{"id":3059,"date":"2022-11-17T19:43:20","date_gmt":"2022-11-17T19:43:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=3059"},"modified":"2022-11-17T19:43:54","modified_gmt":"2022-11-17T19:43:54","slug":"caranya-kerajaan-itu-datang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=3059","title":{"rendered":"Caranya kerajaan itu datang"},"content":{"rendered":"<h2 style=\"text-align: center;\" align=\"center\"><span style=\"color: #333333; font-size: 24pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>CARANYA KERAJAAN<br \/>\nITU DATANG<\/strong><\/span><\/h2>\n<div style=\"text-align: center;\" align=\"center\"><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\" align=\"center\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\" align=\"center\">\n<div align=\"center\">\n<div align=\"center\">\n<div align=\"center\">\n<div align=\"center\">\n<div align=\"center\">\n<div style=\"text-align: center;\" align=\"center\"><span style=\"font-size: 18pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2970\" src=\"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/spacer50.png\" alt=\"\" width=\"100\" height=\"50\" \/><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\" align=\"center\"><span style=\"font-size: 18pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Oleh:<br \/>\n<strong>Victor T. Houteff<\/strong><br \/>\nPendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent <\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\" align=\"center\"><span style=\"font-size: 18pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Hari Ketujuh<br \/>\nSabat, 11 Oktober 1947<br \/>\nGereja Mount Carmel, Waco, Texas<br \/>\nAmerika Serikat<\/span><\/div>\n<div align=\"center\"><\/div>\n<p align=\"center\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Orang-orang Yahudi telah membangun sebuah konsep pengertian yang keliru dari hal apa Kerajaan yang akan datang itu, dan bagaimana serta kapan Kerajaan itu akan datang, dan dengan demikian itu apabila Tuhan membentangkan kekeliruan-kekeliruan mereka, maka mereka merasa terhina. Mereka menjadi sangat marah, bukan karena Kerajaan itu yang teIah diterangkan oleh Juruselamat sebagai yang tidak banyak berkelimpahan dan praktis dari pada yang mereka pernah bayangkan, melainkan karena kekeliruan-kekeliruan mereka itu telah ditelanjangi. Demikianlah umat kesayangan sorga itu, yaitu orang-orang Yahudi, telah menimbun kesalahan demi kesalahan Ialu membawakan atas dirinya sendiri malu dan kebinasaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Haruskah pengertian Kristen dari hal Kerajaan itu juga akan keliru, dan haruskah kita gagal untuk mengambiI manfaat dari pada kesalahan-kesalahan orang-orang Yahudi itu, lalu kemudian kejatuhan kita akan bahkan Iebih besar dari pada orang-orang Yahudi itu. Olehnya itu marilah kita menyingkirkan setiap perkiraan yang mungkin kita miliki, lalu menyambut Kebenaran sajian Tuhan yang akan membawa kepada kita pengertianNya dari hal Kerajaan itu secara segar pada hari ini:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Matius 13 : 24 &#8211; 26:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Sebuah perumpamaan lain dibentangkannya kepada mereka, dengan mengatakan: Kerajaan sorga itu diumpamakan dengan seseorang yang menabur benih yang baik di ladangnya. Tetapi sementara orang tidur, maka datanglah musuhnya lalu menaburkan benih-benih lalang di antara gandum, lalu pergiIah ia. Tetapi apabila gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, maka tampaklah juga lalang-lalang itu?&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Lalang lalang pengganggu itu yang tumbuhnya lebih tinggi dan lebih kuat dari pada gandum diilhami oleh Setan, lalu oleh mereka diciptakan teori-teori yang keliru mengenai rencana Allah. Lalang-lalang itu sesuai dengan perumpamaan itu adalah demikian hampir sama dengan gandum sehingga mereka sukar dikenal terkecuali sesudah mereka itu berbuah; artinya, mereka itu dapat dikenal hanya dari buah-buah terakhir yang dihasilkan oleh pekerjaan mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Dan apakah yang akan terjadi dengan buah-buah ini? Apa lagi yang lain dari pendapat-pendapat yang bukan diilhami sorga dapat kamu harapkan di dalam sidang kalau bukan sifat mementingkan diri, sifat egois, keras kepala, keduniawian, keragu-raguan, kebencian terhadap tegoran dan terang terhadap perbuatan perbuatan jahat mereka? Bukankah itulah tujuan mereka untuk meninggikan dirinya sendiri dari pada meninggikan Kristus dan KebenaranNya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">&#8220;Perhatikan juga ini, bahwa pada akhir zaman akan datang kelak suatu masa yang sukar. Karena segala orang akan mengasihi dirinya sendiri, dan tamak akan uang, membesarkan dirinya, sombong, mengumpat orang, durhaka kepada ibu bapa, tiada syukur, fasik, tiada berpengasihan, tiada mau berdamai, memfitnah orang, tiada memerintahkan dirinya, kejam, tiada gemar terhadap yang baik, penghianat, keras kepala, tinggi diri, melebihkan kesenangan akan kepelesiran dari pada mengasihi akan Allah, merupakan diri seperti orang beribadah, tetapi menolak akan kuasa ibadah. Dari yang sedemikian inilah supaya menjauhkan diri. Karena mereka yang semacam inilah yang mencuri masuk ke dalam rumah-rumah, lalu melarikan perempuan-perempuan yang bodoh yang penuh beban dosa, yang terbawa oleh berbagai keinginan nafsu, yang senantiasa belajar tetapi tiada pernah sampai kepada pengetahuan akan Kebenaran itu.