{"id":3275,"date":"2022-11-25T09:14:49","date_gmt":"2022-11-25T09:14:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=3275"},"modified":"2022-11-25T09:17:05","modified_gmt":"2022-11-25T09:17:05","slug":"prinsip-prinsip-dasar-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=3275","title":{"rendered":"Prinsip-prinsip Dasar Pendidikan"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 24pt;\"><strong>PRINSIP-PRINSIP DASAR<br \/>\nPENDIDIKAN<\/strong><\/span><\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 18pt;\">Oleh: Victor T. Houteff<br \/>\nPendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh<br \/>\nMinggu malam, 8 September 1946<br \/>\nGereja Mount Carmel, Waco, Texas<br \/>\nAmerika Serikat<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Amsal Solaiman 22 : 3, 6, 10, 15:<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Orang bijaksana itu setelah dilihatnya kejahatan, maka bersembunyilah ia, tetapi orang bodoh langsung berjalan, maka terkenalah ia &#8230; Ajarkanlah seorang budak segala permulaan jalannya yang patut, maka pada masa tuanya ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu &#8230;. Usirlah si pencemooh, maka berakhirlah pertengkaran; dan akan berhentilah persaingan dan celaan. Kebodohan, melekat pada hati anak kecil, tetapi rotan pengajaran akan mengusirnya jauh dari padanya&#8221;.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Para orangtua yang bijaksana memandang ke depan. Mereka sangat berhati-hati memberikan jaminan bagi hari depan anak-anaknya. Ini mereka lakukan dengan menanamkan dalam diri anak-anak mereka prinsip-prinsip yang berasal dari Surga, pada mana anak-anak dapat dengan berhasil membangun pengalaman hidup mereka, karena atas landasan apapun para orangtua pada mulanya membuat mereka membangun, maka itulah satu-satunya yang mereka dapat terus membangun. Suatu landasan yang rapuh akan senantiasa menghalangi mereka dari setiap perkara yang lebih maju dari pada yang dimungkinkan oleh landasan itu sendiri, apakah itu dalam agama ataupun dalam sesuatu usaha dagang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Para orang tua harus waspada, bahwa apabila anak-anak mereka mencapai masa remaja, mereka sedikit banyak akan merasa lebih bebas, bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. Katakanlah, mereka berdansa menurut selera musik mereka sendiri. Jadi, alangkah pentingnya kalau saja jauh sebelumnya mereka sudah memiliki pengetahuan yang penting untuk membawa diri mereka dengan aman sepanjang tahun-tahun keremajaan itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Untuk memulai, maka mereka harus diajarkan dengan moral-moral yang baik dari agama, nilai dari pada waktu, bagaimana untuk memperoleh hasil-hasil dalam jangka sejumlah waktu tertentu. Mereka harus diperingatkan sepenuhnya tentang akibat-akibat jelek dari pada menit-menit yang terbuang sia-sia. Sesungguhnya mereka harus dipimpin untuk menyadari, bahwa keseluruhan menit-menit dan jam-jam yang dimanfaatkan dengan baik dan pengetahuan yang diperoleh sepanjang masa remaja mereka itulah yang akan memberi bentuk bagi keseluruhan hidup mereka. Mereka harus mengetahui, bahwa saat-saat dari tahun-tahun masa remaja adalah saat-saat yang terpenting dalam keseluruhan hidup mereka, dan bahwa sekali saat-saat itu disia-siakan, maka semua itu akan berlalu untuk selama-Iamanya. Anak-anak tentu perlu sekali mengetahui segala perkara ini sebelum mereka memasuki masa remaja mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Prinsip-prinsip dasar ini adalah jauh lebih nyata terlihat bilamana seseorang mencoba mempertimbangkan, bahwa kebiasaan-kebiasaan umumnya amat mudah dibentuk, tetapi secara praktis tidak mungkin untuk dilenyapkan. Inilah sebabnya mengapa baik buruknya anak-anak adalah bergantung kepada para orangtua yang membentuk mereka itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Lagi pula para remaja laki-laki dan perempuan memiliki energi yang lebih besar dari pada setiap masa kemudian, dan oleh karena itu mereka dapat berbuat Iebih banyak selama tahun-tahun masa remajanya itu dari pada yang dapat diperbuatnya kemudian dalam jangka waktu yang sama dalam bidang usaha dan pengalaman yang sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Adalah tidak dapat diragukan, bahwa masa remaja dari setiap anak pun adalah sangat kritis. Seperti yang saya katakan terdahulu, para orangtua janganlah menunggu sampai datang krisis-krisis itu, melainkan hendaklah mereka jauh sebelumnya mulai menghalanginya. Untuk melakukan ini para orangtua pada permulaan kehidupan anak harus memutuskan dahulu apa bakat alamiah dari anak itu, supaya mereka dapat mengendalikan dia pada waktunya untuk menentukan apa akan kelak menjadi usaha atau profesinya. Mereka harus membimbing dia untuk mengarahkan cita-citanya, dan kemudian menciptakan dalam dirinya suatu semangat juang untuk mencapai cita-cita itu. Orang-orang yang tidak memiliki tujuan mereka tidak melakukan apapun untuk dikejar. Mereka terombang-ambing bagaikan sebuah rakit di lautan terbuka, maka semua perjalanan mereka itu adalah tanpa tujuan seperti seekor kupu-kupu. Anak-anak yang memiliki cita-cita untuk dikejar, dan yang selalu memperjuangkannya dengan tak henti-hentinya, akan kelak sampai ke sana, dan mereka terikat untuk merubah masa kegagalan menjadi masa yang beruntung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Anak-anak harus juga diajarkan untuk mengenal nilai dari mata uang. Jangan dibiarkan mereka jatuh dalam kebiasaan membelanjakan setiap rupiah yang mereka peroleh, mereka harus diajarkan menabung sebanyak-banyaknya. Sekali mereka memiliki selera untuk mulai memiliki suatu rekening tabungan, maka walaupun uangnya masih kurang dari pada seribu rupiah untuk memulai tabungannya, mereka akan bersemangat untuk terus menabung. Dengan cara ini, maka menabung bagi mereka akan menjadi suatu kebiasaan yang menarik. Anak-anak yang tidak diajarkan mencari uang dan menabung, tetapi pada akhirnya pun berbuat sesuatu oleh dirinya sendiri, mereka bukan melakukan itu karena orangtuanya, melainkan tanpa mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Ada beribu-ribu orang, di antaranya terdapat dalam setiap kelompok masyarakat, mereka tidak tahu bagaimana seharusnya membelanjakan uang atau bagaimana mengatur rumah tangga. Orang-orang yang tidak beruntung ini, tanpa memandang berapa banyak yang mereka perbuat, mereka tidak pernah memiliki sesuatu untuk menghadapi hari hujan. Mereka selalu miskin keadaannya dan selalu berhutang, selalu mengharapkan sumbangan dari mana-mana.