{"id":3204,"date":"2022-11-24T21:16:08","date_gmt":"2022-11-24T21:16:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=3204"},"modified":"2024-06-16T13:29:24","modified_gmt":"2024-06-16T13:29:24","slug":"sakit-kronis-dengan-terlalu-banyak-pengetahuan-dan-terlalu-sedikit-pengertian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=3204","title":{"rendered":"Sakit Kronis dengan terlalu banyak pengetahuan dan terlalu sedikit pengertian"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 24pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\"><strong>SAKIT CHRONIS DENGAN<br \/>\nTERLALU BANYAK PENGETAHUAN<br \/>\nDAN TERLALU SEDIKIT<br \/>\nPENGERTIAN<\/strong><\/span><\/span><\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Oleh:<br \/>\nVictor T. Houteff<br \/>\nPendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh<br \/>\nSabat, 14 Februari 1948<br \/>\nGereja Mount Carmel, Waco, Texas<br \/>\nAmerika Serikat<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Untuk melukiskan pokok penyelidikan kita pada sore hari ini, maka marilah kita mengambil sebagai contoh buku yang Organisasi telah terbitkan mengenai Daniel dan Wahyu, yaitu dua buku yang sangat berharga dari Alkitab. Buku yang saya maksudkan ialah yang aslinya berjudul THOUGHTS ON DANIEL AND THE REVELATION. Buku itu telah ditulis sesuai model bentuk ilmiah, dan semua isinya adalah demikian meyakinkan, sehingga beribu-ribu buah telah berhasil dijual di seluruh dunia dalam sejumlah bahasa. Seseorang yang dapat menulis sebuah buku seperti itu tentunya memiliki pengetahuan yang luas. Tetapi bagaimana pun juga kita hendaknya memeriksa untuk melihat berapa luas pengertian yang terdapat pada buku-buku dari Daniel dan dari Wahyu itu sendiri.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Ambillah sebagai contoh Wahyu pasal 12, di mana dibicarakan dari hal wanita yang bermahkota dengan dua belas bintang. Di dalam buku yang kusebutkan itu Organisasi menjelaskan, bahwa wanita ini adalah melambangkan sidang Kristen, bahwa pakaian mataharinya ialah Injil Kristus, maka masyarakat tampaknya menerimanya dengan baik sekali.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Tetapi jika saudara-saudara itu ditanya: &#8220;Bagaimana mungkin wanita itu melambangkan sidang Kristen, lalu pada waktu yang bersamaan juga menjadi ibu dari Kristus?&#8221; Mereka akan memerlukan waktu untuk menjawab, sebab Kristus sendiri yang telah melahirkan sidang Kristen itu menjadi kenyataan tiga puluh tahun atau Iebih sesudah kelahiran-Nya. Akibatnya sidang itu tidak mungkin menjadi ibu-Nya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Dan jika mereka ditanya, \u2018Bagaimana mungkin wanita yang berpakaian matahari itu melambangkan sidang Kristen yang berpakaikan pakaian lnjil Kristus seperti yang anda tegaskan?\u2019 maka mereka akan mendapat kesulitan untuk menjawab karena perempuan itu berpakaian matahari pada waktu sebelum Kristus Iahir, dan bahkan sebelum Injil muncul.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Kalau saja pertanyaan-pertanyaan ini disampaikan kepada saudara-saudara itu, maka saya yakin bahwa mereka mungkin sekali akan menjadi sangat kacau dalam usahanya untuk menjawab. Tetapi karena dari kenyataan tak seorang pun mengemukakan pertanyaan-pertanyaan ini, maka terbukti bahwa di seluruh dunia Kristen terdapat sangat sedikit pengertian.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Sekali lagi anda tak dapat membantah kenyataan, bahwa Organisasi telah memberikan suatu penyajian yang sangat ilmiah mengenai nubuatan Tujuh Trompet, dengan memaksakan suatu cara untuk membuka jalan terhadap lambang yang sedemikan ruwet itu, sambil menguatkan penjelasan-penjelasan mereka terhadapnya dengan menggunakan berbagai komentar dan sejarah dan memungkinkan orang banyak menerimanya dengan senang hati sesuai dengan yang mereka sajikan. Sungguhpun demikian, dengan metode-metode mereka yang ilmiah mereka pertahankan bahwa belalang-belalang yang dilepaskan segera setelah Bintang dari Langit itu membukakan \u201clubang yang tak terduga dalamnya itu\u201d pada waktu trompet yang ke lima berbunyi (Wahyu 9 : 1 &#8211; 3), adalah melambangkan bala tentara orang-orang Mohammedan. Ini mereka lakukan walaupun pada kenyataanya belalang-belalang itu tidak akan membunuh seorang pun terkecuali hanya menyakiti orang-orang yang tidak memiliki meterai Allah pada dahi-dahi mereka, tetapi sebaliknya orang-orang Mohammedan itu membunuh setiap orang yang bangkit melawan mereka, terutama orang-orang Kristen, yaitu orang-orang yang memiliki meterai itu.