{"id":4300,"date":"2022-12-20T08:45:12","date_gmt":"2022-12-20T08:45:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=4300"},"modified":"2022-12-20T08:45:12","modified_gmt":"2022-12-20T08:45:12","slug":"petunjuk-bagi-interpretasi-yang-benar-terhadap-tanduk-tanduk-dan-kepala-kepala-simbolis-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=4300","title":{"rendered":"Petunjuk bagi interpretasi yang benar terhadap tanduk-tanduk dan kepala-kepala simbolis itu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 18pt;\"><strong>Petunjuk Bagi Interpretasi Yang Benar<br \/>\nTerhadap Tanduk-Tanduk Dan Kepala-Kepala Simbolis Itu<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>Karena tanduk-tanduk naga itu tidak bermahkota, maka sekaliannya itu tak dapat tiada harus menggambarkan suatu jenis pemerintah-pemerintah yang sama dengan yang dilambangkan oleh tanduk-tanduk yang tak bermahkota dari binatang Daniel yang keempat, dari kambing jantan dan domba jantannya, dan dari binatang Yahya yang merah kirmizi dan binatang yang bertanduk dua itu; artinya, tanduk-tanduk naga yang tak bermahkota itu menunjukkan sesuatu jenis penguasa-penguasa yang tidak bermahkota, sama seperti yang ditunjukkan oleh tanduk-tanduk tak bermahkota dari setiap binatang-binatang simbolis itu. Sebagai contoh, sepuluh tanduk yang tak bermahkota dari binatang Daniel yang keempat itu, oleh malaikat dijelaskan, melambangkan raja-raja yang masih akan bangkit dari Kekaizaran Romawi, yang masih akan mengambil mahkota-mahkota mereka. Tetapi kemudian, setelah penguasa tanduk-kepala itu kehilangan kuasanya dan setelah raja-raja yang dalam khayal itu menerima Kerajaan-Kerajaan mereka, maka mereka kemudian dilambangkan dengan tanduk-tanduk yang bermahkota, yaitu oleh tanduk-tanduk dari binatang yang menyerupai harimau kumbang (Wahyu 13), lambang dari dunia sesudah keruntuhan Romawi.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>Kembali, sepuluh tanduk tak bermahkota dari binatang merah kirmizi (Wahyu 17), yaitu binatang yang akhirnya menggantikan binatang yang menyerupai harimau kumbang itu, menggambarkan raja-raja yang &#8220;masih belum menerima kerajaan, tetapi mereka menerima kuasa seperti raja-raja satu jam lamanya bersama dengan binatang itu&#8221;. Wahyu 17 : 12. Dengan kata lain, karena tidak memiliki kerajaannya sendiri selama Babil menunggangi (memerintah) binatang itu untuk satu &#8220;jam&#8221; lamanya, maka tanduk-tanduk itu dengan sendirinya tidak bermahkota.<\/em><\/span>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: lucida sans unicode,lucida grande,sans-serif;\"><em><span style=\"font-size: 20px;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 450px; height: 723px;\" src=\"https:\/\/tongkat-gembala.org\/buku\/images\/scan 2.jpg\" alt=\"\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\">Oleh karena sepuluh tanduk ini muncul sebagai suatu kelompok, maka mereka melambangkan penguasa-penguasa yang sezaman. Apabila tanduk-tanduk melambangkan penguasa-penguasa yang ada satu menyusul yang lainnya, maka Ilham tidak lalai untuk sedemikian itu menunjukkan oleh memperlihatkan tanduk-tanduk tertentu yang muncul dan tanduk-tanduk lainnya yang berguguran. Sebagai contoh, tiga buah dari tanduk-tanduk binatang Daniel yang keempat telah tercabut sampai dengan akar-akarnya&#8221;, dan sebagai gantinva muncul sebuah tanduk &#8211; kepala yang terkenal. Sama halnya, sewaktu tanduk besar dari kambing jantan itu patah, maka telah muncul empat buah mengambil tempatnya, dan sebuah lagi yang kelima, yaitu. tanduk yang sangat besar yang menyusul kemudian (Daniel 7 dan 8). Kemudian juga, bahkan binatang-binatang itu sendiri, bahwa dalam menggambarkan dunia di dalam masing-masing masa periodenya, sekaliannya telah keluar dari laut yang satu menyusul yang lainnya. Demikianlah semua simbolisasi Ilahi memperlihatkan semua penguasa-penguasa secara tepat sesuai masa dan peristiwa-peristiwa yang menyebabkan mereka itu muncul atau menghilang, sesuai keadaan permasalahannya.