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Ajarkanlah anak-anak anda agar jangan sekali membeli sesuatu sebelum mereka memiliki cukup uang untuk itu, dan juga hanya setelah mereka betul-betul memerlukan barang-barang itu. Apapun saja yang dibeli dengan cara mencicil adalah lebih mahal. Maka itu tentunya berarti barang-barangnya lebih sedikit dan lebih banyak kerja dan suatu masa yang lebih sukar bagi si pembeli. Seringkali sebagian dari pada cicilan-cicilan itu tidak dapat dipenuhi, maka sebagai akibatnya barang-barang itu kembali kepada pemiliknya yang semula. Dalam peristiwa yang sedemikian ini pembeli menderita rugi keseluruhan hartanya. Hutang-hutang yang tak diharapkan menghancurkan beratus-ratus rumah tangga dalam setiap tahun. Dengan peraturan dan teladan para orangtua harus mendidik anak-anaknya melawan kebiasaan pemborosan dan kehancuran rumah tangga yang sedemikian ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Orang-orang yang biasa membicarakan masalah-masalah mereka kepada orang lain seringkali memperoleh nasehat-nasehat yang membantu dan terang bagi perjalanan mereka; dengan mana mereka dapat menghindari kerugian dan kekecewaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Untuk meneruskan penyelidikan kita, maka saya akan membaca sekarang pada,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Ulangan 11 : 13 &#8211; 28:<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Maka akan jadi kelak, jika kamu kelak mematuhi dengan rajin kepada perintah-perintah-Ku yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini untuk mencintai Tuhan Allahmu, dan untuk berbakti kepada-Nya dengan sebulat-bulat hatimu dan dengan sebulat-bulat jiwamu, maka Aku pun akan mengaruniakan tanahmu dengan hujan pada musimnya, yaitu hujan awal dan hujan akhir, supaya kamu dapat mengumpulkan gandummu, dan air anggurmu, dan minyakmu,<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>&#8220;Maka Aku akan mengirimkan rumput pada segala padangmu bagi segala binatangmu, supaya kamu sekalian dapat makan sampai kenyang. Maka sebab itu peliharakanlah hatimu daripada dibujuk untuk menyimpang dan berbakti kepada dewa-dewa dan menyembah sujud kepadanya; sehingga kemudian murka Tuhan akan naik bernyala-nyala akan kamu, dan ditahankan Tuhan akan langit daripada menurunkan hujan, dan akan bumi dari pada memberikan hasil, sehingga dengan segera juga kamu akan binasa dari dalam negeri yang baik yang dikaruniakan Tuhan kepadamu.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>&#8220;Sebab itu hendaklah kamu memperhatikan segala firmanKu ini dalam hatimu dan dalam jiwamu, dan ikatkanlah semua itu pada tanganmu untuk menjadi suatu tanda, supaya semua itu boleh menjadi bagaikan patam di tengah-tengah kedua matamu. Dan hendaklah kamu ajarkan semua itu kepada anak-anakmu, membicarakannya kepada mereka itu apabila kamu duduk di dalam rumahmu dan apabila kamu berjalan di jalan, apabila kamu berbaring, dan apabiia kamu bangkit. Dan hendaklah kamu menuliskannya pada semua ambang pintumu, dan pada semua pintu gerbangmu, supaya hari hidupmu dapat diperbanyak dan hari hidup anak-anakmu pun di dalam negeri yang telah dijanjikan oleh Tuhan dengan pakai sumpah kepada nenekmoyangmu untuk diberikan kepada mereka itu, selama segala hari adanya langit di atas bumi.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>&#8220;Karena jika kamu dengan rajinmu memeliharakan semua perintah ini yang Ku perintahkan kepadamu, untuk melaksanakannya, untuk mengasihi Tuhan Allahmu, untuk berjalan dalam segala jalan-Nya, dan untuk tetap bergantung kepada-Nya; maka Tuhan akan mengusir keluar segala bangsa ini dari hadapanmu, dan kamu akan memiliki bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada dirimu sendiri.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>&#8220;Setiap tempat dimana telapak kakimu berpijak akan menjadi milikmu, semenjak dari padang belantara dan Lebanon, semenjak dari sungai itu, sungai Ferat, sampai ke batas laut yang terjauh akan menjadi pantaimu. Tak akan ada orang yang mampu berdiri di hadapanmu, karena Tuhan Allahmu akan mendatangkan takut dan gentar di seluruh tanah itu terhadap kamu, sehingga kamu dapat berjalan di sana sesuai dengan yang difirmankan-Nya kepadamu.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>&#8220;Tengoklah, Aku menghadapkan kepadamu pada hari ini berkat atau kutuk; suatu berkat, jika kamu mematuhi perintah-perintah Tuhan Allahmu yang ku perintahkan kepadamu pada hari ini, dan suatu kutuk, jika kamu tidak mau mematuhi perintah-perintah Tuhan Allahmu, dan menyimpang dari pada jalan yang ku perintahkan kepadamu pada hari ini, untuk mengikuti dewa-dewa yang lain yang tidak kamu kenal&#8221;.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Sekarang marilah kita gabungkan kata-kata firman ini dengan,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Ulangan 21 : 18 &#8211; 21:<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Jika seseorang mempunyai seorang anak laki-Iaki yang keras kepala dan mendurhaka, yang tidak mau mematuhi suara bapanya atau suara ibunya, dan bahwa apabila sudah mereka merotani dia, tidak juga ia mau mematuhi akan mereka itu, maka hendaklah ayah ibunya memegang dia, Ialu membawanya keluar kepada segala tua-tua negerinya dan kepada pintu gerbang tempatnya; maka hendaklah mereka mengatakan kepada tua-tua negerinya itu demikian: &#8220;Putera kami ini adalah keras kepala dan mendurhaka, ia tidak mau mendengarkan suara kami; ia adalah seorang yang gelojoh dan seorang pemabuk. Maka segala orang negerinya harus melemparinya dengan batu sampai mati; demikianlah harus kamu membuang keluar kejahatan dari antaramu; dan seluruh Israel akan mendengar dan takut.