{"id":3293,"date":"2022-11-25T09:22:16","date_gmt":"2022-11-25T09:22:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=3293"},"modified":"2022-11-25T09:22:16","modified_gmt":"2022-11-25T09:22:16","slug":"amaran-sekarang-jilid-2-nomer-40","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=3293","title":{"rendered":"AMARAN SEKARANG JILID 2 NOMER 40"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 18pt;\">AMARAN SEKARANG<br \/>\nJilid II No. 40<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1 style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 24pt;\"><strong>PENDIDIKAN PEMUDA KRISTEN,<br \/>\nDIMANA DAN BAGAIMAN<br \/>\nDIPEROLEH<\/strong><\/span><\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 18pt;\">Oleh: Victor T. Houteff<br \/>\nPendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh<br \/>\nSabat, 13 Nopember 1948<br \/>\nGereja Mount Carmel, Waco, Texas<br \/>\nAmerika Serikat<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Pendidikan orang muda Kristen yang bersifat umum terdapat dalam tiga fase, yaitu pendidikan moral, pendidikan dalam hal-hal yang suci, dan pendidikan keduniawian. Semua ini diperoleh di dalam tiga sekolah yang berlainan, yaitu di rumah, di sekolah gereja, dan di sekolah masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Masing-masing sekolah ini memiliki tugas penting tertentu kepunyaannya sendiri untuk dilaksanakan bagi kemajuan anak didik. Sekolah masyarakat mengajarkan kepada anak-anak bagaimana cara hidup di dalam masyarakat. Sekolah gereja mengajarkan kepadanya bagaimana caranya untuk masuk ke dalam hidup yang kekal. Tetapi sekolah rumah tangga, di samping mengajarkan kepadanya tingkah laku moral, ia juga meletakkan landasan bagi semua fase pendidikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Lagi pula anak kecil bukan saja memulai hidupnya bermula di dalam rumah, tetapi juga menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. Oleh karena itu sekolah rumah tangga memainkan peranan yang terpenting dalam pembentukan kehidupan anak-anak. Dari sini dapat kita segera saksikan mengapa rumah tangga yang rusak atau yang tidak terorganisir, yang tidak teratur tidak pernah dapat memenuhi segala kebutuhan anaknya. Hanya oleh keajaiban saja seorang anak yang dibesarkan di dalam rumah tangga yang sedemikian ini dapat menjadi seorang warganegara yang terhormat dan yang patuh terhadap hukum, dan seorang anggota yang disegani di dalam gereja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Ya, saya katakan, hanya oleh suatu keajaiban ia dapat naik sampai ke puncak tangga di dalam masyarakat bumi, saya tidak mengatakan sesuatu tentang kesempatan-kesempatannya yang sukar di dalam masyarakat Surga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Saya akan coba melukiskan tugas dari rumah tangga. Petani memasukkan benih ke dalam tanah, maka kondisi-kondisi yang baik membuatnya bertunas lalu mengeluarkan pelepahnya yang kecil itu dari tanah. Walaupun demikian, untuk memulai, maka tanaman yang lemah ini mengambil makanan dari benih itu sambil mencuatkan ke atas pelepahnya yang halus dan memasukkan kebawah akar-akarnya yang kecil itu. Demikianlah sementara masih berada di dalam butir benih (rumah tangga) tanaman yang kecil itu (anak kecil) telah mulai beralih dalam mengumpulkan makanan bagi dirinya sendiri dari tanah dan dari sinar matahari dari udara terbuka untuk mempertahankan hidup. Prinsip yang sama inipun berlaku di dalam rumah tangga. Anak-anak sementara masih di dalam rumah tangga harus secara perlahan-lahan sejak semula ditegakkan oleh para orang tua dan kemudian mereka dapat berdiri sendiri. Jika para orang tua gagal melaksanakan tugasnya ini kepada anak-anaknya, maka anak-anak itu tidak akan mampu mendapatkan kesempatan hidup yang wajar yang telah disediakan oleh Khalik Pencipta baginya untuk dimiliki.