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Lagi pula saudara-saudara itu menjelaskan, bahwa 200.000.000 ekor kuda itu berikut para penunggangnya yang akan membunuh sepertiga bagian dari umat manusia (Wahyu 9 : 18) adalah melambangkan pasukan kuda dari orang-orang Mohammedan itu, walaupun pada kenyataannya orang-orang Mohammedan itu tidak pernah memiliki sesuatu pasukan kuda yang sedemikian besar itu selama sejarah mereka.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Selanjutnya Yahya Pewahyu menceritakan dengan jelas, bahwa ekor dari kuda-kuda itu adalah seperti ular, dan kepala-kepalanya adalah seperti kepala singa, yang menyemburkan api, asap, dan belerang. Bertentangan terhadap kenyataan-kenyataan ini saudara-saudara itu mengatakan, bahwa kuda-kuda itu adalah kuda-kuda Arab yang biasa, bahwa tentara-tentara Turki yang bersenjata sedang menungganginya, bahwa Yahya gagal untuk melihat dengan tepat bahwa api, asap, dan belerang itu sesungguhnya keluar dari senjata-senjata, bukan dari mulut kuda-kuda itu.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Saya mengatakan bagi seseorang untuk sekian kali dengan cara yang kacau memberikan pendapat yang salah terhadap Alkitab lalu kemudian membuat orang percaya bahwa ia sedemikian itu sedang mengungkapkan Kebenaran, ia tak dapat tiada harus memiliki kemampuan yang luas, tetapi terlalu sedikit pengertiannya terhadap kenyataan, bahwa kalau saja Yahya telah dibiarkan keliru dalam sebagian khayalnya ini, maka ia mungkin sekali sudah dibiarkan keliru pada keseluruhan Buku Wahyu itu; dan bahwa bagi setiap orang yang menyuarakan pendapatnya mengenai Alkitab sedemikian itu, ia bukanlah sedang membangun iman, melainkan justru sedang meruntuhkan iman kepada semua nabi, mendorong orang untuk mengatakan, bahwa kalau saja Alkitab itu adalah sedemikian tidak sempurna begitu seperti yang di perlihatkan oleh mereka, maka apakah kebaikan-kebaikannya Alkitab itu? Dan bagaimanakah dapat kita menemukan Kebenaran itu lalu diselamatkan olehnya, karena jika para nabi itu sendiri tidak mampu menceritakan kenyataan-kenyataannya, maka bagaimanakah seseorang dari kita dapat berbuat begitu beribu-ribu tahun lamanya sesudah sejarah mereka?<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Oleh karena saudara-saudara itu ternyata tidak mampu untuk melihat hal ini, dan karena tak ada seorang pun yang telah mempelajari ungkapan-ungkapan mereka itu juga mampu untuk melihatnya, maka tidakkah hal itu kelihatan jelas olehmu, bahwa walaupun terdapat banyak pengetahuan di mana-mana, ternyata terlalu sedikit pengertian terdapat dimana saja, bukan?<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Dalam menangani keadaan yang seperti ini, maka Rasul Paulus mengatakan:<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\"><strong>1 Korinthi 3 : 1:<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Hai Saudara-saudaraku, dahulu tiada dapat aku mengatakan kepada kamu seperti kepada orang-orang rohani melainkan seperti kepada orang-orang yang bertabiat duniawi, bahkan seperti kepada orang-orang menjadi bayi dalam Kristus.