{"id":2678,"date":"2022-11-15T21:03:34","date_gmt":"2022-11-15T21:03:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=2678"},"modified":"2022-11-15T21:03:34","modified_gmt":"2022-11-15T21:03:34","slug":"jilid-13-no-5-6-memperingati-hari-sabat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=2678","title":{"rendered":"Jilid 13 no. 5, 6 &#8211; Memperingati Hari Sabat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 36px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><strong>Symbolic Code<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><strong>Jilid 13\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 No. 5, 6<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 28px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><strong>Memperingati (hari) Sabat<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><span style=\"font-size: 20px;\">\u201cSabat itu merupakan sebuah jepitan emas yang mempersatukan Allah dengan umat-Nya. Namun perintah Sabat itu sudah dilanggar. Hari suci kepunyaan Allah itu sudah dinajiskan. Sabat itu sudah dirobek keluar daripada tempatnya oleh manusia berdosa itu (the man of sin), lalu suatu hari kerja biasa telah dimuliakan menggantikannya. Sebuah pelanggaran telah dibuat di dalam hukum, maka pelanggaran ini akan harus diperbaiki. Sabat yang benar itu harus ditinggikan pada posisinya yang benar sebagai hari istirahat milik Allah. Di dalam Jesaya pasal 58 telah digambarkan tugas yang harus dilakukan oleh umat Allah. Mereka harus membesarkan hukum itu, dan membuatnya mulia dan terhormat, untuk membangun tempat-tempat tua yang rusak, dan mendirikan kembali berbagai landasaan dari banyak keturunan. Kepada mereka yang melakukan pekerjaan ini Tuhan Allah berfirman : \u201cKamu akan dinamai orang : para tukang yang memperbaiki kerusakan, para pemulih jalan-jalan untuk didiami. Jika kamu mengalihkan kakimu daripada Sabat, daripada melakukan kesenanganmu pada hari suci-Ku ; dan menyebut Sabat itu sesuatu yang suci dari Tuhan yang menggembirakan, dan yang mulia; yang akan memuliakan Dia, tidak mengikuti jalan-jalanmu sendiri, ataupun mencarikan keplesiran-keplesiranmu sendiri, ataupun membicarakan perkataan-perkataanmu sendiri ; maka kamu akan bergembira dirimu dalam Tuhan ; maka Aku akan membuat kamu naik ke atas tempat-tempat yang tinggi di bumi, dan akan memberi makan kamu dengan peninggalan Jakub bapamu; karena demikianlah yang diucapkan oleh mulut Tuhan.\u201d \u2013 Yesaya 58 : 12 \u2013 14.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><span style=\"font-size: 20px;\">\u201cPermasalahan Sabat itu akan menjadi pembicaraan umum dalam pertikaian besar terakhir yang akan datang, dalam mana seluruh dunia akan ikut serta. Manusia telah memuliakan prinsip-prinsip kepunyaan Setan di atas prinsip-prinsip yang mengatur di dalam segala langit. Mereka telah menerima Sabat yang palsu, yang Setan telah tinggikan sebagai suatu tanda dari kekuasaannya. Namun Allah telah menempatkan meterai-Nya pada tuntutan kerajaan-Nya. Setiap pelembagaan Sabat, iaitu membawakan nama dari pembuatnya, suatu tanda yang tak terhapuskan, yang menunjukkan otoritas dari masing-masingnya. Adalah kewajiban kita untuk membuat orang mengerti akan hal ini. Kita harus menunjukkan kepada mereka bahwa adalah penting akibatnya apakah mereka membawakan tanda dari kerajaan Allah ataupun tanda dari kerajaan yang mendurhaka itu, karena mereka mengakui sendiri dirinya sebagai warga dari kerajaan itu yang tandanya mereka bawa. Allah telah memanggil kita untuk meninggikan standard dari Sabat-Nya yang sudah diinjak-injak. Oleh sebab itu, betapa pentingnya agar teladan kita dalam pemeliharaan Sabat hendaknya benar.\u201d \u2013 6 Testimonies, pp. 351 \u2013 353.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><span style=\"font-size: 20px;\">Dari waktu ke waktu pertanyaan-pertanyaan telah masuk ke Kantor ini mengenai berbagai aspek penting yang berkenan dengan Sabat. Sebelum kematiannya, Sdr. Houteff telah mempersiapkan bahan-bahan dalam bentuk tanya jawab bagi sebuah traktat yang membicarakan permasalahan Sabat. Karena iaitu belum pernah diterbitkan, dan karena iaitu penting agar kita memperoleh pengertian yang menyeluruh perihal Kebenaran Sabat itu, maka The Symbolic Code ini mencoba memperkenalkan sebuah seri artikel-artikel Tanya Jawab yang diambil dari materi traktat itu. Permasalahan yang akan dibahas di dalam terbitan ini ialah :<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><span style=\"font-size: 26px;\"><strong>S a b a t, Apakah Sabat itu ?<br \/>\nKapankah keberadaannya ? Bagi siapakah Sabat itu ?<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: georgia,serif;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Seorang Pencari Kebenaran menulis sebagai berikut : \u201cSaya sedang mengirimkan kepada Saudara sebuah tulisan yang tampaknya sebuah ajaran Alkitab, bahwa Sabat dari Alkitab itu jatuh pada hari Jumat, bukan pada hari Sabtu\u00a0 juga bukan pada hari Minggu. Bagi saya iaitu tampaknya tidak lagi terjawab. Tolong berikan kepada saya,<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 24px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><strong>JAWABAN YANG<br \/>\nBENAR-BENAR TERBATAS DARI HANYA ALKITAB <\/strong><\/span><\/span>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Pemeriksaan yang menyeluruh oleh teropong penemu yang luas milik Sorga (yaitu Roh dan Firman) menemukan bahwa daftar bacaan Sabat hari Jumat itu mengukuhkan keseluruhan struktur ajarannya pada Keluaran 16 : 1 dan 2, yang oleh penulisnya dinamakan \u201cKunci kepada minggu milik Allah.\u201d (The Key to God\u2019s Week). Lalu dengan demikian, jika di bawah kaca pembesar dari Sorga sendiri posisinya membuktikan sudah kokoh dan aman tertanam pada fakta kenyataan, maka ajaran itu akan disambut dengan penuh penghargaan. Tetapi jika pemeriksaan yang sedemikian ini terhadap posisinya terbukti tidak dapat bertahan, maka tentunya iaitu harus dibuang. Karena posisinya berlandaskan pada Keluaran 16 : 1 \u2013 12, maka marilah kita kutip ayat-ayat itu di bawah\u00a0 ini :<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cHata, setelah sudah mereka itu berangkat dari Elim, maka sampailah segenap perhimpunan bani Israel itu di padang belantara Sin, yang berada di antara Elim dan Sinai, yaitu pada hari ke-15 dari bulan yang kedua setelah mereka berangkat keluar dari Mesir. Maka segenap perhimpunan bani Israel bersungut-sungutlah terhadap Musa dan terhadap Harun di padang belantara itu : maka kata bani Israel kepada keduanya, Baiklah kami mati oleh tangan Tuhan di Mesir sewaktu kami lagi duduk dekat pada periuk yang berisi daging dan makan roti sampai kenyang; tentunya kamu sudah membawa kami keluar dari sana lalu masuk ke dalam padang belantara ini untuk membunuh segenap perhimpunan ini dengan kelaparan.<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cMaka firman Tuhan kepada Musa : bahwa sesungguhnya Aku akan kelak menghujani kamu dengan roti dari langit, maka orang banyak itu akan keluar memungut roti pada setiap hari sebanyak yang perlu bagi sehari, supaya Ku uji akan mereka itu, kalau-kalau mereka itu akan berjalan mematuhi hukum-Ku. Maka akan jadi kelak pada hari yang ke-6 hendaklah mereka itu memasak barang yang telah dibawanya masuk daripada yang sudah mereka kumpulkan pada setiap hari. Maka kata Musa dan Harun kepada semua bani Israel : Pada petang ini kamu akan mengetahui kelak, bahwa Tuhan juga yang sudah menghantarkan kamu keluar dari negeri Mesir. Dan pada esok pagi kamu akan kelak melihat kemuliaan Tuhan, sebab telah didengarnya persungutan kamu kepada Tuhan, karena siapa gerangan kedua kami ini, maka kamu bersungut-sungut terhadap kami ! Dan lagi kata Musa : Jikalau Tuhan memberi makan daging kepada kamu pada petang ini dan pada esok pagi roti sampai kenyang, maka iaitu sebab sudah didengar Tuhan akan persungutan kamu, yang sudah bersungut-sungut kepada-Nya, karena siapa gerangan kami ini ? Bahwa persungutan kamu itu bukannya kepada kami, melainkan\u00a0 kepada Tuhan.