&#8221; 2 Timotius 3 : 1 &#8211; 7.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Matius 13 : 27 &#8211; 30:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Maka datanglah segala hamba dari orang yang mempunyai ladang itu, lalu berkata kepadaNya, Tuan, bukankah Tuan menabur benih yang baik di ladang Tuan? Lalu dari manakah lalang-lalang itu? Maka sahutNya kepada mereka itu, Seorang musuh telah melakukan yang demikian itu. Maka kata segala hamba itu kepadaNya, Maukah Tuan agar kami pergi mencabut semuanya itu? Tetapi kataNya: Jangan, agar tidak sementara kamu mencabut lalang-lalang itu kamu akan mencabut juga gandum sertanya. Biarkanlah kedua-duanya bertumbuh bersama-sama sampai kepada masa penuaian; maka pada masa penuaian itu Aku akan berkata kepada para penuai, Kumpulkanlah Ialang-lalang itu dahulu, dan ikatkanlah semuanya berberkas-berkas untuk dibakar, tetapi kumpulkanlah gandum itu ke dalam Iumbung.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Di sini kita saksikan, bahwa bahkan pendapat-pendapat dari hamba-hamba Allah yang tersetia sekalipun terhadap pendirian KerajaanNya itu serta mengenai pencabutan lalang-lalang itu adaIah tidak sama dengan rencana-rencana Allah. Pekerjaan pembersihan ini hanya dipercayakan kepada malaikat-malaikat sorga, maka ini akan dilakukan mereka di dalam masa penuaian setelah memperoleh perintah untuk itu; bukan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Dalam perumpamaan ini kepada kita juga diceritakan, bahwa penuaian rohaniah itu adalah suatu &#8221;m a s a&#8221;, bukanlah suatu pekerjaan tiba-tiba, dan bahwa itu akan membawa kepada akhir sejarah dunia, sama seperti hal alamiahnya tahun penuaian membawa kepada akhir musim panas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Jadi, Saudara saksikan, pemisahan gandum dan lalang itu akan jadi di akhir zaman dan di dua tempat yang berbeda, pertama-tama di dalam rumah Allah (1 Petrus 4 : 17; Matius 13 : 47, 48), kemudian di Babilon (Wahyu 18 : 2 &#8211; 4).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Pada pemisahan yang pertama segala Ialang itu diambil keluar dari antara umat Allah, tetapi pada pemisahan yang kedua umat Allah yang diambil keluar dari antara segala lalang &#8211; dari tempat kediaman segala Setan, segala roh jahat, segala burung yang haram dan dibenci.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Juga terdapat dua ikatan buah-buah: yang pertama berasal dari dua belas suku bangsa bani Israel (Wahyu 7 : 2 \u2013 8), yaitu Sidang, dan yang kedua berasal dari &#8216;segala bangsa&#8217; (Wahyu 7 : 9).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Matius 13 : 31, 32:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Suatu perumpamaan yang lain pula dibentangkanNya kepada mereka, katanya: Kerajaan sorga itu diumpamakan dengan sebiji sesawi yang diambil orang lalu ditaburkannya di ladangnya. Sungguhpun itu adalah yang terkecil dari pada segala benih, namun apabila ia tumbuh, maka ia adalah yang terbesar di antara segala pokok sayur-sayuran, dan akan menjadi sebuah pohon sehingga burung-burung di udara akan datang dan hinggap pada segala dahannya.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Benih sesawi yang terkecil dari antara segala benih ditunjukkan dalam perumpamaan ini bahwa ia yang akan memulaikan Kerajaan itu akan merupakan sesuatu yang sangat tidak berarti, bertentangan dengan semua harapan manusia. Namun bagaimanapun juga, seperti halnya tanaman sesawi itu akan menjadi yang terbesar dari pada segala rerumputan, maka demikianlah Kerajaan itu akan bertumbuh dan menjadi terbesar dari pada segala kerajaan. Ini bertentangan dengan semua rencana manusia, tetapi adalah hakekatnya, bahwa selain dari pada orang-orang yang seperti Nicodemus, maka orang-orang yang terus saja merasa malu untuk dipersamakan dengan sesuatu yang tidak terkenal, dibenci, dan tak berarti, akan kelak sebagai hasilnya tertinggal di luar Kerajaan itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Matius 13 : 33:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Dan lagi suatu perumpamaan yang lain dikatakanNya kepada mereka itu: Bahwa Kerajaan sorga itu seumpama ragi yang diambil oleh seorang perempuan dan dimasukkan ke dalam tiga sukat tepung sampai keseluruhannya beragi.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Kerajaan sorga itu kembali ditunjukkan di sini dimulai dengan sesuatu yang keciI, tetapi benda yang kecil itu akan jadi seperti ragi dalam sebuah adonan roti. Apakah yang dapat dilambangkan dengan ragi itu kalau bukan sesuatu pekabaran yang tak terkenal yang dibawakan oleh seseorang yang tak berarti Ialu dimasukkan ke dalam Sidang, yaitu adonan itu. Ya, ragi itu kini berada dalam adonan. Pandanglah bagaimana ia akan meragikan semuanya itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Matius 13 : 44:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Kembali Kerajaan sorga itu diumpamakan dengan mata benda yang tersimpan di dalam tanah, yang mana apabila seseorang menemukannya, maka disembunyikannya; maka oIeh karena suka cita hatinya pergilah ia menjualkan segala sesuatu yang ada padanya, lalu dibelinya tanah-tanah itu.