PENGANTAR
Buku ini diterbitkan bukan untuk menjelaskan ataupun mengomentari kebenaran-kebenaran yang sudah diungkapkan sebelumnya, dan yang sudah diterima sebagai kebenaran, melainkan untuk mengungkapkan kenyataan-kenyataan yang sudah Allah pertahankan sepanjang banyak generasi, bukan saja untuk mencegah hilangnya, melainkan juga untuk menghindari pengertian dari semuanya itu ditemukan oleh orang-orang pandai. Dengan demikian, maka Dia yang mengawasi Alkitab itu akan dapat mengungkapkan kebenaran sekarang kepada umat-Nya pada sesuatu masa apabila diperlukan. Oleh sebab itu walaupun kebenaran-kebenaran yang sedemikian ini aslinya adalah nubuatan, semua itu akan menjadi baru dan akan terbuka sebagai suatu surat yang langsung dari pada Allah kepada manusia pada masa pengungkapannya. "Demikianlah firman Allah Tuhan itu, ............................. Bahwasanya perkara-perkara yang dahulu itu sekarang jadi, dan perkara-perkara yang baru akan Ku nyatakan; sebelum hal-hal itu muncul Aku menceritakannya kepadamu." (Yesaya 42 : 5, 9). Sebab itu akan terbukti bahwa isi dari buku ini adalah baru, menarik, bersifat petunjuk, membesarkan hati, dan mengobahkan. Pekabaran yang dibawakannya diajarkan melalui simbol-simbol dan contoh-contoh yang dilukiskan pada gambar-gambar bagan, menjadi sederhana, sehingga semua orang yang menyelidiki mencari kebenaran dengan tujuan untuk mempersiapkan diri mereka pantas bagi lumbung sorga, akan dapat dengan mudah memahaminya.
Buku "Wahyu" dikatakan sebagai sebuah buku yang tertutup yang penuh dengan rahasia-rahasia simbolis, yang tidak dapat dimengerti oleh mahluk-mahluk manusia. Ini memang benar hanya dengan semua kebenaran nubuatan. Orang yang mengakui akan kenyataan ini mengenai buku "Wahyu", dengan sendirinya mengakui bahwa ia belum mengerti Alkitab; sebab semua buku dari Alkitab bertemu dan berakhir di dalam "Wahyu". Oleh sebab itu, memahami buku itu berarti memahami Alkitab. "Dia yang mengungkapkan segala rahasia itu kepada Yahya akan mengaruniakan kepada penyelidik kebenaran yang rajin suatu rasa pendahuluan terhadap perkara-perkara Samawi. Orang orang yang hatinya terbuka untuk menerima kebenaran akan kelak dimungkinkan untuk memahami ajaran ajaran dari kebenaran itu, dan mereka akan dikaruniai berkat yang dijanjikan kepada orang-orang yang 'mendengarkan segala perkataan nubuatan ini, dan yang memeliharakan segala perkara yang tertulis di dalamnya'." - The Acts of the Apostles, halaman 584, 585. Dengan demikian, apabila buku Wahyu dapat dipahami, maka ia itu akan membuka pintu Perbendaharaan Rumah yang besar itu lalu mengungkapkan semua rahasia nubuatan yang tersimpan didalamnya.
Pekabaran di dalam buku ini telah ditentukan waktunya secara nubuatan oleh perumpamaan tentang "Pemilik Kebun Anggur" yang mengutus para pekerja ke dalam "Kebun Anggur"-Nya. (Matius 20 : 1 - 16). Membuktikannya sebagai "panggilan" "jam ke sebelas", --- yang terakhir, dan pada masanya yang tepat. Kenyataan bahwa ungkapan Alkitab yang indah ini tidak dapat ditentang, membuktikan bahwa pekabaran ini benar dan Ilhamnya pun benar. Panggilan nubuatan ini didasarkan pada nubuatan-nubuatan Daniel, dan penjelasannya yang dibuat oleh buku Wahyu. Demikianlah ia itu dijelaskan secara simbolis. Simbol-simbol nubuatan ini mengenai binatang-binatang buas, sayap-sayap, tanduk-tanduk, kepala-kepala, mahkota-mahkota dan sebagainya, membuktikan merupakan simbol-simbol yang sangat sempurna dalam mengungkapkan kebenaran yang dilambangkan olehnya, dan bilamana diaplikasikan dengan benar, maka pasti pengertiannya tidak dapat disalah artikan.
