{"id":5047,"date":"2023-01-04T16:26:11","date_gmt":"2023-01-04T16:26:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=5047"},"modified":"2023-01-04T16:26:11","modified_gmt":"2023-01-04T16:26:11","slug":"perempuan-itu-duduk-di-atas-binatang-kepala-kepala-dan-di-atas-banyak-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/?p=5047","title":{"rendered":"PEREMPUAN ITU DUDUK DI ATAS &#8220;BINATANG&#8221; &#8220;KEPALA-KEPALA&#8221; DAN DI ATAS &#8220;BANYAK AIR&#8221;"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: center; text-autospace: none;\" align=\"center\"><span style=\"font-family: tahoma, geneva, sans-serif; font-size: 24pt;\"><span style=\"color: #336600;\"><strong>PEREMPUAN ITU DUDUK DI ATAS<\/strong><\/span><\/span><\/h1>\n<h1 class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: center; text-autospace: none;\" align=\"center\"><span style=\"font-family: tahoma, geneva, sans-serif; font-size: 24pt;\"><span style=\"color: #336600;\"><strong>&#8220;BINATANG&#8221;, &#8220;KEPALA-KEPALA&#8221; DAN<\/strong><\/span><\/span><\/h1>\n<h1 class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: center; text-autospace: none;\" align=\"center\"><span style=\"font-family: tahoma, geneva, sans-serif; font-size: 24pt;\"><span style=\"color: #336600;\"><strong>DI ATAS &#8220;BANYAK AIR&#8221;<\/strong><\/span><\/span><\/h1>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"left\"><span style=\"font-family: tahoma, geneva, sans-serif; font-size: 14pt;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: center;\" align=\"center\"><span style=\"font-family: tahoma, geneva, sans-serif; font-size: 18pt;\"><strong>Wahyu pasal 17<\/strong><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: center;\" align=\"center\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"left\">\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><em>&#8220;M<\/em>aka datanglah seorang dari tujuh malaikat yang memegang tujuh buah bokor itu, lalu berbicara dengan aku, sambi! katanya kepadaku: Marilah kemari; aku hendak menunjukkan kepadamu pehukuman dari sundal besar itu yang duduk di atas banyak air.&#8221; (Ayat 1). Malaikat yang berbicara kepada Yahya itu adalah salah seorang dari tujuh orang malaikat yang memiliki tujuh buah bokor yang berisikan tujuh bela yang terakhir. (Lihat Wahyu 15 : 7; 16 : 1). Dapatlah dicatat bahwa ia yang memegang bokor bela itu telah siap, tetapi itu belum dituangkan pada saat ia berbicara kepada Yahya, &#8220;Marilah kemari, aku hendak menunjukkan kepadamu pehukuman dari sundal besar itu.&#8221; Oleh pemberitahuan yang diberikan itu, maka pastilah bahwa peristiwa yang diramalkan oleh simbol, perempuan itu duduk di atas binatang adalah tak lama sebelum bela-bela itu dituangkan dan dalam masa sewaktu &#8220;perempuan&#8221; itu akan diadili.<\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"left\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: center; text-autospace: none;\" align=\"center\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><strong>Siapakah Perempuan Yang Duduk<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: center; text-autospace: none;\" align=\"center\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><strong>Di Atas Binatang Itu ?<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"left\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Alasan mengapa kepada Yahya diperlihatkan khayal itu telah diperjelas oleh kata-kata dari malaikat yang berbunyi: &#8220;Marilah kemari, aku hendak menunjukkan kepadamu <strong><em>pehukuman<\/em><\/strong> dari sundal besar itu yang duduk di atas banyak air.