|
P E N D I D I K A N
POLA DAN KURIKULUM SEKOLAH
Objek Pendidikan Yang Sebenarnya
"Objek pendidikan yang sebenarnya ialah mengembalikan peta Allah di dalam jiwa. Pada mula pertama Allah menciptakan manusia di dalam kesamaan-Nya sendiri. la mengisinya dengan sifat-sifat yang mulia. Pikirannya adalah seimbang dengan sempurna, dan semua kemampuan dirinya adalah selaras.Tetapi kejatuhan dan akibat-akibatnya telah mengacaukan semua karunia ini. Dosa telah menodai dan hampir menghapuskan sama sekali peta Allah di dalam manusia. Adalah untuk mengembalikan peta Allah inilah sehingga rencana penyelamatan itu telah disusun, dan suatu kehidupan yang berasal dari karunia diberikan kepada manusia. Untuk membawanya kembali kepada kesempurnaan dalam mana ia pertama sekali telah dlciptakan, adalah tujuan kehidupan yang bssar, -- yaitu objek yang menggaris bawahi setiap objek yang lainnya. Inilah tugas para orangtua dan para guru, dalam pendidikan orang muda, untuk bekerja sama dengan maksud ilahl ; maka dengan berbuat demikian ini mereka adalah 'pekerja-pekerja yang bersama-sama dengan Allah.'
* * *
"'Takut akan Tuhan adalah permulaan dari pada hikmat kepintaran; dan pengetahuan terhadap Yang Suci ltu ialah pengertian.' Tugas kehidupan yang besar ialah pembangunan tabiat ; maka suatu pengenalan akan Allah adalah landasan dari pada semua pendidikan yang benar. Untuk memberikan pengetahuan ini, dan untuk mengubah tabiat sesuai dengannya, hendaklah merupakan objek dari pada tugas guru. Hukum Allah ialah sebuah pantulan dari pada tabiat-Nya. Oleh sebab itu pemazmur mengatakan : 'Semua hukum-hukum-Mu adalah benar ;' dan 'melalui perintah-perintah-Mu aku memperoleh pengertian." -- Patriarchs and Prophets, pp, 595, 596.
Latihan Bagi Orang Muda
Sejak Semula
"Di dalam undang-undang yang diberikan kepada Israel, petunjuk yang tegas telah diberikan mengenai pendidikan. Kepada Musa di gunung Sinai Allah telah mengungkapkan diriNya sebagai 'Allah yang pemurah dan pengampun, yang panjang sabar, dan yang berkelimpahan dalam kebaikan dan kebenaran.' Prinsip-prinsip ini, yang diwujudkan di dalam hukum-Nya, harus diajarkan oleh para bapa dan para ibu di Israel kepada anak-anak mereka, Musa melalui petunjuk ilahi menyatakan kepada mereka : 'Kata-kata ini, yang ku perintahkan kepadamu pada hari ini, harus berada di dalam hatimu ; maka kamu harus mengajarkannya dengan rajin kepada anak-anakmu, dan harus membicarakannva sewaktu engkau duduk di dalam rumahmu, dan sewaktu engkau berjalan-jalan di tepi jalan, dan sewaktu engkau berbaring, dan sewaktu enqkau bangun dari pada tidurmu." -- Education, p. 40.
"Tuhan sendiri mengarahkan pendidikan Israel. Penqawasannya tldak terbatas pada kepentingan-kepentingan agama mereka saja ; apapun yang mempengaruhi mental mereka atau kebahagiaan fisik mereka juga merupakan pokok dari pada pemeliharaan ilahi yang saksama, dan berada di dalam batas hukum ilahi.
Allah telah memerintahkan orang-orang lberani untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka semua tuntutan-Nya, dan supaya membuat mereka itu kenal dengan semua hubunganNya dengan para nenek-moyang mereka itu. Ini adalah salah satu kewajiban istimewa dari pada setiap orangtua, -- yaitu kewajiban yang tidak dapat didelegasikan kepada orang lain. Sebagai pengganti bibir-bibir yang asing,' maka hati bapa dan ibu yang mengasihi harus memberikan petunjuk kepada anak-anak mereka. Pemikiran-pemikiran Allah harus digabungkan dengan semua peristiwa hidup sehari-hari. Perbuatan-perbuatan Allah yang hebat perkasa dalam melepaskan umat-Nva, dan janji-janji dari hal Juruselamat yang akan datang, harus sering diceriterakan di dalam rumah-rumah tangga Israel ; dan penggunaan lambang-Iambang dan simbol-simbol yang membuat pelajaran-pelajaran yang diberikan lebih kuat tertanam di dalam ingatan. Kebenaran-kebenaran besar mengenai pemeliharaan Allah dan mengenai kehidupan yang akan datang terkesan di dalam pikiran muda. la itu dilatih untuk mellhat Allah yang sama dalam gambaran-gambaran alam dan kata-kata wahyu. Bintang-bintang di langit, pohon-pohon dan bunga-bunga di padang, gunung-gunung yang tinggi, bunyi riak selokan-selokan, - semuanya berbicara mengenai Khalik Pencipta. Upacara korban yang hikmah dan perbaktian di kaabah, dan ucapan-ucapan para nabi, adalah suatu wahyu dari Allah.
"Yang sedemikian inilah yang dilatihkan kepada Musa di bilik rumah yang sederhana di Goshen; yang dilatihkan kepada Samuel oleh Hannah yang setia itu ; yang dilatih Daud di bukit tempat tinggalnya di Bethlehem ; yang dilatih Daniel sebelum gambaran tentang tawanan yang telah memisahkannya dari rumah para nenek-moyangnya. Demikian ini juga, adalah kehidupan Kristus yang mula-mula di Nazareth ; latihan yang sedemikian inilah oleh mana budak Timotius telah belajar dari bibir 'neneknya Lois, dan ibunya Eunice: kebenaran-kebenaran dari Kitab Suci.
Sekolah-Sekolah Nabi-Nabi
"Penyediaan berikutnya dibuat untuk menjadi petunjuk bagi orang muda, oleh mendirikan sekolah-sekolah nabi-nabi. Jika seseorang muda ingin menyelidiki lebih dalam ke dalam kebenaran-kebenaran dari Firman Allah, dan berusaha mendapatkan hikmat kepintaran dari atas supaya ia dapat menjadi guru di Israel, maka sekolah-sekolah ini terbuka baginya. Sekolah-sekolah nabi-nabi ini didirikan oleh Samuel untuk melayani sebagai pagar yang membatasi penyelewengan yang menyebar luas, untuk menyediakan bagi kebahagiaan orang muda secara moral maupun secara rohani, dan untuk meningkatkan kemakmuran masa depan bangsa oleh melengkapinya dengan orang-orang yang mampu bertindak dalam takut akan Allah sebagai pemimpin-pemimpin dan penasehat-penasehat. Dalam melaksanakan tujuan ini Samuel telah mengumpulkan kelompokkelompok orang-orang muda yang setia, cerdas, dan rajin. Mereka ini disebut putera-putera dari para nabi. Karena mereka berhubungan erat dengan Allah, dan menyelidiki Firman-Nya dan segala perbuatan-Nya, maka hikmat kepintaran dari atas dipertambahkan kepada berkat-berkat alamiah mereka. Para pelatih adalah orang-orang yang bukan hanya faham dan terlatih dalam kebenaran ilahi, melainkan juga orang-orang yang telah menikmati hubungan erat dengan Allah, dan yang telah menerima berkat istimewa dari Roh-Nya. Mereka menikmati penghargaan dan kepercayaan dari orang banyak itu baik karena terpelajarnya maupun karena kesetiaannya.
"Di zaman Samuel ada terdapat dua buah sekolah-sekolah ini, --- sebuah di Ramah, rumah tempat tinggal nabi ltu, dan yang lainnya di Kirjathjearim, dimana peti perjanjian dahulu berada. Yang lain-Iainnya didirikan di masa-masa kemudian.
* * *
"Pokok-pokok penyelidikan yang terutama di dalam sekolah-sekolah ini adalah hukum Allah, berikut petunjuk-petunjuk yang diberikan kepada Musa, sejarah yang suci, musik yang suci, dan sajak-sajak. Cara memberi petunjuk adalah jauh berbeda dari pada apa yang terdapat di dalam sekolah-sekolah theologia zaman ini, dari mana banyak mahasiswa tammat dengan pengetahuan akan Allah dan kebenaran agama yang kurang realistis dari pada sewaktu mereka masuk. Di dalam sekolah-sekolah zaman dahulu itu objek terbesar dari semua penyelidikan adalah mempelalari. kehendak Allah. dan' kewajiban manusia kepadaNya. Di dalam catatan-catatan sejarah yang suci dapat diikuti langkah-Iangkah dari Yehovah. Kebenaran-kebenaran besar yang dikemukakan oleh contoh-contoh disajikan ke depan, lalu iman memegang objek inti dari pada keseluruhan sistem itu, - yaitu Anak Domba Allah yang akan membuang dosa dunia ini,
"Suatu roh curahan perhatian telah dihargai. Bukan saja para siswa diajarkan kewajiban berdoa, tetapi mereka diajarkan juga bagaimana berdoa, bagaimana mendekati Khalik mereka, bagaimana melatih iman dalam Dia, dan bagaimana memahami dan mematuhi ajaran-ajaran dari Roh-Nya. Orang-orang pandai yang disucikan mengeluarkan dari rumah perbendaharaan Allah, perkara-perkara yang baru maupun lama, dan Roh Allah dimanifestasikan di dalam nubuatan dan nyanyian yang suci.
* * *
"Para siswa dari sekolah-sekolah ini menunjang dirinya oleh usaha mereka sendiri dalam mengolah tanah atau dalam sesuatu pekerjaan mekhanis. Di Israel ini tidak dianggap aneh atau rendah derajat ; sesungguhnya, adalah dianggap kejahatan membiarkan anak-anak bertumbuh dengan bodoh terhadap pekerjaan yang berguna. Oleh perintah Allah, setiap anak diajarkan sebagian pengetahuan berdagang, walaupun ia akan dididik bagi jabatan pekerjaan yang suci. Banyak dari guru-guru agama menunjang dirinya oleh usaha tangan. Bahkan demikian itu kemudian di zaman rasul-rasul, Paulus dan Aquila tidak kurang dihormati karena mereka memperoleh hidup dari usaha memperdagangkan tenda-tenda yang dibuatnya." – Patriarchs and Prophets, pp. 592 - 594.
* * *
"Latihan fisik maupun latihan agama yang dipraktikkan di sekolah-sekolah orang Iberani itu dapat dipelajari dengan bermanfaat, Nilai dari latihan yang sedemikian ini adalah tidak disukai. Ada suatu hubungan erat di antara pikiran dan tubuh, maka untuk rnencapai suatu standard moral dan hasil kepandaian yang tinggi, hukum-hukum yang mengontrol keadaan fisik kita harus dipatuhi. Untuk mendapatkan suatu tabiat yang kuat dan seimbang, maka baik kemampuan-kemampuan mental maupun fisik harus dilatih dan dikembangkan. Penyelidikan apakah yang dapat lebih penting bagi orang muda dari pada apa yang menangani organisme yang indah ini yang telah Allah berikan kepada kita, dan mengenai hukum-hukum oleh mana ia itu mungkin dapat dipelihara dalam kesehatan?
"Dan sekarang, seperti halnya di zaman Israel d ahulu, setiap orang muda harus diberi petunjuk dalam kewajiban-kewajiban hidup yang praktis. Masing-masing harusmemperoleh pengetahuan dari sesuatu cabang pekerjaan tangan oleh mana, jika diperlukan, ia boleh memperoleh nafkah dari padanya. Ini adalah penting bukan saia sebagai pengaman menghadapi perobahanperobahan hidup, melainkan juga dari akibatnya terhadap fisik, mental, dan perkembangan moral. Bahkan sekiranya adalah pasti bahwa seseorang sama sekali tidak akan memerlukan melatih diri pada pekerjaan tangan bagi tunjangan hidupnya, namun ia masih harus diajarkan untuk bekerja. Tanpa latihan fisik maka tidak seorang pun dapat memiliki suatu susunan tubuh yang sehat dan kesehatan yang kuat ; dan disipline pekerjaan yang teratur adalah tidak kurang pentingnya bagi mendapatkan suatu pikiran yang kuat dan aktif dan suatu tabiat yang mulia.
"Setiap siswa harus menggunakan sebagian dari setiap hari untuk bekerja yang aktif. Dengan demikian kebiasaan-kebiasaan rajin dan tekun dapat dibentuk, dan suatu roh percaya diri sendiridapat ditanamkan, sementara itu pemuda dapat dilindungi dari banyak kejahatan dan perbuatan-perbuatan yang rendah yang seringkali merupakan akibat dari pada pengangguran. Dan ini semuanya adalah sejalan dengan tujuan utama pendidikan ; karena dalam mendorong kegiatan, kerajinan, dan kemurnian, kita akan masuk ke dalam keharmonisan dengan Khalik Pencipta." -- Patriarchs and Prophets, p. 601.
"Mengerjakan tanah adalah salah satu dari jenis-jenis pekerjaan yang terbaik, yang mengundang semua otot untuk aktif dan merigistirahatkan pikiran. Belajar dalam bidang-bidang pertanian merupakan pendidikan dari A, B, dan C, yang harus diberikan di sekolah-sekolah kita. Ini adalah pekerjaan yang pertama sekali yang harus diikutl. Sekolah-sekolah kita tidak boleh bergantung pada hasil-hasil yang diimport, karena gandum dan sayur-sayuran dan buah-buahan adalah penting sekali baqi kesehatan. Orang-orang muda kita memerlukan suatu pendidikan dalam rnenebanq kayu dan mengolah tanah sama seperti halnya dalam bidang-bidang bacaan buku-buku. Guru-guru yang berbeda-beda harus ditunjuk untuk mengawasi sejumlah siswa pada pekerjaan mereka, dan harus bekerja bersama-sama dengan mereka. Dengan demikian para guru itu sendiri akan belajar memikul tanggung jawab-tanggung jawab sebagai para pelaksana. Para siswa yang pantas pun harus dalam cara ini dididik untuk memikul tanggung jawab-tanggung jawab, dan untuk menjadi pekerja-pekerja bersama-sama dengan guru-guru. Semua mereka harus saling memberi nasehat mencarikan metode-metode yang terbaik untuk meneruskan pekerjaan.
* * *
"Latihan yang rnembiasakan tangan menjadi bermanfaat, dan yang melatih orang muda untuk memikul bagian beban-beban hidup mereka, memberikan kekuatan fisik dan mengembangkan setiap kemampuan. Semua orang harus mencarikan sesuatu untuk diperbuat yang dapat bermanfaat bagi dirinya dan membantu bagi orang-orang lain. Allah telah menentukan pekerjaan sebagai suatu berkat, maka hanya pekerja yang rajin akan menemukan kemuliaan yang sejati dan kegembiraan hidup.
"Otak dan otot harus dibebani dengan seimbang, jika kesehatan dan kekuatan hendak dipertahankan. Pemuda kemudian dapat membawa kepada penyelidikan Firman Allah daya tangkap yang sehat dan syarat-syarat yang seimbang. Mereka akan memiliki pemikiran-pemikiran yang sehat, dan dapat mempertahankan perkara-perkara yang bernilai yang didatangkan dari Firman. Mereka akan mencernakan kebenaran-kebenarannya, dan sebagai hasilnya mereka akan memiliki kemampuan otak untuk melihat apa artinya kebenaran. Kemudian, karena kesernpatan menghendaki, maka mereka akan dapat memberikan kepada setiap orang yang bertanyakan alasan harapan yang ada di dalam diri mereka dengan lemah lembut dan takut." -- Testimonies, Vol. 6, pp, 179, 180.
Alkitab Dan Alam Sebagai Buku
Buku Pelajaran
"Sebagai suatu kekuatan mendidik, maka Alkitab tidak dapat ditandingi. Di dalam Firman Allah pikiran menemukan pokok bagi pemikiran yang terdalarn, yaitu cita-clta yang tertinggi. Alkitab adalah sejarah yang sangat bersifat petunjuk yang dimiliki manusia. la itu secara segar berasal dari sumber kebenaran yang kekal, dan suatu tangan ilahi telah mempertahankan keaslian kemurniannya sepanjang segala abad lamanya. la menerangi masa lampau yang sangat jauh, dimana usaha-usaha penyelidikan manusia gagal menembusinya. Di dalam Firman Allah kita memandang pada kuasa yang telah meletakkan landasan bumi dan yang telah membentangkan segala langit. Hanya disinilah dapat kita menemukan sebuah sejarah dari hal keturunan kita yang tidak tercemar oleh keragu-raguan manusia atau ·kesombongannya. Di sinilah tercatat peperangan-peperangan, kekalahan-kekalahan, dan kemenangan-kemenangan dari orang-orang terbesar yang pernah dikenal di dunia ini. Di sinilah persoalan-persoalan besar mengenai kewajiban dan nasib diungkapkan. Tirai yang memisahkan dunia yang tampak dan dunia yang tak dapat dilihat diangkat, maka kita memandang pertikaian kekuatan-kekuatan yang saling bersaing di antara baik dan jahat, semenjak dari pertama dosa masuk sampai kepada keberhasilan yang benar yang terakhir dan kebenaran ; dan segala-galanya itu hanyalah suatu ungkapan dari pada tabiat Allah. Dalam renungan hormat terhadap kebenaran-kebenaran yang disajikan di dalam Firman-Nya, pikiran siswa akan dibawa kedalam hubungan erat dengan pikiran yang tak terbatas itu. Suatu penyelidikan yang sedemikian ini bukan saja akan rnernperhalus dan mempermuIiakan tabiat, namun ia tidak mungkin gagal untuk mengembangkan dan menguatkan kemampuan-kemampuan mental.
Ajaran Alkitab memberikan suatu sikap pentinq pada kemakmuran manusia dalam semua hubunqan hidup ini. la mengungkapkan prlnsip-prinsip yang merupakan batu penjuru bagi sesuatu kemakrnuran banqsa, -- yaitu prinsip-prinsip dengan mana terikat kesejahteraan masvarakat, dan yang merupakan pelindung bagi keluarqa, -- yaitu prinsip-prinsip, yang tanpa berlandaskannya, maka tidak seorangpun dapat memperoleh manfaat, kebahagiaan, dan hormat dalam hidup ini, atau pun dapat berharap untuk mendapatkan hidup kekal hari depan. Tidak ada kedudukan dalam hidup, tidak ada tahap pengalaman manusia, untuk mana ajaran Alkitab tidak akan merupakan persiapan yang penting baginya. Dengan dipelajari dan dipatuhi, maka Firman Allah akan memberikan kepada dunia manusia-manusia yang memiliki kecerdasan yang lebih kuat dan lebih aktif dari pada yang dapat diberikan oleh penerapan yang ketat pada semua pokok yang dirangkul oleh falsafah manusia. la itu akan memberikan manusia-manusia yang bertabiat kuat dan kukuh, yang memiliki penglihatan yang tajam dan penilaian yang sehat, yaitu orang-orang yang akan menjadi suatu kehormatan bagi Allah dan suatu berkat bagi dunia.
"Dalam penyelidikan ilmu-ilmu pengetahuanpun, kita akan memperoleh suatu pengetahuan tentang Khalik Pencipta. Semua ilmu pengetahuan yang benar adalah hanya suatu interpretasi tulisan tangan Allah di dalam dunia materi. llmu pengetahuan membawakan dari hasil penyelidikannya hanya kenyataan-kenyataan yang segar dari hikmat dan kuasa Allah. Jika difahami dengan tepat, maka baik buku alam maupun firman tertulis akan membuat kita kenal dengan Allah dengan cara mengajarkan kepada kita sesuatu mengenai hukum-hukum yang bijaksana dan bermanfaat melalui mana lA bekerja.
"Siswa harus dibimbing untuk melihat Allah di dalam semua perbuatan ciptaan-Nva. Para guru harus meniru teladan Guru Yang Besar itu, dari gambaran gambaran alamiah yang biasa mereka harus menarik ilustrasi-ilustrasi yang menyederhanakan ajaran-ajaran-Nva, latu menanamkan kesan ajaran-ajaran itu lebih dalam pada pikiran para pendengar-Nya. Burung-burung yang berkicau di dalam cabang-cabang yang rimbun, bunqa-bunqa di lembah-Iembah, pohon-pohon yang tinggi, tanah-tanah yang subur, biji-bijian yang muncul keluar, tanah-tanah tandus, penempatan matahari yang menyepuh segala langit dengan sorotan cahaya keemasan, -- sekaliannya berfungsi sebagai pemberi petunjuk. la mengaitkan perbuatan-perbuatan Khalik Pencipta yang terlihat dengan kata-kata kehidupan yang diucapkan-Nva., bahwa kapan saja objek-oblek ini disajikan ke hadapan mata para pendengar-Nya, maka pemikiran-pemikiran mereka dapat kembali kepada pelajaran-pelajaran kebenaran yang telah dirangkaikan-Nya dengan objek-objek itu." --- Patriarchs and Prophets, pp. 596, 599.
"Tuhan mengharapkan dari para guru kita untuk menyingkirkan dari sekolah-sekolah kita buku-buku yang mengajarkan perasaan-perasaan yang tidak sesuai dengan Firman-Nva, dan supaya memberikan ternpat bagi buku-buku yang bernilai tertinggi." -- Fundamentals of Christian Education, p, 517.
Persyaratan-Persyaratan Dan
Kewajiban-Kewajiban Para Guru
"Dalam memilih guru kita harus menggunakan setiap tindakan pencegahan, mengingat bahwa ini adalah sama pentingnya dengan memilih orang-orang bagi jabatan kependetaan. Orang-orang yang bijaksana yang dapat meneliti tabiat harus melaksanakan pemilihan itu ; karena talenta yang terbaik yang dapat terjamin adalah diperlukan untuk mendidik dan membentuk pikiran-pikiran orang muda, dan untuk meneruskan dengan berhasil banyak bidang pekerjaan yang akan perlu dilakukan oleh guru di sekolah-sekolah gereja kita. Jangan sekali orang yang berpandangan picik atau sempit ditempatkan mengawasi satupun dari sekolah-sekolah ini. Jangan menempatkan guru-guru yang berusia muda dan tidak berpengalaman yang sama sekali belum memiliki kemampuan memimpin untuk menguasai anak-anak; karena segala usaha mereka itu akan cenderung memecahkan persekutuan anak-anak itu. Tata-tertib adaiah hukum sorqa yang terutama, maka setiap sekolah dalam hal ini harus menjadi sebuah model dari sorga." -- Testimonies, vol. 6, pp. 200, 201.
"Talenta pelayanan pendeta yang terbaik harus digunakan dalam mengajarkan Alkitab di sekolah-sekolah kita. Mereka yang terpilih bagi tugas ini perlu menjadi siswa-siswa Alkitab yang menyeluruh, dan memiliki pengalaman Kristen yang mendalam ; dan gaji mereka harus dibayar dari uang perpuluhan." Testimonies, Vol. 6, pp, 134, 135.
"Sebelum seseorang dipersiapkan untuk menjadi guru yang mengajarkan kebenaran kepada orang-orang yang berada dalam kegelapan, ia harus menjadi seorang pelajar. la harus rela untuk diberi nasehat. la tidak dapat menaruh kakinya pada anak tangga kemajuan yang ketiga, keempat, atau kelima sebelum ia memulai pada anak tangga yang pertama. Banyak orang merasa bahwa mereka adalah cocok bagi tuqas ini padahal mereka hampir-hampir tidak mengetahui apapun dari halnya. Jika orang-orang yang sedemikian ini diijlnkan mulai bekerja dalam keyakinan dirinya sendiri, maka mereka akan gagal menerirna pengetahuan itu, yang mana adalah kesempatan mereka untuk memperolehnya, maka mereka pada akhirnva akan bergumul dengan banyak kesulitan untuk mana mereka sama sekali belum siap." -- Fundamentals of Christian Education, p, 107.
Kebiasaan-kebiasaan dan prlnslp-prinsip pokok seorang guru harus dipertimbangkan sebagai yang lebih besar pentingnya dari pada kemampuan-kemampuannya yang nyata. Jika ia adalah seorang Kristen yang jujur, maka ia akan merasa perlu menaruh perhatian yang sama pada pendidikan jasmani, mental, moral, dan kerohanian para siswanya. Untuk menggunakan pengaruh yang tepat ia harus menguasai dirinya sendiri dengan sempurna, dan hatinya sendiri harus dengan Iimpah dikaruniai dengan kasih sayang terhadap anak-anak didiknya, yang akan terlihat dalam air mukanya, kata-katanva, dan tindakan-tindakannya. la harus memiliki keteguhan tabiat, dan kemudian dapatlah ia membentuk pikiran-pikiran . dari para siswanya serta mengajarkan mereka pada ilmu-ilmu pengetahuan. Pendidikan orang muda yang mula-mula sekali pada umumnya akan membentuk tabiat mereka untuk hidup. Barangsiapa yang menangani orang muda hendaknya sanqat berhati-hati untuk mengundang keluar kwalitas-kwalitas pikiran, supava mereka dapat mengetahui dengan lebih baik bagaimana mengendalikan kemampuan-kemampuan pikirannya, sehingga mereka dapat dilatih kepada hal-hal yang terbaik." -- Fundamentals of Christian Education, p, 19.
"Seseorang mungkin memiliki pendidikan dan pengetahuan yang cukup dalam ilmu untuk mengajar ; namun apakah itu sudah tentu bahwa ia memiliki kebijakan dan kepintaran untuk menangani pikiran-pikiran manusia? Jika para pendidik belum memiliki kasih Kristus yang menetap di dalarn hatinya, maka mereka belum pantas untuk dibawa berhubungan dengan anak-anak dan untuk memikul tanggung jawab-tanggung jawab besar yang dilimpahkan ke atas mereka, untuk mendidik anak-anak dan orang-orang muda ini. Mereka masih belum memiliki pendidikan dan latihan yang lebih tinggi di dalam dlrlnva, dan mereka belum tahu bagaimana untuk menangani pikiran-pikiran manusia. Masih ada roh keras hatinva sendiri, yaitu hati alamiah yang sedang berjuang untuk berkuasa, maka menundukkan pikiran-pikiran dan tabiat-tablat plastik anak-anak kepada suatu disiplin yang sedemikian ini, adalah sama dengan meninggalkan goresan-goresan dan luka pada pikiran yang tidak akan pernah dapat dihapus," -- Fundamentals of Christian Education, pp. 260, 261.
"Menempatkan guru-guru yang sombong dan tidak mengasihi memimpin anak-anak muda adalah kejahatan, Seseorang guru yang dicap sedemikian ini akan banyak merusak bagi anak-anak yang sedang berkembang tabiat dengan cepatnya. Jika para guru tidak berserah diri kepada Allah, jika mereka tidak memiliki kasih sayang terhadap anak-anak yang mereka pirnpin, atau jika mereka menunjukkan pilih kasih bagi anak-anak yang menyenangi kesukaan mereka, dan mengacuhkan mereka yang kurang tertarik kepada kesukaannya, atau kepada anak-anak yang gelisah dan gugup, rnaka mereka ini tidak boleh dipekerjakan ; sebab hasil pekerjaannya akan menjadi kerugian jiwa-jiwa bagi Kristus.
"Guru-guru adalah diperlukan, terutama bagi anak-anak, diperlukan guru-guru yang tenang dan baik hati, yang memanifestasikan sabar dan kasih sayang bagi anak-anak yang sangat memerlukannya. Yesus mencintai anak-anak ; la menganggap mereka sebagai anggota-anggota keluarga Tuhan yang lebih muda. la selalu melayani mereka dengan sopan santun dan penghargaan, maka para guru harus mengikuti teladan-Nya. Mereka harus memiliki roh missionaris yang benar ; karena anak-anak akan dilatih untuk rnenjadi missionaris. Mereka harus merasa bahwa Tuhan telah mempercayakan kepada mereka jiwa-jiwa dari anak-anak dan orang muda sebaqai sesuatu yang penting. Sekolah-sekolah gereja kita memerlukan guru-guru yang memiliki kwalitas-kwalitas moral yang tinggi ; yaitu mereka yang dapat dipercaya; mereka yang sehat imannya, dan yang bijaksana dan sabar ; yaitu mereka yang berjalan bersama-sama dengan Allah, dan yang menjauhkan diri dari segala sesuatu yang terlihat jahat. Dalam pekerjaan mereka mereka akan menemukan awan-awan. Akan terdapat awan-awan dan kegelapan, angin-angin ribut dan topan-topan, syakwasangka, yang akan dihadapi dari para orangtua yang memiliki persangkaan-persangkaan yang tldak benar mengenai tabiat-tabiat yang akan dibentuk oleh anak-anak mereka ; karena ada banyak orang yang menyatakan percava Alkitab, tetapi mereka lalai membawakan prinsip-prlnsipnya ke dalam kehidupan rumah tangga. Tetapi jika para guru adalah pelajar-pelajar yang setia di dalam sekolah Kristus, maka keadaan-keadaan yang sedemikian ini tidak akan pernah dapat menang atas mereka." -- Testimonies, Vol. 6, pp, 200, 201.
"Kewajiban-kewajiban guru adalah berat dan suci, namun tidak satupun bagian pekerjaan itu yang lebih penting dari pada mengawasi orang muda dengan lemah lembut, perhatian yang penuh kasih, sehingga dapat mereka merasa bahwa kita berkawan dengan mereka. Sekali berhasil memenangkan kepercayaan mereka, maka engkau akan dapat memimpin mereka, mengontrol mereka, dan melatih mereka dengan mudah. Motif-motif yang suci dari prinsip-prinsip Kristen kita harus dibawa masuk ke dalam kehidupan kita. Penyelamatan siswa-siswa kita adalah kepentingan yang tertinggi yang dipercayakan kepada guru yang takut akan Allah. la adalah pekerja milik Kristus, rnaka usahanya yang terutama dan pasti seharusnya menyelamatkan jiwa-jiwa dari kebinasaan dan memenangkan mereka bagi Yesus Kristus. Allah akan menuntut hal ini dari tangan para guru. Masing-rnasing harus mengendalikan suatu kehidupan yang setia, yang bersih, yang berusaha dengan ·keras dalam melaksanakan setiap tugas. Jika hati terus bercahaya dengan kasih Allah, maka akan terdapat kasih sayang yang murni, yang adalah penting ; doa-doa akan menjadi bersungguh·sungguh, dan amaran-amaran yang setia akan diberikan. Melalaikan ini semuanya, maka jiwa-jiwa yang berada di bawah pengawasanmu akan berbahava, Lebih baik menghabiskan sedikit saja waktu dalam pembicaraan-pembicaraan yang panjang-panjang, atau dalam mendalami penyelidikan, lalu menangani tugas-tugas yang ditinggalkan ini." -- Fundamentals of Christian Education, pp, 116, 117.
"Allah menghendaki para guru di dalam sekolah-sekolah kita menjadi tepat-guna. Jika mereka maju dalam pengertian kerohanian, maka mereka akan merasakan bahwa adalah penting agar mereka jangan hampa dalam pengetahuan ilmu-ilmu pengetahuan. Kesetiaan dan pengalaman agama terletak pada landasan yang sesungguhnya dari pendidikan yang benar. Namun jangan seorang pun mengira bahwa dengan memiliki kesungguhan dalam masalah-masalah agama sudah merupakan segala-galanya yang penting untuk menjadi pendidik-pendidik. Sementara mereka memerlukan kesetiaan yang tidak sedikit, mereka juga memerlukan pengenalan yang menyeluruh terhadap ilmu-ilmu pengetahuan. Ini akan membuat mereka bukan saja menjadi baik, menjadi orang-orang Kristen yang praktis, melainkan juga akan memungkinkan mereka untuk mendidik orang-orang muda, dan pada waktu yang sama mereka akan memperoleh kepintaran sorga untuk memimpin mereka kepada sumber segala air hidup, la adalah seorang Kristen yang bercita-cita mencapai pegangan yang tertinggi baqi maksud membuat orang-orang lain menjadi balk. Pengetahuan yang bercampur secara selaras dengan tabiat Kristus akan membuat seseorang benar-benar menjadi terang bagi dunia." -- Fundamentals of Christian Education, p, 119.
"Semua orang yang mengajar di dalam sekolah-sekolah kita harus memiliki suatu hubungan erat dengan Allah, dan suatu pengertian akan Firman-Nya yang menyeluruh, supava mereka mampu membawakan kepintaran dan pengetahuan ilahi ke dalam tugas mendidik orang-orang muda bagi kegunaan dalam hidup ini, dan bagi kehidupan kekal yang akan datang. Mereka harus menjadi orang-orang laki-Iaki dan wanita yang bukan saja memiliki pengetahuan kebenaran, melainkan juga yang menjadi pelaksana-pelaksana firman Allah itu. 'Ada tertulis' harus terungkap dalam kata-kata mereka dan juga dari kehidupan mereka. Oleh praktik perbuatan mereka sendiri mereka harus mengajarkan kesederhanaan dan kebiasaan-kebiasaan yang bersih dalam segala perkara. Tidak seorang pria atau wanita pun boleh dipekerjakan di sekolah-sekolah kita sebagai pendidik sebelum ia memiliki pengalaman dalam mematuhi firman Tuhan." - Testimonies, vol. 6, p.153.
"Guru-guru di sekolah-sekolah kita memikul suatu tanggung jawab yang berat. Mereka harus sesuai dengan kata-kata dan sifat tabiat seperti yang mereka inginkan pada siswa-siswanva, -- yaitu laki-Iaki dan wanita yang takut akan Allah dan yang berbuat benar. Jika mereka sendiri sudah kenal dengan cara itu, maka mereka akan dapat melatih orang-orang muda untuk berjalan di dalamnya. Mereka tidak akan hanya mengajarkan kepada orang-orang muda itu dalam ilmu-ilmu pengetahuan, melainkan juga melatih mereka itu untuk memiliki kebebasan moral, untuk bekerja bagi Yesus, dan untuk memikul beban-beban karena nama-Nya." -- Fundamentals of Christian Education, p. 190.
"Orang-orang yang secara alamiah adalah suka rewel (cerewet). mudah kena hasutan, dan yang memiliki kebiasaan mengeritik, suka menyangka jahat, hendaklah mencari jenis pekerjaan lain supaya tidak kembali menghasilkan sesuatu sifat-sifat tabiat rnereka yang tidak ramah itu di dalam anak-anak dan orang rnuda, karena sekaliannya itu adalah terlalu mahal harqanya. Sorga melihat di dalam anak, laki-laki dan wanita yang belum berkembang, dengan kemampuan-kemampuan dan kuasa-kuasa yang, jika dipimpin dan dikembangkan dengan benar dengan kepintaran samawi, akan menjadi perantara-perantara manusia yang olehnya juga pengaruh-pengaruh ilahi dapat bekerja sama menjadi 'pekerja-pekerja bersama-sarna dengan Allah. Perkataan-perkataan yang tajam, dan celaan yang terus menerus akan membingungkan anak, tetapi tidak pernah dapat rnemperbaharuinya. Tinggalkanlah perkataan yang rendah itu : pertahankanlah rohmu sendiri di bawah disiplin kepada Yesus Kristus ; kemudian baharulah engkau belajar bagaimana menyayangi dan bersimpathi kepada orang-orang yang telah dihantarkan ke bawah pengaruhmu. Jangan memperlihatkan ketidak-sabaran dan kekasaran, karena jika anak-anak ini tidak memerlukan didikan, maka mereka tidak akan rnernbutuhkan manfaat-manfaat dari pada sekolah. Mereka harus dibawa naik tangga kernajuan dengan sabar, ramah, dan dalam kasih sayang, memanjat langkah demi langkah untuk rnendapatkan pengetahuan." -- Fundamentals of Christian Education, p, 263.
"Perlu ada guru-guru yang bijaksana, yang sadar akan kelemahan dan kekurangan dan dosa-dosanya sendiri, dan yang tidak mau bertindak secara menindas dan mengecilkan hati anak-anak dan orang muda. Diperlukan banyak berdoa, banyak iman, banyak tahan sabar dan keberanian, yang mana Tuhan siap untuk menganugerahkan. Karena Allah melihat setiap cobaan, maka suatu pengaruh yang indah dapat digunakan oleh para-guru jika mereka mau mempraktikkan ajaran-ajaran yang telah diberikan Kristus kepada mereka. Tetapi maukah guru-guru ini memikirkan ketidak-patuhannya sendiri, bahwa mereka membuat usaha-usaha yang sangat lemah untuk belajar di dalam sekolah Kristus dan lalai mempraktikkan kelemah-Iembutan dan kerendahan hati Kristus? Para guru itu sendiri harus patuh kepada Yesus Kristus, dan senantiasa mempraktikkan semua firmanNya, supaya mereka dapat membeberkan tabiat Yesus Kristus kepada para siswa. Hendaklah terangmu bercahaya dalam perbuatan-perbuatan yang baik, dalam menjaga dan mengawasi dengan setia kawanan domba-dornba itu, dengan sabar, dengan lemah lembut, dan kasih Yesus di dalam hatimu sendiri." – Fundamentals of Christian Education, p. 269.
"Hendaklah setiap guru yang menerima tanggung jawab mendidik anak-anak dan orang muda, memeriksa dirinya sendiri, dan mempelajari dengan saksama dari sebab sampai kepada akibatnya. Apakah kebenaran Allah menguasai jiwaku? Apakah kepintaran yang datang dari Yesus Kristus itu, yang sernula murnl, kemudian mendamaikan, ramah, dan mudah dirninta, penuh kemurahan dan buah-buah yang balk, tanpa pilih kasih dan tanpa kemunafikan, telah dimasukkan ke dalam tabiatku? Sementara sava berdiri dalam jabatan yang bertanggung jawab sebagai seorang pendidik, adakah saya memeliharakan prinsip bahwa buah kebenaran itu ditabur dalam damai oleh mereka yang berbuat kedamaian'? Kebenaran itu bukanlah dipegang untuk dipraktikkan bilamana kita merasa kebetulan menyukainya, melainkan pada segala waktu dan di segala tempat.
"Pikiran-pikiran yang seimbang dan tabiat-tabiat yang simetris adalah dipersyaratkan bagi guru-guru pada setiap bidang. Janganlah memberikan tuqas ini ke dalam tangan wanita-wanita muda dan pria-pria muda yang belum mengetahui bagaimana menangani pikiran-pikiran rnanusia." -- Fundamentals of Christian Education, p. 266.
"Tidak ada satu guru pun dapat melakukan tugas yang benar jika ia tidak ingat akan kekurangan-kekurangannya sendiri dan mengesampingkan dari penghitungannya semua rencana yang dapat melemahkan hidup kerohaniannya. Apabila para guru mau rela mengesampingkan dari pekerjaan mereka setiap perkara yang tidak penting bagi hidup kekal, maka mereka dapat disebut benar-benar sedang mengusahakan penyelamatan dirinya dengan takut dan gentar, dan sedang membangun dengan bijaksana bagi kekekalan yang akan dating.
"Sava diperintahkan untuk mengatakan bahwa sebaqian dari guru-guru kita adalah jauh ketinggalan dalam pengertian mengenai jenis pendidikan yang diperlukan bagi periode sejarah dunia sekarang ini. Ini bukanlah masanya bagi para siswa untuk menghimpunkan suatu kumpulan pengetahuan yang tidak mungkin dapat mereka bawa serta ke sekolah yang di atas. Marilah kita secara hati-hati membuang keluar dari cara penvelidikan kita semua yang dapat dikecualikan, supaya dapat kita memiliki cukup tempat di dalam pikiran para siswa itu untuk menanamkan benih-benih kebenaran. Petunjuk ini akan membawakan hasil bagi kehidupan yang kekal.
"Setiap guru harus menjadi pelajar setiap hari di dalam sekolah Kristus, supava jangan ia kehilangan kesadaran tentang apa yang membentuk kesempurnaan phisik, mental, dan moral yang sesungguhnya. Tidak seorangpun boleh menempatkan dirinya sebagai guru atas orang-orang lain, jika ia tidak senantiasa mengusahakan penyelamatannya sendiri dengan cara menerima dan memberikan suatu pendidikan apa-saja. Guru yang benar akan mendidik dirinya sendiri dalam keunggulan moral, sehingga oleh ajaran dan teladan dapatlah ia memimpin jiwa-jiwa memahami pelajaran-pelajaran dari Guru Yang Besar itu. Jangan menganjurkan siapapun juga untuk melakukan tugas mengajar jika ia akan puas dengan hanya suatu standar yang rendah. Tidak seorangpun pantas untuk mengajarkan rahasiarahasia ketuhanan yang luas sebelum Kristus terbentuk di dalam dirinya, yaitu harapan yang mulia itu.
"Setiap guru perlu menerima kebenaran dalam kasih dari prinsip-prinsipnya yang suci ; maka ia tidak mungkin lalai menggunakan suatu pengaruh yang akan menyucikan dan meninggikan. Guru yang jiwanya tertambat pada Kristus akan berbicara dan bertindak sebagai seorang Kristen. Seseorang yang sedemikian ini tidak akan mau puas sebelum kebenaran itu membersihkan kehidupannya dari setiap perkara yang tidak penting. la tidak akan mau puas jika pikirannya tidak dibentuk setiap hari oleh pengaruh-pengaruh dari Roh Allah. Kemudian Kristus dapat berbicara kepada hati, dan suara-Nya, yang mengatakan : 'Inilah jalan itu ; berjalanlah di dalamnya ‘, akan didengar dan dipatuhi.
"Guru yang memiliki pengertian yang benar tentang tugas pendidikan yang sesungguhnya, tidak mau menganggapnya cukup sekarang, lalu kemudian menunjuk begitu saja kepada Kristus. Dengan hatinya sendiri yang hangat dengan kasih Allah ia akan senantiasa menjunjung tinggi Manusia di Golgotha itu. Jiwanya sendiri diberkahi dengan Roh Allah, maka ia akan berusaha menambatkan perhatian para siswanya pada teladan, yaitu Yesus Kristus, yang terutama di antara sepuluh ribu, yaitu Dia yang juga indah itu.
* * *
"Ingatlah bahwa Tuhan akan rnenyambut sebagai guru hanya rnereka yang akan menjadi guru-guru injil. Suatu tanggung jawab besar berada pada orang-orang yang mencoba mengajarkan pekabaran injil yang terakhir. Mereka harus menjadi pekerja-pekerja bersama-sama dengan Allah dalam melatih pikiran rnanusia. Guru yang lalai mempertahankan standard Alkitab selalu di hadapannva akan kehilangan suatu kesempatan untuk menjadi pekerja bersama-sama dengan Allah dalam memberikan kepada pikiran bentukan yang penting bagi suatu tempat di dalam ruangan-ruangan sorqa." -- Fundamentals of Christian Education, pp, 525. 526, 527.
"Dia yang berdiri pada pimpinan sesuatu sekolah harus menaruh semua perhatiannya yang tak terbagi pada tugas menjadikan sekolah itu sesuai dengan yang direncanakan oleh Tuhan. Jika ia berambisi untuk naik lebih tinggi dan lebih tinggi lagi; jika yang dicapainya melebihi kebaikan-kebaikan nyata dari tugasnya, dan melebihi kesederhanaannya lalu mengabaikan 'prinsip-prinsip sorga yang sucl, maka hendaklah ia belajar dari pengalaman Musa bahwa Tuhan pasti akan menunjukkan kemarahan-Nya karena kegagalannya mencapai standard-standard yang telah ditetapkan di hadapannya.
"Terutama hendaklah kepala sesuatu sekolah mengikuti dengan teliti semua keuangan lembaga itu. la harus mengerti landasan prinsip-prinsip pembukuan. la harus melaporkan dengan setia penggunaan semua uang yang lewat melalui tangannya bagi keperluan sekolah. Dana-dana sekolah tidak boleh dipakai habis, tetapl setiap usaha harus dibuat untuk meningkatkan kegunaan dari pada sekolah. Orang-orang yang dipercayakan menangani managemen keuangan lembaga-Iembaga pendidikan kita, jangan sekali membiarkan kecerobohan dalarn perbelanjaan uang-uang. Setlap perkara yang berkaitan dengan keuangan-keuangan sekolah-sekolah kita harus lurus dengan sempurna. Jalan Tuhan harus diikuti dengan ketat, walaupun ini mungkin tidak selaras dengan jalan-jalan manusia.
"Bagi mereka yang bertugas mengawasi sekolah-sekolah kita, saya ingin mengatakan : Adakah anda sedang menjadikan Allah dan hukum-Nya sebagai kesenanganmu? Adakah prinsip-prinsip yang anda ikuti itu sehat dan murni dan tidak tercemar? Adakah anda sedang memeliharakan dirimu, dalam praktik hidup, di bawah pengawasan Allah? Adakah anda melihat perlunya mematuhi Dia dalam seqala hal? Jika anda dicobai untuk mengambil bagi diri sendiri uang yang masuk ke sekolah, dengan cara-cara yang sama sekali tidak mendatangkan manfaat bagi sekolah, maka standard prinsipmu perlu dikeritik dengan saksarna, agar kiranya saatnya tidak akan datang apabila anda akan harus dikeritik dan didapati kurang. Siapakah juru buku anda? Siapakah bendahara anda? Siapakah manager usaha anda? Adakah mereka itu cukup tellti dan mampu? Perhatikanlah hal ini. Adalah mungkin bagi uang untuk disalahgunakan tanpa pengertian seseorang dengan jelas bagaimana ia itu terjadi ; dan adalah mungkin baqi sesuatu sekolah untuk terus menerus merugi karena pengeluaran-pengeluaran yang tidak bijaksana. Mereka yang bertugas rnengawasi mungkin merasakan kerugian ini secara tajam, namun mereka mengira mereka telah berbuat dengan sebaik-baiknya. Tetapi mengapakah mereka membiarkan hutang-hutang menumpuk? Hendaklah orang-orang yang bertugas mengawasi sesuatu sekolah setiap bulan menemukan keadaan keuangan yang sebenarnya dari sekolah itu." -- Fundamentals of Christian Education, pp, 510, 511.
"Allah telah memberikan kepada kita suatu masa percobaan dalam mana dapat kita mempersiapkan diri bagi sekolah yang lebih tinggi itu. Bagi sekolah ini orang muda akan dididik, didisiplinkan, dan dilatih dengan cara membentuk tabiat-tabiat, moral dan kecerdasan yang sedemikian rupa sesuai dengan yang dikehendaki Allah. Mereka akan menerima suatu latihan, bukan dalam kebiasaan-kebiasaan dan keplesiran-keplesiran dan pertandingan-pertandingan masyarakat dunia yang tercemar ini, melainkan dalam garis-garis petunjuk Kristus, suatu latihan yang akan mempersiapkan mereka untuk menjadi orang-orang yang akan bekerja sarna dengan mahluk-mahluk cerdas samawi. Tetapi alangkah lucunya pendidikan itu yang diperoleh dalam bidang-bidang kesusasteraan, sekiranya ia itu harus dilucuti dari pelajarannya sekiranya ia telah diperhitungkan pantas untuk memasuki kehidupan itu yang terukur dengan kehidupan Allah, maka ia sendiri diselamatkan bagaikan oleh api." – Fundamentals of Christian Education, p, 397.
"Sifat pekerjaan yang dilakukan di dalam sekolah-sekolah gereja kita harus sesuai dengan ketertiban yang sangat tinggi. Jesus Kristus, Pemulih ( the Restorer ) seqala perkara itu, adalah satu-satunya obat bagi pendidikan yang keliru, maka pelajaran-pelajaran yang diajarkan di dalam Firman-Nya harus senantiasa dipertahankan di depan orang-orang muda dalam bentuk yang sangat menarik. Disiplin sekolah harus melengkapi latihan di rumah, dan kedua-duanya balk di rumah maupun di sekolah kesederhanaan dan ketuhanan harus dipertahankan. Laki-laki dan wanita-wanita akan ditemukan, yaitu mereka yang memiliki talenta untuk bekerja di dalam sekolah-sekolah yang kecil ini, tetapi mereka tidak dapat bekerja mencapai keuntungan di dalam sekolah-sekolah yang lebih besar. Karena mereka mempraktikkan pelajaran-pelajaran Alkitab, rnaka mereka sendiri akan menerima suatu pendidikan yang tertinggi nilainya." - Testimonies, vol. 6, p. 200.
Kerja Sama Dengan Para Orangtua
"Hendaklah para orangtua mencari Tuhan dengan kesungguhan yang mendalam, supaya jangan mereka menjadi balok penghalang merintangi jalan anak-anak mereka. Hendaklah sangka-sanqka jahat dan irihati dihapuskan dari hati, dan hendaklah kedamaian Kristus itu masuk menyatukan anggota-anggota sidang di dalam persekutuan Kristen yang sebenarnya. Hendaklah pintu-pintu jiwa ditutup rapat dari malaria bumi yang sangat beracun, dan hendaklah sekaliannya itu terbuka arah ke sorga untuk menerima sinar-sinar penyembuhan dari cahava matahari kebenaran Kristus. Sebelum roh mengeritik dan sangka-sangka jahat lenyap dari dalam hati, maka Tuhan tidak dapat berbuat bagi sidang apa yang la rindu lakukan dalam membuka jalan bagi pendirian sekolah-sekolah ; sebelum terdapat persatuan, maka la tidak akan mau menggerakkan orang-orang yang telah la percayakan dengan uang dan kemampuan untuk memajukan pekerjaan ini. Para orangtua harus mencapai suatu standard yang tinggi, memeliharakan jalan Tuhan dan mempraktikkan kebenaran, sehingga mereka dapat menjadi pembawa-pembawa terang. Harus terdapat suatu perubahan pikiran dan tabiat yang menyeluruh. Suatu roh perpecahan yang disimpan di dalam hati sejumlah kecil orang-orang akan berkomunikasi dengan orang-orang lain, dan akan merusak pengaruh bagi kebaikan yang hendak digunakan oleh sekolah. Jika para orangtua tidak slap dan tidak sungguh-sungguh ingin untuk bekerja sama dengan guru bagi penyelamatan anak-anak mereka, maka mereka tidak akan slap untuk memperoleh sebuah sekolah yang didirikan di antara mereka."-- Testimonies, vol. 6, p, 202.
"Pada para bapa dan para ibu terletak suatu tanggung jawab bagi latihan mula-mula sekali anak mereka maupun latihan terkemudian anak mereka, maka bagi kedua orangtua tuntutan bagi persiapan yang saksama dan menyeluruh ini adalah sangat mendesak. Sebelum memakaikan pada diri mereka kemungkinan-kemungkinan sebagai bapa dan ibu, maka orang laki-Iaki dan wanita harus kenal dengan hukum-hukum mengenai perkembangan fisik tubuh manusia, --- yaitu dengan ilmu faal tubuh dan ilmu kesehatan, dengan sangkut-paut mengenai pengaruh-pengaruh sebelum meiahirkan anak, dengan hukum-hukum mengenai keturunan, sanitasi, pakaian,. latihan dan olah-raga, dan mengobati penyakit; mereka juga harus mengerti akan hukum-hukum mengenai perkembangan mental dan latihan moral.
"Tugas pendidikan ini oleh Dia Yang Maha Kuasa telah diperhitungkan sangat penting sehingga para utusan dari tahtaNya telah dikirim kepada seseorang yang pada waktu itu akan menjadi ibu, untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut : 'Bagaimana kami akan mengatur anak itu, dan bagaimana akan kami perbuat kepadanya?' dan untuk memberi petunjuk kepada seorang bapa mengenai pendidikan seseorang putera yang dijanjikan.
"Tidak pernah pendidikan akan menyelesaikan semua yang dapat dan harus diselesaikannya sebelum pentingnya tugas para orangtua sepenuhnya diakui, dan mereka menerima suatu latihan bagi tanggung-jawab tanggung jawabnya yang suci." - Education, p, 276.
|