&#8221;<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Di sini Paulus, menegur orang-orang yang pengetahuannya tampaknya luas, tetapi pengertian mereka tumpul, yaitu orang-orang, yang tidak memiliki pertambahan kerohanian yang seimbang dengan perkembangan masa, yang tidak dapat berpegang teguh kepada apa yang dikatakan Firman, tidak berkembang menjadi orang-orang Kristen yang dewasa. Oleh sebab itu ia terdorong untuk mengatakan:<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\"><strong>1 Korinthi 3 : 2:<\/strong><br \/>\n<em>\u201cAku sudah memberikan kamu susu, dan bukan daging, karena sampai sekarang kamu belum tahan memakan daging, bahkan detik inipun kamu belum tahan.\u201d<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Paulus merasa kecewa dengan kemajuan yang dicapai oleh orang-orang Korinthi. Mereka masih belum mampu untuk memakan makanan keras. Dengan lebih tegas ia mengatakan:<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\"><strong>1 Korinthi 3 : 3, 4:<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Karena kamu masih dalam tabiat duniawi, karena jikalau ada dengki dan pertengkaran di antara kamu, bukankah kamu di dalam tabiat duniawi lalu melakukan cara orang dunia? Karena sementara seseorang mengatakan, saya adalah dari pihak Paulus, dan yang lain mengatakan, saya adalah dari pihak Apollos, bukankah kamu orang duniawi?\u201d<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Dengan cara memihak, sebagian memihak kepada Paulus dan sebagian kepada Apollos, mereka ternyata menerima apa yang Allah kirimkan melalui perantaraan juru kabar yang satu, dan menolak apa yang dikirimkanNya melalui perantaraan juru kabar yang lain. Hal ini akan anda saksikan lebih jelas dalam ayat-ayat berikutnya:<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\"><strong>1 Korinthi 3 : 5 &#8211; 7:<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Maka siapakah Paulus itu, dan siapakah ApolIos, kalau bukan hanya pendeta-pendeta, yang oleh mereka kamu teIah percaya, yaitu seperti yang Tuhan sudah karuniakan kepada setiap orang? Aku ini yang menanam, Apollos yang menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan. Maka sebab itu bukan dia yang menanam sesuatu, juga bukan dia yang menyirami itu yang dihargakan, meIainkan Allah yang menumbuhkan.&#8221;<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Allah adalah segala-galanya, dan orang-orang pilihanNya adalah hanya penyambung lidahNya saja.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\"><strong>1 Korinthi 3 : 8, 9:<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Kini dia yang menanam dan dia yang menyirami itu adalah satu, maka setiap orang akan menerima upahnya sendiri sesuai dengan usahanya. Karena kami adalah orang-orang pekerja bersama-sama dengan Allah; kamu adalah pertanian Allah, kamu adalah bangunan Allah.&#8221;<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Cara-cara memihak kepada seseorang yang seperti ini merusak orang-orang Kristen di masa Paulus dahulu, dan itu pun sedang merusak orang-orang Kristen di masa kita sekarang; artinya, orang-orang sedang menyanjung-nyanjung mereka yang pernah membawanya kepada pengetahuan Injil, gantinya mereka meninggikan Dia yang telah mengutus orang-orang itu dengan Injil. Dan bahkan lebih celaka lagi ialah nyata sekarang bahwa orang banyak sedang menyanjung-nyanjung orang-orang yang justru sarna sekali tidak memiliki sedikit pun terang Ilham dalam dirinya, yaitu orang-orang yang sama sekali tidak diutus oleh Allah, melainkan yang bekerja sendiri dengan bebas menurut kehendaknya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\"><strong>1 Korinthi 3 : 10 :<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Sesuai dengan karunia Allah yang telah diberikan kepadaku, sebagai seorang ahli bangunan yang pandai, maka aku sudah meletakkan alas, dan orang lain membangun di atasnya. Tetapi hendaklah setiap orang memperhatikan bagaimana ia membangun di atasnya.&#8221;<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Kehidupan orang Kristen adalah seolah-olah bagaikan sebuah bangunan yang sedang dibangun. Seorang jurukabar Allah membangun pondasinya, orang lain membangun di atasnya. Jadi, tidak seluruh bahan bangunan dipercayakan kepada seorang jurukabar saja untuk membangun.