&#8221; Interpretasi malaikat itu mengenai <em>&#8220;<strong>segala air<\/strong>&#8221; <\/em>telah diberikan di dalam ayat 15 sebagai berikut: &#8220;Beberapa kaum, dan orang banyak, dan segala bangsa, dan segala bahasa.&#8221; Perempuan itu <strong><em>duduk di atas mereka<\/em><\/strong> menunjukkan bahwa semua penduduk itu (segala air) telah jatuh ke dalam jerat penipuannya (duduk di atas mereka).<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">&#8220;Maka perempuan itu berpakaian warna ungu dan merah kirmizi, dan memakai emas dan permata serta berbagai mutiara, dan di dalam tangannya ada suatu cawan emas yang penuh dengan berbagai kekejian dan kekotoran persundalannya.&#8221; (Ayat 4). Perempuan itu melambangkan suatu organisasi agama palsu. Dari cawannya ia memberikan ajaran-ajaran palsu. TerIihat <strong><em>berupa keemasan, <\/em><\/strong>karena ia itu tampak indah sekali &#8211; menarik. Pakaian-pakaiannya yang mahal dengan warna-warni yang mencolok serta perhiasan-perhiasan yang bernilai jelas menggambarkan keindahan dari perempuan yang sangat kotor ini serta kemegahannya sebagai raja, dan kemuliaannya yang sia-sia. Oleh kuasa penarikannya yang sebegitu jauh sukar ditolak oleh mata manusia, ia berhasil menguasai orang-orang yang berkecerdasan terkuat sekalipun &#8211; &#8220;Dengan dia segala raja di bumi telah bersundal.&#8221; Berjuta-juta orang yang berkemampuan mental yang kuat, orang-orang yang tampak bagaikan raksasa-raksasa di antara semua penduduk bumi, mereka jatuh secara tak berdaya menjadi korban-korban dalam jeratnya. Raja-raja di bumi adalah bersalah oleh persundalan rohani dengan <em>&#8220;<strong>perempuan<\/strong>&#8220;<\/em> itu (mabuk dengan <strong><em>ajaran-ajaran<\/em><\/strong> <strong><em>palsu<\/em><\/strong><em>)<\/em><strong><em>, <\/em><\/strong>sehingga oleh karenanya terikat dalam jerat-jeratnya yang menarik itu.<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Setiap organisasi <strong><em>yang disebut <\/em><\/strong>Kristen yang menangani ajaran-ajaran palsu di bawah selubung kebaikan, jelas diperintah oleh kuasa dari <em>&#8220;<strong>perempuan<\/strong>&#8221; <\/em>itu. Asal mula dari semua ajaran-ajaran sesat yang sedemikian ini dapat diikuti jejaknya ke belakang ke dalam cawan <strong><em>keemasan <\/em><\/strong>itu. Kata malaikat itu: &#8220;Adapun tujuh <strong><em>kepala <\/em><\/strong>itu ialah tujuh buah <strong><em>gunung, <\/em><\/strong>pada mana perempuan itu <strong><em>duduk<\/em><\/strong><em>.&#8221;<\/em> Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa kepala-kepala itu melambangkan organisasi-organisasi gereja Kristen, dan karena perempuan itu <strong><em>duduk<\/em><\/strong> di atas mereka <strong><em>sekaliannya,<\/em><\/strong> maka ini menunjukkan adanya suatu persekutuan gereja-gereja dibawah suatu pimpinan &#8211; yaitu &#8220;perempuan&#8221; itu. Angka bilangan Alkitab <strong><em>&#8220;tujuh&#8221;<\/em><\/strong> adalah berarti <strong><em>semua <\/em><\/strong>organisasi yang sedemikian ini.<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Kalau saja semua gereja-gereja itu pada waktu sekarang ini telah dipimpin oleh Roh Suci, maka tidak akan mungkin ada kekacauan apapun di antara berbagai sekte agama Kristen yang ada. Karena tidak akan mungkin bagi sekaliannya untuk didapati benar sementara dua saja di antaranya tidak ada yang sama percaya, sehingga dapatlah dipastikan bahwa mereka itu yang sedang minum air anggur dari &#8220;Cawan persundalan perempuan itu,&#8221; tidaklah sedikit jumlahnya; karena Ilham menegaskan: &#8220;Maka <strong><em>semua penduduk<\/em><\/strong> bumi telah dibuat mabuk oleh air anggur persundalannya. (Ayat 2, bagian terakhir).