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Saya kira kata-kata ini tidak memerlukan penjelasan lagi. Semua itu sudah ditulis dengan cukup jelas sama seperti yang dapat ditulis oleh setiap penulis masa kini. Pada kenyataannya, saya percaya semua itu telah ditulis dengan lebih jelas lagi dari pada yang pernah dapat kita menuliskannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Saudara lihat, pada zaman dahulu, kembali kepada masa dahulu kala, Tuhan memberitahukan perintah-perintah-Nya dan hukum-hukum-Nya. Ia berjanji, bahwa jika umat-Nya patuh, maka Ia akan menjadikan mereka itu suatu bangsa yang besar, sehingga mereka akan menguasai bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripada mereka sendiri, dan bahwa segala bangsa akan takut akan mereka itu. Walaupun demikian, Ia juga menegaskan kepada mereka itu bahwa jika mereka tidak mau mematuhi, maka berbagai kutuk akan menjadi bagian mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Ia mewajibkan kepada mereka itu supaya membina anak-anak yang patuh. Para orangtua diperintahkan untuk membawa anak-anak mereka kepada para tua-tua jika sekiranya mereka sendiri tidak dapat membuat anak-anak mereka menjadi patuh, maka para tua- tua itu akan melempari mereka dengan batu. Alasan yang diberikan ialah &#8220;Supaya seluruh Israel dapat mendengar dan takut&#8221;, dan meninggalkan segala yang jahat. Dengan melihat kepada hukuman ini mereka tentunya akan sangat berhati-hati untuk bagaimana memeliharakan anak-anak mereka yang kecil-kecil itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Kalau saja kita hidup di masa Tuhan memerintahkan kepada umat-Nya sedemikian itu, yaitu dalam masa sejarah Musa, kita tidak akan mengerti apakah Tuhan betul-betul bermaksud tegas atau apakah Ia hanya bicara begitu. Tetapi setelah berabad-abad lamanya berlalu, dari akibat-akibat pendurhakaan Israel kuno yang lalu itu, kita dapat melihat, bahwa yang dimaksudkan Allah dengan kata-kata-Nya itu tak lain adalah tegas. Benar, semenjak orang-orang Yahudi sebagai suatu bangsa mendurhaka, maka mereka telah ditendang keluar dari tonggak penjagaan, dan kini dalam lima tahun yang terakhir saja berjuta-juta dari mereka telah dibantai. Juga pada hari dan abad ini tidak ada lagi tempat bagi mereka di manapun di dunia ini. Ada tersedia tempat bagi setiap orang tetapi tidak bagi orang Yahudi, maka jelaslah dilihat mengapa begitu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Mereka sudah akan menjadi suatu bangsa yang terbesar di bumi, tetapi kini mereka sama sekali bukan merupakan suatu bangsa. Sebaliknya, mereka hanya merupakan sebuah bola yang ditendang ke sana kemari. Mereka ingin menjadi seperti bangsa-bangsa lain di sekitarnya, dan bangsa-bangsa itu semenjak lama menendang mereka dari lubang yang satu ke lubang yang lainnya. Sekarang kita saksikan, bahwa Tuhan tidak hanya mengeluarkan kata-kata kosong. Ia melaksanakan apa yang dikatakan-Nya, maka apa yang dikatakan-Nya kepada orang-orang Yahudi di masa lalu, Ia juga sedang katakan itu kepada kita pada hari ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Adalah kita, bukan orang-orang Yahudi, yang kini tidak lagi mempunyai pilihan lain. Kita boleh memilih untuk jadi seperti dunia, lalu dihalau ke dalam neraka bersama-sama dengannya. Atau kita boleh memilih untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Allah, Ialu dengan demikian kita akan berada bersama-sama Dia di dalam kerajaan-Nya. Salah satu dari pada kedua pilihan ini harus kita tentukan sekarang juga dengan segera.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Saya tidak yakin bahwa kita adalah begitu bodoh terhadap apa yang benar dan apa yang salah. Kebanyakan dari pada kita telah mempelajari Alkitab itu sepanjang hidup kita dan telah memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang diajarkannya. Apa yang kita perlu lakukan pada sore hari ini tak dapat tiada ialah menentukan apakah kita sebagai suatu kelompok akan melaksanakan apa yang diajarkan oleh Ilham, atau apakah kita akan berusaha untuk melaksanakannya secara pribadi sendiri-sendiri. Katakanlah kepada kita apa yang harus diperbuat dalam masalah tata-tertib. Apakah masing-masing pribadi akan berbuat sesuai dengan apa yang dipandangnya pantas, atau haruskah kita memiliki sebuah standard ukuran dengan mana semua kita dapat diatur? Maukah kita sekarang memutuskan apa yang akan diperbuat lalu melaksanakannya, atau hendakkah kita memutuskan lalu tidak pernah lagi melaksanakan apa yang kita putuskan?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Perhatian-perhatian yang sangat mendesak adalah sebagai berikut: Bagaimana kita harus menyelenggarakan sekolah? Dan bagaimanakah harus kita memakaikan pakaian anak-anak kita dan diri kita sendiri? Haruskah kita berpakaian seperti orang-orang Kristen yang maju, atau hendakkah kita berpakaian seperti orang-orang dunia yang maju? Hendakkah kita bertengkar mengenai pakaian, atau hendakkah kita semua melihatnya sefaham?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">(Para hadirin: &#8216;Kita semua patut melihatnya dengan sefaham,&#8217;)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Maka haruskah kita memiliki suatu standard ukuran untuk diikuti?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">(Para hadirin: &#8216;Ya&#8217;)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Apakah yang akan kita perbuat dengan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan yang mungkin tidak menaruh hormat, mendurhaka, dan yang tidak menghiraukan para orangtuanya dan para gurunya? Haruskah kita membiarkan hal itu kepada anak-anak untuk memutuskan sendiri, atau haruskah kita berbuat sesuai apa yang diperintahkan oleh Alkitab: yaitu bahwa anak-anak supaya ditertibkan di rumah, dan jika usaha ini tidak berhasil, maka mereka supaya dibawa kepada para tua-tua gereja untuk dikeluarkan dari sekolah dan dari persekutuan anggota? Ataukah para orangtua akan mengikuti anak-anak itu?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Pada masa dahulu mereka benar-benar melempari anak-anak durhaka dengan batu. Ini mereka lakukan karena sidang tidak mungkin mempertahankan orang-orang durhaka di tengah-tengahnya, dan bangsa-bangsa di sekelilingnya tidak mau menampung orang-orang asing, sehingga akibatnya tidak ada jalan lain terkecuali melempari mereka itu dengan batu sampai mati. Walaupun demikian, pada waktu ini mereka hanya dapat dikeluarkan, dan apabila mereka telah sadar kembali, maka mereka dapat kembali.