di dalam negerimu, ataupun kerusakan atau kebinasaan pada segala perbatasanmu, melainkan akan segala pagar tembokmu kelak kau sebut Selamat, dan akan segala pintu gerbangmu Kepujian.”

Ayat 5 berbunyi : “Karena semua orang akan berjalan masing-masingnya dengan nama dewanya, maka kita akan berjalan dalam nama Tuhan Allah kita untuk selama-lamanya.”Ayat ini adalah jelas sekali, bahwa dunia akan dibagi menjadi dua kelas besar yang terpisah. Umat Allah tidak akan memiliki apapun yang sama dengan orang-orang jahat, maka mereka akan mengatakan, “semua orang akan berjalan masing-masingnya dengan nama dewanya”. Tetapi kita hendak berjalan dengan nama Tuhan Allah kita untuk selama-lamanya.”

Ayat 6 berbunyi : “Pada hari itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan menghimpunkan perempuan itu yang sesat, dan Aku akan mengumpulkan dia yang terhalau keluar, dan dia (perempuan itu) yang sudah Ku susahkan,” berarti sidang yang ada sekarang dalam kondisinya yang sekarang. “Aku akan membuatnya menjadi yang tersisa” : Artinya, sesudah pemisahan (pembersihan), maka mereka yang tertinggal itu, – mereka yang 144.000 itu akan menjadi yang tersisa. Kesusahan itu ialah masa pembersihan sidang.

Ayat 7 berbunyi : “Maka wanita yang sesat itu akan Ku jadikan suatu yang sisa, dan dia yang telah terbuang jauh itu menjadi suatu bangsa yang kuat; maka Tuhan akan memerintah atas mereka itu di dalam gunung Sion semenjak dari masa itu sampai selama-lamanya.” “Wanita itu yang terbuang jauh”, – yaitu sidang yang ada sekarang yang telah “terbuang”, atau sebagaimana terbaca di dalam Wahyu 3 : 16, “Aku hendak meludahkan kamu dari dalam mulut-Ku”, – berarti keadaan Laodikea yang ada sekarang. Tetapi dalam kemurahan-Nya Ia hendak mengumpulkan mereka yang lagi tinggal itu (mereka yang tersisa) lalu menjadikan sidang itu suatu “bangsa yang kuat” oleh pengumpulan segala bangsa Kapir ke dalam pekabaran itu. Suatu bala tentara besar dari 144.000 orang yang dipenuhi dengan Roh Suci akan memberitakan pekabaran itu dengan berani di seluruh dunia, maju dengan kemenangan serta untuk memenangkan lagi. “Sesuatu yang sedikit akan menjadi seribu, dan sesuatu yang kecil akan menjadi suatu bangsa yang kuat; bahwa Akulah Tuhan akan mengadakan perkara pada masanya dengan segeranya.” Yesaya 60 : 22“Maka Tuhan akan memerintah atas mereka itu semenjak dari itu sampai selama-lamanya” : Kristus sendiri akan kelak mengawasi kawanan domba itu sekali dan selama-lamanya. “Allah telah berjanji bahwa di mana para gembala didapati tidak benar, maka Ia akan mengawasi sendiri kawanan domba itu.” Testimonies, jilid 5, halaman 80.

Ayat 8 berbunyi : “Maka engkau, hai tugu dari segala kawanan domba, kubu dari puteri Sion, kepadamu ia itu akan datang, yaitu pemerintahan yang semula; kerajaan itu akan datang kepada puteri Sion.” Ayat ini sudah terkenal kepada semua. Suatu nubuatan dari hal Kristus, – “Hai tugu dari kawanan domba …….. kepadamulah ia itu akan datang, yaitu pemerintahan yang semula.” “Pemerintahan yang semula” ialah pemerintahan Adam yang telah hilang itu. Janjinya ialah bahwa Kristus akan mengembalikan semuanya itu, lalu pada gilirannya, melalui warisan, ia itu akan datang kepada sidang (umat-Nya). “Kerajaan itu akan datang kepada puteri Yerusalem.”

Ayat 9 berbunyi: “Sekarang mengapakah engkau menangis tersedih-sedih? Tidak adakah raja di antara kamu? Sudah binasakah segala penghulumu? Karena engkau kedatangan sakit seperti seorang perempuan yang hendak beranak.” Masa tangis dan sakit ini tidak mungkin lain daripada masa yang ada di depan kita, yaitu masa pembersihan sidang. “Tengoklah, Aku akan mengirimkan utusan-Ku, maka ia akan menyediakan jalan di hadapan-Ku; maka Tuhan yang kamu cari itu akan datang secara tiba-tiba kepada kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian yang kamu senangi itu. Tengoklah, ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi siapakah yang dapat tahan pada hari kedatangan-Nya itu? Dan siapakah yang akan berdiri apabila kelihatanlah Ia? Karena Ia adalah bagaikan suatu api tukang besi, dan bagaikan sabun binara.” Maleakhi 3 : 12.