<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Kemudian kata Musa kepada Harun : Katakanlah kepada seluruh perhimpunan bani Israel : Datanglah kamu hampir ke hadirat Tuhan, karena telah didengar-Nya persungutan kamu. Maka terjadilah kelak sementara Harun berkata-kata kepada segenap perhimpunan bani Israel itu sementara berpalinglah mereka itu mukanya ke padang Tiah, bahwa sesungguhnya kelihatanlah kemuliaan Tuhan di dalam awan-awan.<\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><em>Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepada Musa, firman-Nya : Bahwa telah Ku dengar semua persungutan bani Israel. Katakanlah kepada mereka itu ini : Bahwa pada petang ini kamu akan makan daging kelak, dan esok pagi kamu akan dikenyangkan dengan roti, supaya diketahui olehmu bahwa Akulah Tuhan Allah kamu.\u201d<\/em> \u2013 <strong>Keluaran 16 : 1 \u2013 12.<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Pada ayat-ayat ini bentukan pemikiran-pemikiran dari penulis Sabat hari Jumat itu telah disajikan dalam 14 paragraf yang dikutip di bawah ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><em>\u201cKami juga diberikan kaitan hubungan ilahi, atau kaitan hubungan yang benar dari hari-hari Allah dan bulan-bulan kepunyaan Allah di dalam pasal ke 16 dari buku Keluaran itu. Allah telah membuktikan kepada bani Israel dimana setiap hari dari minggu telah terjadi kejatuhan manna.\u2019 Manna yang pertama jatuh pada hari ke-16 dari bulan yang ke-2, yaitu sesudah hari ke-15, lihat Keluaran 16 : 1 \u2013 22. Ini menandai hari yang pertama dari minggu Alkitab, Minggu kejadian itu. Kini hari ke-16 dari bulan ke-2 dari tahun kepunyaan Allah ini sebagaimana terlihat dimana saja dalam penyelidikan ini, kini adalah disebut hari Sabtu di bawah kalendar Romawi. Hari ke-2 pada mana manna itu turun kini disebut hari Minggu, dan hari ke-3 iaitu disebut hari Senin, hari ke-4 disebut hari Selasa, hari ke-5 disebut hari Rabu, hari ke-6 atau \u2018Hari Persiapan,\u2019 disebut hari Kamis; dan hari ke-7 pada mana tidak ada manna yang turun iaitu kini disebut hari Jumat. Hubungan yang sama inipun telah dipertahankan semenjak dari Kejadian Dunia karena kita melihat disana bahwa pertama kali bulan pernah mencatat waktu, yang akan merupakan bulan yang pertama dari bulan, ialah pada hari ke-5 dari minggu.<\/em> <strong>Kejadian 1 : 14 \u2013 18.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cSekarang bacalah dengan saksama meninjau kembali keberangkatan bani Israel keluar dari negeri Mesir. (Keluaran 12). Anda akan menemukan bahwa mereka itu telah diperintahkan untuk memperingati Paskah (bulan Abib 14) di Mesir dan kemudian bertolak pada hari berikutnya (Abib 15).<\/em> Immamat 23 : 5 \u2013 6, Bilangan 33 : 2 \u2013 3.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cDapatlah kita memahami hikmah kebijakan Allah dalam memberikan kepada bani Israel waktu-Nya yang benar, karena Ia sedang menunjukkan kepada mereka hari-hari perayaan penting untuk diperingati dan sebagaimana yang akan segera kita saksikan. IA sedang akan memberikan kepada mereka hukum-hukum-Nya untuk dipatuhi.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cSesuai dengan Bilangan 33 : 2 \u2013 3 bani Israel bertolak keluar dari negeri Mesir pada hari ke-15 dari bulan yang pertama (Abib).<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cAdalah dalam pengembaraan-pengembaraan bani Israel itulah, maka Allah telah memamerkan salah satu dari semua mujizat-mujizat Alkitab yang terbesar : yaitu turunnya manna dari langit. Adakah Anda melewati begitu saja perkataan injil ini sebagai hanya suatu mujizat pemberian makan bagi bani Israel untuk menghindari mereka daripada kelaparan ? Allah memiliki suatu maksud yang lebih dalam. Sesuai dengan Keluaran 16 : 3, Allah berencana untuk membuktikan \u201capakah mereka itu mau berjalan dalam hukum-Ku ataukah tidak.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cAda sesuatu hari\/tanggal yang menonjol luar biasa diberikan di dalam buku Keluaran.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cKeluaran 16 : 1 : Maka bertolaklah mereka itu dari Elim, lalu semua perhimpunan bani Israel itu tiba di padang belantara Sin, yang berada di antara Elim dan Sinai, pada hari ke-15 dari bulan ke-2 setelah mereka itu berangkat keluar dari negeri Mesir.\u00a0 <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cDua setengah atau tiga juta umat telah menempuh perjalanan ini untuk selama 30 hari, maka semua perbekalan makanan yang mereka bawa ternyata sudah habis, dan kondisi mereka telah menjadi sedemikian memprihatinkan pada hari yang ke-15 ini dari bulan ke-2, bulan Zif (tunjukkanlah pada Calendar), sehingga keseluruhan perhimpunan bani Israel bersungut-sungut melawan Musa dan Harun. Mereka lebih menghendaki mati di tangan Tuhan di Mesir. (Keluaran 16 : 2 \u2013 3).<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cTetapi pada hari yang sama hari ke-15 itu juga Allah telah membuat suatu janji oleh perantaraan Musa, yang mengatakan:<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cKeluaran 16 : 12 : Aku sudah mendengar semua persungutan dari bani Israel : Berbicaralah kepada mereka, sambil mengatakan, Pada malam nanti kamu akan makan daging, dan di pagi hari kamu akan dikenyangkan dengan roti; maka akan diketahui olehmu bahwa Akulah Tuhan Allahmu.\u00a0 <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cKini pagi hari yang pertama sesudah hari ke-15 itu adalah pagi dari hari ke-16 : hari\u00a0 pertama dimana manna itu turun berjatuhan di padang belantara. Telah dideklarasikan kepada kita dengan jelas bahwa inilah hari pertama dari minggu itu, karena Keluaran 16 : 22 mengatakan mereka telah mengumpulkannya setiap pagi selama enam hari lamanya. Juga lihat Keluaran 16 : 26.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cOlehnya itu marilah kita menghitung : Manna berjatuhan pertama sekali pada hari ke-16 dari bulan kedua (Zif) atau hari pertama dari minggu Alkitab; hari ke-17 &#8212; hari kedua dari minggu; hari ke-18 &#8212; hari ke-3 dari minggu; hari ke-19 &#8212; hari ke-4 dari minggu ; hari ke-20 &#8212; hari ke-5 dari minggu; hari ke-21 &#8212; hari ke-6 dari minggu, maka Manna telah dijatuhkan dua kali lipat daripada biasanya. Pada hari ke-22 tidak ada Manna yang jatuh, karena inilah hari yang ke-7 dari minggu atau Sabat yang suci dari Kejadian dunia itu. Keluaran 16 : 23 \u2013 30. Ini mengajarkan kepada kita seperti juga halnya kepada mereka itu siklus tujuh hari yang benar atau minggu Alkitab. Dengan begitu dapatlah kita menggabungkan dengan benar Minggu Alkitab milik Allah itu sebagai berikut :<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Hari dari minggu : .\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026&#8230;..