Fakta-fakta yang dikemukakan
Bahwa organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh terpecah karena keluarnya terbitan buku-buku Tongkat Gembala, maka secara mendalam kami menyesalkannya, dan lebih daripada itu setelah kami berhenti sejenak menyadari bahwa perpecahan yang sedemikian ini sesungguhnya tidak perlu terjadi, karena Allah menghendaki suara-Nya, Tongkat itu, supaya didengar, sesuai yang difirmankan-Nya melalui nabi-Nya: “Suara Tuhan berseru kepada namamu: Dengarlah olehmu akan Tongkat itu, dan akan DIA yang telah menentukannya.” Mikha 6 : 9.
Karena anda berada di antara banyak orang di dalam “negeri” itu kepada siapa suara Tuhan sedang berseru-seru memanggil mereka untuk mendengarkan Tongkat itu, dan karena kami ingin menyakini bahwa anda adalah serius bagi penyelamatan dirimu sendiri maupun bagi penyelamatan saudara-saudara anda, dan dengan sepenuh hati mengabdi kepada kebahagiaan madzab organisasi gereja, maka kami tentunya harus yakin bahwa anda harus berkenan mengetahui kebenaran tentang kekacauan yang serius ini yang sedang dihadapi oleh setiap orang Masehi Advent Hari Ketujuh dari segala penjuru.
Dalam tahun 1930, sewaktu buku Tongkat Gembala, jilid 1, masih dalam bentuk naskah, tiga puluh tiga copy-salinan hectografnya telah diberikan dalam tangan sebagian saudara-saudara pemimpin General Conference. Sebagai jawaban kepada penulisnya yang telah memohon kesediaan mereka untuk melakukan penyelidikan yang seksama terhadap semua isinya, maka mereka yang menerima buku-buku itu telah berjanji untuk melakukannya dan akan memberitahukan semua penemuan dan maksud-maksudnya, baik secara pribadi atau pun melalui surat. Pada waktu dimana terbitan pertama Traktat ini mulai dicetak, enam tahun sudah berlalu, dan hanya dua dari antara tiga puluh tiga saudara-saudara ini yang telah memberikan jawabannya (tidak seorang pun dari yang lainnya berbuat sedemikian itu pada waktunya). Salah seorang, Pendeta F.C. Gilbert, secara pribadi menulis beberapa hal, yang mana karena semenjak dari tulisan-tulisan itu telah muncul pertanyaan-pertanyaan yang berulang kali berkenan dengan tulisan Tongkat Gembala yang diterbitkan itu, maka kami tambahkan sebuah fotocopynya bersama ini untuk dipikirkan.
JEWISH DEPARTMENT 26 Juni 1930
F.C. Gilbert Secretary
Yth. Tuan Victor T. Houteff,
Los Angeles, California.
Saudara yang kekasih:
Sementara pada General Conference yang terakhir yang berlangsung di San Fransisco Saudara menyetop saya pada suatu hari di dalam ruangan yang dekat dengan salah satu jalan masuk ke aula, dan saudara telah menyerahkan kepada saya sebuah dokumen besar yang oleh Saudara dikatakan ingin diberikan dalam tangan saya, dan meminta saya membacanya, lalu menulis kepada Saudara komentar saya terhadap dokumen itu.
Dokumen tersebut karena sedemikian besar bentuknya sehingga ia itu hampir-hampir tidak mungkin bagi seseorang biasa menyelesaikannya dalam beberapa bulan saja. Saya menyadari bahwa waktu adalah sangat berharga, dan tentunya saya kira Saudara sangat berkeinginan untuk memperoleh sesuatu jawabannya.
Sebab itu saya telah mengambil sedikit waktu dan membaca bagian-bagian tertentu dari dari dokumen itu, dan saya pikir saya akan memberikan kepada Saudara penemuan-penemuan saya.
Saya terutama ingin mengambil catatan dari Bab #3 kepunyaan Saudara. Bab #3 Saudara itu meliputi lima halaman. Dalam meneliti sepintas lalu halaman-halaman dari Bab itu saya perhatikan, bahwa Saudara menekankan di dalam halaman-halaman itu masalah Esau dan Yakub. Saudara membandingkan kedua orang ini dengan simbol-simbol. Mereka menggambarkan berbagai simbol. Di dalam kelima halaman itu Saudara membuat banyak pernyataan tegas mengenai pengaplikasian kedua orang tersebut kepada zaman kita sekarang, tetapi Saudara belum memberikan satu pun bukti Alkitabnya. Anda mengerti, Saudaraku yang kekasih, apabila seseorang mengatakan sesuatu atau seseorang mengartikan begini atau begitu, ia harus memiliki bukti ilahi bagi pernyataanya. Jika tidak, mengapa seseorang harus menerima sebagai otoritas pernyataanya melebihi pernyataan setiap orang yang lainnya. Dalam membicarakan firman Allah kita harus diawasi agar jangan kita menyisipkan ke dalam Injil apa yang tidak terkandung di dalamnya. Jika Roh Allah membuat sesuatu komentar terhadap sesuatu teks, maka pemakaiannya adalah diilhami. Tetapi apabila seseorang membuat sesuatu pernyataan yang berkenan dengan sesuatu Injil dan ia tidak memiliki otoritas ilahi apa pun yang menunjang pernyataannya, maka besar kemungkinan dia menangani Firman Allah secara menyesatkan. Saya yakin Saudara tidak akan bermaksud untuk berbuat apa pun yang sedemikian itu, namun bagaimana pun ada saja kemungkinannya.
Marilah kulukiskan kepadamu apa yang saya maksudkan. Di dalam #4, Saudara mengatakan:
“Permulaan dari Kelaparan.”
“Garis pemisah di antara tujuh tahun kelimpahan dan tujuh tahun kelaparan ialah garis salib. Di sana tujuh tahun kelimpahan itu berakhir tujuh tahun kelaparan dimulai. Tahun pertama kelaparan itu ialah permulaan dari sidang Kristus pada zaman para rasul.”
Kini, Saudara yang kekasih, dimana anda memperoleh sesuatu otoritas dari firman Allah atau dari Roh Nubuatan bagi sesuatu pernyataan yang sedemikian? Dimana di dalam ilham Saudara menemukan sesuatu landasan bagi sesuatu komentar yang sedemikian? Saudara membuat peryataan hanya atas otoritas Saudara sendiri, tetapi Saudara tidak memiliki landasan Injil apa pun untuk membuat sesuatu pernyataan yang sedemikian.
Ia itu akan tampak, bahwa jika pernah ada sesuatu masa apabila Firman Allah terdapat dalam kelimpahan, maka ia itu adalah pada masa sewaktu para rasul pergi keluar menghotbahkan Firman Allah. Roh Suci memberikan kepada hamba-hamba Allah itu banyak penerangan ilahi atas Injil Wasiat Lama, sehingga mereka memiliki pengertian Firman dalam suatu cara yang kuat dan sangat jelas. Alkitab benar-benar menjadi sebuah buku yang baru bagi orang-orang di zaman rasul-rasul itu. Sebagaimana Saudara membaca Kisah Rasul-Rasul pasal dua, tiga, dan empat, Saudara akan memperoleh pandangan yang terindah ke dalam arti dari beberapa Mazmur dan tulisan-tulisan para nabi. Itu adalah pengaplikasian Injil Wasiat Lama oleh rasul-rasul Kistus itu yang telah membawa beratus-ratus, bahkan beribu-ribu orang menyambut Juruselamat. Sesungguhnya itu adalah bukan zaman kelaparan.
Ia itu tampak bagi saya, Saudara yang kekasih, bahwa Allah telah memberikan kepada kita suatu kekayaan dalam Firman-Nya, dalam tulisan-tulisan Roh Nubuatan, dan di dalam banyak buku-buku yang diberkati yang ditulis oleh orang-orang milik Allah di antara kita. Ia itu tampak bagi saya, bahwa jika sebagai seseorang Saudara mengingini terang atas injil, Saudara hendaknya mengambil waktu lalu membaca tulisan-tulisan yang sedemikian itu, dan kemudian Saudara akan memperoleh makanan rohani yang besar bagi jiwamu sendiri. Jika Saudara hendak ikut dan membaca dan menyelidiki sesuai cara yang telah Saudara gambarkan di dalam dokumen yang besar itu, maka setelah sesuatu waktu Saudara akan menjadi bingung sendiri. Ia itu akan mendatangkan kekacauan dimana saja Saudara mengemukakan perkara-perkara.
Percayalah saya, dari saudaramu,
Tertanda,
F. C. Gilbert.
Para pendeta dari Madzab Organisasi, tanpa membahas intisari dari isinya, mencoba membuat umat Allah percaya, bahwa surat milik Pendeta Gilbert itu telah ditulis atas nama Komitee General Conference. Mengingat hal ini, maka kami mengundang saudara-saudara Masehi Advent Hari Ketujuh kita untuk meneliti surat itu dengan seksama, supaya membuktikan sampai selengkapnya memuaskan mereka, bahwa surat itu bukan langsung datang dari Komitee General Conference dan juga bukan mewakilinya, melainkan sebaliknya ia itu adalah semata-mata ungkapan dari keyakinan pribadi.
Lagi pula, telah diedarkan di antara orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, bahwa “Pendeta Gilbert tidak menemukan terang apa pun di dalam naskah itu, dan karena sebab itulah mereka tidak perlu membuang-buang waktu untuk menyelidiki pernyataan-pernyataannya.”
Apakah orang-orang dari seluruh madzab organisasi sudah mengalah kepada otak seorang manusia saja? Apakah Pendeta Gilbert harus mendikte dari sekarang dan seterusnya mengenai apa yang harus dan apa yang tidak boleh dibawakan ke hadapan umat Allah? Jika memang demikian, maka bayangkanlah betapa mengerikan bahayanya keselamatan kekal kita!
Perhatikanlah pengakuannya pada paragraf yang pertama dan kedua dari suratnya itu, bahwa ia belum melakukan penyelidikan yang menyeluruh terhadap naskah itu yang diserahkan kepadanya; tetapi pun ia telah mengambil keputusan atasnya. Meskipun naskah itu sendiri membuktikan secara menyakinkan, bahwa Wasiat Lama adalah rumah perbendaharaan Firman Allah yang besar --- yaitu depot penyediaan makanan rohani bagi umat-Nya selama zaman Wasiat Baru; tetapi Pendeta Gilbert berusaha untuk menyangkal fakta yang nyata ini oleh penegasannya, bahwa “Roh Suci telah memberikan kepada hamba-hamba Allah itu penerangan ilahi yang sedemikian rupa terhadap injil Wasiat Lama, sehingga mereka telah memperoleh pengertian akan Firman itu dalam suatu cara yang kuat dan sangat jelas. Alkitab (Wasiat Lama) benar-benar telah menjadi sebuah buku yang baru bagi orang-orang di zaman rasul-rasul itu.” Tetapi dengan mencoba sedemikian ini untuk menyalahkan pernyataan-pernyataan dari naskah itu, ia secara tidak sadar hanya akan mengukuhkannya.
Kemudian mengenai pelajaran dari pengalaman-pengalaman Esau dan Yakub, surat itu mengatakan: “Saudara tidak memberikan bukti Injil apa pun” bagi “pengaplikasian kedua orang tersebut bagi zaman kita sekarang.” Setiap orang yang mau mengambil waktu untuk menyelidiki pokok masalah itu, yang kini telah diterbitkan dalam Tongkat Gembala, Jilid 1, akan menemukan “bukti injil” yang melimpah banyaknya.