Karena kekacauan zaman ini dan kesalah-fahaman terhadap Alkitab di antara dunia Kristen dibuktikan oleh banyaknya sekte agama yang ada, maka temyata bahwa gereja-gereja sedang berada dalam keadaan kerohanian Laodikea, yaitu "Menyedihkan, sengsara, miskin, buta, dan bertelanjang." Maka oleh menyangkal tuduhan dari pernyataan yang jelas ini membuktikan bahwa kata-kata dari "Saksi Yang Setia" yang berbunyi, "padahal tidak kamu ketahui," adalah benar. Sementara mereka itu mengira mereka adalah benar, maka "Saksi Yang Setia" menyatakan: "Kamu sekalian adalah salah." Bukankah ini kesesatan yang besar sekali? (Bacalah Wahyu 3 : 14 - 18.) Oleh karena Alkitab mengatakan dengan jelas, bahwa adalah "kebenaran" yang akan "membebaskan" kita, maka kita tidak dapat memeriksa diri sendiri dengan seksama berikut perkara-perkara yang kita percayai, karena jika dari Kekristenan yang multi-sekte ini saja tidak ada dua sekte yang sama fahamnya, maka jelas bahwa kebanyakan mereka, jika bukan semuanya, adalah buta. Dan karena Alkitab adalah benar dalam kata-katanya: "Jika orang buta memimpin sesama orang buta, keduanya akan jatuh ke dalam selokan", maka kiranya tidak ada gunanya untuk memperdebatkan kebenaran --- dunia sedang menuju ke dalam "selokan." Tidakkah ucapan yang tak terbantahkan ini membangunkan umat Allah dari kantuk dan tidur mereka? Pengalaman-pengalaman yang lalu membuktikan, bahwa banyak orang akan mengatakan "Itu bukan saya." Karena mengetahui bahwa kesesatan ini akan timbul di akhir zaman, maka Allah telah menciptakan gambaran lambang kebenaran ini, dengan mana Ia akan mampu untuk menerangi sidang-Nya dan memanggil keluar umat-Nya.
Sementara musuh berhasil mengacaukan Firman yang tertulis, maka Allah menerangi bumi dengan kemuliaan-Nya melalui wahyu-wahyu simbolis ini, dan dengan mana Ia mengungkapkan seluruh kebenaran dan Ia membuka semua perangkap iblis. Demikianlah melalui contoh-contoh dan simbol-simbol Ia membuat orang-orang yang sederhana menjadi bijaksana, dan orang-orang yang pandai menjadi kacau oleh menunjukkan, bahwa di mana tidak ada contoh di sana pun tidak ada kebenaran.
Buku ini berisikan sebuah wahyu simbolis yang lengkap mengenai seluruh sejarah dunia, baik sipil maupun agama. Alasan mengapa semua keajaiban ini digambarkan dengan simbol-simbol adalah sama dengan apa yang telah membuat Kristus mengajar dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan, "Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya (Kristus): "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka itu dalam perumpamaan-perumpamaan?' Jawab Yesus kepada mereka itu: 'Karena telah dikaruniakan kepadamu untuk mengetahui segala rahasia tentang kerajaan sorga, tetapi kepada mereka itu tidak dikaruniakan." (Matius 13 : 10, 11.) "Tetapi orang jahat itu akan makin berbuat jahat; dan tak seorang pun dari orang jahat itu akan mengerti; tetapi orang bijaksana akan mengerti." (Daniel 12 : 10.) "Maksud utama dari mengajar dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan ialah agar supaya kebenaran itu dapat diungkapkan kepada anak-anak Allah dan pada waktu yang sama ia itu dirahasiakan dari musuh Musuh-Nya. Karena alasan-alasan yang sama inilah nubuatan-nubuatan yang menggambarkan kuasa-kuasa anti Kristen berikut pekerjaan mereka sejak mulanya sampai kepada akhir sejarah harus diselimuti dalam bahasa simbolis dan perumpamaan untuk menjamin penyimpanannya." -- Pelajaran Sekolah Sabat Kwartalan," halaman 33. Kwartal Kedua, tahun 1932. "Kristus adalah landasan dari perekonomian orang-orang Yahudi. Keseluruhan sistem mengenai contoh-contoh dan simbol-simbol adalah merupakan suatu nubuatan Injil yang padat, yaitu suatu penyajian dalam mana terikat pula semua janji dari hal penebusan." --- The Acts of the Apostles, halaman 14.
Masing-masing pokok masalah ini masih dapat diperbesar seluas-luasnya, tetapi kalau saja kami berbuat begitu, maka buku ini akan menjadi berjilid-jilid lagi, dan juga akan menjadi kurang berarti. Demikianlah kami tidak menggunakan banyak perincian yang mendetail.
PENULIS
|