<\/span><\/span><\/em><\/span>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: lucida sans unicode,lucida grande,sans-serif;\"><em><span style=\"font-size: 20px;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 450px; height: 777px;\" src=\"https:\/\/tongkat-gembala.org\/buku\/images\/scan 3.jpg\" alt=\"\" \/><\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\">Dengan perkataan lain, bilamana penguasa yang satu berbeda dari pada yang lainnya, dan bilamana mereka berada atau tidak berada pada waktu yang sama, maka Ilham tidah pernah mengabaikan untuk membuatkan perbedaannya. Jika sekiranya Ilham mengabaikan berbuat sedemikian itu, maka bayangkanlah betapa tidak logisnya, betapa tidak pantasnya, betapa tidak konsisten dan tidak dapat dimengerti ajaran-ajaran Ilham itu, dan betapa sia-sia bagi setiap orang kalaupun mencoba untuk mengetahui kebenaran yang setepatnya. Kepintaran manusia telah mendemonstrasikan ketidakmampuannya sendiri untuk mengartikan rahasia-rahasia Firman Allah, walaupun rahasia-rahasia itu sama sempurna digambarkan seperti yang dapat digambarkan oleh Allah sendiri. Sebenarnya, makin jauh seseorang oleh prakarsanya sendiri mencoba menjelaskan rahasia-rahasia Allah, maka makin jauh dari kebenaran ia hanyut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>Lagi pula, adalah tidak munghin bahwa Ilham secara tidak logis mau mengelompokkan dua unsur yang berbeda (mereka yang digambarkan oleh tanduk-tanduk dan mereka yang digambarkan oleh kepala-kepala) itu untuk melambangkan suatu bentuk pemerintahan. Juga adalah tidak mungkin bahwa Ilham mau mengelompokkan tanduk-tanduk dan kepala-kepala bersama-sama menjadi satu jika keduanya tidak benar-benar berada pada waktu yang sama. Ilham tidak akan sedemikian mengacaukan sebutan kata-katanya, lalu tetap mengharapkan dari kita untuk memahami ajaran-ajaran-Nya, untuk mengetahui bagaimana menginterpretasikan lambang-lambang-Nya dan kapan mengharapkan peristiwa-peristiwa yang sebenarnya itu akan jadi. Maka bagaimana logiskah ia itu kelak jika sekiranya penguasa-penguasa yang dilambangkan oleh tanduk-tanduk dan penguasa-penguasa yang dilambangkan oleh kepala-kepala itu tidak berubah-ubah dalam tabiat sama seperti halnya tanduk-tanduk dan kepala-kepala yang sesungguhnya?<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>Dari hal apa yang ditandai oleh kepala-kepala itu, Ilham sendiri merupakan satu-satunya sumber informasi, maka kita kembali kepada nubuatan Daniel pasal 7. Di sana terlihat, bahwa tanduk kecil dari binatang yang keempat itu, yang memiliki mata dan mulut &#8220;manusia&#8221;, sesungguhnya adalah suatu &#8216;tanduk &#8211; kepala&#8217; &#8212; yaitu suatu gabungan dari dua unsur yang terpisah. Dan karena ia itu merupakan simbol dari pemerintahan Gereja dan Negara (suatu kombinasi dari kekuasaan-kekuasaan sipil dan agama selama Abad-Abad Pertengahan), maka itu tanpa ragu-ragu menunjukkan, bahwa sementara bagian tanduk melambangkan tahap pemerintahan sipil, bagian kepala melambangkan tahap pemerintahan agama &#8211; juga masuk akal, sebab agama akan menjadi otak dari setiap pemerintahan. Dan juga, pemerintahan-pemerintahan sipil pada dasarnya didirikan di atas pemerintahan-pemerintahan gereja. Dengan demikian simbol itu jelas mengandung arti bahwa suatu pemerintahan Atheis (tidak ber-Tuhan) adalah kira-kira sama baik seperti setiap tanduk yang lepas dari pada kepalanya. Yang sedemikian ini dapat pula dibandingkan dengan seekor ayam yang tanpa kepala: Dalam keadaannya, ayam yang tak berkepala itu meloncat-loncat dengan kekuatan penuh, tetapi ia tidak mengetahui kemana ia sedang berjalan, dan ia itu hidup hanya beberapa menit saja.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>Lagi pula, pemerintahan yang mengikuti kekuasaan sipil telah dikeluarkan dari pembentukan agama politik Abad-Abad Pertengahan, ini dikemukakan di dalam lambang binatang yang menyerupai harimau kumbang (yaitu binatang yang secara berurutan menyusul dalam garis lambang-lambang binatang). Di dalamnya pemerintahan-pemerintahan agama &#8211; politik yang telah bubar diperlihatkan oleh perantaraan suatu kepala biasa yang terluka, yaitu suatu sistem agama tanpa kekuasaan sipil, seseorang yang menderita karena suatu pukulan yang mematikan &#8212; yang jelas dari pukulan itu yang telah membuang keluar kekuasaan sipilnya.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>Dari semua pertimbangan ini dapatlah secara khusus dicatat, bahwa dalam semua contoh peristiwa dimana binatang-binatang simbolis memiliki baik tanduk-tanduk maupun kepala-kepala, maka kepala-kepala itu dalam setiap contoh peristiwa melambangkan badan-badan agama, yaitu badan-badan yang berurusan dengan perkara-perkara Allah, yang mungkin akan mencampuradukkan perkara-perkara Allah yang suci dengan perkara-perkara biasa dunia. Nama hojat yang meliputi kepala-kepala binatang yang menyerupai harimau kumbang itu, menelanjangi mereka itu karena keterlibatan mereka dengan dosa itu.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\">Dan sekarang, sambil meneruskan dengan pokok masalah ular naga itu, dapatlah jelas dilihat bahwa supaya konsistensi itu dapat tetap dipertahankan, maka interpretasi Alkitab mengenai kepala-kepala dan tanduk-tanduk dari naga itu tak dapat tiada harus sama, yaitu yang pertama adalah badan-badan agama, dan yang kedua ialah pemerintahan-pemerintahan sipil. Dan berapa banyakkah dari mereka itu yang dilukiskan oleh tanduk-tanduk dan kepala-kepala dari ular naga itu? &#8212; Semua pemerintahan sipil dan semua badan agama pada masa yang tertentu. Bagaimanakah kita dapat mengetahui ini? &#8212; Sebab ada terdapat sepuluh tanduk dan tujuh kepala yang bermahkota, dan karena angka bilangan Alkitab &#8220;sepuluh&#8221; menunjukkan universalitas, dan angka bilangan &#8220;tujuh&#8221; menunjukkan kelengkapan. (Lihat Buku yang berjudul: Pehukuman dan Penuaian).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\">Dari contoh-contoh yang disebutkan di depan, kita sudah menyaksikan bahwa masanya sudah sampai bagi semua penyelidik Alkitab yang setia, yaitu semua penyelidik yang menyelidiki Kebenaran yang menyelamatkan untuk menginsyafi, bahwa Ilham tidak pernah melakukan sesuatu yang sia-sia atau sembrono. Pekerjaannya senantiasa disusun dengan tepat dan cermat, selalu bergantung pada nilai yang nyata, dan tegas di luar perbaikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\">Juga, adalah suatu kenyataan yang sudah dikenal, bahwa mahkota-mahkota selalu melambangkan kekuasaan raja. Dan karena sekaliannya itu terlihat pada kepala-kepala naga itu, bukan pada tanduk-tanduknya, maka dapatlah khusus dicatat bahwa sementara ular naga itu memerintah baik dunia sipil maupun dunia agama, namun yang dimahkotainya adalah dunia agama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\">Dengan perkataan lain, gereja mernegang tongkat kerajaan; gereja duduk di atas tahta ular naga itu. Dan dari kenyataan bahwa angka bilangan dari tanduk-tanduk naga itu melambangkan universalitas (seluruh dunia pada umumnya) dan angka bilangan kepala-kepalanya yang bermahkota itu melarnbangkan kelengkapan, berpasangan dengan kenyataan bahwa baik gereja Yahudi maupun orang-orang Romawi telah menganiaya Tuhan, menunjukkan bahwa ular naga itu secara keseluruhan melambangkan suatu dunia keimmamatan Setan yang lengkap, sehingga Setan telah berhasil membuat dunia menjadi tawanannya. Sebagai pemenang atas dunia dengan bersenjatakan tanduk-tanduk dan kepala-kepala, ia menggerakkan Herodes untuk membunuh anak-anak yang baru lahir segera setelah diketahuinya akan kelahiran Kristus. lni dilakukannya dengan harapan untuk membinasakan Juruselamat, yaitu dengan menelan anak itu dan dengan demikian itu dapat mempertahankan kerajaannya sendiri secara abadi. Sedemikian inilah keadaan dunia pada kedatangan Kristus yang pertama dahulu, dan demikianlah telah memungkinkan sidang untuk menyalibkan Tuhan, untuk melempari Stephanus dengan batu, untuk memenggal kepala orang-orang lainnya, tetapi tetap dapat meloloskan diri dari sanksi-sanksi hukum penguasa-penguasa sipil di waktu itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\">Karena alasan inilah Anak Manusia, Penebus dunia itu, telah datang tepat pada waktu-Nya. Walaupun demikian, untuk mempertahankan kerajaan Setannya naga itu telah menunggu-nunggu dengan sabar dan dengan saksama telah menantikan kedatangan Juruselamat dunia yang dijanjikan itu. Demikianlah halnya, bahwa sementara sidang Allah yang abadi itu mengandung anaknya, dan berteriak kesakitan hendak melahirkan, ular naga itu dengan tujuh kepalanya yang bermahkota dan sepuluh tanduk itu, berdiri siap untuk menelan anak itu segera setelah Ia lahir.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\">Kemurtadan yang sedemikian ini pulalah yang telah menguasai dunia di zaman Nuh, sehingga perlu bagi Tuhan untuk melakukan sesuatu untuk menyelamatkan dunia. Demi manusia, maka Khalik telah mengirimkan air bah itu mengakhiri segala kejahatan. Dalam cara yang sama kemurtadan yang hebat orang-orang Yahudi di zaman kedatangan Kristus yang pertama itu, telah menuntut suatu bencana yang lain lagi yang sama kehancurannya dengan ngerinya air bah untuk kembali menghapuskan segala kejahatan. Tetapi, jika bukan karena alasan lain daripada mempertahankan janjiNya yang tak pernah gagal itu kepada hambaNya Nuh, maka Allah tidak akan sedemikian ini menghancurkan dunia pada kedua kalinya. Maka demikian itulah Ia telah mengutus Putera-Nya untuk mati menggantikan dunia. Dalam terang inilah, maka betapa makin cerahnya terpampang untuk seterusnya missi Juruselamat itu dari pada sebelumnya! Oleh kematian-Nya Ia benar-benar menyelamatkan dunia dari kehancuran pada waktu itu, dan oleh kebangkitan-Nya Ia telah memungkinkan dunia kembali berdiri pada hari ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>&#8220;Maka ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit, lalu mencampakkan mereka itu ke bumi; lalu naga itu berdiri di hadapan perempuan itu yang sudah siap hendak melahirkan, untuk menelan anaknya segera setelah ia lahir\u2026\u2026\u2026 .