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Akibatnya, jika seseorang hendak memilih menaruh harap kepada jurukabar yang ini atau yang itu sebagai gantinya menaruh harap kepada Allah dan kepada semua hambaNya yang telah diutusNya satu demi satu, maka orang itu pasti akan dibiarkan dalam kekurangan bahan bangunan, dan akibatnya ia tidak akan memperoleh cukup bahan yang diperlukan untuk dimiliki pada kedatangan Tuhan yang akan datang.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\"><strong>1 Korinthi 3 : 11 &#8211; 18:<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Karena lain pondasi tak dapat diletakkan oleh siapa pun, kecuali apa yang sudah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Kini jika barang seorang mendirikan rumah emas, perak, batu yang indah-indah, kayu, rumput kering, atau jerami di atas pondasi itu, maka semua pekerjaan orang-orang itu akan nyata kelak, karena hari itu akan menerangkan halnya, sebab ia itu akan diungkapkan oleh api, dan api akan menguji setiap pekerjaan manusia. Jika pekerjaan seseorang dapat bertahan, yaitu yang telah dibangunkannya di atas pondasi itu, niscaya kelak akan diperolehnya pahala. Jika pekerjaan seseorang terbakar, maka ia akan menderita rugi, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, namun seolah-olah dari dalam api. Tidakkah kamu ketahui, bahwa kamulah kaabah Allah, dan bahwa Roh Allah berdiam di dalam dirimu? Jika barang seorang menajiskan kaabah Allah, maka ia akan dibinasakan Allah, karena kaabah Allah itu kudus adanya, yaitu kamulah. Janganlah seseorang menipu dirinya sendiri. Jikalau barang seorang di antara kamu tampaknya bijaksana di dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh supaya ia dapat menjadi bijaksana.&#8221;<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Di sini kepada kita diceritakan, bahwa teori-teori yaitu kayu, rumput kering, jerami &#8212; yang dihasilkan oleh orang-orang yang bukan utusan Allah, yang tidak diilhami, terhadap yang sedemikian ini seperti yang saya mintakan perhatian anda sejak mulanya, yaitu teori-teori yang tampaknya akan keluar dari suatu perbendaharaan pengetahuan yang luas, tetapi ternyata tanpa Roh Suci, seperti yang sudah anda saksikan adalah sampah yang mudah terbakar oleh api dari Allah dan jiwa-jiwa manusia tetap merana.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Dan sekali lagi kepada kita diceritakan, bahwa kepandaian duniawi adalah kebodohan bagi Allah, dan bahwa jika kita ingin susunan Kebenaran kita dapat menentang angin ribut, maka kita perlu membuang semua sampah itu lalu mengambil semua bahan kiriman Allah sementara kita terus membangun.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\"><strong>1 Korinthi 3 : 19, 20 :<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Karena kepintaran dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Karena ada tertulis, bahwa Tuhan menangkap orang pandai itu dalam kecerdikannya sendiri.&#8221; Dan Iagi, bahwa Tuhan mengetahui segala pikiran orang pandai, bahwa mereka itu sia-sia adanya.&#8221;<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Oleh karena kepintaran dunia ini adalah kebodohan bagi Allah, maka kita lebih baik tidak berurusan dengannya, dan janganlah kita memihak &#8212; seseorang memihak kepada Luther, seseorang yang lain memihak Wesley, orang lain lagi kepada Campbell, atau kepada White &#8212; tetapi lebih baik kita berdiri pada pihak Tuhan saja, lalu menyambut semua Kebenaran yang datang dari semua hamba pilihan utusanNya. Jika tidak, maka apabila kita tiba di pintu Ia tak dapat tiada akan mengatakan kepada kita: \u201cEnyahlah kamu, saya tidak pernah mengenal kamu.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\"><strong>1 Korinthi 3 : 21, 22:<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Oleh sebab itu janganlah seorang pun bermegah-megah atas hal manusia. Karena segala perkara adalah kepunyaanmu, baik Paulus, baik Apollos, baik Kepas, baik dunia ini, baik hidup ataupun mati; baik segala perkara yang ada sekarang, ataupun segala perkara yang akan datang kelak; semua itu adalah kepunyaanmu.