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Contoh-contoh dari rumah-rumah tangga<br \/>\ny a n g b a i k<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Pada pokok ini saya akan membaca bagimu sesuatu dari hal sekolah-sekolah rumah tangga yang cukup berhasil:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Kejadian 18 : 16 &#8211; 19<\/strong> :<br \/>\n<em>&#8220;Maka bangkitlah ketiga orang itu dari sana, lalu berjalan menuju Sodom, dan Ibrahimpun berjalan bersama-sama menghantarkan mereka itu. Maka firman Tuhan: hendakkah Aku menyembunyikan dari Ibrahim perkara yang hendak Ku perbuat itu, karena Ibrahimpun akan menjadi suatu bangsa yang besar dan berkuasa, dan segala bangsa di bumi akan diberkati karenanya? Karena Aku mengenal dia, bahwa ia akan memerintahkan anak-anaknya dan seIuruh rumah tangganya mengikuti dia, maka mereka akan memeliharakan jalan Tuhan, yaitu melakukan kebenaran dan keadilan; sehingga Tuhan dapat mendatangkan ke atas Ibrahim apa yang telah Ia bicarakan dari hal dia.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Adalah karena keramah-tamahan Ibrahim yang telah mendatangkan berkat yang sedemikian besarnya bagi rumah tangganya &#8212; yaitu ketiga tamu dari Surga itu yang telah mengukuhkan kembali perjanjian tentang keturunannya. Dan tindakan menjamu tamu yang diperlihatkannya kepada tamu-tamu Samawi yang telah mengukuhkan kembali janji dari hal keturunannya. Dan tindakan menjamu tamu yang ditunjukkannya kepada mereka dengan menunjukkan jalan ke kota itu dengan cara berjalan beberapa langkah menemani mereka, telah membuat malaikat-malaikat itu mengungkapkan kepadanya tugas misi mereka yang menyedihkan itu terhadap kota Sodom. Oleh karena itu hendaklah jangan kamu &#8220;lupa memberi tumpangan kepada orang asing, karena olehnya juga ada orang yang telah memberi tumpangan kepada malaikat-malaikat tanpa disadarinya.&#8221; Iberani 13 : 2.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Dalam ayat-ayat yang baru kita baca beberapa saat yang lalu kepada kita diceritakan, bahwa Ibrahim akan menjadi suatu bangsa yang besar dan berkuasa karena ia hendak memerintahkan anak-anaknya dan rumah tangganya mengikuti Allah, yaitu memeliharakan jalan Tuhan, melakukan \u201ckebenaran dan keadilan.\u201d Allah mengakui bahwa rumah tangga Ibrahim akan menjadi sebuah sekolah rumah tangga teladan, maka demikianlah Bapa segala zaman itu telah menjadi seorang &#8220;teman Allah,&#8221; dan &#8220;ayah dari segala orang percaya.&#8221; Anda saksikan! Allah menghargai para orangtua yang mengendalikan rumah-rumah tangga mereka dengan benar, yang memerintahkan semua rumah tangga mereka untuk mengikuti Dia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Maukah kita sekarang menyelidiki untuk melihat sejauh mana rumah tangga Ibrahim itu telah merupakan sebuah sekolah rumah tangga teladan? Anda tahu, putranya Ishak baru hanya kira-kira tujuh belas tahun umurnya pada waktu firman Tuhan datang kepada Ibrahim agar ia supaya mengorbankan satu-satunya putranya itu. Ayahnya dengan setia mematuhi perintah itu, lalu membawa Ishak pada perjalanan sejarah maupun pendidikan yang sangat berat itu. Sebelum sampai pada menit-menit terakhir Ishak telah diberi tahu, bahwa dialah yang akan dibunuh sebagai korban. Tetapi adakah ia menjadi bingung atau adakah ia menolak pada waktu hal itu diceritakan kepadanya? Sama sekali tidak. Sebaliknya ia malahan berbuat sedemikian rupa untuk menghiburkan hati ayahnya, lalu dengan rela dan dengan senang hati membaringkan dirinya sendiri di atas medzbah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Apakah arti semuanya ini? Ini berarti bahwa Ishak telah memperoleh suatu latihan yang sempurna di dalam rumah tangga, maka demikianlah ia telah menghormati keputusan ayahnya maupun agama ayahnya. Ia berserah diri kepada Allahnya, dan penuh percaya. Yakin bahwa jaIan Allah adalah bagi kepentingan-kepentingannya yang terbaik, maka ia memutuskan agar lebih baik mati daripada melawan Allah atau melawan ayahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Kita sekarang akan pergi lebih jauh lagi dan melihat kepada teladan di dalam rumah tangga Ishak sendiri untuk melihat jenis orangtua dan guru yang bagaimana ia. Esau dan Yakub adalah putra kembarnya, dan kedua-duanya telah dibesarkan di dalam rumah tangganya. Jika anda membaca di antara kedua garis keturunan dalam hikayat Alkitab yang terkenal ini, anda akan menemukan dua guru dan dua jenis siswa di dalam rumah tangga Ishak. Ishak mencintai Esau, dan Rebeka mencintai Yakub.