\u00a0 1\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 2\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 3\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 4\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 5\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 6\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 7<br \/>\nBulan dari Zif\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : &#8230;&#8230;\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026&#8230; 16\u00a0\u00a0\u00a0 17\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 18\u00a0\u00a0\u00a0 19\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 20\u00a0\u00a0\u00a0 21\u00a0\u00a0\u00a0 22<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Sabat Hari Ketujuh milik Allah disebut Jumat pada Calendar penanggalan Gregorian dari Romawi.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cSekali lagi menunjuk kepada calendar penanggalan itu, kita menggunakan \u201cminggu kunci\u201d (key week) lalu menemukan bahwa kita dapat mentafsir ke depan ataupun ke belakang. Mentafsir ke belakang, kita akan menemukan bahwa hari yang pertama dari bulan yang pertama dari tahun yang pertama dari sebuah siklus tiga tahunan datang pada hari ke-5 dari minggu milik Allah.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cBulan baru ini menunjukkan hari yang pertama dari tahun pertama dari siklus yang selalu masuk pada hari dimana calendar Romawi menamakannya hari Rabu. Sesungguhnya hari milik Allah itu dimulai semenjak dari malam sebelumnya (yaitu malam Selasa, waktu Romawi) sesuai dengan Injil. Kejadian 1 : 23.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cKarena Hari Rabu adalah hari dari bulan baru, dan bulan baru itu datang pada hari ke-5 dari minggu milik Allah, maka kita dapat mengatakan dengan aman bahwa hari ke-6\u00a0 itu jatuh pada hari Kamis dan Sabat hari ke-7 dari minggu milik Allah itu akan dinamai hari Jumat, waktu Romawi.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><span style=\"font-size: 18px;\">\u201cSuatu hari Alkitab adalah semenjak dari masuk matahari sampai kepada masuk matahari. Hari Kamis masuk matahari sampai kepada hari Jumat masuk matahari benar-benar adalah Sabat kepunyaan Allah.\u201d<\/span> \u2013 <span style=\"font-size: 18px;\">God\u2019s Calendar, pp. 3, 7.\u00a0 \u00a0<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Semua komentar di atas yang berasal dari Penulis Sabat hari Jumat itu yang membicarakan Keluaran 16 : 1 \u2013 12 mengungkapkan, bahwa posisinya adalah berlandaskan pada assumsi, bahwa ada terdapat <strong>kelanjutan kronologis yang tidak putus<\/strong> di antara peristiwa dari Keluaran 16 : 1 dengan peristiwa-peristiwa dari Keluaran 16 : 2 \u2013 12.\u00a0 Alasannya adalah sedemikian rupa sehingga membuatnya tampak bahwa pada malam dari hari ke-15, hari dimana orang-orang Israel itu tiba di padang belantara Sin, burung-burung puyuh itu muncul, dan bahwa pada pagi dari hari berikutnya, hari ke-16, Manna berjatuhan. Pada janji kunci (key promise) ini ajaran doktrin Sabat hari Jumat itu telah dibangun; maka pada landasan itulah iaitu harus berdiri atau jatuh. Oleh karena itu hendaklah kita dengan penuh doa memeriksa keseluruhnnya melalui lensa kaca pembesar dari Roh Kebenaran di dalam Firman Itu sendiri. <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Analisa yang saksama terhadap catatan Alkitab (Keluaran 16) yang sedang dibicarakan ini mengungkapkan bahwa satu-satunya hari dari bulan yang disebut oleh Ilham ialah hari ke-15. yaitu hari dari kedatangan orang-orang dari Eksodus itu di padang belantara Sin (Keluaran 16 : 1). Alkitab tidak menyebut nama hari atau pun bulan pada mana orang-orang Israel itu bersungut-sungut; dan iaitu tidak menyebut nama bulan ataupun hari pada mana Manna itu pertama sekali jatuh, bahkan juga tidak menyebut hari pada mana burung-burung puyuh itu datang.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Kenyataan-kenyataan ini menjadi mutlak membuktikan apabila iaitu diperhatikan, bahwa tidak semua unsur waktu dari ayat-ayat 2 sampai 12 itu adalah kronologis berurutan atau berkaitan secepatnya dengan unsur-unsur waktu dari ayat 1, ayat yang membicarakan hari kedatangan Israel di padang belantara Sin. Ayat 2 sampai 12 dan seterusnya sampai kepada ayat 35 secara singkat membicarakan hanya aspek-aspek yang sangat penting dari pengalaman-pengalaman yang menimpa mereka selama 40 tahun pengembaraan mereka di padang belantara.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Juga, ayat-ayat ini membuatnya sama nyata, bahwa tidak satupun dari peristiwa-peristiwa yang dibicarakan itu secepatnya terjadi pada hari-hari menyusul kedatangan orang-orang Exodus itu di padang belantara Sin. Setiap pembandingan yang saksama terhadap catatan-catatan akan menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa yang dibicarakan itu meliputi suatu masa periode yang luas, dan bahwa ada terdapat suatu kekosongan waktu di antara ayat 1 dan ayat 2 ; juga bahwa, secara urut-urutan kronologis, bahkan peristiwa-peristiwa dari pasal 17 datang di antara peristiwa-peristiwa dari pasal 16, ayat 1 dan 2.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Kenyataannya adalah bahwa terlepas dari menyebutkan hari dari bulan kedatangan Eksodus orang-orang itu di padang belantara pada hari ke-15, catatan sama sekali tidak menyebut sesuatu hari yang lain dalam kaitannya baik dengan kejatuhan Manna ataupun oleh kedatangan burung-burung puyuh, melainkan hanya menunjukkan bahwa yang satu datang di malam hari (dari sesuatu hari yang tidak tercatat). Lagi pula, dan kembali bertentangan dengan teori, Manna itu datang lebih dulu dan burung-burung puyuh itu datang berhari-hari kemudian, sebagaimana yang akan kita saksikan sekarang.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Karena buku Bilangan pasal 11 mencatat Manna dan peristiwa-peristiwa burung-burung puyuh itu dalam rincian yang lebih luas daripada di dalam Keluaran pasal 16, maka kita akan secara singkat memeriksa permasalahan itu sebagaimana yang terdapat di sana :<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cKita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang jiwa kami sudah kering : tidak ada apa-apa lagi, selain Manna ini saja yang kami lihat.\u201d \u2013 Bilangan 11 : 5, 6.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Karena tidak puas terhadap persungutan-persungutan mereka itu akan Manna, maka Tuhan memerintahkan kepada Musa :<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201c\u2026\u2026..katakanlah olehmu kepada orang banyak itu : Kuduskanlah dirimu untuk besok, maka kamu akan makan daging; sebab kamu sudah menangis di hadapan Tuhan dengan mengatakan : Siapakah yang akan memberi kami makan daging ? Begitu baik keadaan kami di Mesir, bukan ? &#8212; Tuhan akan memberi kamu daging untuk dimakan. Bukan hanya sehari kamu akan memakannya, bukan dua hari, bukan lima hari, bukan sepuluh hari, bukan dua puluh hari, tetapi genap sebulan lamanya, sampai iaitu keluar dari lubang hidungmu dan sampai kamu muak &#8212;&#8212; Bilangan 11 : 18 \u2013 20. <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Sekaliannya ini dan ayat-ayat sebelumnya dari pasal itu mengungkapkan dengan pasti bahwa burung-burung puyuh itu datang sesudah bani Israel itu bersunggut-sungut terhadap Manna; dan bahwa sesudah mereka kehilangan selera terhadapnya mereka menjadi sangat rewel karena sebab ketidak-percayaan mereka pada kemampuan Tuhan untuk memberi makanan daging bagi suatu massa orang banyak yang sedemikian besarnya. Sungguhpun demikian, tak disangka-sangka oleh mereka \u201c\u2026\u2026.. telah keluar suatu angin dari Tuhan asalnya ; dibawanyalah burung-burung puyuh dari laut, dan dihamburkannya burung-burung itu ke atas tempat-tempat perkemahan mereka dan di sekeliling mereka kira-kira sehari perjalanan jauhnya ke segala perjuru, dan kira-kira dua hasta tingginya dari atas permukaan bumi. Maka bangkitlah orang banyak itu, lalu dikumpulkannya burung puyuh sehari itu suntuk dan semalam itu suntuk dan keesokkan harinyapun suntuk, maka orang yang sedikit padanya itu telah mengumpulkan sepuluh timbunan yang besar-besar, lalu dihamparkannya sekeliling tempat perkemahan orang banyak itu. Maka selagi daging itu masih berada di celahan gigi mereka, dahulu daripada dimakan habis akan dia, maka naiklah murka Tuhan yang bernyala-nyala atas orang banyak itu lalu dipalu Tuhan akan mereka itu dengan palu yang amat besar.