|
Orang-Orang Israel Yang Sesungguhnya –
Bukan Orang-Orang Kapir
Siapapun saja yang telah bertobat menjadi Kristen, menyambut Kristus sebagai Juruselamat pribadinya, ia telah memiliki suatu pengalaman yang selengkapnya telah meruntuhkan dan telah merobah semua rencana dan harapannya yang semula, yaitu keseluruhan jalan kehidupannya. Ia telah menyangkal dunia berikut semua "kesenangan dosanya yang hanya sementara waktu itu" (Iberani 11 : 25), dan ia telah menjadi suatu makhluk kejadian baru dalam Kristus, dilahirkan kembali, menjadi pewaris kerajaan yang sesuai dengan perjanjian itu! Inilah yang Yesus maksudkan pada waktu Ia mengatakan kepada Nicodemus: "Engkau harus dilahirkan kembali." Dan Paulus, karena ingat akan pengalaman ini, ia mengatakan: "Jika kamu adalah milik Kristus, maka kamu adalah benih Ibrahim, dan pewaris-pewaris yang sesuai dengan perjanjian itu." Galati 3 : 29.
Oleh sebab itu, tanpa memandang apakah seseorang adalah Yahudi atau Kapir, ia tak mungkin memperoleh bagian di dalam kerajaan Kristus, terkecuali melalui kelahiran yang kedua kali, oleh mana ia akan menjadi salah satu dari benih Ibrahim. Namun demikian, perobahan kerohanian ini tidak akan menentukan identitas bangsa dan garis keturunan suku bangsa seseorang. Dengan kata lain, perobahan kerohanian itu tidak mungkin membuat seseorang menjadi orang Yehuda jika ia bukanlah keturunan dari Yehuda, atau pun membuatnya menjadi seorang Ephraim jika ia bukan keturunan dari Ephraim. Akibatnya, maka karena mereka yang 144.000 itu adalah anak-anak Yakub, mereka tidak mungkin berasal dari bangsa-bangsa Kapir. Oleh sebab itu, maka mereka terutama adalah dari garis keturunan Yakub, walaupun
|