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Yakub adalah seorang pembantu ibunya, dan oleh karena itu ia tahu bagaimana mempersiapkan makanan yang menarik maupun yang enak. Demikianlah ia mampu membuatkan sebuah mangkok kacang merah yang dijualkan dengan harga yang lebih mahal dari pada makanan lainnya yang pernah dijual. Di samping mempelajari seni memasak ia juga sangat menaruh minat dalam agama, lalu memantapkan dirinya sendiri untuk duduk di atas tahta bapanya sebagai kepala suku.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Di lain pihak, Esau menaruh minat hanya kepada perkara-perkara yang bersifat sementara, dan ia mengorbankan hak warisnya untuk menduduki tahta bapanya demi untuk olah-raga dan kesenangan makan yang tidak terkendali. Gantinya menjadi terlatih dalam kewajiban-kewajiban agamanya, ia malahan menjadi ahli dalam berburu. Akibatnya hak waris untuk menduduki tahta bapanya tidak lagi berarti apa-apa baginya dari hanya seharga semangkok kacang merah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Di dalam diri kedua anak muda ini kita saksikan dua cita-cita yang saling bertentangan dalam kehidupan &#8212; yang satu menaruh minat kepada olah-raga, yang lainnya menaruh minat kepada agama. Ishak cukup menyadari akan hal ini, tetapi karena ia lebih mencintai Esau dari pada Yakub, dan karena Esau adalah putra yang tertua, maka baginya tidak ada alasan bagi Esau untuk tidak boleh menerima berkat untuk duduk di atas tahta kepala suku. Tetapi Rebeka cepat melihat bahwa Esau adalah tidak pantas untuk kedudukan jabatan tersebut, dan bahwa Yakub adalah lebih pantas untuk mendudukinya. Begitulah keadaannya sehingga sementara pada satu pihak Ishak memerintahkan kepada Esau untuk mempersiapkan suatu hidangan lalu datang kepadanya untuk pemberkatan, di pihak lain Rebeka menasehati dan membantu Yakub untuk menyulap dirinya menjadi Esau dan mengambil keuntungan dari penglihatan mata bapanya yang sudah kabur itu untuk menerima pemberkatan itu. Penipuan ini tentunya dilakukan hanya karena Tuhan telah mengaturnya begitu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Sekarang marilah kita lihat apa yang kita ketahui dari hal pendidikan Esau dan dari hal pendidikan Yakub. Oleh karena Ishak adalah dekat kepada Esau, dan Rebeka kepada Yakub, dan karena Esau adalah orang yang gagal dan Yakub adalah yang berhasil, maka tidakkah hal ini dapat disimpulkan, bahwa Rebeka telah berhasil mendidik Yakub dengan sepatutnya, sebaliknya Ishak telah melalaikan kebutuhan Esau untuk dapat berkenalan dengan Allah dan dengan tugas-tugasnya di dalam rumah tangga?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Dari perbandingan ini saya secara bebas mengatakan, bahwa Ishak adalah seorang ayah yang agak penurut, tetapi Rebeka adalah seorang ibu yang lebih keras dan disiplin. Benar, seharusnya ada sejenis benda yang satu digunakan dalam pembentukan Yakub dan yang lain digunakan dalam pembentukan Esau, tetapi Esau seharusnya lebih dulu ditegur; dan kalau pun teguran tidak dapat menolongnya, maka berkat seharusnya tidak perlu ditawarkan kepadanya. Keteguhan pendirian jangan sekali memberi kesempatan kepada pemanjaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Berikutnya kita akan menengok sebentar ke dalam sekolah rumah tangga yang dipimpin sendiri oleh Yakub, dan kita akan melihat apa hasil-hasilnya. Melihat kepada kenyataan-kenyataan bahwa keluarganya (seluruhnya tiga belas orang anak) adalah lebih besar dari pada keluarga-keluarga para leluhurnya; bahwa semua anak lelakinya telah diterima menjadi para nenek moyang dari anggota-anggota sidang yang kekal; bahwa anaknya Yusuf memiliki kontrol diri sendiri yang sempurna, memiliki roh suka mengampuni, hormat kepada ayahnya, berpegang teguh kepada syariat-syariat hukum Surga, dan berkenan kepada Allah dan manusia. Saya tegaskan, bahwa dari semua kenyataan ini kita mengetahui bahwa Yakub telah memberikan kepada rumah tangganya pendidikan yang terbaik mungkin. Dari yang terkecil ia telah membangkitkan seseorang yang memiliki tabiat yang terbesar dan terhormat yang pernah disaksikan oleh dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Saya yakin bahwa waktu masih mengijinkan kepada kita untuk melihat kepada sebuah sekolah rumah tangga yang baik lainnya, yaitu rumah tangga di