\u201d &#8212; Bilangan 11 : 31 \u2013 33.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Ayat-ayat Alkitab ini mengemukan fakta kenyataan yang kuat bahwa burung-burung puyuh itu bukan datang mendahului Manna (Bilangan 11 : 1 &#8211; 9, 13, 18 \u2013 23, 31 \u2013 33), dan bahwa keberadaan sekaliannya itu di sana bukan hanya untuk satu malam, melainkan sebaliknya selama sedikit-dikitnya dua hari (Bilangan 11 : 32). Inilah bukti yang mutlak bahwa hari kedatangan Israel (hari ke-15) di padang belantara Sin adalah bukan pada hari burung-burung puyuh itu datang, sebagaimana yang dikira oleh penulis Sabat Hari Jumat itu.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Iaitu pun mengejutkan, karena ia telah gagal mencatat bahwa itu bukanlah maksud\u00a0\u00a0 Allah untuk memberi makan umat-Nya dengan daging selama seluruh 40 tahun itu; tidak seorangpun dapat membayangkan bahwa IA bisa berubah pikiran untuk memberi mereka daging bagi makanan langsung sejak dari mulanya, kemudian secara tiba-tiba menyingkirkannya dari mereka lalu menggantikannya dengan Manna. Lagi pula, sekiranya yang sedemikian itu keadaanya, maka gantinya bertentangan, justru yang sedemikian itulah yang sudah harus menjadi catatan.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Juga dapatlah dipahami bahwa secepatnya mereka itu melihat bahwa tidak akan ada lagi jalan untuk hidup di padang belantara, mereka tanpa pengharapan membayangkan dirinya merosot habis, miskin, lapar, dan kematian, lalu langsung mempersalahkan Musa terhadap nasib hari depan mereka yang ditakutinya itu, lalu menangis memohon bantuan makanan jenis apa saja daripada mengharapkan sesuatu makanan tertentu. Karena kasihan terhadap kecemasan mereka itu dan karena peduli terhadap semua kebutuhan mereka, maka Tuhan telah mengirimkan kepada mereka \u201cr o t i (Manna) dari langit.\u201d Keluaran 16 : 4. Sungguhpun demikian, tak lama kemudian mereka telah jemu oleh Manna itu, lalu mulai bersungut-sungut kembali karena seleranya kepada makanan daging yang bukan bagi kebaikan. Demikian itulah keadaannya, bahwa sungguhpun bertentangan dengan maksud-Nya yang baik bagi mereka, Tuhan telah\u00a0 mengirimkan kepada mereka burung-burung puyuh (Keluaran 16 : 8). Sekalipun demikian, masih lagi Manna sebagaimana biasanya turun pada pagi hari berikutnya. Begitulah mereka kemudian memperoleh baik roti mupun daging untuk terus berpesta pora dengannya &#8212;- ya, daging bagi bencana yang penuh. (Keluaran 16 : 12, 13; Bilangan 11 : 31 \u2013 33).<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cYeah,\u201d demikianlah Pemazmur mengukuhkannya secara serius, \u201cmereka itu telah bebicara durhaka melawan Allah; kata mereka : Dapatkah disajikan Allah makanan di padang belantara ? Sesungguhnya telah dipalu-Nya akan gunung batu, sehingga memancar keluarlah air daripadanya, dan anak sungaipun mengalirlah dengan limpahnya; dapatkah Ia memberikan juga roti ? Dapatkah Ia memberikan daging bagi umat-Nya ?\u201d Mazmur 78 : 19, 20.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Logika dari peristiwa-peristiwa itu dalam susunannya yang sedemikian itu telah dikukuhkan oleh Pemazmur, memberikan bukti tambahan : (1) bahwa \u201croti\u201d (Manna itu) turun agaknya beberapa waktu sesudah hari ke-15 itu; (2) bahwa iaitu datang sesudah kemajuan pergerakan orang banyak itu yang kedua ke dalam padang belantara Sin &#8212; sejauh sampai ke Rephidim (Keluaran 17 : 1), tempat dimana Musa memalu batu karang yang kemudian mengeluarkan air; dan (3) bahwa kedatangan burung-burung puyuh itu ke dalam perkemahan masih lagi sesudah itu. Untuk menegaskannya kembali, pertama sekali keluar air dari batu karang, kemudian turun Manna, dan sesudah itu datang burung-burung puyuh itu. Pernyataan ilham dari Pemazmur \u2013 \u201cBahwasanya, Ia memalu batu karang itu \u2026\u2026.; dapatkah Ia memberi juga roti ? dapatkah Ia memberikan daging bagi umat-Nya ?\u201d \u2026. Menyatakan bahwa Tuhan sudah membuat batu karang itu memberikan air bahkan sebelum orang-orang itu secara tidak yakin meneriakkan keragu-raguan mereka terhadap kemampuanNya untuk memberi mereka roti, dan bahwa berikutnya mereka meneriakkan keragu-raguan mereka terhadap kemampuan-Nya untuk memberikan mereka daging !<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Karena lalai untuk melihat dan menghitung dengan fakta-fakta kunci yang sebenarnya ini, maka penulis Sabat hari Jumat itu secara keliru telah berassumsi bahwa burung-burung puyuh itu lebih dulu datang, kemudian Manna dan terakhir air. Ternyata ia mengabaikan kenyataan bahwa Keluaran 16 itu sendiri yang menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa yang tercatat di sana itu meliputi suatu masa periode (semua hari-hari pengembaraan mereka di padang belantara Sin) dan bukan hanya beberapa hari menyusul kedatangan mereka di pada belantara Sin. Peristiwa-peristiwa dari pasal itu bahkan meliputi upaya memata-matai tanah itu, juga pemberian \u201cKesaksian\u201d dari Tuhan (hukum) dari Sinai, seperti juga halnya dengan pembangunan tabernakel dan penyelesaiannya (Keluaran 16 : 33 \u2013 35; 40 : 2 \u2013 6). Semua peristiwa ini telah dicatat di dalam pasal yang sama, sekalipun sebagaimana yang sudah kita saksikan, peristiwa yang pertama secara berurutan (kronologis) mengikuti peristiwa dari hari ke-15 itu &#8212;yaitu hari kedatangan mereka di padang belantara Sin (Keluaran 16 : 1) \u2013 dimana Musa memalu batu karang di Rephidim (Keluaran 17).<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Langkah berikutnya dari penulis Sabat hari Jumat itu, dalam proses membangun teorinya ialah perdebatan yang tidak beralasan, bahwa \u201cmalam\u201d (Keluaran 12 : 6) dari hari dimana persiapan bagi Paskah itu untuk dimulai adalah bukan petang dari hari ke-14, melainkan bahwa iaitu pada matahari masuk pada hari ke-13, dan bahwa karena sebab itulah makan Paskah, \u201cpesta perayaan itu,\u201d mengambil tempat pada waktu itu &#8212; pada permulaan dari hari ke-14. Inilah yang dilakukannya meskipun pada kenyataannya Ilham secara pasti telah memerintahkan :<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cBerbicaralah kepada semua perhimpunan orang Israel itu demikian : Pada hari ke-10 bulan ini hendaklah masing-masing kamu mengambil seekor anak domba sesuai kaum keluarga, seekor anak domba untuk setiap rumah tangga. \u2026\u2026 maka hendaklah kamu menahannya sampai kepada hari ke-14 dari bulan yang sama : maka seluruh perhimpunan dari umat Israel harus membunuhnya pada malam hari.