<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>&#8220;Maka jadilah peperangan di dalam sorga, yaitu Mikhail dan malaikat-malaikat-Nya berperang melawan naga itu, dan naga serta segala tentaranya pun berperanglah, tetapi naga dan tentaranya itu tiada menang; dan tempatnya pun tidak ada lagi di dalam sorga.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>&#8220;Maka tercampaklah naga besar itu, yaitu ular tua, yang dinamakan Iblis dan Setan itu, yang telah menyesatkan seisi dunia; bahkan ia sudah dicampakkan ke bumi dan segala tentaranya itu pun sudah tercampak juga sertanya.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\"><em>&#8220;Maka apabila naga itu melihat, bahwa dirinya sudah tercampak ke bumi, maka iapun menganiaya perempuan itu yang telah melahirkan anak laki-laki itu&#8221;.<\/em> <strong>Wahyu 12 : 4, 7 &#8211; 9, 13.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\">Di sini digambarkan dua &#8220;pencampakkan&#8221; yang berbeda. Tandailah, bahwa dalam contoh peristiwa yang pertama naga itu menyeret malaikat-malaikat itu dengan ekornya. Tetapi, anda akan heran, mengapa tidak dengan kuku-kukunya? &#8212; Karena yang sedemikian ini hanya akan menunjukkan secara salah, bahwa Setan berhasil mengalahkan Tuhan, sehingga akhirnya ia akan menyeret sepertiga malaikat-malaikat itu keluar dari sorga. Tetapi karena ia menyeret mereka itu dengan ekornya, maka arti yang sebenarnya adalah jelas &#8212; bahwa sepertiga malaikat-malaikat itu ternyata telah mengikuti dia secara suka-rela. Mereka itu bergantungan pada ekornya, demikianlah misalnya, sementara ia membawa mereka. &#8220;Mereka itu berbalik dari pada Bapa dan dari pada AnakNya, lalu menggabungkan diri dengan penghasut pendurhakaan itu&#8221;. &#8212; Testimonies, Vol. 3, p. 115. Naga itu telah membujuk malaikat-malaikat itu, dan mereka telah mengikuti dia dari sorga turun ke bumi, dimana ia telah berusaha untuk menelan Kristus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\">Contoh peristiwa ayat 4 ini, naga itu menyeret ke bawah malaikat-malaikat itu, telah mendahului contoh peristiwa dari ayat 9, yaitu Tuhan mencampakkan ke bawah naga itu. Contoh peristiwa yang pertama di atas terjadi sebelum Tuhan lahir, dan contoh peristiwa yang kedua terjadi sesudah kebangkitan-Nya. lni dinyatakan di dalam paragraf-paragraf berikut ini:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\">Di zaman Ayub Setan masih berkesempatan masuk ke sorga, karena kepada kita diceriterakan bahwa &#8221; &#8230;&#8230;.. ada sesuatu hari sewaktu anak-anak Allah datang hadir di hadapan Tuhan, maka Setan telah datang juga di antara mereka. Maka firman Tuhan kepada Setan: &#8220;Dari manakah engkau datang?&#8221; Kemudian jawab Setan kepada Tuhan, dan mengatakan: &#8221;Dari berjalan-jalan pergi datang di bumi, dan dari berjalan-jalan di atasnya&#8221;. Ayub 1 : 6, 7.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\">Jadi, Setan bukanlah dicampakkan keluar dari sorga segera sesudah ia mendurhaka atau bahkan sewaktu ia membuat Adam dan Hawa berdosa. Melainkan sebaliknya itu harus jadi sesudah zaman Ayub. Tetapi untuk menentukan dengan tepat kapan waktunya, maka kita harus membaca ayat 13: &#8220;Dan setelah naga itu melihat bahwa dirinya telah tercampak ke bumi, maka ia lalu menganiayakan perempuan itu yang telah melahirkan anak laki-laki itu&#8221;. Oleh sebab itu ia telah dicampakkan keluar sebelum ia pergi menganiaya sidang. Ini dilakukannya pada &#8220;waktu terjadi suatu aniaya besar terhadap sidang yang di Yerusalem; maka mereka itu semuanya