mana Musa telah dilahirkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Mengetahui bahwa Ibrahim dan keturunannya akan merantau di negeri asing hanya selama 430 tahun, ibu dari Musa menyadari bahwa masa kelepasan mereka dari perhambaan Mesir sudah akan jadi dalam masa hidupnya. Tetapi keputusan Phiraun menuntut agar setiap anak laki-laki Iberani supaya dibuang ke sungai Nil, maka dengan begitu walaupun adanya keputusan itu ia tetap berketetapan hati untuk menyembunyikan bayinya yang baru lahir itu. Ia menyangka dalam pikirannya, bahwa anaknya itu dapat menjadi seseorang yang akan membawa bangsa Iberani yang banyak itu keluar dari Mesir dan masuk ke dalam tanah perjanjian, dan jika demikian halnya, maka Allah akan meluputkan dia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Sungguhpun demikian, tiga bulan kemudian ia merasa bahwa ia tidak dapat lagi menyembunyikan bayi Musa, maka dengan begitu dari pada mengambil resiko kehilangan anaknya yang tak dapat dielakkan, ia lalu membuatkan sebuah keranjang kecil, dimasukkannya bayi itu kedalamnya, lalu ditaruhnya bayi itu dalam pengawasan Allah di sungai Nil. Allah mengawasi daerah itu dan bayi itu terus hidup. Sekarang perhatikanlah keajaiban yang terjadi. Segera setelah anak perempuan raja melihat anak itu, maka ia mengetahui bahwa itulah seorang anak Iberani, tetapi dari pada dibiarkan dia dibunuh sesuai keputusan Phiraun ia lalu mengambil anak itu bagi dirinya sendiri. Lagi pula, takdir dari Tuhan mengatur agar anak itu supaya dibesarkan di dalam rumah tangga orang Iberani. Demikianlah halnya, bahwa Bayi Musa secara ditakdirkan telah dikembalikan kepada ibunya sendiri untuk pemeliharaan, dan semua biaya perawatannya dibayar dari perbendaharaan kas raja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Ternyata sesudah menyaksikan semua keajaiban ini, maka ibunya mengetahui dengan pasti bahwa Musa akan menjadi pelepas bangsanya. Maka pendidikan rumah tangga yang diberikan kepadanya selama masa dua belas tahun bersama-sama dengan ibunya itu tidak pernah dilupakan Musa walaupun ia berada di tengah-tengah orang banyak dari tahta kerajaan yang terbesar dalam hidupnya itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Sesungguhnya pendidikan yang diperoleh seseorang di dalam rumah tangga, sebagai anda saksikan, adalah landasan dan seluruh hari depannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Contoh-contoh dari rumah-rumah tangga<br \/>\nyang buruk<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Sebagai perbedaan yang mencolok terhadap rumah-rumah tangga yang baik di atas ini, maka saya akan membawa perhatian anda kepada satu atau dua sekolah rumah tangga yang buruk, dan hasil-hasilnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Pertama-tama saya memikirkan rumah tangga Lot. Oh ya, saya tahu bahwa Lot adalah seorang tokoh yang besar di kota Sodom, namun tidak seorang pun mau mendengarkan himbauannya pada malam menjelang kota Sodom hendak dihancurkan sampai menjadi asap dan habu untuk dibawa angin dan untuk dihanyutkan oleh Laut Mati. Bahkan anak-anaknya sendiripun yang berada di dalam rumah-rumah tangga mereka dengan penuh kesenangan tidak juga mau mendengarkan suaranya. Hanya dua orang dari gadis-gadisnya yang meloloskan diri dari api pembakaran yang besar itu, hanya karena malaikat-malaikat yang menarik mereka itu keluar bagaikan puntung yang ditarik keluar dari api.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Betapa gagalnya rurnah tangga Lot! Betapa besar ruginya! Ada dua sebab yang menjadi alasan dari semua itu yang telah menimpa dirinya; pertama, karena ia memasang perkemahannya mengarah ke kota Sodom, dan kedua, karena ia lalai mendidik seisi rumah tangganya dalam hal takut akan Allah. Lagi pula, kalau saja Lot telah menghantarkan keluar sepuluh jiwa saja kepada Kebenaran dan keadilan dari antara seluruh penduduk kota Sodom yang luas itu, maka ia sudah akan dapat menyelamatkan baik kota Sodom maupun kota Gommorah dari kebinasaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Perkenankan saya sekarang membicarakan kepadamu dari hal sebuah rumah tangga jelek yang lain, yaitu rumah tangga Eli, imam Israel kuno itu. Sebagaimana yang diperbuat oleh Lot, maka ia telah membuat kegagalan total terhadap rumah tangganya, walaupun secara berulang kali telah diperingatkan kepadanya akan kelalaiannya itu:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>1 Samuel 2 : 27 &#8211; 35:<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Maka datanglah seorang hamba Allah kepada Eli, lalu katanya kepadanya, Demikianlah firman Tuhan, bukankah kepada orang isi rumah bapamu juga sudah Aku menyatakan diri-Ku tatkala mereka itu berada di Mesir di dalam istana Phiraun? Dan bukankah Aku telah memilih dia dari pada segala suku bangsa Israel untuk menjadi imam-Ku, untuk mempersembahkan korban di atas medzbah-Ku, untuk membakar dupa, untuk memakai sebuah efod di hadapan hadirat-Ku? Dan bukankah Aku sudah memberikan isi rumah bapamu segala persembahan bakaran dari semua bani Israel? Mengapakah maka engkau menendang akan korbanKu dan akan persembahan-Ku, yang sudah Kuperintahkan di dalam tempat kediaman-Ku, lalu mempermuliakan anak-anak lelakimu melebihi Aku, membuat dirimu sendiri gemuk dengan bagian yang terbaik dari segala persembahan umat-Ku Israel? Maka sebab itu Tuhan Allah Israel berfirman, sesungguh-sungguhnya Aku mengatakan, bahwa isi rumahmu dan isi rumah bapamu, akan berjalan di hadapan hadirat-Ku sampai selama-Iamanya, tetapi kini Tuhan mengatakan Jauhlah ia itu dari pada-Ku; karena barang siapa yang mempermuliakan Daku, Aku pun akan mempermuliakannya kelak, dan barangsiapa yang mempermalukan Daku akan kelak dipandang rendah. Tengoklah, hari-hari itu datang, bahwa Aku akan mematahkan lenganmu, dan lengan dari pada isi rumah bapamu, sehingga tidak lagi terdapat orang tua di dalam rumahmu. Maka kamu akan menyaksikan seorang musuh di dalam tempat kediaman-Ku, dalam semua kekayaan yang akan dikaruniakan Allah kepada Israel; maka tidak akan ada seorang tua pun di dalam rumahmu untuk selamanya. Dan orangmu yang tidak akan Ku tumpas dari medzbah-Ku, ia itu akan menghancurkan matamu, dan akan mendukacitakan hatimu, dan semua tambahan keluargamu akan mati dalam masa dewasanya. Maka ini akan menjadi suatu alamat bagimu, yang akan menimpa kedua anakmu laki-laki, yaitu Hofni dan Pinehas; dalam sehari saja keduanya akan mati. Maka Aku akan membangkitkan bagi-Ku seorang imam yang setia, yang akan berbuat sesuai dengan apa yang terdapat dalam hati-Ku dan pikiran-Ku, maka Aku akan membangunkan baginya sebuah rumah yang tentu; maka ia akan berjalan di hadapan orang yang Ku urapi untuk selama-lamanya.&#8221;<\/em> (Terjemahan yang lebih tepat)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Semua ayat ini mengungkapkan, bahwa Eli telah ditegur karena kelalaiannya memerintahkan isi rumah tangganya untuk menurut Allah. Ia bahkan telah diberi amaran terhadap akibat-akibat kelengahannya yang tak dapat dielakkan, bahwa rumah tangganya, seluruh keturunannya, akan mati dalam umur dewasa jika ia terus saja berbuat demikian itu. Tetapi Eli tidak berbuat apa-apa untuk itu, dan karenanya ia menderita semua akibat seperti yang telah diperingatkan kepadanya sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Tidakkah semua perkara ini tertulis sebagai pengajaran bagi kita, untuk sebagai contoh bagi kita? Maka mengapakah terdapat lebih banyak rumah tangga yang hancur pada waktu ini sebagai akibat dari pada pendidikan rumah tangga yang buruk, atau tanpa pendidikan sama sekali, dari pada yang hancur di zaman Eli dahulu? Dan tampaknya lebih aneh lagi, bahwa kecelakaan ini timbul lebih sering di dalam rumah-rumah tangga di mana para orang tuanya adalah sangat teliti agar anak-anaknya tidak masuk sesuatu sekolah masyarakat, melainkan memperoleh seluruh pendidikannya di dalam sekolah gereja. Sesungguhnya kesalahan itu tidak hanya terletak pada sekolah gereja itu sendiri, melainkan karena kenyataan bahwa para orang tua berharap sekolah gereja dapat mengambil alih semua tanggung jawab dari jabatan orang tua &#8212; untuk berbuat apa saja yang para orang tua sendiri gagal melakukannya. Maka biarlah saya tegaskan kepadamu disini, bahwa apakah itu sekolah gereja ataupun apakah itu sekolah masyarakat, tak ada satu pun dari padanya yang dapat menggantikan tempat dari sekolah rumah tangga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Di samping itu, oleh karena