\u201d \u2013 Keluaran 12 : 3, 6.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Tandailah dengan saksama, perintah itu secara khusus mewajibkan agar domba korban itu dipisahkan dari kawanannya pada hari ke-10 dari bulan yang pertama, dipertahankan hidup hanya sampai kepada hari ke-14, bukan sampai kepada hari ke- 13, kemudian membunuhnya pada malam dari hari yang sama; artinya, anak domba itu akan dibunuh menjelang akhir dari hari ke-14, bukan pada permulaan dari hari itu. Batasan itu menempatkan waktu pembunuhan anak domba itu \u201cdi antara dua malam.\u201d Secara Alkitab maupun secara tradisi satu \u201cmalam\u201d ialah waktu sesudah matahari tengah hari (noon sun) mulai menurun \u2013 sore hari, sesudah jam 1 siang; \u201cmalam\u201d yang lainnya itu merangkul periode masuk matahari (dusk), dari waktu matahari masuk sampai kepada jam tidur. Kedua pembatasan ini menentukan jam-jam bagi semua persiapan.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Demikianlah Israel melakukan semua persiapan ini selama hari ke-14, kemudian makan korban itu sepanjang malam dari hari ke-15 (Keluaran 12 : 18; Immamat 23 : 6), malam yang sesungguhnya dari masa itu dimana, sebagaimana yang ditegaskan secara jelas oleh Alkitab, mereka itu bukan saja makan Paskah melainkan juga meninggalkan Mesir (Bilangan 33 : 3; Immamat 23 : 6). Untuk membuat fakta kenyataan ini penting dan jelas secara grafik, maka kami gabungkan bagan berikut ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><br \/>\nOleh karena itu, melihat kepada catatan-catatan Alkitab yang jelas ini, maka sekaranglah seseorang mungkin sudah dapat menyimpulkan, sebagaimana yang dilakukan oleh penulis Sabat hari Jumat itu, bahwa pesta perayaan Paskah itu diselenggarakan pada akhir dari hari ke-13 (yang mana sesuai penghitungan Alkitab akan merupakan malam dari hari ke-14), sekalipun Alkitab secara khusus menegaskan bahwa iaitu diselenggarakan pada malam dari hari ke-15, adalah benar-benar di luar semua pemikiran yang terdalam. Bukan saja kejelasan Alkitab yang menentukan mengenai waktu bagi perayaan yang penting ini, tetapi sejarah maupun tradisi juga membuat fakta-fakta kenyataan itu menjadi hampir-hampir tidak lagi mungkin bagi setiap orang untuk keliru. Namun sekalipun adanya hal ini yang bertentangan dengan semuanya penulis Sabat hari Jumat itu telah terbawa untuk menjelaskan pemotongan satu hari kejadian peristiwa-peristiwa &#8212; kembali kepada hari ke-13 \u2013 dengan maksud untuk mempersingkat waktu untuk sesuai dengan teorinya itu. Karena ia seharusnya sudah membaca seluruh Alkitab, maka sulitlah baginya untuk menghindari kesimpulan bahwa kekeliruan itu tampaknya hanya sesuatu kekeliruan interpretasi, padahal iaitu telah merupakan suatu penyelewengan yang disengaja. <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Kemudian juga, bahwa angka-angka pada gambar bagannya itu menunjukkan dengan pasti, bahwa dalam usahanya membuat teorinya itu cocok dengan peristiwa-peristiwa yang lain yang dibangun dalam penyelidikannya, kekeliruan interpretasi bahwa ucapan kata-kata Kristus, \u201c\u2026\u2026. tiga hari dan tiga malam di dalam hati bumi,\u201d berarti tiga hari dan tiga malam di dalam kubur. Pada pegangan yang dikira-kira ini, bersama-sama dengan aplikasinya yang keliru terhadap waktu penyaliban dan kebangkitan Kristus, dan teorinya mengenai burung puyuh dan Manna, ia telah membangun doktrin Sabat hari Jumat itu. Ini jelas dibuatnya tanpa memperhitungkan bahwa tak dapat tiada pada sesuatu hari kelak Kebenaran akan menyerbu landasan-landasan pasirnya itu lalu meruntuhkannya ke tanah.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Hendaklah kini diperhatikan juga bahwa untuk menopang teori perihal Sabat hari Jumat itu, penulisnya terpaksa juga mencoba untuk mencocokkan hari dan jam dari kematian Kristus dengan hari dan jam dimana anak domba Paskah itu dibunuh. Dengan demikian ia terpaksa mengundurkan waktu perayaan Paskah itu dari hari ke-15 ke hari ke-14 dari bulan, sekalipun bertentangan dengan Alkitab! Oleh gerakannya yang licik dan terencana sedemikian ini penulis (Sabat hari Jumat) itu telah menempatkan pembunuhan domba Paskah dan peyaliban Kristus pada hari yang sama, yaitu pada hari ke-13, hari Rabu. Dengan demikian ia selanjutnya menjelaskan bahwa Jesus tidak mungkin pernah hidup untuk merayakan Paskah itu. Ia kemudian menerangkan Matius 28 : 1 kepada penempatan kebangkitan itu pada hari ke-17, Sabtu malam. Tetapi sekalipun sesudah sekian banyaknya manipulasi ini dibuat, ia tidak mampu untuk mencocokkan waktu dari peristiwa-peristiwa itu, karena sekalipun ia mempertahankan bahwa domba Paskah itu dibunuh pada saat masuk matahari, namun ia harus mengakui bahwa Jesus telah disalibkan di antara matahari terbit dan siang tengah hari \u201cpada jam 3.\u201d Markus 15 : 25.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Ia melakukan perubahan ini pada peristiwa-peristiwa itu bahkan di hadapan fakta-fakta kenyataan dari Alkitab bahwa Jesus mengikuti hari Pentakosta, pada hari ke-14 bersama-sama dengan murid-murid-Nya (Markus 14 : 12 \u2013 25); bahwa Ia merayakan bersama mereka itu pesta perayaan Paskah pada hari ke-15, hari Rabu malam (ayat 18); bahwa Ia ditangkap pada malam yang sama itu juga segera sesudah perayaan Paskah itu, kemudian diadili oleh Annas dan oleh Pilatus, lalu disalibkan dan dikuburkan pada sekitar matahari masuk (Markus 15 : 42 \u2013 46) pada hari yang ke-16, hari Jumat, akhirnya, bahwa Ia bangkit pada hari yang ke-18, hari Minggu, hari yang pertama dari minggu itu (Markus 16 : 9). Sesungguhnya, penulis Sabat hari Jumat itu tampaknya hendak menghindari selengkapnya semua catatan Alkitab dari peristiwa-peristiwa ini. Dan dalam hal ini ia telah ikut serta bersama dengan para pengacau Alkitab lainnya yang telah mengacaukan permasalahan 3 hari dan 3 malam (di dalam perut bumi) itu.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Dalam suatu upaya yang putus asa untuk mengukuhkan teori mereka perihal tiga hari dan tiga malam itu, semua pengacau Alkitab ini mencoba menceriterakan kepada kita bahwa \u201chari persiapan\u201d dan \u201cS a b a t\u201d dari Matius 27 : 62, Markus 15 : 42, Lukas 23 : 54 dan Yahya 19 : 31 adalah bukan hari Jumat dan Sabtu, melainkan adalah beberapa hari yang lain dari minggu itu.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Sekalipun demikian, dari pengamatan adalah jelas, bahwa mereka itu seringkali menunjuk kepada apa yang disebut tulisan-tulisan asli (manuscripts) yang asli yang tidak dikenal dalam bahasa Iberani dan Gerika &#8212; yaitu kepada apa saja yang dapat mereka perbuat untuk memenuhi maksud mereka di antara orang-orang yang tidak berkesempatan untuk mengecek benar tidaknya sekaliannya itu. Sunggguhpun demikian, cepat ataupun lambat kebenaran itu akan bocor keluar, bahwa para pengutip dari banyak terjemahan ini belum pernah mengutip dari Alkitab bahasa Gerika perihal \u201chari persiapan\u201d dan \u201cHari Sabat\u201d itu. Lalu mengapa tidak ? &#8212; demi bagi alasan yang paling baik dalam setiap kesempatan Iaitu terbaca XXXXXX (Hari Jumat), dan YYYYYY (Hari Sabtu), dimana dalam bahasa Inggris iaitu terbaca \u201chari persiapan\u201d dan \u201chari Sabat\u201d !