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Para orangtua adalah terikat kewajiban untuk memperhatikan agar putra-putri mereka dapat dilatih untuk patuh; supaya mereka menghargai para orangtua mereka, para pemimpin sidang, dan setiap orang di dalam masyarakat; dan supaya mereka tidak mengucapkan kata-kata keras terhadap siapapun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Sampai mencapai umur berapakah baharu anak-anak dilepaskan sendiri untuk berbuat sesuai kesenangan hatinya? Jawabannya ialah, selama anak-anak masih berada di dalam rumah para orangtuanya, maka mereka tetap berada di bawah pengawasan para orangtuanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Jika kita hendak memiliki suatu standard ukuran, maka kita harus bersama-sama mematuhinya. Dan jika anak-anak mengetahui bahwa kita adalah tegas, bahwa mereka tidak dapat terus menerus berbuat begitu, maka mereka tidak akan mencoba untuk melemparkan sesuatu kepada orang lain. Walaupun demikian kebanyakan anak-anak betul-betul telah dilatih untuk menjadi durhaka. Bagaimana hal ini terjadi? Semenjak masa anak-anak masih bayi, para orangtua mereka membiarkan mereka memilih kesenangannya sendiri. Dimulai semenjak anak-anak mengatakan &#8220;Ya,&#8221; orangtua mengatakan &#8220;Tidak&#8221;. Pada waktu itulah kesulitan dimulai. Anak-anak memenangkan argumentasi itu dengan cara menangis, kemudian jika ini pun tidak berhasil, maka mereka mendapatkan hasil-hasilnya oleh cara membanting-bantingkan kakinya di Iantai. Setelah mereka makin besar, mereka menemukan cara-cara yang baru untuk menuntut mendapatkan apa yang mereka kehendaki. Dengan membiarkan anak-anak mereka mengalahkan mereka sedemikian ini dalam persaingan itu, maka para orang tua sesungguhnya telah melatih keturunan mereka untuk menjadi durhaka, tidak menaruh hormat. Inilah sebabnya mengapa keadaan anak-anak adalah sesuai dengan yang dibentuk oleh para orang tua mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Jangan sekali membiarkan anak memperoleh keinginannya bertentangan terhadap keinginan-keinginanmu, maka anda tidak akan pernah mendapatkan kesulitan dengan dia. &#8220;Apapun juga yang didapati tidak mungkin untuk berubah, pikiran akan belajar untuk mengakui dan menyesuaikan dirinya sendiri.&#8221; &#8212; Education, p. 290.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Maukah kamu anak-anak lelaki dan perempuan semuanya berjanji untuk menyangkal dunia dan untuk sepenuhnya berdiri bagi Tuhan? Maukah kamu mengambil keputusan untuk tidak berkompromi dengan kejahatan, dengan berbagai praktik keduniawian? Maukah kamu mengambil keputusan untuk menjadikan rumah tangga, sekolah, dan gereja sesuatu yang berhasil untuk mempengaruhi anak-anak Ielaki dan perempuan lain kepada arah perjalanan yang benar?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Jika tidak, maka kami kini mengamarkan kepadamu, bahwa kamu akan dikeluarkan dari sekolah dan dari tempat ini. Jika ada seseorang di antara kamu yang tidak dapat memberikan kepada kami suatu jawaban yang sejujurnya, maka adalah lebih baik bagimu untuk menarik diri keluar sekarang lalu pergi ke kota dan masuk sekolah negeri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Kami tidak membodohi kamu. Hari ini kami bermaksud tegas sama seperti mereka itu yang telah bertindak tegas di masa dahulu. Jika kamu merasa peraturan ini terlalu kaku bagimu, silahkan katakanlah demikian sekarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Maukah kamu, anak-anak lelaki dan perempuan, berjanji untuk mematuhi para orangtuamu dan para gurumu, dan tidak berbicara menentang siapapun?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Dan maukah anda orang-orang dewasa berjanji untuk berbuat sebaik-baiknya untuk membantu mereka yang masih muda? Setujukah anda untuk tidak mengemukakan keluhan-keluhanmu mengenai anak-anak atau orang-orang muda kepada orang lain selain kepada para orangtuanya sendiri?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">(Semua orang, baik muda maupun tua, mengangkat tangan mereka tanda setuju).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Tidakkah anda berpikir, bahwa orang-orang yang percaya penganut Kebenaran Tambahan harus berpakaian dengan sederhana, menarik, dan terpuji, sesuai dengan agama Kristus, sedemikian rupa untuk mempengaruhi orang-orang yang melihat supaya mereka meniru, bukan berpaling meninggalkan dengan perasaan jijik?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">(Para hadirin: &#8220;Ya&#8221;)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Standard ukuran pakaian kita bagi kaum wanita dan gadis-gadis, dan orang-orang lelaki dan anak-anak Ielaki, telah ditetapkan bertolak dari pandangan ini, dan ingatlah kamu kini telah berjanji untuk mematuhinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Hendaklah diperhatikan, bahwa tidak ada catatan bahwa ada orang yang mempunyai alasan dari cara Yesus berpakaian, untuk berbicara menentang atau pun menyetujui Dia berpakaian. lni menunjukkan, bahwa la bukanlah seseorang yang extrim. Di samping itu, pakaian-pakaian-Nya tak dapat tiada adalah cukup pantas dipakai, sebab jika tidak demikian musuh-musuh-Nya tidak akan menghiraukan untuk membuang undi untuk mendapatkannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Prinsip-prinsip yang benar-benar sama ini harus mengatur cara-cara berpakaian kita sendiri. Kita harus berpakaian sedemikian rupa dengan selalu ingat bukan untuk memakaikan sesuatu perhiasan kecil jenis apapun, untuk membuat kerapihan, warna, atau yang sejenisnya, melainkan karena ingat kepada berpakaian rapih dengan tidak menarik perhatian apapun terhadap sesuatu yang khusus. Juga pakaian kita harus sedemikian rupa sehingga orang-orang yang termiskin sekalipun tidak akan merasa segan duduk di antara kita, dan supaya orang-orang yang terkaya pun tidak akan merasa malu berada bersama-sama kita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Kesimpulan dan seluruh masalah ini di dalam sebuah gambaran singkat adalah sebagai berikut: supaya kita menghiasi diri kita bukan untuk pameran diri atau kesombongan, melainkan untuk kehormatan dan kesederhanaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">STANDARD UKURAN PAKAIAN KRISTEN YANG MAJU<br \/>\nBAGI KAUM WANITA DAN PARA GADIS<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">P A K A I A N<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>B a h a n<\/strong>:<br \/>\nSemua itu harus terbuat dari bahan yang berkualitas baik, yang tahan lama dan yang pantas bagi suasana dan kedudukan pekerjaan dari orang yang bersangkutan. Jangan yang berwarna mencolok atau pun yang extrim. Bahan-bahan yang sangat tipis dengan cap-cap warna yang besar dan mencolok adalah dilarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>W a r n a<\/strong>:<br \/>\nWarna-warna adalah untuk kelihatan bagus bagi diri seseorang. Kombinasi warna hendaklah seimbang, dan jangan mencolok atau menarik dengan tidak sepantasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>L e n g a n\u00a0 b a j u<\/strong>:<br \/>\nDi depan umum lengan baju hendaknya cukup panjang untuk menutupi siku apabila lengan dilipat. Lengan-lengan baju itu harus dibuat dengan bentuk yang sedemikian rupa sehingga tidak akan keliliatan ketiak apabila lengan diangkat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Panjang rok bawahan bagi wanita dan remaja<\/strong>:<br \/>\nRok-rok bawahan yang lebih pendek dari pada setengah jarak antara Iipatan lutut dan mata kaki adalah kurang sopan, dan juga tidak pantas bagi seorang wanita Kristen.