<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Perhatikanlah bahwa &#8220;perempuan&#8221; itu<strong><em> duduk<\/em><\/strong> di atas &#8220;banyak air&#8221;, juga di atas &#8220;kepala-kepala,&#8221; dan di atas &#8220;binatang&#8221; itu (Lihat Wahyu 17 : 1, 3, 9). Karena adalah tidak mungkin bagi seseorang untuk duduk di atas <strong><em>keseluruhan<\/em><\/strong> tiga objek pada waktu yang bersamaan, maka jelas simbol-simbol nubuatan itu mengungkapkan suatu penipuan rohani yang dilakukan dalam tiga masa periode yang berbeda. Demikianlah Yahya menyatakan: &#8220;Aku tampak seorang perempuan duduk pada seekor binatang yang merah kirmizi.&#8221; Bukan di atas &#8220;banyak air&#8221;, bukan juga di atas &#8220;kepala-kepala&#8221;. Sebelum Yahya melihat perempuan itu, malaikat itu mengatakan: &#8220;Perempuan itu&#8221; duduk di atas banyak air.&#8221; Adalah malaikat itu juga yang telah menambahkan, bahwa &#8220;Ada pun tujuh kepala itu ialah tujuh buah gunung, pada mana perempuan itu duduk.&#8221; (Lihat ayat 1, dan 9). Dengan demikian, Yahya hanya menyaksikan perbuatan perempuan itu yang terakhir (yaitu duduk di atas binatang itu). Dengan sendirinya, lambang perempuan itu duduk di atas <em>&#8220;<strong>banyak<\/strong><\/em> <strong><em>air&#8221; <\/em><\/strong>tak dapat tiada adalah perbuatannya yang pertama sekali, sesuai dengan khayal itu.<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Oleh sebab itu, keberhasilannya yang pertarna (&#8220;duduk di atas banyak air&#8221;) tak dapat tiada telah jadi di masa lalu mendahului simbol nubuatan ini diungkapkan. Kemudian, duduk di atas <strong><em>kepala-kepala<\/em><\/strong> akan menjadi keberhasilannya yang kedua, dan duduk diatas <strong><em>binatang <\/em><\/strong>ialah keberhasilannya yang terakhir; pada waktu mana ia akan diadili.<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Karena gereja-gereja Protestan dilambangkan oleh kepala-kepala, maka ia belum mungkin berhasil duduk di atas mereka itu sebelum reformasi, sebab pada waktu itu mereka itu belum ada. Karena kepala-kepala itu pada mana &#8220;perempuan itu duduk&#8221; adalah tidak terluka, maka jelaslah bahwa simbol nubuatan ini akan menemui kegenapannya pada sesuatu masa sesudah luka parah binatang yang menyerupai harimau kumbang dari Wahyu 13 : 3 itu sembuh kembali. Simbol perempuan itu duduk pada kepala-kepala menunjukkan persekutuan gereja-gereja, karena ia duduk diatas mereka.<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Oleh sebab itu, apabila Katholikisme, Protestantisme, dan Spiritualisme saling bergandengan tangan satu dengan lainnya melalui pembentukan suatu liga persekutuan, maka dapatlah dikatakan, bahwa &#8220;perempuan itu duduk di atas <strong><em>kepala-kepala.<\/em><\/strong><em>&#8220;<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Simbol mengenai &#8220;perempuan itu duduk pada <strong><em>binatang<\/em><\/strong> itu,&#8221; akan menemui kegenapannya apabila federasi agama itu akan membentuk suatu aliansi dengan penguasa-penguasa dunia. Tidakkah yang sedemikian ini akan memberikan kepada perempuan itu pengawasan lengkap atas keseluruhan binatang itu, tanduk-tanduknya dan kepala-kepalanya &#8212; dunia. Pada waktu itu firman yang berikut ini akan menemukan kegenapannya dengan tepat: &#8220;Maka ia memaksakan semua orang, kecil besar, kaya miskin, orang merdeka maupun hamba, untuk menerima suatu tanda pada tangan kanan mereka, atau pada dahi mereka. Dan supaya tidak seorang pun dapat berjual beli, terkecuali orang yang memiliki tanda itu, atau nama dari binatang itu.