&#8221;<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Bermegah-megah dalam manusia, apakah itu dalam diri sendiri ataupun dalam orang lain, ialah membohongi dirimu sendiri dalam segala perkara. Ambillah sebagai contoh orang-orang Yahudi. Mereka telah mengambil keputusan bahwa \u201cmereka berasal dari Musa&#8221;, dan karena mereka berpandangan begitu, maka untuk menerima para nabi atau pun Kristus, bagi mereka hal ini berarti melepaskan Musa. Sebagai akibatnya, gantinya segala perkara adalah milik mereka, mereka ternyata telah kehilangan segala-galanya, termasuk juga Musa; maka di manakah mereka itu pada waktu ini? Kayu, rumput kering, dan jerami yang sudah mereka susun pada struktur Kebenaran sesudah Musa meninggalkan mereka, sudah sejak lama habis terbawa oleh Api Kebenaran, yaitu Roh Suci.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Satu-satunya jalan yang selamat untuk membangun ialah dengan Kebenaran yang datang dari tahta Allah. Inilah caranya bagaimana Musa, nabi-nabi, dan para Rasul dahulu telah membangun, dan ini pun, caranya bagaimana kita patut membangun. Musa misalnya telah mendirikan pondasi bagi struktur Kebenarannya di atas batu karang kejadian yang kokoh, kitab Kejadian, pada pekerjaan dari Dia yang telah menciptakan segala dunia (Iberani 1 : 1). Para nabi yang kemudian dari padanya, termasuk juga para Rasul, mereka terus membangun di atas pondasi yang sama, bukan di atas teori-teori dari para imam dan ahli-ahli Torat, yaitu para pendidik yang dikenal pada masa itu. Dan itulah sebabnya mengapa struktur Kebenaran mereka itu tetap berdiri makin teguh pada waktu ini dari pada sebelumnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: comic sans ms,cursive;\">Saudara dapat saksikan, bahwa pengetahuan yang tidak disertai pengertian Ilahi adalah sama bahayanya bagi jiwa seperti api yang dilepaskan di dalam rumah yang dibangun dari pada kayu dan rumput kering. Oleh sebab itu jangan lagi kita menjadi orang-orang yang suka memihak, melainkan datanglah ke meja santapan Allah yang telah dipenuhiNya dengan limpah dengan makanan rohani, dan dengan tidak ragu-ragu dan bebas dari semua syakwasangka berpesta pora sampai kenyang, menyegarkan jiwa kita dan menguatkan tulang punggung kita dengan pengertian-pengertian yang baik sehingga kita dapat mampu berdiri melawan semua penyakit kronis dari pengetahuan duniawi; supaya kita mengalahkan cobaan dengan kekuatan dari Dia Yang Maha Tinggi, dan kita diijinkan mengambil bagian dalam memberitakan pekabaran apabila ia itu akan berkembang menjadi Seruan Keras.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: 'comic sans ms', cursive; font-size: 14pt;\">***<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p align=\"center\"><a href=\"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/buku\/download\/AS jilid 2 no. 27 SAKIT CHRONIS DENGAN.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tongkat-gembala.org\/images\/download-pdf.png\" width=\"215\" height=\"60\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"3204\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;223&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAKIT CHRONIS DENGAN TERLALU BANYAK PENGETAHUAN DAN TERLALU SEDIKIT PENGERTIAN &nbsp; Oleh: Victor T. Houteff&hellip;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"3204\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;223&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3204"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3204"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3204\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5525,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3204\/revisions\/5525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3204"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3204"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3204"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}