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Panjang rok bawahan bagi wanita menjelang remaja<\/strong>:<br \/>\nRok-rok bawahan adalah untuk menutupi lutut. Janganlah membuatnya terlalu panjang sehingga menyebabkan anak tidak bebas atau menjadi bahan tertawaan yang tidak perlu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Ukuran dari pada Pakaian<\/strong>:<br \/>\nPakaian harus pas dengan badan, dan jangan bergantungan secara tidak rapih. Pakaian-pakaian itu harus enak dipakai dan rapih, tetapi jangan terlalu ketat sehingga memperlihatkan garis-garis tubuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>K r a h\u00a0 l e h e r<\/strong>:<br \/>\nKrah Ieher janganlah lebih rendah dari 2 atau 3 inci di bawah lekukan lubang leher, dan harus pas sehingga dada tidak akan kelihatan apabila orang memiringkan badan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>P o l a<\/strong>:<br \/>\nPakaian harus didisain menurut garis-garis mode yang sederhana, jangan berbentuk sexy atau berlebih-lebihan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Kancing, ikat pinggang, kelengkapan perhiasan<\/strong>:<br \/>\nSemua peralatan ini harus yang biasa saja, yang rapih, yang indah, seperti juga menarik terhadap pakaian itu. Jangan ada dipakai sesuatu dengan maksud untuk menarik perhatian orang terhadap benda yang dipakai itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>S w e a t e r<\/strong>:<br \/>\nTerkecuali dalam hal bagi anak-anak menjelang remaja, sweater yang berupa pullover adalah tidak sopan apabila dipakai tanpa jacket atau kemeja. Juga sweater jenis jacket tidak akan terlalu cocok menyenangkan karena terlalu menonjolkan bentuk tubuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Celana panjang kerja<\/strong>:<br \/>\nSemua ini tidak boleh dipakai di tempat-tempat umum atau di jalan raya, melainkan hanya di tempat-tempat kerja yang sedemikian yang dengan pakaian biasa akan tidak pantas atau berbahaya. Walaupun demikian semua itu harus menurut mode yang didisain khusus bagi kaum wanita, bukan bagi kaum pria. Pakailah celana yang berbentuk rok bawahan. Anak-anak perempuan kecil dapat saja memakai semua yang didisain bagi mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Pasangan baju yang berganti-ganti<\/strong>:<br \/>\nBanyaknya pakaian adalah dipengaruhi oleh kedudukan kerja seseorang dan suasana pekerjaan, bukan oleh perubahan selera mode yang terus berganti-ganti. Milikilah sebanyak-banyaknya pakaian yang diperlukan untuk tetap menjaga kerapihan dan kebersihan, jangan lebih dan jangan kurang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Korset, baju pengikat dalam, dan sejenisnya<\/strong>:<br \/>\nSemua ini jangan dipakai tanpa nasehat dokter bagi penyakit-penyakit tertentu. Ikat pinggang elastis yang tidak mengganggu peredaran darah boleh saja dipakai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Pakaian Pengantin<\/strong>:<br \/>\nTutup kepala dan rok panjang tidak akan dilarang bagi upacara perkawinan. Bagian dari rok panjang yang terbentang di tanah di belakang pengantin wanita pemakainya itu adalah tidak perlu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Baju berenang, baju untuk berjemur di matahari dan lain-lain<\/strong>:<br \/>\nJangan sekali sesuatu yang memperlihatkan tubuh dipakai di depan kaum pria dan anak-anak Ielaki. Kelompok-kelompok mandi yang bercampuran antara pria dan wanita adalah dilarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Topi<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Model:<br \/>\nTopi hendaklah sederhana dan rapih, jangan dengan hiasan pinggir yang berlebih-lebihan, atau seperti kotak-kotak obat pil. Topi hendaknya tidak perlu besar ataupun kecil secara lucu, melainkan biasa dan menarik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Hiasan-hiasan:<br \/>\nJanganlah menghiasi topi dengan apapun yang menarik perhatian orang secara tidak sepatutnya terhadap topi itu. Tutup kepala dan berbagai perhiasan lain yang bergantungan sebagai pameran adalah bukan pada tempatnya. Hiasan-hiasan itu harus menarik tetapi jangan mencolok.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Warna:<br \/>\nWarna dari topi hendaklah selaras dengan pakaian-pakaian yang selebihnya, dan hendaklah tidak mengkilap atau cerah mencolok.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Tutup kepala pada upacara-upacara agama<\/strong>:<br \/>\nTutup kepala hendaklah sesuai dengan upacara tertentu, dan mengandung arti bagi maksud dari sesuatu tutup kepala bukan hanya sesuatu yang dipegang secara kebetulan saja. Yang kemudian ini adalah tidak pantas. Anak-anak kecil wanita harus diajarkan memakai tutup kepala segera setelah mereka mampu mengerti dari hal itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Di tempat-tempat umum yang lain:<br \/>\nSuatu topi adalah lebih pantas terlihat dari pada kepala yang tidak bertopi di depan umum.