Proses pembersihan ini tidak akan merupakan masalah gampang bagi pihak orang-orang berdosa, karena “api tukang besi dan sabun binara” akan digunakan; maka apabila Allah masuk dengan proses penyucian ini, Ia hendak memiliki suatu umat yang suci dan bersih. Kemudian akan ada suatu masa yang gilang-gemilang penuh kesukaan dan kegembiraan dalam Tuhan, seperti halnya dengan wanita yang sakit hendak beranak, tetapi apabila anaknya lahir terjadilah kesukaan besar. Tetapi timbul pertanyaan sebagai berikut, “Sekarang mengapakah engkau menangis tersedih-sedih? Tidak adakah raja di antara kamu? Sudah binasakah segala penghulumu?” Walaupun tampaknya sakit sekali namun tidak perlu takut, karena sidang Allah memiliki seorang Raja dan seorang penghulu yang tidak pernah “tidur ataupun mengantuk”. Dapur api itu diawasi dengan seksama. Orang berdosa akan binasa, tetapi orang benar itu akan dipeliharakan.

Ayat 10 berbunyi: “Rasailah sakit, dan berusahalah untuk melahirkan, Hai puteri Sion, bagaikan seorang wanita kesakitan hendak beranak. Karena sekarang kamu harus ke luar dari negeri, dan kamu harus tinggal di padang, dan kamu harus pergi juga kepada Babil; di sana kamu akan dilepaskan, di sana Tuhan akan menebus kamu dari tangan segala musuhmu.” Ayat ini menunjukkan, bahwa sesudah pembersihan, sidang tidak akan segera diobahkan dan diangkat ke Yerusalem baru yang di dalam sorga, melainkan ia itu dibiarkan untuk melaksanakan tugasnya yang telah ditentukan di sini di bumi. “Karena sekarang kamu harus pergi ke luar dari negeri, dan kamu harus tinggal di padang, dan kamu harus pergi juga kepada Babil; di sana kamu akan dilepaskan; di sana Tuhan akan menebus kamu dari tangan segala musuhmu.

“Rasailah sakit dan berusahalah untuk melahirkan, hai puteri Sion, bagaikan seorang wanita kesakitan hendak beranak.” Penjelasan dari ayat ini terdapat di dalam Yesaya 66 : 7, 8. Kita kutip ayat 7 sebagai berikut: “Sebelum ia menggeliat kesakitan, ia sudah melahirkan; sebelum sakitnya untuk melahirkan tiba, ia sudah melahirkan seorang bayi laki-laki.” Wanita ini “melahirkan sebelum ia menggeliat kesakitan; sebelum sakitnya datang ia sudah melahirkan seorang bayi laki-laki.” Wanita ini ialah sidang Wasiat Lama di zaman Kristus. Kristus ialah bayi laki-laki itu yang telah dilahirkannya, tetapi ia tidak menggeliat kesakitan, ia juga tidak merasai sakit sebelumnya. Artinya, ia tidak mengenal Dia; ia tidak merasa sakit hendak melahirkan. Sebagaimana hal ini merupakan suatu keajaiban bagi seorang wanita untuk melahirkan bayi dengan cara yang sedemikian ini, demikian pula halnya suatu keajaiban bahwa Kristus telah dilahirkan oleh ibu yang tidak sepatutnya itu (sidang Yahudi : sebab ia telah murtad). Mengutip ayat 8 yang berbunyi : “Siapakah yang telah mendengar akan hal yang sedemikian ini, siapakah yang telah melihat perkara-perkara yang sedemikian ini ? Dapatkah bumi dilahirkan dalam sehari jua? Atau dapatkah suatu bangsa dilahirkan secara tiba-tiba? Karena segera setelah Sion menggeliat kesakitan, maka ia melahirkan anak-anaknya.” Sementara hal itu merupakan suatu keajaiban bagi sidang Yahudi untuk melahirkan Kristus; maka terdapat suatu keajaiban yang jauh lebih besar lagi dengan sidang yang disebut di dalam ayat ini, karena sementara ia yang terakhir ini menggeliat kesakitan dilahirkannyalah anak-anaknya. Adalah suatu keanehan bagi perkara yang sedemikian ini, karena adalah tidak mungkin bagi bumi untuk dilahirkan dalam sehari saja, atau bagi suatu bangsa untuk dilahirkan secara tiba-tiba. Tetapi bagaimanapun juga ia itu akan jadi, “karena segera setelah Sion menggeliat kesakitan, maka ia melahirkan anak-anaknya.”

Secara manusia, untuk menyelesaikan pekerjaan Injil dalam generasi ini (generasi ini sudah hampir berlalu) akan merupakan suatu tugas yang tidak mungkin; tetapi nubuatan menyatakan semua yang tidak mungkin itu akan diselesaikan. Sidang yang menggeliat kesakitan lalu melahirkan anak-anaknya itu ialah sidang yang hidup dalam masa Seruan Keras dari pekabaran malaikat yang ketiga. Akan ada suatu pengumpulan besar-besaran yang akan diselesaikan dalam hanya waktu singkat. “Dan sesudah segala perkara ini aku tampak seorang malaikat lain turun dari sorga dengan kuasa besar; maka bumi diterangi dengan kemuliaannya.” Wahyu 18 : 1. “Maka banyak bangsa akan datang, dan mengatakan. Datanglah, dan marilah kita naik ke Gunung Tuhan dan ke rumah Allah Yakub itu.”

