Sebuah Kerajaan Besar



"Kerajaan sorga itu," demikian kata Kristus, "adalah diumpamakan dengan sebiji sesawi yang diambil orang lalu ditaburkannya di ladangnya. Sungguhpun itu adalah yang terkecil dari pada segala benih, namun apabila ia tumbuh, maka ia adalah yang terbesar di antara segala pokok sayur-sayuran, dan ia akan menjadi sebuah pohon sehingga burung-burung di udara datang dan hinggap pada segala dahannya." Matius 13 : 31, 32. "Namun demikian bilangan bani Israel akan kelak bagaikan pasir di pantai laut, yang tidak dapat diukur ataupun dihitung banyaknya; maka akan jadi kelak, bahwa di tempat di mana pernah dikatakan kepada mereka, 'Kamu bukanlah umat-Ku,' disanalah akan dikatakan kepada mereka, 'Kamulah anak-anak laki-laki dari Allah yang hidup." Hosea 1 : 10

Setelah mendengarkan ajaran-ajaran Kristus, kemudian menolaknya lalu menyalibkan Dia, maka bangsa Yahudi telah mendatangkan atas kepala mereka malapetaka yang telah diucapkan Allah atas mereka itu sewaktu oleh perantaraan nabi-Nya Ia mengatakan: "Kamu bukanlah umat-Ku, dan Aku tidak mau menjadi Allahmu," walaupun pada waktu yang sama dalam kemurahanNya yang besar, Ia telah meninggalkan janji yang tertulis sebagai berikut: "Di tempat di mana pernah dikatakan kepada mereka (Israel kuno), ‘Kamu bukanlah umat-Ku,' disanalah akan dikatakan kepada mereka (Israel kuno), 'Kamulah anak-anak laki-laki dari Allah yang hidup." (Lihat Rum 9 : 24 - 26).

Demikianlah, dengan gembira, maka umat yang sama itu, yaitu Israel dan Yehuda, yang pernah telah disingkirkan dan dicerai-beraikan, mereka kelak "pada hari "itu (sejarah kita sekarang) disambut kembali lalu "berhimpun bersama-sama, lalu diangkat oleh mereka sendiri seorang kepala, lalu mereka akan keluar dari tanah itu." Hosea 1 : 11.

Setelah tinggal "berhari-hari lamanya tanpa raja" (nasib mereka semenjak dari zaman perhambaan mereka di Babil sampai kepada hari ini), "maka bani Israel itu akan …….. pada akhirnya" (pada sesuatu masa yang akan datang) demikianlah kata Injil “ ........... kembali, lalu mencari Tuhan Allah mereka, dan Daud raja mereka; maka mereka akan takut akan Tuhan dan akan kebaikanNya di akhir zaman." Hosea 3 : 4, 5.

Tetapi karena Daud, raja dari Israel kuno itu, telah mati bertahun-tahun lamanya pada waktu nubuatan lnl dibuat, dan karena ini pun tidak akan pernah jadi, maka ia itu adalah contoh dari Daud yang akan datang.

Sesuai dengan itu, maka itu adalah mereka yang "takut akan Tuhan dan akan kebaikan-Nya (orang-orang Israel Kristen) di akhir zaman" (sejarah kita sekarang) yang akan mengangkat seorang "kepala" atau "raja" -- Daud contoh saingan itu.

(Bagi penyelidikan yang lengkap terhadap Hosea 1 dan 2, bacalah buku kecil kami yang berjudul, BERITA-BERITA TERAKHIR BAGI IBU)

Dari fakta-fakta yang jelas di dalam paragrap-paragrap terdahulu kita saksikan, bahwa bani Israel yang telah tercerai-berai dan tanpa raja selama "banyak hari" ini, mereka akan "kembali", bukan sebagai orang-orang Yahudi melainkan sebagai orang-orang Kristen. Penggabungan kembali kedua kerajaan kuno itu, yaitu Yehuda dan Israel  adalah dikemukakan dalam simbol