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">S E P A T U<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Model dan Kwalitas:<br \/>\nSepatu harus tahan lama dan berbentuk biasa. Hindarilah memakai sepatu yang terbuka depannya dan yang terbuka tumitnya. Sepatu-sepatu itu kelihatan tidak sopan. Pada kesempatan-kesempatan biasa pemakaian sandal dapat diperbolehkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Tinggi tumit:<br \/>\nDemi untuk kesehatan, maka tinggi tumit harus dibawah 2 inci. Tumit-tumit sepatu yang tinggi adalah tidak sehat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Warna:<br \/>\nPakailah warna-warna sepatu yang praktis. Sepatu putih adalah tidak praktis di tempat-tempat pertanian dan di kampung-kampung di mana jalan-jalan tidak diaspal. Sepatu hitam tampaknya lebih bergaya, dan lebih cocok bagi pengerja Injil dari pada warna-warna sepatu lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Hiasan-hiasan:<br \/>\nHiasan-hiasan hendaklah cocok dengan sepatu, dan tidak mencolok atau bergantungan untuk menarik perhatian orang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">KAOS KAKI<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Bahan dan berat:<br \/>\nKaos kaki dapat saja dari serat kapas, dari sutera, dari rayon atau dari nylon, apa saja yang amat praktis bagi kesempatan dan pekerjaan. Kaos kaki yang sangat tipis adalah dilarang. Pakailah yang beratnya berfungsi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Tergulung di bawah lutut:<br \/>\nAdalah tidak sopan jika daging kelihatan. Janganlah memamerkan daging.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Kaos kaki pendek sampai mata kaki:<br \/>\nAdalah dilarang jika paha diperlihatkan. Itu hanya dibenarkan bagi bayi-bayi dalam udara yang panas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Tanpa stoking (kaos kaki wanita yang panjang):<br \/>\nDilarang jika tidak berkaki telanjang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">R I A S\u00a0 R A M B U T<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Rambut yang disisir melengkung ke atas:<br \/>\nDibenarkan asalkan tidak berlebihan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Rambut yang setengah panjang yang menggantung:<br \/>\nDiperbolehkan bagi gadis-gadis asalkan dipelihara dengan rapih.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Rambut pendek:<br \/>\nDilarang bagi wanita dan para remaja; diperbolehkan bagi bayi-bayi dan anak-anak kecil wanita jika diperlukan, namun lebih baik biarkan saja rambut itu bertumbuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Bergelombang secara alami atau rambut keriting:<br \/>\nAturlah sealamiah mungkin dan semenarik mungkin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Rambut yang lurus:<br \/>\nJanganIah mencoba membuat sesuatu menjadi keterlaluan dengan rambutmu yang Allah tidak inginkan. Aturlah rambut itu dengan rapih dan menarik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Bergelombang yang tetap, bergelombang jari dengan menggunakan set rambut dan sebagainya:<br \/>\nSemua ketidak aslian yang sedemikian ini adalah dilarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Rambut yang digulung dengan &#8220;Bantalan rambut,&#8221; Alat penggulung dan sebagainya:<br \/>\nBoleh saja jika diperlukan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Jepitan rambut:<br \/>\nBoleh saja jika diperlukan, namun warna jepitan itu hendaklah sedapat mungkin sama dengan warna dari pada rambut. Janganlah menggunakan sesuatu yang terlalu cerah dan mencolok untuk menarik perhatian orang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Pita:<br \/>\nDiperbolehkan bagi anak-anak kecil wanita untuk mempertahankan rambut pada tempatnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">BARANG-BARANG PERHIASAN<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Arloji tangan:<br \/>\nDalam hal yang sebenarnya arloji tangan adalah sebuah gelang dengan sebuah jam di atasnya, dan tidak boleh dipakai dijalan atau di tempat umum.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Peniti-peniti pakaian:<br \/>\nBoleh saja asalkan itu untuk melayani sesuatu maksud, dan tidak mencolok atau mengangumkan. Peniti-peniti perhiasan adalah dilarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Berbagai macam barang perhiasan:<br \/>\nGelang leher, Iantai leher, anting-anting tempat photo, gelang, anting-anting, cincin, dan sebagainya semuanya dilarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">K O S M E T l K A<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Bedak muka, bedak mandi, lotion, zat-zat untuk menciutkan, cream dingin adalah dibenarkan jika diperlukan, dan asalkan tidak dibeli dengan mewah. Tetapi bedak pemerah muka, lipstick, pensil penghitam kening, maskara, perfume, penggosok kuku, kuku putih, dan sebagainya adalah dilarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">KESEHATAN PRIBADI<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Deodorant (obat penghilang bau badan); obat menghilangkan rambut, dapat saja diperbolehkan jika mutlak diperlukan, dan kalau saja digunakan yang tidak berbahaya. Obat anti keringat adalah tidak sehat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">STANDARD UKURAN PAKAIAN KRISTEN<br \/>\nYANG MAJU<br \/>\nBAGI PRIA DAN ANAK-ANAK LELAKI<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">PAKAIAN JAS<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Model:<br \/>\nJas harus dipotong sepanjang garis-garis konservatif &#8212; jangan sekali mencolok atau pun berlebih-lebihan. Terutama hendaklah jas yang akan dipakai di atas mimbar itu rapih dan konservatif. Perhatikan agar jas itu pas cocok dan tidak bergantungan dengan cara yang longgar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Bahan:<br \/>\nKwalitas dari bahan harus tahan lama, dan sesuai dengan suasana alam dan kedudukan kerja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Warna:<br \/>\nWarna-warna yang praktis yang tidak menyala harus digunakan. Jika baju harus dari warna yang satu dan celana dari warna yang lain, maka hendaklah berhati-hati agar warna-warna itu bercampur dengan baik, dan tidak kelihatan terlalu mencolok. Pada keseluruhannya kombinasi-kombinasi yang sedemikian ini hendaknya dihindari. Jangan sekali dipakai di atas mimbar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">KEMEJA<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Kemeja olah raga dengan leher terbuka:<br \/>\nKemeja-kemeja sport leher terbuka dapat dipakai bilamana bepergian ke luar kota atau pada kesempatan-kesempatan yang sama lainnya. Sungguhpun demikian, di dalam gereja atau pun di jalan raya bukanlah tempatnya untuk memakai kemeja-kemeja itu. Leher-leher kemeja jangan sekaIi dipakai terbuka lebih rendah dari pada mata kancing yang pertama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Lengan baju:<br \/>\nUntuk pakaian dan pemakaian di atas mimbar lengan-lengan baju harus sepenuhnya panjangnya dipakai. Lengan baju yang dilipat atau lengan tangan pendek boleh saja dipakai jika kesempatan menghendakinya demi untuk keenakan pemakaian. Kemeja-kemeja yang tidak berlengan adalah dilarang di depan umum.