Ayat 11 berbunyi : “Sekarangpun banyak bangsa berhimpun melawan dikau serta katanya, Biarkanlah dia (wanita itu) dinajiskan, dan biarlah mata kami memandang kepada Sion.” Segera setelah sidang Allah sebagai suatu badan (bukan secara pribadi-pribadi) menghindari diri dari genggaman Iblis (karena mereka yang najis itu tidak akan lagi masuk ke dalam), lalu menjadi bersungguh-sungguh, dipenuhi dengan Roh Allah, maka naiklah amarah musuh yang tua itu, dan ini akan mendatangkan kegenapan dari Wahyu 12 : 17 itu. “Maka naiklah amarah naga itu terhadap perempuan itu, lalu pergi memerangi yang lagi tinggal dari benihnya, yaitu mereka yang memeliharakan perintah-perintah Allah dan memiliki kesaksian Yesus.”

Masa kesukaran ini juga digambarkan oleh Roh Nubuatan. Buku Early Writings, halaman 33, 34 mengatakan : “Maka pada permulaan dari masa kesukaran itu, kita dipenuhi dengan Roh Allah sementara kita maju dan memberitakan Sabat itu dengan lebih sempurna lagi ……… Orang-orang jahat menyangka bahwa kita telah mendatangkan pehukuman-pehukuman atas mereka, maka mereka bangkit lalu bersepakat untuk menyingkirkan kita dari bumi, mereka mengira bahwa kemudian dari itu semua yang jahat itu akan dapat dihentikan. Dalam masa kesukaran itu kita semua melarikan diri meninggalkan kota-kota dan kampung-kampung, tetapi kita dikejar dari belakang oleh orang-orang jahat, yang memasuki rumah-rumah orang-orang suci dengan pedang.” Juga Early Writings, halaman 282, 283 mengatakan: “Aku tampak orang-orang suci itu meninggalkan kota-kota dan kampung-kampung, lalu berkumpul bersama-sama secara berkelompok, dan mereka hidup di tempat-tempat yang sangat terpencil. Malaikat-malaikat mempersiapkan bagi mereka makanan dan air, sebaliknya orang-orang jahat menderita kelaparan dan kehausan. Kemudian aku tampak orang-orang terkemuka di bumi berkonsultasi bersama-sama dan Setan berikut malaikat-malaikatnya sibuk mengelilingi mereka itu. Aku tampak suatu tulisan, yang salinan-salinannya disebarkan di berbagai tempat di dalam negeri yang memerintahkan, bahwa jika orang-orang suci itu tidak mau melepaskan iman mereka yang aneh itu, melepaskan Sabat mereka, lalu mematuhi hari yang pertama dari minggu, maka setelah suatu waktu tertentu semua orang bebas untuk membunuh mati mereka itu.” Yeremiah juga menggambarkan masa yang sukar ini sebagai berikut: “Gembala-gembala dengan kawanan domba mereka akan datang kepadanya (perempuan itu); mereka akan mendirikan kemah-kemah mereka menentang dia (perempuan itu) berkeliling; mereka akan makan masing-masing di tempatnya.” Yeremiah 6 : 3.

Ayat 12 berbunyi : “Tetapi tiada diketahui mereka akan pikiran Tuhan, dan tiada mereka itu mengerti akan bicara-Nya. Karena Ia akan mengumpulkan mereka itu seperti ikatan-ikatan gandum ke tempat pengirikannya.” Orang-orang jahat tidak dapat memahami Allah. Sementara mereka berusaha untuk membinasakan umat-Nya, mereka sesungguhnya sedang mendirikan tiang-tiang gantungan bagi diri mereka sendiri. Sebagaimana Haman yang jahat itu telah mempersiapkan tiang gantungan untuk membunuh Mordekai, orang Yahudi itu, yang hanya berhasil untuk menggantung lehernya sendiri pada tiang itu, demikian itu pula orang-orang jahat akan menjadi bingung pada hari Allah, karena mereka tidak mengetahui segala pikiran Tuhan.

Ayat 13 mengatakan : “Bangkitlah engkau dan iriklah, hai puteri Sion: karena Aku akan membuat tandukmu dari besi, dan Aku akan membuat kuku-kuku kakimu dari tembaga; maka engkau akan memalu sampai berkeping-keping banyak orang; dan Aku akan mengabadikan keuntungan mereka itu bagi Tuhan, dan harta benda mereka itu kepada Tuhan seluruh bumi.” Sidang Allah akan mengirik, mengumpulkan, mengikat berberkas-berkas, membakar dan membinasakan. Orang-orang jahat akan binasa dan akan jadi seolah-olah mereka itu tidak pernah ada. “Karena bangsa dan kerajaan yang tidak mau berbakti kepadamu akan binasa; bahwasanya semua bangsa itu akan dihapuskan sama sekali.” Yesaya 60 : 12.

 

***

 

 150 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart