{"id":3429,"date":"2022-11-26T19:28:46","date_gmt":"2022-11-26T19:28:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=3429"},"modified":"2022-11-26T19:28:46","modified_gmt":"2022-11-26T19:28:46","slug":"istana-daud-bagaikan-malaikat-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=3429","title":{"rendered":"Istana Daud bagaikan malaikat Tuhan"},"content":{"rendered":"<div align=\"center\"><span style=\"color: #3399cc; font-size: 300%;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/div>\n<h1 align=\"center\"><span style=\"color: #3399cc; font-size: 24pt;\"><strong>ISTANA DAUD BAGAIKAN<br \/>\nMALAIKAT TUHAN<\/strong><\/span><\/h1>\n<p align=\"center\"><span style=\"color: #3399cc; font-size: xx-large;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div align=\"center\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Oleh :<br \/>\nVictor T. Houteff<br \/>\nPendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent <\/span><\/div>\n<div align=\"center\"><span style=\"font-size: x-large;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Hari Ketujuh<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 18pt;\">Sabat, 5 Oktober 1946<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 18pt;\">\u00a0 Gereja Mount Carmel, Waco, Texas<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 18pt;\">Amerika Serikat<\/span><br \/>\n<\/span><\/div>\n<div align=\"center\"><\/div>\n<div align=\"center\"><\/div>\n<div align=\"center\"><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Kita akan kembali ke buku Zakhariah, pasal yang kedua belas. Teks dari pokok pembicaraan kita terdapat di dalam ayat yang kedelapan. Namun supaya menemukan masa dan orang-orang terhadap siapa ayat ini membicarakan, maka kita harus memulai penyelidikan kita dari ayat yang pertama dari pasal itu.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\n<strong>Zakharia 12 : 1:<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Beban Firman Tuhan akan hal Israel; maka berfirmanlah Tuhan yang membentangkan segala langit, dan yang meletakkan Iandasan bumi, dan yang membentuk roh manusia di dalam dirinya.&#8221;<\/em> (terjemahan yang lebih tepat)<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nAda dua hal di dalam ayat ini yang harus kita pertimbangkan dengan sungguh-sungguh, yaitu: (1) bahwa beban itu adalah kepunyaan Tuhan, dan (2) bahwa bebanNya itu adalah bagi Israel, yaitu sidang, bukan bagi dunia.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\">\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\n<strong>Zakharia 12 : 2 :<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Bahwasanya Aku akan menjadikan Yerusalem sebuah piala yang berisikan minuman yang menggentarkan bagi segala bangsa sekeliling, apabila mereka kelak mengepung baik terhadap Yehuda maupun terhadap Yerusalem.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\">Dari ayat ini kita pelajari, bahwa bangsa-bangsa kapir akan melaksanakan suatu kepungan bukan saja terhadap Yerusalem, melainkan juga terhadap Yehuda, sesungguhnya terhadap seluruh Kerajaan, yaitu sidang, atau umat. Dan pada masa itu, yaitu pada masa pengepungan itu, Yerusalem akan dijadikan sebuah piala yang berisikan minuman yang menggentarkan bagi segala bangsa; artinya, segala bangsa akan takut terhadap Yerusalem dan akan gemetar di hadapannya.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\n<strong>Zakharia 12 : 3 :<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Dan pada hari itu Aku akan menjadikan Yerusalem sebuah batu tanggungan bagi segala bangsa: barangsiapa yang mengangkat akan dia itu akan dibinasakan, jikalau berhimpun segala bangsa yang di atas bumi akan melawan dia sekalipun.&#8221;<\/em><\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nPengepungan ini tidak akan dilakukan hanya oleh bangsa-bangsa yang berdekatan dengan Yerusalem, tetapi juga oleh segala bangsa yang di bumi, sesuatu hal yang hanya dimungkinkan melalui saluran-saluran komunikasi di masa kita sekarang. Demikianlah Yerusalem akan menjadi sebuah batu tanggungan bagi segala bangsa berkeliling. Dalam usaha untuk memerangi ketakutan mereka, mereka membebani dirinya sendiri dengan cara mengepung kota itu. Karena perbuatan jahatnya ini mereka akan dibinasakan.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\n<strong>Zakharia 12 : 4 :<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Maka pada hari itu, demikianlah firman Tuhan, akan Ku palu segala kuda dengan kekejutan, dan segala orang yang mengendarainya dengan gila; tetapi akan bangsa Yehuda mataKu akan terbuka selalu, sementara Aku memalu setiap kuda dari bangsa itu dengan kebutaan matanya.&#8221;<\/em><\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nSungguhpun Tuhan akan memalu dengan gila, dengan kekejutan, dan dengan kebutaan terhadap orang-orang yang melakukan pengepungan terhadap kota itu, namun Ia akan membuka mataNya terhadap isi rumah Yehuda.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\n<strong>Zakharia 12 : 5 :<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Lalu segala pemimpin orang Yehuda akan berkata dalam hatinya: bahwa segala orang isi Yerusalem akan menjadi kuatku dengan pertolongan Tuhan serwa sekalian alam, yaitu Allah mereka itu.&#8221; <\/em><\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nSesudah orang-orang berdosa disingkirkan keluar dari tengah-tengahnya oleh pekerjaan Pehukuman bagi orang-orang hidup itu, maka kelak segala pemimpin Yehuda akan menyadari, bahwa kekuatan mereka terletak pada penduduk Yerusalem yang suci itu dan pada Tuhan, Allah mereka itu, lalu begituIah, bahwa mereka akan betul-betuI menjadi kuat. Marilah kita lihat apa yang dikatakan oleh ayat berikut mengenai hal ini:<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\n<strong>Zakharia 12 : 6 :<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Maka pada hari itu Aku akan jadikan segala pemimpin orang Yehuda seperti dapur api bagi kayu dan seperti pedamaran yang bernyala bagi segala berkas, dan mereka itu akan makan habis pada kiri kanan segala bangsa yang berkeliling, dan Yerusalem akan kembali didiami pada tempatnya sendiri, yaitu di Yerusalem.\u201d<\/em><\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nTidak perduIi apapun yang kita pikirkan, Allah akan memiliki suatu umat yang kuat dan setia, sesuai jenis yang digambarkan di sini ; dan Yerusalem akan didiami oleh umat yang suci, tanpa seorang berdosa pun di tengah-tengahnya. Semenjak nabi Eliyah contoh saingan itu, yang muncul tepat sebelum hari Tuhan yang besar dan hebat itu, yaitu tepat menjelang hari Pehukuman bagi orang-orang hidup, mendapati sidang telah dikuasai oleh Setan dengan hebatnya sama seperti halnya sidang Yahudi di masa hidup Kristus dahulu, dan seperti halnya orang-orang suci, yaitu buah-buah pertama, akan diselamatkan satu demi satu, maka pertama-tama Ia mengirimkan para nelayan untuk memancing mereka keluar dan kemudian orang-orang berburu untuk menangkap mereka keluar (Yeremiah 16 : 16). Demikianlah Ia mengumpulkan mereka itu satu demi satu (Yesaya 27 : 12, 13). Dan demikian pula halnya di waktu ini &#8212;- mereka itu dipancing dengan bahan-bahan bacaan yang gratis ini, dan kini diburu oleh orang-orang langsung sampai ke rumah-rumah mereka, apakah mereka di dalam kota, di kampung-kampung, atau pun di pinggiran jalan.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\n<strong>Zakharia 12 : 7 :<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Tuhan juga akan menyelamatkan semua perkemahan Yehuda terlebih dulu supaya kemuliaan isi rumah Daud dan kemuliaan penduduk Yerusalem tidak akan membesarkan diri mereka sendiri melawan Yehuda.&#8221; <\/em><\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nIa akan menyelamatkan segala perkemahan (tempat-tempat tinggal sederhana yang bukan rumah atau pun istana-istana) dari Yehuda terlebih dulu, artinya, Tuhan akan pertama-tama menyelamatkan orang-orang biasa, yaitu para anggota sehingga pihak pendeta tidak akan meninggikan dirinya di atas pihak anggota, supaya semua orang dapat belajar memuliakan Allah, bukan memuliakan manusia.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nOleh karena belum pernah jadi yang sedemikian seperti yang diramalkan oleh ayat-ayat firman ini, baik di Yerusalem atau pun di lain tempat di dunia ini, maka jelaslah ramalan-ramalan ini masih akan menemui kegenapannya di masa mendatang. Dan sekarang kita akan mencari jika semua itu akan digenapi di masa kita sekarang atau di kemudian hari. <\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nOleh karena tugas yang sedang kita laksanakan sekarang tidak disponsori oleh seseorang pun, dan oleh karena Allah telah memimpin kita sepanjang seluruh perjalanan secara pasti seperti halnya Ia membawa Israel keluar dari Mesir dahulu, membuat perjalanan kita langkah demi langkah bagaikan dikendalikan oleh Takdir, dan juga oleh karena kita adalah satu-satunya umat yang memiliki pekabaran dari hal pendirian kembali isi Rumah Daud itu, dan dari hal dikembalikannya &#8216;segala perkara&#8217; (Markus 9 : 12) dan oleh karenanya telah dinamai orang-orang Davidian, maka tidak lagi dapat dihindari terkecuali menyimpulkan, bahwa masa kegenapan nubuatan-nubuatan ini sudah sangat dekat di muka pintu, alasan untuk mana pemberitahuan dari hal peristiwa-peristiwa ini kini sedang ditrompetkan ke seluruh dunia Masehi Advent Hari Ketujuh.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nJadi, jelaslah, apapun yang Tuhan harus katakan di dalam pasal ini adalah bagi penyelidikan kita dan bagi berbagai kebutuhan kita sendiri yang terutama di waktu ini. Inilah suatu komunikasi yang khusus ditujukan kepada kita dan dibukakan pada waktu yang istimewa ini supaya kita boleh mengetahui apa yang Allah kehendaki dari pada kita untuk dilakukan dan bagaimana melakukannya sehingga sesegera mungkin segala perkara dapat dikembalikan.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nKita sekarang membaca teks dari penyelidikan kita:<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\n<strong>Zakharia 12 : 8 :<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Maka pada hari itu Tuhan akan membela penduduk-penduduk Yerusalem, dan yang terlemah di antara mereka itu akan jadi seperti Daud pada hari itu, dan istana Daud pun akan seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu.&#8221;<\/em><\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nDi samping memberikan kepada kita jaminan, bahwa Tuhan akan mempertahankan umatNya, maka Ilham mempersembahkan mereka dengan Daud dan dengan Allah. Bahkan mereka yang terIemah pun &#8220;akan kelak jadi seperti Daud; dan istana Daud akan jadi seperti Allah,&#8221; seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu.&#8221; Alangkah besar dan indahnya pernyataan ini! Betapa suatu hak istimewa untuk dipersamakan dengan Allah sendiri!<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nSekarang supaya seseorang dapat mengetahui apa yang dimaksudkan dengan : &#8216;menjadi seperti Daud&#8217;, maka orang harus mengetahui jenis orang yang bagaimana Daud yang dahulu itu.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nUntuk memulainya, ia adalah seorang gembala yang baik sekali, ia mempertaruhkan hidupnya sendiri bagi domba-dombanya. Anda masih ingat, bahwa untuk menyelamatkan domba-domba itu ia dengan beraninya mengejar singa dan beruang lalu membunuhnya dengan hanya tangan-tangannya yang hampa. Dan untuk menyelamatkan kemerdekaan bangsanya serta kehormatan Allah yang Besar itu, pada suatu kesempatan yang lain, ia kembali mempertaruhkan hidupnya dengan cara menghadapi raksasa Goliath itu dengan beraninya. Disebabkan oleh kesetiaan Daud, maka Allah telah melepaskan dia dari binatang-binatang itu dan dari raksasa itu, lalu menjadikan dia raja atas umatNya.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nKesetiaan seseorang dalam perkara-perkara yang kecil menunjukkan kesetiaannya di dalam perkara-perkara yang besar pun. Kesetiaan selalu membawa peningkatan. Demikianlah untuk menjadi seperti Daud seseorang harus menjadi sama setianya, sama dapat dipercaya, dan sama bersemangat bagi Kerajaan Allah seperti halnya Daud di masa lalu.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nSekarang supaya dapat kita ketahui apa yang dimaksudkan dengan menjadi &#8220;seperti Allah&#8221;, kita harus mempelajari apa yang sama dengan Allah. Pada mulanya Ia tidak saja mencipta lalu mengisi bumi dengan limpahnya dengan setiap perkara yang baik bagi semua makhluk ciptaanNya, namun Ia juga mendirikan sebuah taman (rumah) bagi manusia. Dengan demikian Ia telah membuat contoh rumah bagi semua manusia yang akan hidup kemudian. Ia mengajarkan kepada Adam bagaimana memelihara rumah itu dan bagaimana memelihara taman itu. Ia mengajarkan kepadanya berbicara dan membedakan antara alamiah binatang yang satu dengan yang lainnya, dan sesuai dengan itu memberikan nama kepada mereka. Allah mengaruniakan kepada manusia pengetahuan dan hidup dengan maksud supaya membuatnya berbahagia, dan berguna untuk menjadikan dunia ini sebagaimana yang sepatutnya. Walaupun sesudah kejatuhan pasangan yang suci itu ke dalam dosa Allah masih tetap menyayangi mereka seperti pada sebelumnya &#8212; sama banyaknya, kenyataannya, bahwa segera Ia mulai mengajarkan kepada mereka bagaimana caranya untuk menebus diri mereka sendiri, dan kembali kepada rumah mereka yang abadi itu. Semenjak dari hari itu sampai kepada hari ini demikianlah Ia terus mengajarkan kepada semua keluarga manusia.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nUntuk melaksanakan pekerjaan penyelamatan ini Allah mengutus ke bawah Roh Kebenaran itu, Ia mengutus nabi-nabi dan malaikat-malaikat, juga Putera satu-satunya itu &#8212; semua guru penebusan, Ia sendiri turun ke Bukit Sinai, dan sekalipun mereka membunuh hampir semua hamba-hambaNya termasuk PuteraNya itu, namun perhatianNya yang tak pernah gagal terhadap bangsa manusia terus berlangsung sampai kepada hari ini. Sungguhpun adalah kesalahan-kesalahan kita sendiri, namun janjiNya untuk membawa kita kembali ke dalam Eden untuk di sana hidup bersama Dia jika kita bertobat, masih tetap tegak dan meyakinkan bagaikan matahari.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nSekarang anda saksikan bagaimana Allah dipersamakan, dan jika kita hendak menjadi &#8220;seperti Allah&#8221;, maka demikian itulah pula kita harus jadi. Artinya, bahwa kita harus juga menyayangi satu terhadap lainnya dan memperhatikan berdirinya KerajaanNya seperti halnya Dia menyayangi dan memperhatikanNya. Kita supaya tidak mementingkan diri sendiri seperti Dia. Kita harus dengan gembira mengajarkan kepada orang-orang lain semua yang telah diajarkanNya kepada kita. Kita harus berbuat seberapa bisa untuk memperbaiki keadaan kehidupan orang-orang lain. Kita harus membuat dunia ini lebih baik dari pada keadaannya sekiranya kita tidak berada di dalamnya. Dalam minggu kejadian yang lalu Allah telah melaksanakan bagianNya. Sekarang kita harus melaksanakan bagian kita dari ciptaan itu jika kita hendak menjadi seperti Allah.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nApapun perkara yang baik yang mungkin kita punyai, apakah itu suatu perdagangan atau sesuatu karunia yang lain yang pantas dimiliki kita hendaknya setia di dalamnya dan dengan sungguh-sungguh mengajarkannya kepada orang seperti halnya Dia setia dan sungguh-sungguh mengajarkannya kepada kita. Jika kita melalaikan kewajiban ini, maka kita tidak akan saja gagal untuk menjadi seperti Allah, tetapi bahkan akan dituntut untuk mempertanggungjawabkan kelalaian kita.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nSepanjang kehidupan saya, saya menemukan orang-orang yang amat mementingkan diri sendiri dan menakutkan sehingga orang akan menjauhi mereka dengan cara apa saja.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nSewaktu saya sedang mempelajari usaha perdagangan saya, saya seringkali menemukannya perlu untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan, tetapi beberapa orang dengan siapa saya bekerja mengabaikan pertanyaan-pertanyaan saya. Sungguhpun demikian, sifat mementingkan diri mereka itu tidak menghentikan saya dari pada mempelajari apa yang ingin saya ketahui. Saya mempelajarinya dengan cara yang lain. Tetapi orang-orang itu bukanlah orang-orang terkemuka dalam hidup kekristenan seperti kita, dan karena alasan inilah sifat mementingkan diri dan iri hati mereka itu dapat hanya dibebankan sebagai kebodohan. Tetapi kita yang lebih banyak mengetahui harus berusaha meneruskan pengetahuan kita kepada sebanyak mungkin orang dengan tidak mengharapkan sesuatu imbalan terkecuali keberhasilan di dalam hidup.\u00a0 Allah sendirilah yang akan membalas kepada kita. Tetapi jika kita mencoba memelihara pengetahuan kita bagi diri kita sendiri, maka adalah sangat pasti kita menjadi orang-orang yang tidak beruntung. Supaya diingat pula, bahwa apapun saja yang mungkin kita miliki adalah suatu karunia Allah. Tepatlah di sini kata-kata pepatah kuno yang cocok berbunyi: &#8220;Tak ada batasnya bagi seorang yang baik dapat Iakukan jika tidak dihiraukannya siapa saja yang akan mendapat nama.&#8221;<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nTuhan mengajarkan kepada burung-burung bagaimana caranya hidup dan bagaimana membangun sarang-sarangnya, dan bagaimana memeliharakan anak-anaknya. Lalu tidakkah kita menolong orang-orang lain untuk membangun dan membuat yang Iebih baik rumah-rumah dan kehidupan mereka? Anda ingat apa yang Yesus katakan, &#8220;Barangsiapa yang memberi minum meskipun secawan air sejuk saja kepada seorang dari pada yang kecil ini sebab murid namanya, sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sekali-kali tiada akan hilang pahalanya.&#8221; Matius 10 : 42.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nSekiranya Allah bukan sebagaimana Ia adanya, maka Ia bukanlah Allah; dan jika kita terus menerus seperti halnya kita sebelumnya, maka kita tak akan pernah menjadi &#8220;seperti Allah.&#8221;<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nLagi puIa istana Daud akan menjadi &#8220;seperti malaikat Tuhan di hadapan mereka itu.&#8221; Apakah yang dimaksudkan dengan perkataan ini? &#8212; Artinya, bahwa jika kita hendak menjadi anggota-anggota dari istana Daud, maka kita harus menjadi seperti Daud, seperti Allah, dan seperti malaikat-malaikat pun. Malaikat-malaikat melebihi dalam kekuatan; mereka mematuhi perintah-perintah Allah; mereka mendengarkan suara firman-Nya (Mazmur 103 : 20). Mereka selalu siap sedia untuk memberikan pelayanan kepada orang-orang suci, dan mereka membawanya dengan aman melewati setiap pertikaian sepanjang zaman. Allah mengharapkan sidangNya dan semua umat untuk menjadi seperti itu &#8212; &#8220;seperti malaikat Tuhan.&#8221; Tanpa menghiraukan apa yang diinginkan oleh kita masing-masing sebagai individu, Allah bagaimana pun mau memiliki sebuah sidang yang akan meliputi semua ini.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nSekarang apakah maksud keseluruhan dari istana Daud? &#8212;- Istana Daud, Alkitab nyatakan, dibangun untuk tiga rangkap tujuan: (1) Selama pengumpuIan umat, adalah untuk &#8220;membangun kembali semua yang rusak,&#8221; untuk membangun kembali semua yang telah ditinggalkan,&#8221; dan untuk memperbaiki kota-kota yang rusak, yang ditinggalkan oleh banyak generasi.&#8221; Yesaya 61 : 4. Pekerjaan pembangunan kembali serta membawa kembali ini memiliki sebagai contohnya ialah pembangunan kembali Yerusalem yang tua oleh orang-orang Yahudi kuno sekembali mereka dari tawanan mereka oleh Babilon ke negeri para Ieluhurnya. Seperti halnya mereka hendak membangun kembali semua yang rusak, semua yang ditinggalkan sebelum &#8212;&#8211; kaabah Tuhan, kota-kota dan dewala-dewala temboknya &#8212;&#8212; serta mengembalikan peribadatan kepada Allah yang sesuai dengan kehendak Ilahi dari Tuhan sendiri, maka demikianlah puIa kita dalam masa pengumpuIan contoh saingan sekarang ini; kita dipanggil untuk melaksanakan suatu tugas yang sama, hanya yang Iebih besar baik dalam luas dan perimbangannya. Oleh karena itu kita harus bekerja bahkan lebih lagi dengan tidak henti-hentinya dari pada yang mereka kerjakan, dan bergembira serta bersyukur karena memperoleh hak istimewa mendapat bagian dalam suatu pekerjaan yang besar dan mulia yang sedemikian.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\n(2) Sebagai tambahan kepada tugas besar dan mulia ini, sementara berada di dalam tangan Tuhan sebagai sebuah senjata perang (Yeremiah 51 : 20), maka Ia ada bersamanya untuk memecahkan beban pikulan orang-orang Kapir yang kini berada di atas bahu umat Allah. Bersama dengannya Ia akan memerdekakan umatNya dari penguasaan Kapir: &#8220;dari Assyria, dan dari Mesir, dan dari Pathros, dan dari Cush, dan dari Elam dan dari Shinar, dan dari Hamath, dan dari segala pulau yang di laut \u2026&#8230;&#8230;&#8221; (Yesaya 11 : 11). Dengannya Ia akan mendirikan suatu tanda alamat bagi segala bangsa,&#8221; dan &#8220;menghimpunkan segala orang Israel yang telah dihalau, dan mengumpulkan bersama-sama segala orang Yehuda yang tercerai berai dari keempat penjuru bumi.&#8221; Yesaya 11 : 12. Untuk terlaksananya pekerjaan ini kita harus pertama-tama menjadi &#8220;banyak penangkap ikan&#8221; itu, kemudian &#8220;banyak pemburu&#8221; itu (Yeremiah 16 : 16). Demikian itulah, bahwa buah-buah yang pertama itu akan dikumpulkan &#8220;satu demi satu&#8221;. Yesaya 27 : 12. Kita sekarang berada dalam hari-hari perburuan itu &#8212; pergi dari kota ke kota, dari kampung ke kampung, dan dari pintu ke pintu, suatu hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Di samping menangkap ikan dan berburu kita juga akan membuat &#8220;suatu jalan raya bagi yang lagi tinggal dari pada umatNya yang kelak tertinggal, (sesudah buah-buah pertama dikumpulkan) dari Assyria; seperti akan halnya Israel pada hari ia keluar dari negeri Mesir.&#8221; Yesaya 11: 16. Sesudah perburuan ini berlalu dan jalan raya itu dibangun, maka kemudian adalah, bahwa buah-buah kedua akan mengalir ke bukit rumah Tuhan. Suatu bangsa sebagaimana halnya akan mengatakan kepada bangsa lain, &#8220;Marilah, dan hendaklah kita naik ke bukit Tuhan, dan kepada rumah Allah Yakub; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalanNya, maka kita akan berjalan di dalam lorong-lorongNya; karena hukum akan terbit dari Sion, dan Firman Tuhan dari dalam Yerusalem.&#8221; Mikah 4 : 2.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nDemikianlah pekerjaan kita memiliki juga sebagai contohnya Perjalanan keluar dari Mesir, menetap di tanah perjanjian. Seperti halnya mereka dibebaskan dari perhambaan mereka di Mesir, maka demikian puIa kita akan dibebaskan dari beban pikuIan dunia; dan seperti halnya mereka mempusakai tanah itu lalu mendirikan kerajaan, demikian puIa kita kelak jika kita menjadikan semua kekeliruan mereka itu sebagai batu-batu loncatan untuk mencapai sukses.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\n(3) Akhirnya, kita akan mempercepat &#8220;kedatangan hari Allah itu, di mana segala langit akan terbakar lalu binasa, dan segala unsur akan mencair oleh panas yang amat sangat.&#8221; Kita akan mendatangkan segala langit yang baru dan sebuah bumi yang baru di mana berdiam kebenaran.&#8221; 2 Petrus 3 : 12, 13.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nBagi fase yang lain dari pekerjaan ini, kita juga memiliki air bah sebagai contohnya. Seperti akan halnya khotbah Nuh menghantarkan dunia kepada akhirnya pada masa hidupnya yang lalu, maka demikian puIa khotbah kita akan menghantar dunia kepada akhirnya di masa kita sekarang. Seperti halnya mereka yang setia di masa itu memperoleh perlindungan di dalam bahtera Nuh, demikian puIa orang-orang setia pada waktu ini akan menemukan perlindungan di dalam Kerajaan (sidang yang sudah disucikan) yang diramalkan di sini. <\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nPekerjaan dari ketiga pergerakan ini &#8212; pergerakan Zakharia, pergerakan Musa, dan pergerakan Nuh &#8212; oleh karenanya setiap fase dari pekerjaan kita. <\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nAkan terlihat jelas di sini, bahwa tugas pemberian Allah kita itu tidak terdiri dari hanya berkhotbah saja, melainkan juga pekerjaan tangan. Ada beribu-ribu orang di dunia ini yang demikian rindu untuk berkhotbah seperti halnya beruang-beruang yang mengisi perutnya setelah keluar dari tidurnya selama musim dingin, tetapi hanya sedikit yang mau menaruh bahu-bahu mereka ke roda lalu terus mendorong.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nApa yang diperlukan oleh dunia pada waktu ini bukanlah pengkhotbah-pengkhotbah, melainkan guru-guru yang dapat mengajar dengan tangan yang satu dan menggunakan cangkul atau sekop dengan tangan yang lainnya. Dunia juga tidak memerlukan orang-orang yang &#8220;memancing&#8221; bagi jabatan Musa dan bagi jabatan Harun, tetapi adalah sangat diperlukan orang-orang yang dapat menerima perintah dan dengan berhasil melaksanakannya, yaitu orang-orang yang berani menghadapi raksasa, singa, dan beruang, &#8212;&#8212;- orang-orang yang berani menjadi pahlawan-pahlawan bagi Allah,&#8221; &#8220;orang-orang yang dimuliakan,&#8221; orang-orang dengan iman yang tidak gagal dan dengan kesabaran yang tak terbatas, yang percaya bahwa Tuhan sendirilah yang mengendalikan perahu, dan oleh karena itu tidak akan ada kegagalan. Dunia tentunya memerlukan orang-orang seperti Nuh, Musa, Daud, Ezra, Nehemiah, dan sejumlah besar Ayub.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nPekerjaan dan tugas kita sekarang dibuat sama jelasnya seperti yang dapat dibuat pada waktu sekarang ini. Oleh karena itu kita tidak perlu keliru. Tidak perlu bodoh tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana itu akan dilakukan. <\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nBanyak orang dengan jujur percaya, bahwa mereka sedang melakukan pekerjaan Allah, atau sedikitnya sedang membantu di dalamnya. Tetapi jika mereka mau memeriksa semua penyelesaian pekerjaan mereka setiap hari, semua motif mereka, semua tujuan dan maksud-maksud mereka, maka banyak akan menemukan, bahwa mereka bukan bekerja bagi Allah, tetapi bahwa mereka sedang membunuh waktu atau sedang bekerja bagi kepentingannya sendiri. Sesungguhnya, sekarang seperti halnya di masa Musa dahulu terdapat berbagai kesempatan apabila seseorang sedang kehilangan mengetahui apakah orang-orang suci atau orang-orang jahat yang sedang sibuk bekerja di dalam pekerjaan Allah yang besar. Berhenti, mendengar, berpikir. Periksalah akan dirimu sendiri. Adalah benar pantas waktumu dan tenagamu. Coba menemukan siapa engkau, apa engkau, dan di mana engkau berada.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nEzra dan Nehemiah memiliki waktu yang berat dan sukar dalam membangun kerusakan yang kuno itu. Saya percaya, bahwa Allah dapat menempatkan malaikat-malaikat untuk menyingkirkan semua musuh mereka yang mencampuri proyek mereka itu, namun Ia memilih untuk memiliki tukang-tukang yang setia yang memegang pedang pada tangan yang satu dan batu-batu bata pada tangan yang lainnya (Nehemia 4 : 17, 18). Pekerjaan mereka adalah sama beratnya, kalau bukan lebih berat dari pada pekerjaan kita, namun mereka adalah setia pada tugasnya itu, dan kita tidak bisa menjadi sedikit pun kurang setia. Yah, mereka melakukan sama banyak kerja seperti halnya mereka mengajar. Mereka mengajar bukan saja agama, melainkan juga membangun. Tidakkah anda melihat, bahwa seperti yang ditunjukkan oleh contoh itu, maka perkara-perkara di mana kita dipanggil untuk melaksanakan tidak dapat dilakukan oleh mengajar saja? Kita sekarang siap untuk membaca:<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\n<strong>Zakharia 12 : 9, 10 :<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Maka akan jadi pada hari itu juga, bahwa Aku akan membinasakan segala bangsa yang datang menyerang Yerusalem. Tetapi kepada isi istana Daud dan kepada orang isi Yerusalem Aku akan mencurahkan Roh rahmat dan permintaan doa; dan mereka itu akan memandang kepadaKu yang telah ditikamnya, dan mereka itu akan meratap akan Dia, selaku peratap akan anak laki-laki yang tunggal, dan mereka itu akan menangisi Dia tersedih-sedih selaku orang menangisi anak sulung.&#8221;<\/em><\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nApabila Allah memulai membinasakan bangsa-bangsa, Ia akan mencurahkan ke atas umat kesucianNya Roh rahmat, maka mereka kemudian akan betul-betul meratap sebab berdosa melawan Tuhan. Adalah karena manusia kini tidak memiliki Roh itu sehingga perasaan pribadinya adalah mudah sekali tersinggung karena hanya sesuatu perkara kecil dibuat melawan mereka. Dan karena Roh rahmat itu membuat seseorang menangis bukan bagi dirinya sendiri, maka dapatlah dimengerti, bahwa mengasihani diri sendiri, dan merasa dilukai karena orang lain berbuat atau mengatakan melawan dia adalah pertanda yang pasti, bahwa gantinya diisi dengan Roh rahmat ia telah diisi dengan roh si jahat, yang setiap hari berusaha mengecewakan dan menyakiti dengan cara mengasihani diri sendiri. Ingatlah, bahwa mengasihani diri sendiri adalah sekaligus kekalahan diri sendiri. Tidak seorang pun dari kita pernah disia-siakan seperti Tuhan, namun &#8220;diri sendiri&#8221; di dalam Dia itu tidak pernah terluka.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nJika kita hendak memohon maaf terhadap seseorang, hendaklah tidak kita memohon maaf bagi diri sendiri. Kita seringkali mengira kita menyesal karena dosa kita dan karena membuat Tuhan disia-siakan dan disalibkan, tetapi kesedihan kita itu tidak sungguh-sungguh; itu hanya secara teoritis. Apabila Roh rahmat ini dicurahkan ke atas kita, maka kelak akan kita sepenuhnya menyadari; bahwa bukan dosa-dosa orang-orang Yahudi, melainkan dosa-dosa kita semua yang telah menyalibkan Kristus, maka kemudian kita akan memperhitungkannya sebagai suatu hak istimewa jika disia-siakan bagi kepentingan Kristus.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\n<strong>Zakharia 12 : 11 \u2013 14 :<\/strong><br \/>\n<em>&#8220;Maka pada hari itu akan ada suatu ratap besar di Yerusalem, seperti ratap Hadadrimmon di lembah Megiddon. Maka segenap orang isi negeri akan meratap, setiap keluarga sendiri-sendiri; keluarga istana Daud sendiri, dan segala istrinya pun sendiri, dan keluarga isi rumah Nathan sendiri, dan segala istrinya pun sendiri, dan keluarga isi rumah Lewi sendiri, dan segala istrinya pun sendiri, dan keluarga isi rumah Simei sendiri, dan segala istrinya sendiri; maka dari pada segala keluarga yang lainnya, tiap-tiap keluarga sendiri-sendiri, dan segala istrinya pun sendiri.&#8221;<\/em><\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><br \/>\nSuatu hari besar akan datang, Saudara dan Saudari. Jika hari itu tidak dekat sekali, kita tidak akan pada hari ini memiliki terang ini yang menerangi jalan-jalan kita. Oleh karena itu marilah kita bekerja bagi berdirinya Kerajaan Tuhan itu, supaya kehendakNya jadi di dalam kita, dan demikianlah untuk selamanya terlaksana &#8220;di atas bumi seperti halnya di dalam sorga.\u201d Sebagai pelopor-pelopor dari KerajaanNya, marilah kita berbuat apa saja yang dapat kita lakukan untuk membuktikan kepantasan berdirinya kita dengan Dia di atas Gunung Sion, untuk menjadi &#8220;seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di hadapan\u201d orang-orang suci, untuk membawakan Injil yang kekal kepada semua bangsa, dan dengan demikian menghantarkan dosa-dosa dunia dan semua bencana kepada ajalnya.<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div align=\"justify\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"justify\">\n<div align=\"center\"><span style=\"font-size: large;\">&#8212; 0 &#8212;<\/span><\/div>\n<p><span style=\"font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p align=\"center\"><a href=\"https:\/\/tongkat-gembala.org\/buku\/download\/AS%20jilid%201%20no.%209%20istana%20daud%20bagaikan%20malaikat%20Tuhan.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tongkat-gembala.org\/images\/download-pdf.png\" alt=\"\" width=\"215\" height=\"60\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"3429\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;232&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 ISTANA DAUD BAGAIKAN MALAIKAT TUHAN \u00a0 &nbsp; Oleh : Victor T. Houteff Pendeta dari&hellip;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"3429\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;232&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3429"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3429"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3429\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3430,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3429\/revisions\/3430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3429"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3429"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}