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Kemeja-kemeja yang dipakai di luar celana:<br \/>\nKemeja-kemeja yang bergantungan di luar celana menandai para pemakainya sebagai tidak rapih atau pun sedang mencoba untuk kelihatan mencolok atau sesuatu yang lain &#8212; yang mereka pun tidak mengetahuinya. Mereka menjauhkan penghargaan orang terhadapnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Berjalan dengan tidak berkemeja:<br \/>\nDi depan umum atau di depan kaum wanita atau gadis-gadis orang lelaki harus memakai kemeja. Ajarkanlah kepada anak-anak lelaki untuk berbuat juga yang sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">D A S I<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Model :<br \/>\nApakah model dasi kupu-kupu atau model dasi biasa boleh saja dipakai &#8212; mana saja yang terbaik untuk jas atau kesempatan. Janganlah memakai terlalu ekstrim.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Warna dan pola:<br \/>\nDasi jangan yang terlalu mencolok atau menyala warnanya, melainkan ia itu harus menarik dan selaras dengan jas dan bagus bagi si pemakai. Warna-warna yang keras dan pola-pola yang mencolok janganlah diperhatikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">ALAT-ALAT TAMBAHAN<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Di dalam saku jas atas sebelah luar:<br \/>\nPemakaian sebuah sapu tangan atau pena dan pensil di dalam saku jas atas sebelah luar tidak memenuhi maksud apapun selain hanya untuk menarik perhatian orang, untuk mendorong kesombongan. Janganlah merendahkan tabiatmu sedemikian ini, melainkan masukkanlah semua itu ke dalam saku jas sebelah dalam karena itulah tempatnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Arloji tangan:<br \/>\nDalam keadaan sebenarnya arloji tangan sesungguhnya adalah sebuah gelang dengan sebuah kepingan waktu di atasnya, maka seharusnya tidak boleh dipakai di jalan atau pun di depan umum. Jika anda merasa perlu untuk membawa sebuah jam, maka pakailah sebuah jam saku.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Peniti dasi dan jepitan dasi:<br \/>\nPeniti dasi adalah dilarang. Jika diperlukan untuk memakai sebuah jepitan dasi, maka pakailah sebuah yang dapat disembunyikan di bawah lipatan dari dasi itu. Janganlah memakai apapun untuk pameran.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Rantai arloji tangan:<br \/>\nRantai arloji tangan yang dipamerkan adalah sama saja bukan pada tempatnya seperti juga peniti dasi, cincin, atau pun gelang. Jauhkanlah semua itu dari pemandangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">BERMACAM-MACAM<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Cincin dan sebagainya:<br \/>\nCincin dan berbagai perhiasan lainnya adalah dilarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Gelang lengan untuk menahan Iengan baju:<br \/>\nGelang lengan adalah tidak sehat jika ia itu dipakai dengan terlalu ketat sehingga menghalangi peredaran darah. Jika ia itu perlu untuk dipakai, maka janganlah memakai apa pun yang mencolok. Walaupun demikian, adalah lebih baik memendekkan lengan bajumu itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Syal atau selendang:<br \/>\nJangan sekali memakai selendang yang hanya untuk pameran. Pilihlah warna-warna yang selaras dengan pakaian selebihnya &#8212; jangan sekali terlalu mencolok.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Kaos kaki yang tergulung ke bawah:<br \/>\nKaos kaki hendaklah tertunjang kuat dengan pantas, jika tidak ia itu akan terlihat tidak sopan dan sembrono.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Sepatu:<br \/>\nPilihlah sepatu yang berkwalitas tahan lama dan praktis modelnya dan warnanya. Warna putih adalah tidak praktis di perkebunan dan di kampung-kampung di mana jalan belum beraspal. Warna-warna itu tidak kelihatan konservatif untuk di mimbar dan ia menarik perhatian yang tidak sepantasnya terhadap kaki. Sepatu hitam tampak bergaya Iebih lama, dan adalah lebih cocok bagi pengerja Injil dari pada warna-warna sepatu lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Pakaian mandi dan celana pendek berenang:<br \/>\nSemua ini adalah benar pada kesempatan-kesempatan yang tepat, tetapi kelompok-kelompok berenang campuran wanita dan pria adalah dilarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Rambut:<br \/>\nAturlah rambut itu sealamiah dan serapih mungkin, jauhkanlah segala kepalsuan yang sedemikian ini seperti misalnya tetap bergelombang (permanent waves), dan sebagainya. Jika rambut kering, maka pakailah minyak yang tidak terlalu tajam baunya, yaitu sesuatu yang bermanfaat bagi rambut dan bukan hanya untuk &#8220;bau&#8221;.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Tampan pada umumnya:<br \/>\nJanganlah jatuh ke dalam kebiasaan-kebiasaan yang sembrono: Selalu memotong rambut, muka dicukur (Jika anda tidak memakai jambang), dan pakaian rapih dan sebersih mungkin sejauh kedudukan pekerjaan mengijinkan. Allah menghendaki wakil-wakilNya supaya berpakaian dengan cara yang sedemikian rupa sehingga menjunjung tinggi agama mereka di depan mata baik orang-orang yang tinggi maupun orang-orang yang rendah, orang-orang yang kaya maupun orang-orang miskin. Janganlah berpakaian berlebih-lebihan secara boros atau pun secara sembrono. Tetaplah tinggal di pertengahan jalan dalam segala keadaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">C A T A T A N<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Semua ini adalah standard-standard ukuran pakaian masa kini, maka semua umat Davidian hendaklah menirukannya. Terkecuali karena alasan-alasan yang belum terbayangkan di sini, maka setiap penyimpangan dari semua standard ini, sementara semuanya masih tetap berdiri dengan tegas, akan menggolongkan si pelanggarnya kepada kelas orang-orang munafik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">KESEDERHANAAN DALAM PAKAlAN<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">&#8220;Dalam hotbah-Nya di atas gunung Kristus menasehatkan kepada para pengikut-Nya agar jangan membiarkan pikiran mereka itu dipenuhi dengan perkara-perkara duniawi. Ia mengatakan dengan jelas: &#8216;Kamu tak dapat berbakti kepada Allah dan mammon. Sebab itu Aku katakan kepadamu, Janganlah memikirkan bagi hidupmu, apa yang akan kamu makan, atau apa yang akan kamu minum; juga janganlah memikirkan bagi tubuhmu, apa yang akan kamu pakai. Bukankah hidup itu adalah Iebih dari pada makanan, dan tubuh itu adalah lebih dari pada pakaian?