&#8221; (Wahyu 13 : 16, 17).<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Jadi, simbol mengenai &#8220;perempuan itu&#8221; duduk di atas &#8220;banyak air&#8221;, melambangkan masa periode sebelum reformasi. Ini benar terjadi selama periode kekuasaan kepausan, karena pada waktu itu paus menguasai dunia Romawi &#8211; &#8220;beberapa kaum, dan orang banyak, dan bangsa-bangsa, dan beberapa bahasa.&#8221; Dengan demikian &#8220;perempuan&#8221; itu duduk di atas &#8220;banyak air&#8221; selama 1260 tahun nubuatan dari Daniel 7 : 25, tetapi ia masih akan duduk lagi pada &#8220;kepala-kepala,&#8221; dan pada &#8220;binatang&#8221; itu. Kalau saja ia duduk pada binatang yang tak tergambarkan sebagai gantinya di atas &#8220;banyak air,&#8221; maka itu sudah akan keliru dilambangkan, sebab, &#8220;perempuan&#8221; itu, sebagai alat dari Katholikisme tidak memerintah atas seluruh dunia (binatang), melainkan hanya atas beberapa &#8220;kaum, dan orang banyak, dan bangsa-bangsa, dan beberapa bahasa&#8221; (banyak air). Oleh sebab itu, simbol mengenai &#8220;duduk di atas binatang merah kirmizi,&#8221; menunjuk kepada suatu organisasi agama politik Internasional.<\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"left\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: center; text-autospace: none;\" align=\"center\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><strong>Sudah Berapa Lamakah Adanya<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: center; text-autospace: none;\" align=\"center\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><strong>Perempuan Itu ?<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"left\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Pertanyaan ini dapat dijawab melalui kata-kata injil berikut ini: &#8220;Maka aku tampak perempuan itu mabuk dengan darah orang-orang suci, dan dengan darah orang-orang yang mati sahid karena <strong><em>Yesus<\/em><\/strong><em>. <\/em>Dan setelah aku tampak akan perempuan itu, heranlah aku dengan amat sangatnya.&#8221; (Ayat 6). Ini tepatnya dapat dikatakan terhadap gereja Romawi, sebab ia telah menganiaya orang-orang Kristen dan mereka telah mati sahid dalam tangannya. Oleh karena itu ia &#8220;mabuk&#8221; dengan darah mereka itu. Sesunguhnya, gereja Romawi telah mengikat hubungan melanggar hukum dengan &#8220;perempuan&#8221; itu; <strong><em>dahulu <\/em><\/strong>dan <strong><em>sekarang <\/em><\/strong>pun ia mabuk dengan air anggur persundalan perempuan itu.<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">&#8220;Perempuan itu&#8221; bukannya berasal dari gereja Romawi, melainkan ia justru yang <strong><em>melahirkan<\/em><\/strong> gereja itu. Oleh sebab itu, kita harus mengikuti jejaknya itu jauh sebelum adanya kepausan. Wahyu 18 : 24 menyinari masalah ini sebagai berikut: &#8220;Dan didalamnya (perempuan itu) terdapat darah dari <strong><em>para nabi<\/em><\/strong><em>, <\/em>dan darah <strong><em>orang-orang suci<\/em><\/strong><em>, <\/em>serta darah dari <strong><em>semua<\/em><\/strong> orang yang mati dibunuh di bumi.