sekolah-sekolah gereja adalah merupakan suatu masalah keluarga yang luas, yang kebanyakan meluas sejauh yang dipesankan oleh para orangtua sendiri, maka sekolah-sekolah ini sesungguhnya sudah membuktikan suatu kegagalan yang sangat menyedihkan. Jika anda meragukan ucapan saya yang menggemparkan ini, maka cobalah mengadakan pungutan suara terhadap semua keanggotaan gerejamu, maka anda akan heran melihat, bahwa terbanyak daripada mereka itu adalah hasil dari sekolah masyarakat, dan bahwa terbanyak daripada para tamatan sekolah gereja berada di luar di dalam dunia. Sesudah mendengarkan pernyataan-pernyataan ini, maka salah seorang saudari mengadakan pungutan suara di gerejanya dan ia menemukan, bahwa 70 persen dari mereka memperoleh pendidikan di dalam sekolah-sekolah masyarakat, 27 persen memperoleh pendidikan baik di dalam sekolah masyarakat maupun di dalam sekolah gereja, dan hanya 3 persen saja yang mendapat pendidikan sekolah gereja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">lni pun belum semua. Anda akan menemukan, bahwa anggota-anggota gereja yang hanya setengah bertobat, atau yang belum bertobat, biasanya, kalau bukan seluruhnya, adalah hasil dari sekolah gereja. Lebih jauh, anda akan menemukan, bahwa jagoan-jagoan yang terbesar penentang Kebenaran sekarang, yang memusuhi &#8220;makanan pada waktunya,&#8221; dan penganjur-penganjur berbagai kekejian di dalam sidang, pada umumnya adalah hasil dari sekolah gereja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Pengalaman saya bertahun-tahun lamanya dalam pekerjaan lnjil telah membuktikan kepada saya, bahwa apa yang sedang saya katakan ini adalah benar. Janganlah salah faham terhadap saya; saya tidak menuduh-nuduh siapapun juga. Saya hanya mencoba untuk membantu masing-masing anda demi bagi kebaikanmu sendiri supaya bangkit melihat akan keadaan ini, lalu supaya memperhatikan Firman Allah. Tak lama lagi para penguasa pemerintah mungkin akan mulai memenjarakan para orangtua juga, karena penangkapan dan karena perbuatan tidak senonoh dari anak-anaknya, kalau saja rumah-rumah tangga terus saja berbuat seperti yang mereka perbuat sekarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Seorang penulis terkenal dan penguasa dalam masalah-masalah dan berbagai hubungan sosial, Tuan Leon J. Saul, menulis yang berikut ini di dalam bukunya yang berjudul, EMOTIONAL MATURITY (Kematangan Perasaan Emosi): &#8220;Tidak ada masalah anak-anak, hanya masalah para orangtua dan masalah lingkungan hidup.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Maka jika saya sekarang menjadi musuhmu karena saya membicarakan yang benar kepadamu, maka tidakkah anda mau membuktikan sendiri kebenaran dari segala perkara ini?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Sistem Pendidikan Allah<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Kita sekarang telah saksikan hasil-hasil baik dari sekolah-sekolah rumah tangga yang baik maupun dari sekolah-sekolah rumah tangga yang buruk, tetapi kita akan lebih banyak tertolong oleh memandang langsung ke dalam sistem pendidikan yang dianjurkan oleh Ilham, dan oleh menggunakannya menjadi sistem mengajar kita terhadap orang-orang muda. Inilah dia:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Keluaran 12 : 22 &#8211; 27:<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Maka hendaklah kamu mengambil seikat zufa, lalu celupkan dia ke dalam darah yang di dalam bokor, dan percikkanlah dari pada darah yang di dalam bokor itu kepada ambang di atas dan kepada kedua jenang pintu; maka janganlah seorang pun dari pada kamu keluar dari pintu rumahnya sampai pagi hari. Karena Tuhan hendak berjalan lalu untuk membunuh orang-orang Mesir; maka apabila dilihat-Nya darah itu pada ambang di atas dan pada kedua jenang pintu, maka Tuhan akan berjalan lalu dari pada pintu itu, dan tidak akan dibiarkan-Nya pembinasa masuk ke dalam rumah-rumahmu untuk membinasakan kamu. Maka hendaklah kamu memeliharakan perkara ini sebagai suatu perintah bagi dirimu dan bagi segala anakmu sampai selama-lamanya. Maka akan jadi kelak, apabila kamu masuk ke dalam negeri yang akan dikaruniakan Tuhan kepadamu, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, agar hendaklah kamu memeliharakan kebaktian ini. Maka akan jadi kelak apabila anak-anakmu akan mengatakan kepadamu, apa yang dimaksudkan olehmu dengan kebaktian ini? Supaya hendaklah kamu katakan, bahwa inilah korban dari Paskah Tuhan, yang telah berjalan melewati rumah-rumah bani Israel di Mesir, pada waktu Ia membunuh orang-orang Mesir itu, dan meloloskan rumah-rumah kita. Maka orang banyak itu pun menundukkan kepala lalu menyembah.