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Orang-orang yang akan berhasil masuk ke dalam Kerajaan itu ditunjukkan di sini sebagai para pencari benda-benda terpendam yang besar, maka apabila mereka menemukan lokasinya, yaitu tanah itu, mereka menjadi sangat bernafsu untuk memilikinya. Mereka yakin terhadap nilainya, lalu tanpa memperhitungkan resiko apapun mereka menjual semua harta miliknya, banyak ataupun sedikit demi untuk memperoleh Kerajaan itu. Apa yang dijual mereka itu tentunya bukanlah hanya segala tanah atau rumah, melainkan apa saja, yang sekiranya tidak dijual, akan menghalangi mereka masuk ke dalam Kerajaan itu. Mereka yakin, bahwa mereka sedang melakukan suatu investasi yang terbaik, sehingga mereka kelak akan memperoleh jauh lebih banyak dari hasil investasi itu diperbandingkan dengan investasi itu sendiri. Sebaliknya, mereka yang bodoh, yaitu orang-orang yang tidak mengerti akan nilai dari pada benda-benda terpendam itu, akan merasa takut untuk melakukan investasi, maka akibatnya mereka akan rugi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Matius 13 : 45, 46:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Kembali kerajaan sorga itu diumpamakan dengan seorang saudagar yang mencarikan mutiara-mutiara yang eIok. Apabila didapatinya sebiji mutiara yang mahal harganya, maka pergilah ia menjualkan segala sesuatu yang ada padanya, lalu dibelinya mutiara itu.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Orang-orang yang akan mewarisi Kerajaan itu kembali ditunjukkan di sini bagaikan sedang mencarikan suatu permata yang mahal harganya, yaitu Kebenaran Kerajaan itu. Dan apabila mereka menemukannya, maka tidak lagi dianggapnya suatu taruhan lalu dijualnya semua yang dimilikinya demi untuk dapat memiliki permata itu. Mereka mengetahui, bahwa mereka memperoleh penawaran, bahwa suatu investasi yang sedemikian akan kelak betul-betul memperkaya mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Kedua orang itu, baik orang yang membeli tanah yang berisikan harta benda terpendam itu maupun orang yang membeli permata yang mahal harganya itu, keduanya telah menjual apa saja yang dimilikinya dengan maksud untuk menutup transaksi-transaksi yang bersangkutan itu. Tetapi walaupun itu telah menghabiskan apa saja yang mereka punyai, kedua-duanya telah memiliki cukup untuk membeli apa yang diingininya. Demikianlah halnya, bahwa tak menjadi soal siapa sebenarnya kita, bagaimana kaya ataupun miskin keadaan kita, jika kita bertekad untuk menjual segala-galanya dan membeli Kerajaan itu, maka kita akan memiliki cukup untuk membelikannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Matius 13 : 47, 48:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Kembali, Kerajaan sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan orang di laut dan yang mengumpulkan berjenis-jenis ikan, yang mana, setelah penuh ditarik orang naik ke pantai, lalu mereka itu duduk memilih, yang baik ditaruhnya di dalam berkasnya, tetapi yang tiada baik itu dibuangkannya.&#8221;<br \/>\n<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Pukat itu harus melambangkan Kebenaran, yaitu pekabaran tentang Kerajaan itu. Sebagaimana halnya pukat itu dilabuhkan ke laut, artinya diterbitkan dan disebarkan, maka ia terikat untuk menangkap yang baik maupun yang jelek. Tetapi apabila pukat itu ditarik ke pantai, maka yang jelek akan kemudian dibuangkan dari antara yang baik, dan yang baik itu akan dimasukkan ke dalam berkas-berkas, yaitu ke dalam Kerajaan itu. Oleh karena itu seseorang yang hanya karena tertarik oleh Kebenaran yang maha kuasa itu tidaklah akan berarti ia akan selamat. Kesempatannya untuk tinggal selamanya dengan Kebenaran itu tergantung kepada pemenuhannya terhadap keinginan-keinginan Tuhan dari padanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Matius 13 : 52:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Lalu kataNya kepada mereka itu, Sebab itu setiap ahli Torat yang diberi petunjuk bagi kerajaan sorga adalah bagaikan seseorang yang adalah seorang tuan rumah, yang mengeluarkan segala harta benda terpendamnya baik yang baru maupun yang lama.&#8221;<br \/>\n<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Di sini Tuan itu membukakan dengan jelas, bahwa suruhan-suruhan Allah dari Kerajaan itu mengeluarkan dari firman itu segala perkara baik yang lama maupun yang baru, perkara-perkara yang sudah diketahui dan perkara-perkara yang tidak diketahui oleh mereka. Demikianlah yang pernah jadi dengan terbukanya gulungan tulisan itu, maka demikian itulah harus terjadi sekarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Lukas 14 : 16, 17:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>Maka kata Jesus kepadanya, Ada seseorang tertentu membuat perjamuan yang besar, dan diundangnya banyak orang; maka pada waktunya tiba disuruhkanNya hambanya untuk menyampaikan kepada para undangan itu, \u2018Marilah, karena semuanya sudah siap.