<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Ambillah berikutnya \u201cseikat gandum timangan\u201d yang merupakan contoh\/tipe dari kebangkitan Kristus. Karena harus dipersembahkan selama dalam minggu Paskah dan tidak pada hari lain terkecuali \u201cpada pagi hari sesudah Sabat\u201d (Immamat 23 : 11) \u2013 pada hari pertama dari minggu \u2013 itu pun, menunjukkan bahwa hari itu dimana Tuhan akan bangkit dari kematian, akan jadi pada hari yang pertama dari minggu, yaitu hari sesudah Sabat hari yang ketujuh. Sungguhpun demikian, orang-orang penghindar Sabat akan selalu mencoba membuat kita percaya bahwa \u201ckeesokan hari sesudah Sabat,\u201d adalah bukan hari sesudah Sabat hari yang ketujuh, apabila jelas kata benda di (dalam ayat 3) ialah Sabat dari Kedua Log batu itu. Di samping itu, sekalipun kadang-kadang sesuatu hari istirahat di dalam Alkitab disebut <u>\u201csuatu sabat,\u201d<\/u> tidak pernah ada sesuatu hari yang lain daripada Sabat hari yang ketujuh yang dapat disebut <u>\u201cSabat.\u201d<\/u><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Selanjutnya, hukum kaabah kesucian menghendaki \u201ctujuh sabat\u201d semenjak dari hari ikatan gandum timangan itu dipersembahkan sampai kepada Pentakosta (ayat 15), mutlak menghapuskan kemungkinan sesuatu hari yang lain daripada Sabat hari yang ketujuh dapat mendahului hari persembahan ikatan gandum timangan dan demikianlah kebangkitan dan Pentakosta. Artinya, untuk memperoleh tujuh Sabat dalam 49 hari, lalu mendapatkan hari yang ke-50 datang pada hari sesudah Sabat (ayat 16), pada hari yang pertama dari minggu, orang harus mulai menghitung semenjak dari hari yang pertama dari minggu (hari Minggu). Tidak ada hari lain yang mungkin. Cobailah sendiri dan lihat. Pikirkan juga, kebiasaan orang merayakan Paskah (kebangkitan) pada hari Minggu.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Sungguhpun demikian, meskipun semua terang sudah menyinari pokok masalah itu, jarang sekali ada harapan bahwa para pengacau ini akan mau berhenti berargumentasi sendiri di luar dari berkat Sabat itu.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Benar-benar tragis bahwa mereka tidak mau membuka mata untuk melihat bahwa Alkitab telah membuat jelas, bahwa mereka telah salah menginterpretasikan \u201chati bumi\u201d itu, bahwa oleh karenanya Jesus bukan mengartikannya kepada kubur, sehingga Ia bukan tiga hari dan tiga malam di dalam kubur, juga bahwa pengadilan atas diri-Nya, penyaliban, dan penguburan-Nya memakan waktu lebih dari sehari. Mereka itu tampaknya lupa bahwa Alkitab telah mencatat jam dari setiap peristiwa itu sebagai berikut : <strong>(a)<\/strong> pada kira-kira jam 6 (tengah hari atau tengah malam sesuai dengan waktu kuno yang dianut &#8212; masuk matahari pada jam dua belas), Jesus berada di Ruangan Pengadilan Pilatus (Yahya 19 : 14); <strong>(b)<\/strong> pada jam 3 Ia dipaku pada kayu salib (Markus 15 : 25); <strong>(c)<\/strong> pada \u201cjam 6 berikutnya\u201d, jam selagi Ia tergantung di atas kayu palang, kegelapan menutupi bumi (Markus 15 : 33); <strong>(d)<\/strong> pada \u201cjam 9\u201d Ia mati (Markus 15 : 37); dan <strong>(e)<\/strong> pada kira-kira jam dua belas, menjelang masuk matahari, Ia telah dikuburkan (Markus 15 : 42 \u2013 46). Kini pertimbangkanlah catatan Ilham itu,<\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Bahwa semenjak dari jam 6 yang pertama sampai kepada jam 6 yang kedua ada terdapat 12 jam;<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Bahwa sejak dari jam 6 yang kedua sampai ke jam 12 masuk matahari ada suatu tambahan enam jam;<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Bahwa ada terdapat hanya satu jam 6 (siang tengah hari) selama bagian terang dari hari itu dan satu jam 6 (tengah malam) selama bagian gelap dari hari itu;<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Bahwa adalah pada jam 6 itu selama bagian terang dari hari itu kegelapan telah menutupi bumi, selagi Jesus masih tergantung pada kayu palang (Matius 27 : 45);<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Dan bahwa karena jam 6 itu, dimana Ia telah dibawa ke dalam Ruang Pengadilan Pilatus adalah sebelum penyaliban-Nya, maka iaitu tak dapat tiada menyusul bahwa jam 6 sebelum penyaliban-Nya itu adalah hari Kamis siang tengah hari atau tengah malam jam 6 di malam hari di antara hari Kamis matahari masuk dan hari Jumat pagi matahari naik. Mengapakah sudah dapat mereka membawa-Nya ke Pilatus pada malam hari ?<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Bagi alasan yang sama bahwa mereka telah berhasil menangkapNya lalu membawanya ke hadapan Annas dan Kayapas pada malam hari \u2013 artinya, karena mereka takut terhadap orang banyak itu, karena banyak yang percaya pada-Nya, dan oleh sebab itu mereka hendak mempertahankan pekerjaan gelap mereka itu secara diam-diam, sehingga tidak menciptakan keributan atau tantangan.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Dari kenyataan bahwa para penangkap Jesus itu pertama sekali membawa-Nya kepada Annas (Yahya 18 : 13 \u2013 24), dimana mereka telah menunggu datangnya siang bagi pemeriksaan pengadilan-Nya yang sah di hadapan Sanhedrin (yang mendahului pemeriksaan pengadilan-Nya di depan Pilatus), membuktikan dengan tegas bahwa waktu yang berlalu sejak dari pemeriksaan di Sanhedrin sampai ke penguburan-Nya, adalah sejak dari pagi-pagi sekali, hari Kamis hari ke-15 sampai ke kira-kira masuk matahari pada hari berikutnya, hari Jumat hari ke-16, jumlah seluruhnya 36 jam. Dan karena jam-jam sejak dari penguburan-Nya pada kira-kira Jumat sore masuk matahari sampai ke kebangkitan-Nya, pada kira-kira Minggu pagi matahari terbit, berjumlah 36 jam lagi yang lainnya, maka total jam keseluruhannya dimana Ia berada di bawah tahanan dari Sanhedrin adalah 72 jam &#8212; tepatnya sama dengan 3 hari dan 3 malam.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Ini adalah catatan waktu dari jam demi jam dari Alkitab itu sendiri perihal peristiwa-peristiwa itu, dan yang benar-benar cocok dengannya ialah perayaan dari peristiwa-peristiwa yang sama yang sesuai tradisi maupun sejarahnya. Karena urut-urutan jam semenjak dari penangkapan Jesus dan pengadilan atas diri-Nya sampai kepada kebangkitan-Nya, mencatat waktu yang tak terbantahkan sejumlah keseluruhan 72 jam, dan karena orang-orang yang menguburkan Dia itu kembali ke rumah lalu menyucikan Sabat sesuai dengan perintahnya (Lukas 23 : 56), dan juga karena kepada kita telah diberitahu bahwa Ia bangkit pada hari yang pertama dari minggu, yaitu hari Minggu (Yahya 20 : 1- 8; Lukas 24 : 1 \u2013 7; Markus 16 : 1 \u2013 6), maka tidak\u00a0\u00a0 akan ada sedikitpun pembenaran dari Alkitab bagi setiap orang yang menyimpulkan secara keliru akan hari dan jam dari setiap peristiwa dan jumlah keseluruhan jam yang telah habis terpakai. Akhirnya, karena hanya Alkitab yang menceriterakan kebenaran yang tepat dan menyeluruh, maka setiap suara yang bertentangan ialah yang berasal dari Penyesat, yaitu Iblis, yang bersekongkol untuk mendiskreditkan Alkitab dan memasang jerat terhadap seseorang dimana saja mereka berada.