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Yusak 4 : 5 &#8211; 7:<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Lalu kata Yusak kepada mereka itu, Berjalanlah kamu di hadapan Tabut Tuhan Allahmu sampai ke tengah-tengah Yarden, lalu angkatlah olehmu masing-masing sebuah batu di atas bahunya sesuai dengan bilangan segala suku bani Israel, supaya ini dapat menjadi suatu tanda di antara kamu, supaya apabila anak-anakmu kelak menanyakan kepada bapa-bapanya dalam masa mendatang, apa yang dimaksudkan olehmu dengan batu-batu ini? Maka hendaklah kamu menjawab kepada mereka, bahwa segala air sungai Yarden telah terbelah dua di hadapan Tabut Perjanjian Tuhan itu; pada waktu ia itu melewati sungai Yarden maka segala air sungai Yarden telah terbelah dua; maka semua batu ini akan menjadi sebuah peringatan bagi bani Israel untuk selama-lamanya.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Kita saksikan, bahwa Allah telah menegakkan tanda-tanda peringatan bagi perkara-perkara kehidupan yang penting sedemikian rupa sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan. Para orangtua harus berbuat yang sama untuk menciptakan perhatian terhadap perkara-perkara yang mereka ingin ajarkan kepada anak-anak mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Ulangan 6 : 4 &#8211; 9 :<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Dengarlah olehmu, Hai Israel; Tuhan Allah kita adalah satu Tuhan jua, maka hendaklah kamu mengasihi Tuhan Allahmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan sebulat-bulat jiwamu, dan dengan sebulat-bulat kuatmu. Maka semua perkataan ini, yang ku perintahkan kepadamu pada hari ini, hendaklah dimasukkan dalam hatimu; dan hendaklah kamu mengajarkannya dengan rajin kepada segala anakmu, dan hendaklah kamu membicarakannya selagi kamu duduk di dalam rumahmu, dan selagi kamu berjalan di jalan, dan selagi kamu berbaring, dan selagi kamu bangkit. Maka hendaklah kamu mengikatnya pada tanganmu menjadi suatu tanda, dan hendaklah ia itu bagimu menjadi akan pitam di antara kedua belah matamu. Dan hendaklah kamu menuliskannya pada jenang pintu rumahmu dan pada pintu-pintu gerbangmu.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Perkara-perkara kehidupan yang penting harus selalu dipegang di hadapan anak-anakmu, dan selalu dalam cara yang menarik dan menyenangkan, &#8212; jangan sekali dengan cara yang membuat mereka itu jemu terhadap agama, dan jangan sekali dalam cara yang akan membuat pelajaran itu menjadi menggelisahkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Pohon yang buruk tidak akan mengeluarkan<br \/>\nbuah yang baik<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Para orangtua maupun anak-anak hendaklah selalu ingat, bahwa Allah sedang menghitung-hitung akan mereka itu, dan bahwa mereka sendiri dapat membangun atau pun mereka sendiri yang dapat menghalangi hari depannya. Ini kita saksikan secara khusus sekali sebagai berikut :<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Oleh karena pekerjaan Yesus adalah maha penting dan mempunyai akibat yang besar, maka Allah adalah sangat teliti terhadap asal usul keturunan dari Yesus. Untuk alasan ini Ia memilih garis keturunan dari Ibrahim (sebuah pohon yang baik), dari Ishak, Yakub, Yehuda, Isai, Daud, dan turun sepanjang garis keturunan sampai kepada Yusuf yang telah menjadi suami dari Maria. Walaupun Yusuf hanya merupakan ayah angkat bagi Yesus, namun Allah adalah sangat teliti dalam memilih dia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Dan sejauh mana Allah begitu teliti untuk memilih orang yang akan menjadi ayah angkat bagi Yesus, Ia ternyata jauh lebih teliti lagi dalam memilih seorang ibu bagi Yesus. Demikianlah Allah telah memilih ibu dari Juruselamat kita itu dari garis keturunan Yusuf, putera dari Yakub.