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Dalam perumpamaan ini diberitahukan, bahwa dalam jam-jam penutupan dari masa kasihan itu (pada ketika perjamuan itu, yaitu kira-kira pada akhir dari hari itu) Sorga akan mengirimkan sebuah pekabaran kepada mereka yang diundang, yaitu kepada mereka yang telah mengetahui Injil Kristus, yaitu, kepada para anggota dari Sidang itu. Hamba itu akan memberitahukan kepada mereka, bahwa segala perkara kini telah siap, agar mereka hendaknya sekarang masuk bagi perjamuan besar yang telah lama dinanti-nantikan itu, yaitu suatu perjamuan yang mana mereka akan bersantap didalam rumah Tuan itu (Kerajaan itu), bukan di dalam rumah mereka sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Lukas 14 : 18 &#8211; 20:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Maka sekalian mereka itu bersama-sama mulai berdalih-dalih. Maka kata yang pertama kepadanya, saya telah membeli sebidang tanah, maka saya perlu pergi untuk menengoknya; saya mohon anda dapat memaafkan saya. Maka kata seorang lainnya, saya telah membeli lembu lima pasang, maka saya akan pergi mengujinya, saya mohon dimaafkan. Maka kata seorang lainnya, &#8216;Saya baru kawin maka olehnya itu saya tidak dapat datang.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Orang-orang yang disebut di sini bukanlah menolak untuk menyambut Injil Kristus, tetapi mereka itu menolak untuk masuk ke dalam rumah Tuan itu, untuk duduk di meja perjamuanNya. Ya, sesuai dengan perumpamaan itu, mereka yang mempunyai uang untuk membeli tanah, lembu, dan rumah, juga yang kawin pada saat undangan terakhir untuk menghadiri perjamuan itu tiba, semuanya menolak secara bersama-sama. Tetapi orang-orang miskin dan mereka yang teraniaya, yaitu mereka yang berada di jalan-jalan raya dan yang di lorong-lorong, begitulah kita sebutkan, yaitu mereka yang tidak banyak memiliki harta milik, dan yang berkekurangan daIam segaIa perkara, mereka bersukaria untuk masuk ke perjamuan itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">lni adalah nyata sekaIi. Orang-orang yang puas oleh apa yang diberikan dunia kepadanya, tidak memperdulikan untuk keluar dari padanya. Di sinilah anda saksikan mengapa adalah lebih mudah bagi seekor onta dari pada bagi seorang kaya untuk melewati Iobang jarum (Matius 19 : 24). Orang-orang yang kesulitan satu-satunya adaIah usahanya untuk mencapai lebih kaya, mereka yang terlalu asyik dengan harta benda dunia ini, tak dapat mengambil waktu untuk makan pada perjamuan Tuan itu. Di sini tepatlah kata-kata pepatah kuno yang berbunyi, &#8216;Hampir seIamat, tetapi binasa seluruhnya.&#8217; Di sini terlihatlah jeIas, bahwa menerima kebenaran yang satu tetapi menolak yang selanjutnya, tidak akan bermanfaat apapun bagi seseorang. Panggilan yang terakhir kepada masing-masing individu adalah yang terbanyak artinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Berkali kali sewaktu kebenaran-kebenaran baru diperkenalkan, maka berjuta-juta jiwa telah hilang hanya karena mereka terlalu merasa puas dengan apa yang telah dimilikinya. Mereka tidak melihat apa-apa lagi yang lebih baik, atau sebaIiknya mereka terlaIu angkuh untuk menyambut Kebenaran yang tidak terkenal dari seseorang jurukabar pilihan Allah sendiri. Demikian itulah, bahwa apabila Allah mengirimkan sebuah pekabaran, maka gantinya pekabaran itu membawakan kepada mereka sesuatu langkah maju kepada keselamatan, itu malahan telah merupakan Iangkah turun kepada pehukuman bagi banyak orang. Untuk yang terakhir inilah kepada nabi itu dikatakan: &#8221; &#8230;. Pergilah, dan beritakanlah kepada umat ini, Dengarlah olehmu dengan sungguh, tetapi janganlah mengerti; dan lihatlah olehmu dengan sungguh, tetapi janganlah kamu mengetahui. Jadikanlah tebal hati umat ini, dan beratkanlah pendengaran mereka, dan katupkanlah mata mereka, supaya jangan mereka itu melihat dengan matanya, dan mendengar dengan telinganya, dan mengerti dengan hatinya, dan bertobat, dan disembuhkan.&#8221; Jesaya 6 : 9, 10.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Lukas 14 : 22, 23:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Maka kata hamba itu, ya Tuan, apa yang Tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, dan masih ada ruangan. Maka kata Tuan itu kepada hambanya, &#8216;Keluarlah engkau pergi ke jalan-jalan raya dan lorong-lorong, dan ajaklah mereka itu datang agar supaya rumahKu dapat dipenuhi&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Kenyataannya, bahwa di dalam negeri terdapat mereka yang telah &#8216;diundang&#8217; sewaktu panggilan terakhir bagi perjamuan itu sampai kepada mereka, membuktikan bahwa negeri itu adalah melambangkan Sidang. Kepada merekalah hamba itu pertama sekali diutus. Olehnya itu, maka jalan-jalan raya dan lorong-lorong kemana hamba itu selanjutnya pergi adalah melambangkan dunia yang jauh dan luas, terpisah dari Sidang. Tetapi yang terpenting dan bagian yang amat menyedihkan untuk dikenangkan dalam perumpamaan ini ialah apa yang dibicarakan dalam ayat berikut ini:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Lukas 14 : 24:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Karena Aku berkata kepadamu, bahwa tak seorangpun dari pada mereka yang telah diundang itu akan merasakan perjamuanKu itu.