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Karena waktu yang terpakai sedemikian itu dalam urutan peristiwa-peristiwa (sejak dari saat Jesus menghadap Annas sampai kepada saat Ia bangkit dari kematian) adalah mutlak dari Alkitab, yang terkumpulkan seluruhnya sebagaimana yang diramalkan benar-benar tepat tiga hari penuh dan tiga malam penuh, maka tidak akan ada satupun kesimpulan yang dapat diterima yang masuk akal yang berasal dari Alkitab, selain daripada apa yang pasti Kristus tidak menghendaki ucapan-Nya, \u201ctiga hari dan tiga malam di dalam hati bumi,\u201d itu diartikan kepada hanya semenjak dari saat Ia dimasukkan ke dalam kubur sampai kepada saat Ia bangkit keluar dari sana. Melainkan yang dimaksudkan-Nya ialah semenjak dari saat Sanhedrin akan membawa-Nya ke dalam tahanan, sampai kepada saat batu digulingkan keluar dari kubur dengan maksud bagi-Nya untuk bangkit keluar dari sana (Lukas 24 : 7). Lagi pula, karena Sanhedrin adalah markas besar, yaitu hati dari sidang, dengan demikian hati dari bumi pada masanya, dan karena Kristus berada dalam tahanannya tiga hari dan tiga malam (karena Sanhedrin telah menempatkan suatu penjagaan mengawasi mayat-Nya bahkan selagi mayat itu beristirahat di dalam kubur), maka Sanhedrin, sidang itu, ialah yang oleh Jesus telah dinamakan \u201chati dari bumi.\u201d Siapakah yang secara jujur dapat menyangkal ketepatan dari lambang itu, mengingkat bahwa sebagaimana Alkitab mengajarkan, bahwa bumi masih berdiri hanya karena sebab sidang, hati dari bumi (penyalur kehidupan rohani itu) masih berfungsi dalam suatu upaya untuk memberikan kehidupan kekal kepadanya, bukan ?<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Sidang (bersama dengan Kristus di dalamnya), bukan kubur, dalam setiap pengertian rohani, adalah hati dan kehidupan dari bumi. Memang, tidak ada satupun pikiran yang mengerti pernah menganggap kubur itu sebagai \u201chati dari bumi\u201d; maka tidak mungkin dapat Tuhan menganggapnya sedemikian itu. Pikiran yang diterangi pun memahami benar, bahwa kubur itu adalah bukan generator kehidupan, melainkan kontainer penampung kematian, maka sebab itu iaitu tidak pernah dapat disebut hati dari bumi. Tidak mungkin, bahkan tidak mungkin bangkai dari seseorang itu dapat disebut jiwanya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Karena cobaan berat yang dialami Junus merupakan sebuah contoh dari cobaan berat dari Kristus, marilah sekarang kita melihat ke dalamnya. Karena ikan paus itu adalah suatu mahluk hidup yang telah mengangkut dengan aman kehidupan Junus melalui kedalaman lautan, ikan paus itu tak dapat tiada melambangkan sesuatu yang hidup, bukan melambangkan sebuah kubur, sesuatu yang tidak hidup, yang dirinya sendiri itupun melambangkan neraka yang kekal ! Jadi, apakah yang mungkin dapat dilambangkan oleh ikan paus itu kalau bukan melambangkan kapal Zion yang tua itu dalam pelayarannya mengarungi lautan dosa yang bergelora menuju ke Negeri yang Kekal itu ! Oh, betapa jelasnya, betapa pastinya, dan betapa menggugahnya ! <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Kegagalan ikan paus itu membuang Junus, tetapi sebaliknya menghantarkan dia dengan aman sampai ke pantai sehingga Niniweh tidak jadi binasa, melambangkan kegagalan Sanhedrin yang didominasi Setan untuk membuang Jesus, sekalipun menggenapi nubuatan-nubuatan \u201cbahwa seseorang harus mati bagi orang banyak itu, dan bahwa seluruh bangsa itu tidak akan binasa !\u00a0 Yahya 11 : 50. Maka tepatlah sebagaimana yang diijinkan oleh Takdir Ilahi, awak kapal itu telah membuang Junus ke laut demi untuk keselamatan kapal dan bagi penyelamatan nyawa mereka sendiri, maupun bagi penyelamatan Niniweh, demikian itu pula Takdir Ilahi telah membiarkan gerombolan orang-orang itu menangkap Kristus lalu memaku-Nya ke kayu palang demi bagi penyelamatan sidang-Nya dan anggota-anggotanya yang tertawan, demikian pula bagi penyelamatan dunia yang hilang.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Disinilah juga terlihat akan kenyataan, bahwa sebagaimana kapal itu berikut anak buah nya tidak akan pernah luput dari topan, juga Niniweh tidak akan luput dari pehukuman yang sedang akan menimpanya, terkecuali oleh cobaan berat yang menimpa Junus dan keluputannya dari air laut yang dalam, maka dalam cara yang sama Sidang dan dunia tidak akan pernah luput dari genggaman Setan atas mereka itu, terkecuali oleh kerelaan Kristus untuk menderita dan oleh kemenangan kebangkitan-Nya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Karena di dalam perut seekor paus yang lapar Allah telah membawa Junus dengan aman melalui semua kedalaman dari suatu lautan yang bergelora, dan karena di dalam tangan-tangan dari sebuah sidang yang haus darah IA telah membawa Kristus dengan aman melewati semua kedalaman dari dosa itu sendiri, demikian itu pula kelak di waktu ini Ia akan membawa dengan aman melalui semua kedalaman dari kemunafikan, bermacam-macam faham Kristen yang palsu, dan masyarakat pencinta keplesiran, setiap orang yang berbuat seperti yang pernah diperbuat oleh Junus dan Kristus. Allah akan berbuat sama banyaknya bagi semua orang di waktu ini, sekalipun mereka itu berada dalam genggaman suatu dinas kependetaan yang gila uang, yang membenci nabi, dan yang sudah merasa puas sendiri (suam rohani). Ya, Ia akan mengangkut semua orang yang sedemikian ini dengan aman sampai ke pantai-pantai dari Gunung Sion, untuk kelak berdiri disana bersama-sama dengan Anak Domba itu. Tetapi, orang-orang yang mengikuti teladan dari Junus dan Kristus, akan pasti mendapatkan diri mereka di antara orang-orang yang terbuang karena sebab kebenaran. Tetapi bersyukurlah kepada Allah bahwa tidak seorangpun, baik imam ataupun pemuka agama, membiarkan diri mereka lalai berpesta dengan makanan pada waktunya, atau kebenaran sekarang, yang sesuai dengan berbagai kebutuhan mereka khususnya. Dengan demikian, maka semua orang yang sadar akan kondisi kerohanian Laodikeanya, dan kepada kewajibannya untuk memberitakan Kebenaran milik Allah itu bagi masa ini tanpa menghiraukan akibat-akibatnya, mereka akan berhasil menang dan akan mendarat dengan suka cita di pantai-pantai kekekalan itu.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Dan sedemikian itulah, bahwa Junus secara suka rela telah membiarkan dirinya terbuang ke dalam lautan dahsyat yang bergelora, demi keselamatan kapal berikut awak kapalnya, dan dengan demikian itulah pula bagi Niniweh, sebagai contoh; dan bahwa kerelaan Kristus membiarkan diri-Nya terbuang ke dalam topan-topan dosa yang dahsyat, untuk di sana Dia diolok-olok, dipaku pada kayu palang, dan dimasukkan ke dalam sebuah kubur, demi bagi keselamatan Sidang, dan para anggotanya yang terbelunggu, lalu dengn demikian bagi dunia, sebagai contoh saingannya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Turunnya Kristus ke bumi untuk menyelamatkan para penghuninya pada sesuatu saat sewaktu Setan telah menguasai sepenuhnya, bukan hanya dunia, melainkan juga Sidang. Dan dengan demikian itu ia berharap di dalamnya dapat ia untuk selamanya mencegah kedatangan satu-satunya Juruselamat itu secepatnya Ia muncul. Juga kedatangan Kristus menerobos garis pertahanannya, mendirikan kembali berbagai hubungan komunikasi Sidang di seluruh dunia bagi umat-Nya untuk masuk, adalah benar-benar merupakan kemenangan-Nya yang gemilang. <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Inilah pelajaran-pelajaran yang Tuhan ingin membawakan kepada orang-orang Yahudi melalui ibarat lambang Junus \u2013 ikan paus itu. Dan inilah pelajaran-pelajaran yang khusus hendak dibawakan-Nya kepada kita. Sungguhpun demikian, teori perihal tiga hari dan tiga malam di dalam kubur itu tidak membawa pelajaran apapun bagi setiap orang.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Tampaklah juga jelas kini, bahwa mengartikan ucapan Kristus itu, \u201ctiga hari dan tiga malam di dalam hati dari bumi,\u201d dengan kepergian-Nya ke dalam kubur, diperhitungkan sebagai bukan saja membuang\/menyingkirkan Sabat yang suci itu, melainkan juga membuang keluar arti\/makna dari semua cobaan dan penderitaan-Nya, untuk menudungi pelajaran itu yang oleh Ilham telah diajarkan dalam bentuk \u201chati dari bumi.