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Bagaimanakah dapat saya mengetahui asal usul garis keturunan dari Yesus? Ya, garis keturunan dari ayah angkat-Nya saya ketahui dari kronologi yang diberikan oleh Rasul Matius. Dan garis keturunan ibu-Nya saya ketahui dari nubuatan Musa yang akan saya bacakan di bawah ini: &#8220;Yusuf ialah sebuah batang pohon yang penuh buah, yaitu sebuah batang pohon yang penuh buah pada sisi mata air, yang cabang-cabangnya melata melewati tembok yang tinggi; walaupun orang-orang pemanah telah sangat menyusahkannya, dan memanahnya, dan membencinya, namun batang pohonnya tetap tinggal teguh, dan lengan-lengan tangannya dibuat rnenjadi kuat oleh tangan-tangan Allah Yakub yang maha kuasa; (dari sana terdapat gembala, yaitu batu dari Israel).&#8221; Kejadian 49 : 22 &#8211; 24. (Terjemahan yang lebih tepat)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Bukan hanya asal usul dari garis keturunan Yesus telah dipilih dengan saksama, tetapi juga demikian telah dipilih garis keturunan dari setiap orang hamba Allah yang dipercayakan dengan tanggung jawab-tanggung jawab yang berat. Saya bertanya kepadamu, mengapa perhatian-perhatian yang sangat teliti sedemikian ini harus diambil jika para orangtua tidak memikul bagian yang terpenting dalam kehidupan anak-anaknya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Ia itu harus diingat sekarang, bahwa walaupun anak memperoleh pendidikannya dengan wajar secara menyeluruh di dalam tiga sekolah &#8212; yaitu rumah tangga, sekolah gereja, dan sekolah masyarakat, namun sekolahnya yang terpenting adalah rumah tangga, karena anak itu sebagian besarnya dibentuk oleh rumah tangga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><strong>Hasil-Hasil<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><em><span style=\"font-family: arial,helvetica,sans-serif;\">&#8220;Maka akan jadi kelak, bahwa jikalau kamu hendak mematuhi dengan rajin akan suara Tuhan Allahmu, menurut dan melaksanakan semua perintah-Nya yang ku pesankan kepadamu pada hari ini, maka kamu akan diangkat tinggi oleh Tuhan Allahmu melebihi segala bangsa yang di bumi; maka segala berkat ini akan datang kelak atasmu, dan ia itu akan sampai kepadamu, jikalau kamu hendak mematuhi akan suara Tuhan Allahmu.<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>&#8220;Berbahagialah kelak kamu di dalam negeri, dan berbahagialah kelak kamu di padang. Berbahagialah kelak buah kandunganmu, dan hasil dari pada tanahmu, dan hasil dari pada ternakmu, kandungan lembumu, dan kawanan dombamu. Berbahagialah kelak keranjangmu dan lumbungmu. Berbahagialah kamu kelak apabila kamu masuk dan berbahagialah kamu kelak apabila kamu keluar.&#8221;<\/em> &#8212; <strong>Ulangan 28 : 1 &#8211; 6.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">Ia itu akan membawa kebaikan bagi jiwamu jika kamu membaca di rumah dari hal kewajiban para orangtua seperti yang dikemukakan di dalam buku Counsels to Teachers, pp. 158, 159; Testimonies for The Church, vol. 3, pp. 143, 144; dan kewajiban anak-anak di dalam buku Keluaran 20 : 12; 2 Korinthi 6 : 14 &#8211; 18; 1 Korinthi 6 : 15 &#8211; 20.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14pt;\">*****<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p align=\"center\"><a href=\"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/buku\/download\/AS jilid 2 no. 40 Pendidikan.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tongkat-gembala.org\/images\/download-pdf.png\" width=\"215\" height=\"60\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"3293\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;216&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AMARAN SEKARANG Jilid II No. 40 &nbsp; &nbsp; PENDIDIKAN PEMUDA KRISTEN, DIMANA DAN BAGAIMAN DIPEROLEH&hellip;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"3293\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;216&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3293"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3293"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3293\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3294,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3293\/revisions\/3294"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}