&#8221; Firman Allah yang suci menyatakan bahwa &#8220;perempuan&#8221; itu bersalah atas darah semua orang yang mati sahid sepanjang segala zaman. Oleh sebab itu, &#8220;perempuan&#8221; itu mabuk dengan darah Habil, dan demikianlah darah &#8220;semua&#8221; orang yang mati sahid terdapat didalamnya; membuktikan bahwa kain adalah langganannya yang pertama yang mempersembahkan suatu korban yang palsu (ajaran palsu), dan karena membunuh adiknya.<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Ada banyak orang yang disebut Kristen, yang seperti kain mengatakan, bahwa &#8220;Itu tidak ada apa-apa bedanya; semua perkara sama saja baiknya.&#8221; Tetapi Allah tidak mau menerima sesuatu penggantian apapun dan Allah tidak mau menerima agama ciptaan manusia apapun. Apa yang diciptakan oleh kepandaian manusia ialah kebenaran manusia, bukan kebenaran Kristus. Oleh sebab itu, itu adalah suatu kekejian pada pemandangan Allah. Sifat akhlak penurutan manusia kepada tuntutan-tuntutan ilahi terus menjadi lemah, dan kecenderungan-kecenderungan dosa menjadi kuat dari generasi ke generasi, alam kemanusiaan tidak dapat menjadi lebih baik pada waktu sekarang ini dari pada sewaktu para murid dulu bertanya kepada Yesus: &#8220;Tahukah Rabi, bahwa orang-orang Parisi itu sakit hati, setelah mereka mendengar perkataan ini?&#8221; Orang-orang yang disebut Kristen, seperti halnya orang-orang Parisi itu, menjadi sakit hati apabila kepada mereka ditunjukkan kesalahan-kesalahannya, dan ditegor karena dosa-dosanya. &#8220;Tetapi jawab-Nya sambil mengatakan: &#8216;Setiap tanaman yang tiada ditanam oleh BapaKu di sorga, ia itu akan dicabut. Biarkanlah mereka itu. Mereka itu pemimpin-pemimpin buta yang berasal dari orang buta. Jikalau orang buta memimpin orang buta, keduanya akan jatuh ke dalam lubang.&#8221; (Matius 15 : 12 &#8211; 14).<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">&#8220;Dan pada dahi perempuan itu tertulis suatu nama, yaitu <strong><em>Rahasia, Babil yang Besar, Ibu dari segala Sundal dan<\/em> <em>Kekejian-Kekejian di Bumi.<\/em><\/strong><em>&#8221; <\/em>Wahyu 17 : 5. Perempuan yang menunggangi binatang itu ialah Ibu. Tujuh kepala di atas binatang itu melambangkan anak-anak gadisnya (Segala Sundal Itu). Katholikisme ialah gadisnya yang pertama di dalam simbol ini, dan karena Protestantisme muncul dari Katholikisme, maka Protestantisme murtad yang terdapat dalam sekian banyaknya sekte-sekte agama yang ada, merekapun adalah anak-anak gadisnya. Atau dapat juga dikatakan, bahwa &#8220;perempuan&#8221; itu ialah ibu dari Katholikisme dan Katholikisme ialah ibu dari Protestantisme. Pewahyu mengatakan: &#8220;Aku tampak seorang perempuan duduk diatas seekor binatang merah kirmizi, yang <strong><em>penuh<\/em><\/strong> dengan <strong><em>nama-nama<\/em><\/strong> hojat (Ayat 3). Dengan demikian angka bilangan dari <em>&#8220;<strong>kepala-kepala, dan &#8220;penuh dengan nama-nama<\/strong>,<\/em>&#8221; adalah meliputi juga semua pasilan (offshoots) yang muncul keluar dari Protestantisme dan Katholikisme. Kalau saja tidak ada sebutan &#8220;penuh dengan nama-nama,&#8221; yang lebih dari tujuh, dan sebutan &#8220;merah kirmizi&#8221; yang menunjukkan bahwa umat Allah telah dipanggil keluar dari padanya, yang oleh karenanya, <em>&#8220;<strong>merah kirmizi<\/strong>&#8220;<\/em> &#8211; <strong><em>tersaring<\/em><\/strong> dibawah kutukan siap untuk binasa, maka angka bilangan Alkitab &#8220;tujuh kepala,&#8221; sudah akan meliputi juga orang-orang yang sedang membawa pekabaran Allah seperti dalam masa periode binatang yang menyerupai harimau kumbang dari Wahyu 13 : 1, pada waktu luka parahnya itu <strong><em>sembuh<\/em><\/strong><em>. <\/em>Oleh sebab itu, sudah tidak akan lagi dijinkan kepada sidang yang <em>&#8220;<strong>memeliharakan perintah-perintah<\/strong><\/em><strong> <em>Allah dan Iman Yesus,<\/em><\/strong> &#8221; lalu dengan demikian sudah akan bertentangan terhadap Firman berikut ini: &#8220;Maka naiklah amarah naga akan perempuan itu (sidang Allah), lalu pergi berperang dengan benih perempuan itu yang lagi tinggal (Israel yang benar mereka yang 144.000 itu), yang memeliharakan perintah-perintah Allah, dan yang memiliki kesaksian Yesus Kristus.