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Dengan demikian, maka susunan bangunan batu kerikil tipis yang lemah dari pendiri bangunan Sabat hari Jumat itu sudah akan terpukul hancur sendiri apabila berhadapan dengan fakta-fakta kuat yang tak tergoyahkan yang dibicarakan di atas. Sekalipun dengan memanfaatkan cara-cara penghitungannya yang kacau itu, ia akan tetap gagal menemukan sesuatu hari Jumat untuk menggantikan hari Sabat. Dimana ia sesungguhnya memperoleh hari Jumat dan bukan hari Sabtu bagi hari Sabat, akan terdapat dalam dua paragraf berikut ini, yang mutlak berasal dari rekayasanya sendiri.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cBulan baru ini menunjukkan hari yang pertama dari tahun pertama dari siklus itu yang selalu masuk pada hari dimana kalender Romawi menamakannya hari Rabu. Sesungguhnya hari kepunyaan Allah dimulai pada malam hari sebelumnya (yaitu Selasa malam, waktu Romawi) sesuai firman Alkitab. Kejadian 1 : 23.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u201cKarena hari Rabu adalah hari dari bulan baru, dan bulan baru itu datang pada hari ke-5 dari minggu kepunyaan Allah, maka kita dengan aman dapat mengatakan bahwa hari ke-6 itu jatuh pada hari Kamis dan hari ke-7 Sabat dari minggu kepunyaan Allah itu disebut hari Jumat waktu Romawi.\u201d \u2013 <strong>God\u2019s Calendar, p. 7.<\/strong>\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Sekalipun ucapan kata-kata di atas mungkin cukup mengesankan, namun substansinya\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 hanya bahan kertas emas perada yang tak ada harganya. Bulan baru dari hari pertama dari tahun yang pertama di dalam siklus tiga tahun tidak selalu datang pada hari Rabu sebagaimana yang dikatakan oleh penulisnya. Penanggalan Dunia mengungkapkan bahwa sesudah suatu masa periode 25 tahun, hanya ada tiga kali suatu bulan baru jatuh pada hari Rabu di dalam bulan Maret (musim dari siklus tiga tahunan itu) \u2013 (1) 1928, 21 Maret; (2) 1948, 10 Maret; dan (3) 1951, 7 Maret. Bulan tidak mengikuti di dalam setiap bulan kalender dari setiap tahun sebagaimana yang dia khayalkan.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Oleh terungkapnya pokok permasalahan itu kini menjadi terang yang bagaikan \u201cbelukar duri yang bernyala-nyala,\u201d maka adalah harapan kami sejujurnya agar baik penulis doktrin Sabat hari Jumat itu maupun para korbannya agar secepatnya melihat, bahwa\u00a0 Sabat-hari Jumat itu hanyalah sebuah lagi kasus pemahaman yang baru mencuat\u00a0 pada jam ke-sebelas sekarang ini. Satu lagi Musuh yang berusaha mengalihkan perhatian kita daripada pekabaran Tuhan yang menyelamatkan, untuk mengacaukan dan untuk membingungkan, dan menjauhkan baik orang-orang percaya maupun para siswa Alkitab yang jujur. Oleh sebab itu, adalah doa kami yang sesungguhnya agar penulis Sabat hari Jumat itu berikut semua korbannya mau sekarang bergembira karena Roh Allah telah kembali menegor memperbaiki kekeliruan dan membuat Kebenaran itu bercahaya lebih terang benderang daripada sebelumnya; bukan hanya mengungkapkan satu lagi teori yang palsu, melainkan sesungguhnya menyingkirkan suatu Musuh yang lain lagi yang kembali mencoba \u201cmenyingkirkan yang Sehari-Hari itu,\u201d dan kembali menggantikannya dengan \u201csesuatu kekejian yang membuat sunyi\u201d (Daniel 11 : 31); kali ini bukan oleh usaha mengukuhkan kembali hari dari faham Romawi, melainkan sesungguhnya untuk memelihara hari dari faham Mohamedanisme.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Semoga, Saudara-Saudara yang telah terjerat oleh faham Sabat hari Jumat itu kini bergembira mulai dari semua kedalaman jiwamu karena \u201cRoh Kebenaran telah memungkinkan anda keluar dari kubu pertahanan Musuh yang kuat itu. Semoga jangan sedetikpun anda menunda pelarian anda keluar daripadanya, supaya jangan anda menghalangi rahmat Allah.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Saya yakin, anda kini melihat, bahwa apa yang dinamakan \u201cKunci ke Minggu milik Allah itu,\u201d gantinya merupakan kunci untuk membukakan bukti bahwa hari Jumat ialah Sabat, iaitu sesungguhnya justru mengunci kekeliruan itu lalu membebaskan orang-orang yang tertangkap di dalamnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Karena melalui TONGKAT (Mikha 6 : 9; 7 : 14) Ilham justru pada waktu ini telah memperbanyak bukti nubuatan yang tidak sejalan perihal derasnya kedekatan akan \u201chari Tuhan yang besar dan mengerikan itu\u201d (Maleakhi 4 : 5), maka apakah yang dapat lebih penting dan pasti daripada yang Setan ingin lampiaskan pada dunia Kristen pemutar balikkan pengertiannya pada Alkitab. Oleh karena itu\u00a0 tidaklah mengherankan apabila kita mendengar gonggongan yang nyaring dari anjing-anjing yang rakus, \u2026 gembala-gembala yang tidak dapat mengerti \u201c (Jesaya 56 : 11), berusaha mengalihkan perhatian daripada keprihatinan yang amat berat yang pernah dihadapi manusia \u2013 semua \u2013 kebenaran yang membawa akibat, bahwa \u201chari Tuhan yang besar itu sudah dekat, sudah dekat, dan bahkan cepat sekali kedatangannya, bahkan suara dari hari Tuhan : pria yang perkasa itu akan kelak menangis di sana sejadi-jadinya.\u201d Zephania 1 : 14.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Karena pekabaran mengenai waktu dalam kaitannya dengan hari Tuhan (Maleakhi 4 : 5, 6) akan mengangkat tinggi-tinggi \u201chukum Musa\u201d yang telah \u201cdiperintahkan Allah kepadanya di Horeb\u201d (ayat 4 \u2013 Hukum\u00a0 dari Kedua Log Batu itu, Keluaran 20 : 3 \u2013 17), lalu dengan demikian memberitakan Sabat itu (hati dari hukum) \u201clebih sempurna lagi,\u201d maka Setan di bawah jubahnya sebagai penghotbah membiakkan sejumlah teori palsu yang baru mengenai Sabat untuk sedapat mungkin mengacaukan Kebenaran. Tetapi Roh Allah juga bekerja mengungkapkan Kebenaran untuk menelanjangi kepalsuan, untuk mengamankan orang-orang yang setia yang ingin mengetahui kebenaran itu seberapapun harganya, dan mereka yang ingin mematuhinya tanpa menghiraukan akibat-akibatnya.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><span style=\"font-size: 20px;\">****<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p align=\"center\"><a href=\"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/buku\/download\/Memperingati hari Sabat.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tongkat-gembala.org\/images\/download-pdf.png\" width=\"215\" height=\"60\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"2678\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;316&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Symbolic Code Jilid 13\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 No. 5, 6 Memperingati (hari) Sabat &nbsp; \u201cSabat itu merupakan sebuah&hellip;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"2678\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;316&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2678"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2678"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2678\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2679,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2678\/revisions\/2679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}