Lagi pula, karena tema dari keseluruhan naskah itu adalah bukan Wasiat Lama dan Wasiat Baru, juga bukan Esau dan Yakub, melainkan mereka yang 144.000 itu, maka kewajiban Pendeta itu adalah memberikan kepada kita pandangan-pandangannya mengenai pokok masalah itu. Oleh sebab itu, pertengkarannya mengenai hal-hal yang tidak penting, adalah di luar permasalahan yang sebenarnya -- yaitu kebenaran mengenai masalah 144.000 itu.
Berbeda secara tegas dengan surat Pendeta Gilbert itu adalah dua buah surat berikut ini, yang satu berasal dari seorang pendeta Masehi Advent Hari Ketujuh yang pada waktu itu memegang sesuatu jabatan bertanggung jawab pada organisasi, dan yang lainnya berasal dari seorang dokter Masehi Advent Hari Ketujuh, yang sebelumnya adalah seorang guru pada salah satu sebuah akademi milik organisasi, dan seorang siswa Injil terkenal.
Charleston, S. C., 15 Desember 1933.
Saudara Houteff yang kekasih:
Saya ingin mengucapkan terima kasih dengan sepenuh hati kepada Saudara karena meminta perhatian saya, sebagai seorang pendeta dari Injil, kepada kebenaran-kebenaran yang berharga dari Alkitab, dan mutiara-mutiara dari Roh Nubuatan, yang sebegitu limpah terdapat di dalam keseluruhan dua jilid “Tongkat Gembala” yang telah dikirim dengan begitu baik hati kepada saya, baik oleh Saudara sendiri, atau pun atas permintaan Saudara, tidak menjadi soal.
Bertahun-tahun lamanya saya telah menaruh perhatian penuh pada apa yang diceritakan oleh Roh Nubuat kepada kita yang harus terjadi di tengah-tengah kita melalui cara “pembangunan dan reformasi,” dan karena sebab itulah saya telah menunggu-nunggu dengan penuh perhatian setiap usaha untuk melancarkan suatu “pergerakan reformasi” yang sedemikian, tetapi telah menjadi kecewa dalam semuanya itu, karena sekaliannya itu tampaknya tidak pernah terlaksana, sebab itu sewaktu buku-buku kecilmu datang berbarengan, sekaliannya itu menemui saya benar-benar dalam keadaan lapar karena justru suatu pembangunan “peribadatan yang sebenarnya” yang sedemikian inilah yang terdapat di dalam hati saya.
Dapatlah saya katakan, bahwa sewaktu saya pertama sekali memandang pada “Tongkat Gembala itu”, nama itu tampaknya membuat saya ragu-ragu, dan beberapa kali saya hampir-hampir merobeknya sebelum saya benar-benar membacanya, tetapi setiap kali, apabila saya sedang akan menghancurkan buku itu, datanglah pikiran kepada saya, bahwa ini adalah bertentangan dengan prinsip saya, lalu saya kembali ingin menyingkirkan buku itu. Sewaktu saya pada akhirnya membacanya, saya terkejut, lalu berulang kali saya ingin berseru kepada Allah memohon keampunan karena dosa-dosa saya sebagai seorang pendeta, kalau saja Ia benar-benar sedang berbicara kepada saya melalui buku kecil ini, lalu setelah saya membacanya, saya insyaf bahwa saya telah membaca bukan sebuah buku biasa; tetapi karena saya terlalu berhati-hati takut menerima sesuatu kekeliruan, maka saya mulai membaca kembali kedua kalinya, sambil membanding-bandingkan dengan Alkitab dan tulisan-tulisan Kesaksian untuk meyakinkan kecocokannya, tetapi mendahului setiap kali membaca, saya ingin memohon kepada Allah kiranya Ia mau mengungkapkan kebenaran dan menelanjangi kekeliruan,” sesuai janji-Nya. T.M. 107.
Sewaktu saya selesai membaca kedua kali buku itu, saya takut kalau-kalau ia itu benar, karena saya sudah mengerti sepenuhnya, maka sekiranya ia itu benar, saya sebagai pendeta akan harus bertanggung jawab kepada Allah karena sikap saya terhadap kelimpahan terang sehingga Ia telah meminta perhatian saya kepada terang itu yang belum pernah saya saksikan sebelumnya. Tentu saja saya dengan sendirinya heran dari mana datang pengetahuan yang sedemikian ini, lalu memutuskan untuk membaca kembali buku itu untuk menyakinkan bahwa saya tidak melewati apa pun kekeliruan yang bagus tampaknya, dan setelah saya selesai membacanya pada ketiga kalinya, sekalipun saya belum mengerti apa-apa di dalam buku itu, namun saya insyaf mengenai satu hal, dan itu adalah, bahwa saya tidak dapat menyangkal setiap perkara yang ada di dalam buku itu, karena ia itu cocok dengan Alkitab dan dengan Roh Nubuatan.
Dan kini sesudah hampir tiga tahun mengamat-amati pengaruh pembacaan “Tongkat Gembala” itu terhadap baik pendeta maupun anggota, saya temukan, bahwa hampir tanpa kecuali semua pendeta menolak pekabaran dari buku itu, baik karena buta atau pun karena takut kepada atasan mereka, dan para anggota hampir tanpa kecuali, menerima pekabaran tegoran dan amarannya dengan kesukaan dan kegembiraan, lalu berusaha memperbaiki kehidupan mereka sesuai dengan itu, lalu nada kerohanian dari orang-orang tersebut jauh lebih tinggi daripada sebelumnya, karena mereka mencintai pekabaran dari Malaikat Yang Ketiga itu lebih lagi, dan mereka mencintai saudara-saudaranya lebih baik lagi daripada sebelumnya.
Dalam mengakhiri surat ini saya ingin mengatakan kepada Saudara, bahwa saya yakin Tuhan telah menggunakan Saudara untuk menghantarkan kepada umat kita sebuah pekabaran yang sama pentingnya dengan pekabaran yang pernah datang kepada gereja MAHK sewaktu berkumpul di pertemuan Minneapolis, dan saya kira saya telah memperoleh pemberitahuan yang tepat sebagai seorang pendeta dari madzab organisasi ini sekian tahun lamanya, dan telah bekerja baik di Amerika Serikat maupun di ladang-ladang luar negeri. Kita tampaknya telah menolak pekabaran reformasi yang dikemukakan di dalam “Tongkat Gembala” selengkapnya sama seperti saudara-saudara kita dahulu menolak pekabaran dalam tahun 1888.
Semoga Tuhan memberkati Saudara dengan limpah dalam segala perkara usaha Saudara dalam nama-Nya. Demikian doa kami saudaramu dalam Kristus.
tertanda,
E. T. Wilson.
PEMBERITAHUAN:
Untuk memenuhi petunjuk pada buku Testimonies to Ministers, pp. 104 - 107, yang berbunyi: “Bagaimana Seharusnya Kita Memeriksa Alkitab,” maka saya mengambil prakarsa mengundang beberapa saudara Masehi Advent Hari Ketujuh yang setia untuk bersama-sama menjumpai penulis buku “Tongkat Gembala” itu di bagian belakang gedung kantor saya di Chandler, Colorado, yaitu tempat praktik saya yang terdahulu. Ini telah dilakukan atas tanggung jawab saya sendiri. Setelah oleh perantaraan seorang saudara yang sangat erat hubungannya, yang tahu secara pribadi akan pertentangan itu di California berkenaan dengan terbitan buku “Tongkat Gembala Itu” dan ketidakadilan yang kasar terhadap penulisnya, maka saya merasa sangat terkesan hendak menemuinya secara pribadi, dan dengan demikian memberi kesempatan yang baik dan jujur kepadanya untuk dengar pendapat. Saya juga merasa perlu untuk mengundang kehadiran seorang pendeta yang sudah diurapi untuk ikut serta pada penyelidikan ini. Secara takdir, suasana tampaknya telah diatur dengan sendirinya bagi kehadiran Pendeta E.T.Wilson, presiden dari Carolina conference. Ia bersama-sama dengan saudara dan sister H.G. Warden dan pendeta setempat dari sidang MAHK Florence serta anggotanya membentuk kelompok kami bagi penyelidikan ini.
PENEMUAN-PENEMUAN
Mereka yang ikut pada penyelidikan ini menyadarai sedalam-dalamnya akan kenyataan, bahwa adalah mutlak tidak mungkin dengan kekuatan manusia saja untuk merumuskan, membentuk atau mencocokkan bersama-sama sekian banyak lambing-lambang Alkitab, contoh-contoh, fakta-fakta atau kebenaran-kebenaran, yang serba rumit itu, ke dalam suatu hubungan gambaran interpretasi yang berarti dimana kekeliruan mudah dapat ditelanjangi, dan kerumitan dari berbagai kebenaran yang berkaitan dapat disederhanakan ke dalam bentuk yang sedemikian rupa, sehingga dapat dimengerti oleh pikiran-pikiran orang yang belajar sendiri, maupun oleh orang-orang yang berkebudayaan, dimana semua orang dapat dibuat sepakat, bahwa penegasan-penegasan Alkitab itu dan perselisihan-perselisihan yang nyata dapat diatur sedemikian rupa sehingga menjadi sederhana secara mentaajubkan dalam hal penyingkatan yang terpusat.
Sesudah seminggu penyelidikan yang saksama sebanyak tiga kali rapat setiap hari, yang didahului oleh doa, semua yang hadir mengambil bagian memohon kepada Tuhan kiranya melalui Roh Suci-Nya Ia dapat mengendalikan kepada penemuan kebenaran, dan agar sekiranya ada kekeliruan, supaya dapat diungkapkan; maka telah disepakati bersama, bahwa terlepas dari kekeliruan gambar lambang (typographical error), dan dalam beberapa hal bahasa Inggris yang kurang tepat, juga pernyataan-pernyataan sejarah tertentu yang mana kami belum dapat membenarkan maupun menyangkalnya; dan selanjutnya, karena telah dipastikan bahwa penulis itu sampai kepada hari ini belum pernah bergabung dengan spiritisme dalam bentuk apa pun, dan karena setiap penyelidikan diperluas oleh terang yang sangat besar atas “Pekabaran-Pekabaran Tiga Malaikat”, juga banyak hal-hal penting yang dipertentangkan, yang telah merupakan rahasia-rahasia yang membingungkan, telah dijelaskan secara sempurna, maka tidak ada lagi keragu-raguan di dalam pikiran kami, bahwa buku-buku ini telah dipersiapkan di bawah sesuatu bentuk penerangan ilahi; dan bahwa masanya sudah cukup matang bagi pengungkapan kebenaran-kebenaran ini kepada suatu dunia yang sedang akan binasa.
Diserahkan dengan hormat,
tertanda,
H. I. Butterbaugh M. D.
Bahwa Pendeta Gilbert, yang belum menyelidiki buku Tongkat Gembala itu berpikir, bahwa ia dapat melihat apakah ia itu kebenaran atau kekeliruan, adalah tak dapat dipercaya. Tetapi karena kedua rekan respondennya telah menyelidiki keseluruhan buku itu, maka adalah cukup beralasan untuk menyimpulkan, bahwa penilaian mereka itu adalah dapat dipercaya.
Surat-surat ini berasal dari arsip kami, adalah hanya dua dari sekian banyak surat yang ditulis oleh orang-orang yang telah menyelidiki pekabaran Tongkat Gembala itu, dan yang mengaku bahwa ia itu berisikian panggilan jam itu. Sekarang biarkanlah Roh Nubuatan selanjutnya membentuk keputusanmu terhadap
|