telah dicerai-beraikan keluar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria, terkecuali para rasul-rasul&#8221;. Kisah Segala Rasul 8 : 1. Kenyataan ini kembali dikeluarkan oleh Roh Nubuatan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\">Dengan kemenangan Tuhan telah dibawa kepada Allah dan kepada tahta-Nya. &#8220;\u2026\u2026 semua berada di sana untuk menyambut Juruselamat. Mereka semua rindu dengan sepenuh hati untuk merayakan kemenanganNya dan untuk memuliakan Raja mereka. Ia menyampaikan kepada Allah ikatan gandum, yaitu orang-orang yang telah bangkit bersama-sama dengan-Nya sebagai wakil-wakil dari rombongan besar orang banyak itu yang kelak akan muncul keluar dari kubur pada kedatangan-Nya yang kedua kali. &#8230;&#8230;\u00a0 Suara Allah terdengar memberitakan bahwa keadilan telah dipuaskan. Setan telah dikalahkan. Jerih payah orang-orang pengikut Kristus yang berjuang di bumi telah &#8220;disambut di dalam Yang Kekasih itu&#8221;. Di hadapan malaikat-malaikat sorga dan di hadapan wakil-wakil dari dunia-dunia yang tidak jatuh berdosa, mereka dinyatakan dibenarkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\">&#8220;Setan melihat bahwa selubung penipuannya telah dirobek buang. Tata kerjanya telah ditelanjangi di hadapan malaikat-malaikat yang tidak jatuh itu dan di hadapan seluruh alam semesta. Ia telah mengungkapkan dirinya sendiri sebagai seorang pembunuh. Oleh mencurahkan darah Anak Allah, maka ia telah mencabut sendiri dirinya sampai kepada akar-akarnya dari dalam simpathi mahluk-mahluk sorga. Kemudian dari pada itu, maka pekerjaannya lalu dibatasi. Sikap apapun juga yang ia gunakan, ia tidak lagi dapat menunggui malaikat-malaikat seperti pada waktu mereka itu keluar dari ruangan-ruangan sorga, dan ia tidak lagi dapat di hadapan mereka itu menuduh-nuduh saudara-saudara dari Kristus karena berpakaian baju-baju hitam dan kekotoran dosa. Hubungan simpathi yang terakhir di antara Setan dan dunia sorgawi terputuslah sudah&#8221;. &#8212; The Desire of Ages, pp. 833, 834, 761.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14pt;\">Sesungguhnya, setelah menyadari bahwa ia telah mengakhiri kehadirannya untuk berulang kali menuduh-nuduh saudara-saudara di dalam sorga, dan setelah mengetahui bahwa tempat tinggalnya di bumi pun akan sangat singkat, maka:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p align=\"center\"><span style=\"font-family: lucida sans unicode,lucida grande,sans-serif;\"><a href=\"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/buku\/download\/Petunjuk Bagi Interpretasi Yang Benar.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tongkat-gembala.org\/images\/download-pdf.png\" width=\"215\" height=\"60\" border=\"0\" \/><\/a><\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"4300\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;290&nbsp;total<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petunjuk Bagi Interpretasi Yang Benar Terhadap Tanduk-Tanduk Dan Kepala-Kepala Simbolis Itu &nbsp; Karena tanduk-tanduk naga&hellip;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"4300\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;290&nbsp;total<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4300"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4300"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4300\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4301,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4300\/revisions\/4301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}