&#8221;<br \/>\n<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Inilah apa yang terjadi; Segera setelah mereka menolak, maka kesempatan pertobatan itu tertutuplah dari padanya, mereka tidak lagi memiliki kesempatan lain untuk mencicipi perjamuanNya itu. Namun demikian kesempatan pertobatan itu masih tetap terbuka bagi orang-orang yang belum diundang. Orang-orang yang berada di jalan-jalan raya dan lorong-lorong masih dapat diselamatkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Sidang tampaknya amat mengetahui dari hal waktu kesempatan pertobatan itu akan berakhir bagi dunia, tetapi sama sekali tidak diberitahu bahwa kesempatan pertobatan bagi anggota-anggotanya sendiri akan berakhir pada saat mereka menolak sebuah pekabaran kiriman dari sorga. Disinilah ditunjukkan mengapa kelima anak dara yang bodoh itu mendapati pintu itu telah tertutup, walaupun mereka kemudian telah memperoleh minyak itu dan telah berhasil sampai ke depan pintu; kesempatan pertobatan mereka telah tertutup pada waktu mereka gagal pada kesempatannya yang pertama untuk mengisi semua botol-botolnya dengan minyak tambahan, yaitu sebuah pekabaran tambahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Matius 25 : 1 &#8211; 8:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Pada ketika itu<\/em> (sementara hamba yang tidak setia itu sedang disingkirkan Matius 24 : 51) <em>kerajaan sorga kelak akan diumpamakan dengan sepuluh anak dara yang membawa pelitanya, lalu keluar hendak mengelu-elukan Pengantin laki-laki. Maka dari antara mereka itu ada lima orang yang bodoh dan lima orang yang berakal. Mereka yang bodoh itu membawa lampu-lampunya, tetapi tidak membawa minyak sertanya; tetapi mereka yang berakal membawa minyak didalam botol-botolnya bersama-sama dengan lampu-lampunya. Sementara Pengantin Laki-laki itu terlambat datang, mereka semuanya mengantuk dan tertidur. Lalu pada tengah malam terdengarlah sebuah suara yang menyerukan, &#8216;Tengoklah, Pengantin itu datang; keluarlah kamu untuk mengelu-elukan Dia. Lalu bangunlah sekalian anak dara itu, dan menyalakan Iampu-lampu mereka. Maka kata yang bodoh itu kepada yang berakal, &#8216;Berilah kami dari pada minyakmu, karena lampu-lampu kami hendak padam.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Di sinilah Kebenaran yang hendaknya jangan diremehkan dan dilewati oleh siapapun. Minyak itu tak lain melambangkan Kebenaran nubuatan yang sudah dibukakan, yaitu Kebenaran yang akan menerangi jalan ke depan. Minyak di dalam botol sebelum dituangkan ke dalam lampu, sebaliknya, tak mungkin dapat menerangi jalan seseorang. Oleh karena itu minyak yang di botol-botol dari kelima anak dara itu tak dapat tiada melambangkan suatu persediaan tambahan, yaitu Kebenaran tambahan, yang telah datang kepada mereka selama masa mengantuk dan tidurnya mereka itu. Karena apabila seruan itu datang, \u2018Tengoklah Pengantin datang,\u2019 semua sepuluh anak dara itu mendapatkan minyak di dalam lampu-lampu mereka telah habis terpakai. Tetapi botol-botol dari dara-dara yang berakal masih penuh sehingga mereka dapat mengisi lagi lampu-lampunya. Sebaliknya, dara-dara yang bodoh itu bukan saja mendapatkan lampu-lampu mereka mati, tetapi botol-botol mereka pun didapati telah kosong. Mereka lalu pergi mencari minyak, tetapi mereka tidak lagi beruntung karena mereka mendapatkan pintu telah tertutup dari padanya. Mereka telah merasa puas dengan apa yang dimilikinya di dalam lampu-lampunya. Mereka mengira, bahwa tidak diperlukan lagi yang lebih banyak. Walaupun bertentangan dengan perkiraan mereka selama masa mengantuk dan tidurnya itu mereka tiba-tiba mendapatkan lampu-lampu mereka mati. Setelah mendapatkan diri mereka dalam kegelapan dan kekacauan rohaniah, maka baharulah mereka bersungguh sungguh mencari minyak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Terlihatlah di sini, bahwa pekabaran itu yang Sidang miliki selama masa mengantuk dan tidurnya itu adalah t i d a k cukup untuk menghantarkan anggota-anggotanya sampai ke akhirat. Mereka memerlukan lagi pekabaran tambahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Kini apakah bedanya antara minyak yang di dalam lampu dan minyak yang di dalam botol? &#8211; Justru inilah; minyak yang di dalam lampu, yang sudah menerangi perjalanan orang sampai kepada rumah milik Tuan itu, tak dapat tiada melambangkan Kebenaran yang ada. Tetapi minyak di dalam botol-botol itu harus melambangkan Kebenaran yang akan menerangi jalan seseorang sesudah Kebenaran yang pertama menyelesaikan tugasnya. Misalnya, sesudah penuaian (pemeriksaan hukum) orang-orang mati berlalu, maka kebenaran-kebenaran lainnya yang bahkan lebih penting harus diperkenalkan bagi penuaian orang-orang hidup. Saya katakan kebenaran-kebenaran yang lebih penting sebab semua itu adalah berhubungan dengan mereka yang hidup itu sendiri, yaitu yang berkenan dengan orang-orang yang perkara-perkaranya sendiri sedang akan ditimbang di atas neraca, yaitu orang-orang yang masing-masingnya akan diadili apakah akan tergolong sebagai &#8216;gandum&#8217; atau sebagai &#8216;Ialang&#8217;, apakah akan tergolong sebagai &#8216;ikan yang baik&#8217; atau sebagai &#8216;ikan yang tidak baik&#8217;.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Lagi pula, sesudah pehukuman terhadap orang-orang mati yang telah dihotbahkan Sidang beberapa tahun lamanya itu, berIalu, maka jika Sidang kemudian tidak menerima sesuatu pekabaran baru, yaitu pekabaran dari hal pehukuman terhadap orang-orang hidup, ia tidak akan memiliki pekabaran, tidak akan ada minyak, bagi masa pehukuman orang-orang hidup itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Sebagaimana halnya minyak itu tersedia bagi semua sepuluh anak dara itu, maka perumpamaan itu menunjukkan dengan jelas, bahwa pekabaran dari hal pehukuman orang-orang hidup itu dibawakan kepada Sidang, tetapi hanya sebagian dari anak-anak dara itu menerimanya. Apabila pehukuman orang-orang hidup itu dimulai dan terdengarlah suara, \u2018Tengoklah, Pengantin Laki-laki itu datang, keluarlah kamu mengelu-elukan Dia,\u2019 semua mereka akan bangun, tetapi hanya sebagiannya saja yang akan diijinkan masuk. Sebagian lainnya kelak akan berdosa melawan Roh Suci, mereka akan menolak KebenaranNya. Akibatnya apabila mereka mengetok pintu, maka jawaban dari Pengantin Laki-Iaki itu akan berbunyi, &#8216;Aku tidak pernah mengenal kamu sebelumnya.&#8217; Alangkah bodohnya, dan alangkah menyesalnya kelak nanti!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">lni, sebagai anda saksikan, adalah bukan teori manusia, Saudara dan Saudariku! lnilah Kebenaran Allah yang jelas. Bagaimana sedihnya kelak peristiwa itu bagi orang-orang yang bukan saja meIalaikan botol-botolnya sendiri, tetapi bahkan menghalang-halangi orang lain untuk memperoleh minyak tambahan itu di waktu ini sementara itu sedang ditawarkan kepada semua orang. Sesungguhnya, kelak akan ada tangisan dan keretak gigi jika tidak orang-orang Laodikea yang suam itu pada kesempatan pertamanya sekarang ini merubah pikiran mereka dari hal merasa kaya dan berkecukupan dalam segala perkara dan tidak memerlukan apa-apa lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Matius 25 : 14 &#8211; 30:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Karena kerajaan sorga itu adalah seumpama seseorang yang akan membuat perjalanan ke sebuah negeri yang jauh; maka dipanggilnya segala hambaNya, lalu diserahkannya kepada mereka itu segala harta miliknya. Maka kepada seorang diberikannya lima talenta, kepada seorang yang lain dua talenta, dan kepada seorang lainnya satu talenta, masing-masing sesuai dengan kemampuan-kemampuannya, lalu berangkatlah ia memulai perjalanannya. Kemudian dia yang telah memperoleh lima talenta itu pergi dan memperdagangkannya sehingga memperoleh lima talenta lagi. Dan demikian pula halnya dia yang telah memperoleh dua talenta, ia juga berhasil memperoleh keuntungan dua talenta lagi. Tetapi dia yang telah memperoleh satu talenta itu pergi dan menggali tanah, lalu menyembunyikan uang Tuannya itu. Setelah sekian lamanya Tuan dari hamba-hamba itu datang, lalu dibuatnya perhitungan dengan mereka. Maka demikianlah dia yang telah memperoleh lima talenta itu datang sambil membawa lima talenta lainnya mengatakan, &#8216;Tuan, engkau menyerahkan kepadaku lima talenta, tengoklah, hamba telah memperoleh keuntungan lima talenta lagi disamping kelima talenta itu.&#8217; Maka kata Tuannya, kepadanya, &#8216;Baiklah, hai kamu hamba yang baik dan setia, kamu telah menunjukkan kesetiaanmu atas sejumlah perkara yang sedikit, maka Aku akan jadikan dikau penguasa atas banyak perkara; masuklah engkau ke dalam kesukaan Tuanmu. Demikian pula dia yang telah memperoleh dua talenta datang dan mengatakan, Tuan, Engkau telah menyerahkan kepada hamba dua talenta; tengoklah, hamba telah memperoleh keuntungan dua talenta lagi di samping kedua talenta itu. Maka kata Tuannya kepadanya, baiklah, hai hamba yang baik dan setia; kamu telah menunjukkan kesetiaanmu atas sejumlah perkara yang sedikit, maka Aku akan jadikan dikau penguasa atas banyak perkara. Masuklah kamu ke dalam kesukaan Tuanmu. Kemudian dia yang telah memperoleh talenta yang satu itu datang dan mengatakan, Tuan, hamba mengenal akan Dikau, bahwa Engkaulah seorang yang keras, yang menuai di tempat di mana tidak Engkau tabur, dan mengumpulkan di mana tidak Engkau sebarkan; maka takutlah hamba lalu pergi menyembunyikan talentaMu di dalam tanah. Tengoklah, di sanalah milikMu itu. Maka jawab Tuannya dan berkata kepadanya, Hai hamba yang jahat dan malas, sudah engkau ketahui, bahwa Aku menuai di tempat yang tiada Aku tabur, dan mengumpulkan di tempat yang tiada Aku hamburkan, sebab itu wajiblah engkau menyerahkan uangKu kepada orang yang menjalankan uang, supaya apabila Aku datang kelak boleh Aku mendapatkan uangKu kembali beserta dengan bunganya. Sebab itu ambillah dari padanya talenta itu, berikanlah kepada orang yang memiliki sepuluh talenta itu. Karena kepada setiap orang yang memiliki sesuatu akan diberikan, maka ia akan memiliki dengan Iimpahnya; tetapi barangsiapa yang tiada memiliki sesuatu, maka dari padanya juga akan diambil apa yang ada padanya. Maka buangkanlah olehmu hamba yang tak berguna itu ke dalam gelap yang diluar; di sanalah akan ada tangisan dan keretak gigi.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Talenta-talenta di dalam perumpamaan ini adalah melambangkan harta milik Tuan itu, yaitu pekabaran-pekabaran pada waktunya milikNya yang diperuntukkan kepada umatNya. Setiap hambaNya ditunjukkan di sini sebagai diberikan sejumlah tertentu tanggung jawab, tetapi bukanlah diluar batas &#8216;kemampuan&#8217; mereka itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Dari perumpamaan ini kita saksikan, bahwa setiap pelayanan yang tidak sampai mencapai seratus persen kemampuan, yang tidak mencapai dua kali ganda dari pada talenta-talentanya, tidak akan berkenan di hadapan Allah. Pelayanan yang setengah hati sama sekali bukanlah pelayanan, melainkan hanya suatu pemborosan semata-mata.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Matius 25 : 31 &#8211; 40:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Apabila Anak manusia datang kelak dalam kemuliaanNya, dan segala malaikat suciNya pun sertaNya, lalu Ia akan duduk di atas tahta kemuliaanNya; maka di hadapanNya akan berkumpul segala bangsa; maka Ia akan memisah-misahkan mereka itu satu dari pada lainnya bagaikan seorang gembala memisah-misahkan domba-dombanya dari pada kambing-kambing; maka Ia akan menempatkan kawanan domba pada sebelah kananNya, tetapi kawanan kambing pada sebelah kiriNya. Kemudian kelak kata Raja kepada mereka yang berada pada sebelah kananNya, Marilah, hai kamu yang diberkati BapaKu, warisilah Kerajaan yang telah dipersiapkan bagimu semenjak permulaan kejadian dunia; Karena sewaktu Aku lapar, kamu telah memberikan kepadaKu makanan, sewaktu Aku haus, kamu telah memberikan Daku minum, sewaktu Aku adalah seorang asing, kamu telah menyambut akan Daku; Aku bertelanjang, kamu telah memakaikan akan Daku dengan pakaian, sewaktu Aku sakit, kamu telah menengok Aku, sewaktu Aku berada dalam penjara, kamu telah datang kepadaku. Lalu menyahutlah kelak segala orang benar itu kepadaNya, mengatakan, Ya Tuhan, kapankah pernah kami melihat Engkau lapar, lalu memberikan makan kepadaMu? atau haus, lalu memberikan minum kepadaMu? kapankah kami melihat Engkau sebagai seorang asing, lalu menyambut akan Dikau? atau telanjang, lalu memberikan pakaian kepadaMu? atau kapankah kami melihat Engkau sakit, atau di dalam penjara, lalu datang menengokMu? Maka Raja itu kelak akan menjawab dan mengatakan kepada mereka, &#8216;Sesungguhnya Aku mengatakan kepadamu, Seberapa banyak apa yang sudah kamu lakukan kepada seseorang yang terhina dari Saudara-saudaraKu ini, kamu telah melakukan itu terhadap diriKu.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Di sini ditunjukkan, bahwa orang-orang yang bersifat mementingkan diri kelak tidak akan pernah masuk ke dalam Kerajaan Allah. Hanya orang-orang yang selalu berusaha melakukan sesuatu bagi orang lain, dan terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga beriman, akan kelak masuk ke dalam kesukaan Tuhan mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Adalah sangat pasti kedatangan Tuhan ini yang disebut dalam ayat-ayat ini bukanlah kedatangan dalam mana orang-orang suci akan menemui Dia di awan-awan, tetapi pasti itulah kedatangan di mana Ia akan menjumpai mereka pada pehukuman yang di atas bumi, yaitu &#8216;pehukuman orang-orang hidup&#8217; itu. la akan duduk di atas tahta kemuliaanNya, di atas tahta dari SidangNya, yaitu KerajaanNya, dan dari sana Ia akan mengadili dan memisah-misahkan seluruh dunia. Beberapa ditempatkanNya pada sebelah kananNya, dan beberapa pada sebelah kiriNya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Marilah kita saksikan kini pemisahan itu di dalam Sidang seperti yang terdapat di dalam buku Wahyu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Wahyu 3 : 14 &#8211; 16:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Dan kepada malaikat dari sidangnya orang-orang Laodikea itu tuliskan: Inilah sabda dari pada Dia yang bernama Amin, yaitu Saksi yang Setiawan dan Benar, awal segala kejadian Allah; Aku tahu segala perbuatanmu, bahwa kamu adalah dingin tidak panas pun tidak: Aku suka jika kamu dingin atau panas. Oleh sebab engkau begitu suam, dan dingin tidak panas pun tidak, maka Aku hendak meludahkan kamu dari dalam mulutKu.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">&#8220;Malaikat&#8221;, yaitu seseorang yang bertugas mengawasi Sidang, tidak dapat melambangkan sesuatu kelas lainnya kalau bukan kepemimpinan sidang itu sendiri, yaitu hamba-hambaNya. Orang-orang yang merasa puas (suam), yang merasa tidak memerlukan apa-apa lagi, tidak memerlukan sesuatu pekabaran tambahan dari hal pehukuman bagi orang-orang hidup, yang sedemikian inilah yang hendak diludahkanNya kalau tidak mereka bertobat. Pekerjaan ini, Saudara lihat, adalah melambangkan pembersihan tempat suciNya itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Sekarang kita kembali kepada Maleakhi &#8211; &#8211; &#8211;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Maleakhi 3 : 1:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Bahwasanya Aku hendak mengirimkan utusanKu, maka ia akan menyediakan jalan dihadapanKu; maka Tuhan yang kamu cari itu kelak akan datang dengan tiba tiba ke kaabahNya, yaitu utusan perjanjian itu, yaitu Dia yang kamu rindukan itu; tengoklah ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.&#8221;<\/em> (Terjemahan yang lebih tepat).