&#8217;\u201d Maka mengapakah kamu memikirkan pakaian? Pandanglah kepada bunga bakung yang di padang, bagaimana mereka itu bertumbuh, mereka tidak bekerja, mereka juga tidak merajut, namun Aku katakan kepadamu, bahwa walaupun Solaiman dalam segala kemuliaannya, ia tidak dihiasi seindah salah satu dari pada bunga-bunga itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">&#8220;Kata-kata ini mengandung arti yang luas. Semua itu berlaku di masa Kristus dahulu, dan itu pun berlaku di masa kita sekarang. Yesus di sini menonjolkan perbedaan antara kesederhanaan alamiah dari bunga-bunga di padang dengan pemakaian pakaian buatan sendiri. Ia menyatakan, bahwa kemuliaan Solaiman tidak dapat menandingi salah satu dari pada bunga-bunga itu dalam keindahan alamiahnya. Ini adalah suatu pelajaran bagi semua orang yang ingin mengetahui dan melaksanakan kehendak Allah. Yesus melihat adanya perhatian dan pengorbanan diberikan kepada pakaian, maka Ia minta kewaspadaan kita bahkan Ia memerintahkan kepada kita agar jangan terlalu banyak menaruh perhatian kepada hal itu. Adalah penting agar kita memperhatikan dengan seksama terhadap kata-kata firman-Nya. Solaiman terlalu sibuk pikirannya mencita-citakan pameran yang bersifat lahiriah, sehingga ia gagal untuk mengangkat pikirannya dengan cara memeliharakan hubungan yang terus menerus dengan Allah sumber segala pengetahuan. Kesempurnaan dan keindahan tabiat telah dilalaikan karena usahanya untuk mendapatkan keindahan Iahiriah. Ia menjual kehormatan dan kelengkapan tabiatnya untuk usahanya bagi kemuliaan dirinya sendiri di mata dunia, maka akhirnya ia menjadi seorang raja yang lalim yang menunjang semua keborosannya dengan beban pajak yang cukup memberatkan atas rakyatnya. Ia pertama-tama menyeleweng dalam hati, kemudian ia murtad meninggalkan Allah, dan akhirnya ia menjadi seorang penyembah dewa-dewa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">&#8220;Sementara kita menyaksikan saudara-saudara kaum wanita kita beralih meninggalkan kesederhanaan dalam pakaian, dan sedang menanamkan cinta terhadap mode-mode dunia ini maka kita merasa terganggu. Oleh melangkah ke arah ini, mereka sedang memisahkan diri dari Allah dan sedang melalaikan usaha menghiasi diri sebelah dalam. Mereka hendaknya tidak merasa bebas untuk membelanjakan waktu pemberian Allah kepada mereka itu untuk usaha-usaha yang tidak perlu dalam menghiasi pakaian mereka itu. Alangkah lebih baik jika waktu mereka itu digunakan untuk menyelidiki Injil. Sehingga dengan demikian memperoleh suatu pengetahuan yang menyeluruh terhadap nubuatan-nubuatan dan ajaran-ajaran praktis yang diberikan Kristus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">***<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">&#8220;Kristus adalah teladan kita. Kita harus mempertahankan Teladan itu terus menerus di depan mata kita, dan membayangkan pengorbanan yang tak terukur yang telah dibuat untuk menebus kita dari perhambaan dosa. Jika kita mendapatkan diri kita terhukum seperti yang kita lihat dalam cermin kaca, maka hendaklah jangan kita terus berjalan dalam pelanggaran, melainkan hadapilah lurus ke sekeliling, lalu cucilah jubah tabiat kita dalam darah Anak Domba, supaya ia itu boleh menjadi tidak bercacad cela. Marilah kita berseru seperti yang diserukan Daud, &#8220;Celekkanlah kiranya mataku, Oh Tuhan, agar aku dapat memandang perkara-perkara yang indah dari dalam hukum-Mu.&#8221; Orang-orang kepada siapa Allah telah mempercayakan waktu dan uang agar mereka dapat menjadi suatu berkat bagi kemanusiaan, tetapi mereka telah menghambur-hamburkan karunia-karunia ini secara tidak bermanfaat bagi dirinya sendiri dan anak-anaknya, akan kelak memperoleh pembalasan yang mengerikan pada pangadilan Allah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">***<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">&#8220;Barangsiapa di antara para pemelihara Sabat yang telah menyerah kepada pengaruh duniawi, akan diuji. Bahaya-bahaya akhir zaman sedang menunggui kita, dan suatu ujian akan datang kepada umat Allah yang mana banyak orang tidak menyangkanya. Kemurnian iman mereka itu akan dibuktikan. Banyak yang telah menggabungkan diri dengan keduniawian dalam hal kesombongan, kesia-siaan, dan mengejar keplesiran, sambil membohongi dirinya sendiri bahwa mereka dapat berbuat ini dan tetap sebagai orang-orang Kristen. Tetapi justru pemanjaan-pemanjaan yang sedemikian inilah yang memisahkan mereka dari Allah, Ialu membuat mereka menjadi anak-anak dunia. Kristus tidak pernah memberikan kepada kita teladan yang sedemikian ini. Hanya orang-orang yang menyangkal diri, dan yang menghidupi suatu kehidupan yang sederhana, rendah hati, dan suci, adalah pengikut-pengikut Kristus yang sejati; dan mereka yang sedemikian ini tidak dapat menikmati kehidupan masyarakat pencinta dunia&#8221;. &#8212; <strong>Testimonies for the Church, vol. 4, pp. 628, 629, 632, 633.<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p align=\"center\"><a href=\"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/buku\/download\/AS jilid 2 no. 38 Prinsip.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tongkat-gembala.org\/images\/download-pdf.png\" width=\"215\" height=\"60\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"3275\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;235&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PRINSIP-PRINSIP DASAR PENDIDIKAN &nbsp; &nbsp; Oleh: Victor T. Houteff Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent&hellip;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"3275\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;235&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3275"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3275"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3275\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3281,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3275\/revisions\/3281"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}