&#8221; (Wahyu 12 : 17).<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: left; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt; text-autospace: none;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><span style=\"font-family: tahoma,geneva,sans-serif;\">Allah tidak pernah memiliki lebih dari satu pergerakan dalam suatu masa yang sama dan tidak akan mungkin terjadi sebaliknya sekarang, karena Kristus tidak dapat dibagi-bagi (Lihat 1 Korinthi 1 : 13). Sidang Allah jelas ditandai pada setiap generasi oleh penurutannya kepada kebenaran sekarang. Faktanya sendiri akan membuktikan kebenaran pernyataan ini karena hanya ada satu sidang dalam masa periode binatang itu yang memiliki &#8220;Roh Nubuatan&#8221; dan keseluruhan perintah itu seperti yang ditulis oleh jari Allah. Yesus mengatakan: &#8220;Sebab itu barangsiapa merombak salah satu dari perintah-perintah yang tersedikit ini, dan mengajarkan demikian kepada orang lain, ia akan disebut yang terkecil di dalam kerajaan sorga; tetapi barangsiapa yang mematuhi dan mengajarkan semuanya, ia akan disebut besar di dalam kerajaan sorga.&#8221; (Matius 5 : 19). Prinsip Ilahi inilah yang akan membagi dunia ke dalam dua kelas saja &#8211; yaitu perintah-perintah Allah dan tradisi-tradisi manusia. Maka dihadapannya akan berhimpun segala bangsa; dan ia akan memisahkan mereka itu satu dari yang lainnya, seperti seorang gembala memisahkan domba-dombanya dari pada kambing-kambing. Maka ia akan menempatkan domba-domba itu pada sebelah kanannya, tetapi kambing-kambing itu pada sebelah kirinya.&#8221; (Matius 25 : 32, 33).<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p align=\"center\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><a href=\"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/buku\/download\/PEREMPUAN ITU DUDUK.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tongkat-gembala.org\/images\/download-pdf.png\" alt=\"\" width=\"215\" height=\"60\" border=\"0\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"5047\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;403&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PEREMPUAN ITU DUDUK DI ATAS &#8220;BINATANG&#8221;, &#8220;KEPALA-KEPALA&#8221; DAN DI ATAS &#8220;BANYAK AIR&#8221; \u00a0 Wahyu pasal&hellip;<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p class=\"pvc_stats all \" data-element-id=\"5047\" style=\"font-size:12px\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> &nbsp;403&nbsp;total, &nbsp;1&nbsp;views today<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5047"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5047"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5047\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5048,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5047\/revisions\/5048"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5047"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5047"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tongkat-gembala.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5047"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}