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Ayat ini memperkenalkan dua orang, yaitu Tuhan dan utusanNya. Dalam bahasa sekarang ayat-ayat ini akan terbaca sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Bahwasanya, Aku mengirimkan utusanKu, yaitu utusan perjanjian itu, maka ia akan mempersiapkan jalan di hadapanKu; maka Tuhan yang kamu cari itu dan yang di dalam Dia kamu rindukan itu kelak akan datang dengan tiba-tiba ke kaabahNya. Tengoklah, Ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Maleakhi 3 : 2 &#8211; 4:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Tetapi siapakah gerangan dapat tahan terhadap hari kedatanganNya itu? Dan siapakah yang akan berdiri apabila kelihatanlah Ia? Karena Ia akan bagaikan suatu api pembersih dari pandai emas, dan bagaikan sabun benara; maka Ia akan duduk bagaikan seorang penggosok dan pembersih perak, maka Ia akan menyucikan anak-anak Lewi, dan membersihkan mereka itu bagaikan emas dan perak, sehingga mereka boleh mempersembahkan kepada Tuhan sesuatu persembahan dalam kebenaran. Kemudian kelak persembahan Yehuda dan Yerusalem akan berkenan di hadapan Tuhan, seperti dalam hari-hari yang lalu, dan seperti dalam tahun-tahun yang terdahulu.&#8221;<br \/>\n<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Jelaslah ayat-ayat ini meramalkan, bahwa Tuhan akan mengirimkan Eliyah nabi itu dahulu dari pada hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu, sebelum dimulainya pehukuman terhadap anggota-anggota sidang yang hidup, sebelum adanya pemisahan &#8220;lalang&#8221; dari pada &#8220;gandum&#8221;, pemisahan &#8220;ikan&#8221; yang jelek dari pada yang baik. Kemudian Ia akan menyucikan anak-anak Lewi &#8212; kepemimpinan. Allah menjaminkan kepada kita, bahwa sebelum pekerjaan ini dimulai, Ia akan mengirimkan utusanNya, yaitu utusan perjanjian itu, yaitu Eliyah nabi itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>Wahyu 18 : 1 &#8211; 4:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><em>&#8220;Maka sesudah segala perkara ini aku tampak seorang malaikat lain turun dari sorga, memiliki kuasa besar; maka bumi diterangi oleh kemuliaannya. Maka berserulah ia sekuat-kuatnya dengan suara besar mengatakan, Babil yang besar itu sudah roboh, sudah roboh, dan telah menjadi tempat kediaman segala Setan, dan tempat bertahan setiap roh jahat, dan sebuah sangkar dari setiap burung yang keji dan yang dibenci. Karena segala bangsa telah mabuk oleh air anggur nafsu zinahnya, dan segala raja dibumi telah terlibat berzinah dengannya, dan segala pedagang dibumi telah menjadi kaya oleh segala kelimpahan kemewahannya, maka aku dengar suatu suara dari langit mengatakan, Keluarlah dari padanya, hai umatKu, supaya jangan kamu terbabit dengan segala dosanya, dan supaya tidak kamu menerima segala celakanya.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Ayat-ayat ini melukiskan pemisahan yang akan terjadi di dalam apa yang disebut dunia Kristen. Tetapi tandailah, bahwa malaikat itu memberitakan kejatuhan Babil itu dalam masa Seruan Keras dari malaikat itu, yaitu dalam masa bumi diterangi oleh kemuliaan dari malaikat itu. Kemudian ialah, bahwa umat Allah akan betul-betul dipanggil untuk keluar meninggalkan Babil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Lagi pula, bagi Allah untuk memanggil keluar umatNya dari Babil karena alasan dosa-dosa Babil itu, menunjukkan bahwa Ia tak dapat tiada harus membawa mereka kepada sesuatu tempat di mana di sana tidak akan terdapat dosa-dosa, &#8211; &#8211; &#8211; ke dalam SidangNya yang sudah disucikan, yaitu KerajaanNya, yaitu tempat yang bebas dari dosa, dan yang tidak berbahaya oleh celaka-celaka itu. Jelaslah, pada waktu itu, penyucian sidang akan pertama-tama terlaksana, dan kemudian baharulah umatNya yang sisa dipanggil keluar dari Babil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">Ingatlah sekarang, bahwa inilah caranya dengan mana Kerajaan itu akan datang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">&#8220;Oleh karena itu patutlah kita memberikan lebih banyak perhatian yang sungguh-sungguh terhadap segala perkara yang telah kita dengar, supaya jangan pada sesuatu saat kita membiarkan semuanya itu berlalu. Karena jikalau firman yang diucapkan oleh malaikat-malaikat itu adalah teguh dan nyata, dan setiap pelanggaran dan ketidak patuhan memperoleh upah pembalasannya yang adil; bagaimanakah akan kita hindari jika kita melalaikan keselamatan yang demikian besarnya . . . ? Iberani 2 : 1 &#8211; 3.&#8221; (Terjemahan yang Iebih tepat).<\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\" align=\"center\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">*****<\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p align=\"center\"><span style=\"font-size: 14pt; font-family: georgia, palatino, serif;\"><a href=\"https:\/\/tongkat-gembala.org\/buku\/download\/AS%20jilid%202%20no.%2011%20CARANYA%20KERAJAAN.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/tongkat-gembala.org\/images\/download-pdf.png\" alt=\"\" width=\"215\" height=\"60\" border=\"0\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"3059\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;249&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CARANYA KERAJAAN ITU DATANG Oleh: Victor T. Houteff Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari&hellip;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"3059\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;249&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3059"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3059"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3059\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3062,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3059\/revisions\/3062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}